[Ficlet] Treats Friends


Tittle : Treats Friends

Cast : Jessica/Tiffany/Heechul

Length : Sequel of Confused Shopping

Genre : AU, Friendship, Comedy

========Treats Friends========

@Class

“SAENGIL CHUKKAE JUNG JESSICA!!!!!!!” teriak kedua sahabat Jessica, Tiffany dan Heechul.

“Oh iya ya, hari ini aku ulang tahun!” ucap Jessica polos.

“Jessie, ini hadiah untukmu!” seru Tiffany seraya menyerahkan sebuah kado untuk Jessica.

“Gomawoyo, Steph!” jawab Jessica kemudian membuka kado tersebut.

“KYAA~~ KADO IMPIAN KU!!!!” teriak Jessica girang.

“Jinjcha?” tanya Tiffany dan Heechul tak percaya.

Jessica mengangguk lalu memeluk hadiah pemberian Tiffany, “Ini boneka pertama ku!” ucapnya.

“Mianhe Jesse, aku tak bisa memberimu hadiah!” ucap Heechul tiba tiba.

“Wae?” tanya Jessica.

“Lagi boke nih!” jawab Heechul sambil terkikik malu.

Jessica tertunduk, “Ulang tahun kali ini aku kecewa sekali..” ucapnya sedih.

“Eh? Mianhe Jesse, aku akan menabung untuk membelikanmu hadiah!” ucap Heechul merasa bersalah.

“Anni~ bukan karena itu..” jawab Jessica.

“Lalu?” tanya Tiffany.

“Aku kecewa dengan daddy..” jawab Jessica.

“Eh? Wae? Dia lupa ulang tahunmu?” tanya Heechul.

“Aku dibelikan sebuah fila dan pulau di Jepang! Untuk apa coba?” jawab Jessica sedih.

“GUBRAKK!!!” Tiffany dan Heechul langsung jatuh seketika.

“Guys, are you okay?” tanya Jessica panik.

Tiffany dan Heechul segera bangkit, “Ne~ gwenchanayo!” jawab mereka berdua.

“By the way, biasanya kalau ulang tahun tuh ngapain ya?” tanya Jessica.

“Kamu belum pernah ulang tahun ya selama ini?” tanya Tiffany bingung.

“Biasanya kalau aku ulang tahun selalu dirayakan di hotel, pantai, wahana bermain.. Huh! membosankan!” jawab Jessica.

“Dasar milyader lugu!” gumam Tiffany.

“AHA! Kita makan2 saja..” usul Heechul.

“Tapi Jessie yang traktir!” tambah Tiffany.

“It’s okay! Biar diantar supirku ya?” seru Jessica.

“NE NE NE!!!!” jawab Tiffany dan Heechul bersemangat.

Jessica pun segera menghubungi supirnya, “Yoboseyo Kim ahjussi?” “Tolong siapkan pesawat ke Paris!”

“MWOOO?????!!!!!!!!” teriak Tiffany dan Heechul shock.

“Jessie, stop it please!” ucap Tiffany lemas.

“Traktir kita di kantin saja..” ucap Heechul yang juga lemas.

Jessica mematikan telponnya, “Arasso!” jawab Jessica.

@Canteen

Jessica, Tiffany, dan Heechul pun makan bersama. Tiffany dan Heechul memesan makanan yang mahal dan banyak.

“Ahh.. kenyang!” teriak Tiffany puas sambil mengelus2 perutnya.

“Gomawo Jesse, kau yang terbaik!” ucap Heechul puas.

“PELAYAN!!!!!” teriak Jessica.

Si pelayan pun menghampiri meja JeTiChul. “Waeyo agasshi?” tanyanya.

“Berapa semuanya?” tanya Jessica.

“5 ratus ribu won, agasshi?” jawab si pelayan.

“Mahal sekali..” ucap Heechul terkejut.

“Ini semua salahmu pesan kebanyakan!” seru Tiffany menyalahkan Heechul.

“Bukankah porsimu yang paling banyak?” balas Heechul.

“Ya sudah, ini..” ucap Jessica seraya menyerahkan kartu kredit.

“Mianhe agasshi~ di kantin ini tidak menerima kartu kredit!” ucap si pelayan.

“Mwo? Kantin macam apa ini tidak menerima kartu kredit? Dimana2 tempat makan itu bisa dibayar dengan kartu kredit. Tempat ini tidak modern sekali..” ucap Jessica kesal.

“Jessie, ini kantin! Bukan restauran..” sahut Tiffany.

“But-”

“Bagaimana caranya kami membayar?” tanya Heechul pada pelayan.

“Saya punya usul!” seru pelayan.

“What? What?” tanya Tiffany.

@Dish washing room

“Kenapa kita harus cuci piring? Tidak level..” ucap Heechul kesal.

“Ne ~ kuku2 ku yang cantik dan terawat ini bisa hancur!” tambah Tiffany tak kalah kesal.

“Ckck! Kenapa kalian kesal seperti itu? Mencuci piring tidaklah buruk kok. Sangat menyenangkan!” sahut Jessica girang.

“Wahh.. Jesse, kamu cepat sekali mencuci piringnya. Mana semuanya mengkilat tuh!” ucap Heechul terkagum2.

“Kau kan orang kaya? Mustahil sekali kamu bisa sebaik itu mencuci piring!” ucap Tiffany.

“Ahh.. biasa saja.” jawab Jessica.

“Ini pertama kalinya kau cuci piring kan? Hebat..” ucap Heechul.

“Anni~ aku sering kok cuci piring.” jawab Jessica.

“Liar!” cibir Tiffany.

“Tsk! Jinjchayo.. Aku sudah berpengalaman mencuci piring! Setiap hari setelah pulang sekolah, aku mampir ke kafe ku untuk mencuci piring!” jawab Jessica.

“Jinjcha?” tanya Heechul dan Tiffany tak percaya.

“Bukan hanya mencuci piring. Terkadang aku menyapu, memasak, melap kaca, mengepel lantai-”

“Milyader oon!” gumam Tiffany dan Heechul bersamaan.

FIN!

Annyeong~
Ini sequel-nya ficlet Confused Shopping!
RCL yahh..
Untuk SIDERS, saia sumpahin.. emm.. ada deh pokoknya! hehe

Iklan

[Ficlet] Confused Shopping


Tittle : Confused Shopping

Cast : Jessica/Tiffany

Length : Ficlet

Genre : AU, Friendship, Comedy

Jessica Jung, nama seorang yeoja kaya raya yang memiliki orangtua tergolong konglomerat di Seoul, Korea Selatan. Dia suka menghambur2kan uangnya namun dia tidak pelit terhadap teman2nya.

Suatu hari, Jessica mengajak Tiffany pergi jalan jalan untuk berbelanja. Mereka menyinggahi toko aksesoris remaja yang unik dan lucu menurut mereka.

“Stephanie, lihat kalung ini..” teriak Jessica seraya memamerkan kalung yang dipakainya.

“Wow! That’s cool, Jessie..” jawab Tiffany.

Tiba tiba mata Jessica tertuju pada rak yang dipenuhi gelang2 yang lucu, “Aigoo~ yeppeoda!” dengan cepat dia berlari menghampiri rak tersebut.

“Jessie, chankkaman!” seru Tiffany yang ditinggalkan.

“Yeppeoda!” gumam Jessica beberapa kali. Terlihat jelas matanya berbinar2 melihat gelang tersebut.

“Stephanie, come on girl!” seru Jessica saat sadar bahwa Tiffany tak ada disampingnya.

“Ckck! Kau ini cepat sekali larinya..” ucap Tiffany sedikit kesal.

“I’m sorry, baby. Now, look it!” seru Jessica seraya memamerkan gelang2 tersebut dipergelangan tangannya.

“Cocok sekali, Jessie..” jawab Tiffany seraya memasang eye-smile nya.

Tiba tiba pelayan datang menghampiri mereka, “Annyeonghaseo agasshi. Apakah kalian ingin melihat gaun yang baru saja di impor dari Paris?” tawarnya.

Jessica dan Tiffany saling menatap selama 5 detik kemudian segera berteriak, “OF COURSE!!!” teriak mereka dengan hebohnya.

Jessica dan Tiffany melihat gaun2 tersebut. Mata mereka tak berenti berbinar. Mereka sangat mengagumi gaun2 tersebut.

“Kalian boleh mencobanya agasshi..” tawar si pelayan.

“Really? Oh~ thank you..” seru Jessica.

Jessica dan Tiffany segera mencoba gaun2 tersebut satu persatu. Mereka segera menentukan gaun yang mana yang mereka beli.

“Sudah ku putuskan. Aku beli gaun yang ini!” seru Tiffany seraya mengambil gaun yang dipilihnya.

“Agasshi bisa langsung ke kasir.” ucap si pelayan yang dibalas anggukan Tiffany, “Saya permisi dulu. Annyeonghaseo!” tambanhya lalu pergi menghampiri pelanggan yang lain.

Tiffany melirik Jessica, “Jessie, kau pilih yang mana?” tanya Tiffany.

Jessica memasang wajah bingung, “Kau ke kasir saja duluan. Aku masih ingin berpikir dulu mau memilih yang mana.” jawabnya.

“It’s okay!” jawab Tiffany lalu meninggalkan Jessica yang masih bingung memilih gaunnya.

15 minutes later..

Tiffany menghampiri Jessica, “Jessie, sudah diputuskan belum yang mana yang kau beli?” tanya Tiffany.

“Tsk! Aku masih bingung, ara?!” jawab Jessica kesal.

“Kenapa harus bingung? Kau kan kaya raya. Beli saja semuanya..” usul Tiffany.

Jessica terdiam sejenak, “AHA! Aku tau apa yang harus aku lakukan!” teriak Jessica bersemangat.

“What? What?” tanya Tiffany penasaran.

“Aku beli saja semuanya..” jawab Jessica yang langsung membuat Tiffany jatuh ditempat.

“Stephanie, gwenchanayo?” tanya Jessica bingung.

“I’m fine, pabo!” jawab Tiffany seraya bangkit dari jatuhnya.

Jessica mengerutkan keningnya, “Pabo?” tanya Jessica dengan wajah polosnya.

Tiffany mendengus kesal, “Untung kau temanku. Kalau bukan, sudah ku bunuh kau!” gerutu Tiffany.

“Kau mau membunuhku? Akan ku laporkan polisi sekarang juga!” ancam Jessica.

Tiffany semakin prustasi dengan kumatnya sifat Jessica yang bisa dibilang lemot, “Arrgghh~ aku keluar duluan. Ku tunggu kau diluar!” ucap Tiffany.

“Tak jadi membunuhku?” tanya Jessica.

“YAA~ JESSICA JUNG SOOYEON! AKU HANYA BERCANDA!” teriak Tiffany kesal.

“Kenapa berteriak? Katanya mau keluar?” tanya Jessica sambil memasang wajah bingung.

“Ara, aku keluar!” jawab Tiffany pasrah.

10 minutes later..

Tiffany sudah menunggu cukup lama diluar. Sesekali dia menengok ke dalam lewat pintu, tapi sepertinya Jessica sedang sibuk dengan si pelayan di kasir.

Tak lama kemudian, Jessica pun akhirnya keluar. Namun satu hal yang membuat Tiffany sangat bingung, dia tak membawa satu pun kantung belanjaan.

“Kau tak jadi beli?” tanya Tiffany.

“Jadi kok!” jawab Jessica sambil tersenyum tidak jelas.

“Jadi apanya? Mana kantung belanjaanmu?” tanya Tiffany tak percaya.

“Ini!” seru Jessica memperlihatkan selembar kertas pada Tiffany.

“What it’s?” tanya Tiffany bingung.

“AKU BELI TOKONYA!!!” seru Jessica yang lagi lagi membuat Tiffany jatuh ditempat.

“Stephanie, gwenchanayo?” tanya Jessica panik.

Namun kali ini tak ada jawaban. Jessica menduga kalau Tiffany dalam keadaan pingsan!

FIN!

Don’t be siders, okay?!
Please comment 🙂

Hello world!


Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.