Secret Admirer Chapter 2


Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :
SNSD Jessica
Super Junior Kyuhyun
2PM Nickhun

Support Cast :
SNSD Tiffany
SNSD Taeyeon
T-Ara Eunjung
f(x) Krystal
etc

Genre : AU, Romance, Friendship, Series

Length : Chaptered

Credit poster : elf4kimchi@mellowchicken.wp.com

>>>

Jessica POV

“Nickhun???!!!

“Annyeonghaseo..” sapanya.

“A-apa yang kau lakukan disini?” tanyaku.

“Ingin menemui seseorang.”

Aku menelan saliva-ku.

“Jadi kau adalah- hmmppphh!!!” aku langsung membungkam mulut Taeyeon.

“Waeyo?” tanya Nickhun tampak kebingungan.

“Tidak apa-apa.” jawabku sambil terkekeh pelan.

“Jessi, kami pergi dulu ya.” kata Tiffany seraya menyeret Taeyeon pergi, Kyuhyun mengikuti mereka.

Bagus! Sekarang aku tinggal berdua dengan Nickhun. Apa yang harus ku lakukan?

“Bisa kita bicara sebentar?”

“Ye?”

“Sebenarnya yang ingin ku temui adalah kau.”

“Mwo? Jinjchayo?” tanyaku tak percaya.

“Engg- malam ini kau jadi ke rumah ku, kan?” tanyanya.

“Geurom. Aku pasti datang.” jawabku bersemangat.

“Aku senang kau bisa datang. Aku sangat mengharapkan kedatanganmu. Berjanjilah untuk tidak mengecewakan ku, Jess.” ucapnya.

“A-arasseo.” jawabku mengerti.

“Kalau begitu, aku pergi dulu. Annyeong!” pamitnya.

“Nde. Annyeong~” balasku.

Apakah Nickhun benar-benar penggemar rahasia-ku? Oh Tuhan, aku butuh petunjuk. Semoga saja penggemar rahasia-ku mengirim surat lagi.

>>>

“Jess, sorry. Aku tak bisa menemanimu malam ini. Malam ini aku ada les piano.” ucap Tiffany.

“Really?” tanyaku seraya memasang ekspresi sedih. Padahal aku sangat senang.

“Na do, Sic. Malam ini ada film Action yang tak bisa ku lewatkan.” ucap Taeyeon.

“Yahh!” keluhku. Padahal aku sangat gembira.

“Aku bisa menemanimu, Sic.”

Aku menoleh ke sumber suara,
“Kyuhyun?”

“Untunglah Kyuhyun bisa.” ucap Tiffany.

“K-keunde..”

“Nanti malam jam berapa memangnya?” tanya Kyuhyun.

Tsk! Kyuhyun benar-benar akan ikut. Otte? Aku tidak bisa melakukan pendekatan dengan Nickhun deh.

“Kyu, bisa kita bicara sebentar?” tanyaku.

“Geuraeyo.” jawabnya.

Aku menarik tangannya dan membawanya ke tempat yang cukup sepi.

“Untuk apa kita kesini?” tanyanya.

“Kyu, jebal. Kau tak usah ikut ya?” pintaku.

“Mwo? Wae?”

“Malam ini harus menjadi malam terspesial untukku. Aku harus datang sendiri supaya bisa bersama Nickhun berdua. Kau harus paham padaku, Kyu. Kau tahu kan aku menyukainya?”

“Baiklah. Kalau itu yang kau inginkan. Aku tidak ikut.” jawab Kyuhyun.

Aku tersenyum lalu memeluknya erat,
“Gomawo, Kyu. You’re the best!” ucapku.

End Jessica POV

Kyuhyun POV

Sica benar-benar telah di pengaruhi oleh Nickhun. Dia jadi sangat menyukai pria itu. Rasanya kesal sekali. Kenapa Nickhun juga ada di Perpustakaan? Rencana ku jadi gagal total. Apa aku harus mengirim surat lagi ya pada Sica?

“Kyu!”

“Nickhun? Wae?” tanyaku.

“Kau jadi datang kan malam ini?” tanyanya.

“Anni.” jawabku dingin.

“Mwo? Waeyo?” tanyanya.

“Aku sibuk malam ini” jawabku.

“Arasseo.” ucapnya.

Aku segera pergi meninggalkannya. Melihat wajahnya, rasanya ingin ku cabik-cabik. Betapa kesalnya aku padanya karena telah mengambil hati wanita yang ku sukai.

End Kyuhyun POV

>>>

Jessica POV

Aku sedang sibuk memilih pakaian. Sebentar lagi pukul 20:00. Aku harus cepat-cepat.

“Onnie~” tiba-tiba saja Krystal muncul dari balik pintu kamarku.

“Kryssie, bantu aku memilih gaun.” pintaku.

“Arasseo.” jawabnya.

Dia memilihkan beberapa gaun untukku. Aku mencobanya satu persatu sampai aku menemukan gaun yang cocok. Aku memilih gaun biru selutut yang cukup elegan.

“Sekarang tinggal berdandan!”

Aku segera mempermak wajahku. Sedangkan Krystal merias rambutku.

“Onnie, kau sangat cantik.”

“Gomawo, Kryssie. Ini semua berkat bantuanmu juga.” jawabku.

>>>

Aku telah sampai di sebuah club di hotel bintang 5. Aku melihat beberapa orang yang tak asing di mataku.

“Jess!”

Aku menoleh ke sumber suara, “Nickhun?”

“Whoa! Neomu yeppeoda!” pujinya.

“Gomapsheumnida..” jawabku tersipu.

“Taeyeon Tiffany eoddiga?”

“Mereka tak bisa datang. Katanya sibuk.” jawabku.

Tiba-tiba ponsel Nickhun berdering. Ia segera merogoh ponselnya.

“Hyung? Sebentar Jess. Aku angkat dulu.” katanya lalu pergi.

Tiba-tiba seseorang mendorongku dari belakang.

“Eunjung?”

“Dasar wanita murahan. Nickhun dan aku belum resmi putus. Tapi kau sudah berani dekat-dekat dengannya?” bentaknya padaku.

“M-mollasheumnida.” ucapku.

“Tidak usah pura-pura tidak tahu.”

“Tapi aku benar-benar tidak tahu.” ucapku.

“JANGAN MENGELAK!!”

BYURR!!!

Dia menyiramku dengan wine-nya. Lihat dirimu, Jessica. Berantakan!

“DASAR WANITA GENIT!! PENGGODA!! PEREBUT KEKASIH ORANG!!” hinanya.

Semua orang melihatku. Mereka terlihat sedang mengejekku walau tidak secara langsung. Ok, aku benar-benar ingin menangis sekarang.

“Eunjung, apa yang kau lakukan pada Jessica?”

“Nickhun?”

“Jess, gwenchana?” tanya Nickhun padaku.

Aku tak menggubris pertanyaannya. Aku langsung pergi berlari dari tempat ini. Aku ingin pulang. Aku menyesal tidak mengajak Kyuhyun.

End Jessica POV

Author POV

Jessica pulang ke rumah dengan keadaan basah kuyup. Krystal benar-benar kaget melihatnya. Jessica langsung berlari ke kamarnya dan mengunci rapat pintu kamarnya. Sedangkan Krystal hanya bisa mengetuk pintu beberapa kali, memohon agar kakaknya segera keluar.

“Aku harus menelpon Tiffany onnie.”

Krystal mencari kontak Tiffany dan menghubunginya. Namun tidak aktif. Ia menghubungi Taeyeon, namun tidak di angkat.

“Aish~ ottokhe?” gumamnya.

Tiba-tiba ponsel Krystal berdering. Krystal segera mengangkatnya.

“Yoboseyo?”

“Krystal? Ini aku Kyuhyun.”

“Kyu oppa?”

“Krystal, ku dengar kau sudah pulang ke Seoul.”

“Majayo.”

“Onnie-mu sudah pergi ke pesta?”

“Oppa, Sica onnie sedang bersedih.”

“Mworagu?”

“Cepatlah kemari dan bujuk dia untuk keluar dari kamarnya!”

“Arasheumnida. Aku segera kesana.”

End Author POV

Jessica POV

Aku benar-benar bodoh. Apa selama ini Nickhun mempermainkanku? Tega sekali dia bohong padaku. Dia bilang dia sudah putus dengan Eunjung. Tapi nyatanya?

Tok! Tok!

Aku segera mematikan hairdrayer. Aku beranjak ke depan pintu dan membukanya.

“KYU!!” seruku lalu segera memeluknya erat.

“Sic, gwenchana?”

“Nde.” jawabku.

“Kau wangi?”

“Hah??”

“Kau baru selesai mandi?” tanyanya.

“Nde.”

“Pantas saja kau tak membukakan pintu. Krystal panik. Dia pikir kau kenapa-napa!” omelnya.

“Mianhe. Aku harus mandi. Tubuhku bau wine tadinya.”

“Apa yang Nickhun lakukan padamu?” tanyanya.

“D-dia berbohong padaku.” jawabku.

“Berbohong apa?”

“Katanya, dia dan Eunjung sudah putus. Tapi nyatanya tidak. Eunjung memakiku dan menyiramkan wine ke tubuhku!”

“Keterlaluan.”

“Mianhe, Kyu. Aku menyesal tak memperbolehkanmu ikut.” ucapku.

“Gwenchana.”

“Kyu, kau sudah makan? Ku buatkan makanan dulu ya.” tawarku.

“Anni. Biar Krystal saja yang masak. Nanti aku sakit perut!”

“Pelecehan. Kau pikir masakanku sangat tidak enak?” tanyaku kesal.

“Bercanda.”

End Jessica POV

Next day.

Author POV

Taeyeon dan Tiffany sudah mendengar semuanya dari Kyuhyun. Mereka minta maaf pada Jessica karena tak bisa datang ke rumahnya. Jessica dengan senang hati memaafkan mereka.

“Jess, apakah sampai sekarang kau masih yakin kalau Nickhun adalah penggemar rahasiamu?” tanya Tiffany.

“Petunjuk memang mengarah ke dia. Tapi aku belum bisa yakin. Aku harap penggemar rahasia-ku mengirimkan surat lagi.” jawab Jessica.

Mendengar itu, Kyuhyun tersenyum puas. Ia memang sudah menyelipkan surat di loker Jessica. Kali ini ia berharap kalau dia tak gagal lagi.

>>>

Jessica berjalan menuju lokernya. Ia menemukan surat. Dibukanya perlahan dengan jantung yang berdebar-debar.

Jessica..

Mungkin kau sempat mengiraku orang lain.
Tapi itu bukan aku.
Aku sedikit kesal saat kau tak menemuiku.
Kali ini aku tidak ingin kau salah lagi.

Temui aku di atap sekolah jam istirahat pertama.

Your Secret Admirer

“Jadi benar bukan Nickhun?” tanyaku pada diriku sendiri.

Jessica segera berlari menuju atap sekolah. Ia ingin menaiki anak tangga, namun Nickhun mencegatnya.

“Mau apa kau ke atas? Kau mau bunuh diri?” tanya Nickhun.

Jessica melepaskan lengannya dari genggaman Nickhun,
“Bukan urusanmu!”

Nickhun kembali menarik tangan Jessica,
“Jadi benar kau mau bunuh diri?”

“Lepaskan! Apa pedulimu?”

“Jess, listen me!” pinta Nickhun.

“Lepaskan aku, Nickhun!”

“Shireoyo!” tolak Nickhun.

“Wae?”

“B-because, I think.. I- I-”

“Mwo?” tanya Jessica penasaran.

“I like you..”

TBC!

Jangan lupa komentarnya yang banyak yaa! Kalau kurang, saya akan protect chapter selanjutnya.

Iklan

Little Misunderstanding


Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :
EXO-M Kris
SNSD Jessica
SNSD Yuri

Support Cast :
EXO (K&M)
SNSD
etc

Genre : Romance, Comedy, Angst

Length : Oneshoot

>>>

BUKK!!

Jessica menutup laptopnya kasar. Matanya mulai berair. Ia segera beranjak pergi dari ranjangnya menuju keluar kamarnya.

“Morning, Jessi.” sapa Tiffany.

Jessica melewati Tiffany tanpa membalas sapaan Tiffany.

“Hey! Whats wrong with you?” tanya Tiffany, ia mendengus kesal karena lagi- Jessica tak menjawab pertanyaannya.

Jessica meraih jaket yang bergantung di dinding. Ia juga mengambil shall, sarung tangan, masker, kaus kaki serta sepatunya.

“Ya! Musim dingin seperti ini kau mau keluar?” tegur Taeyeon.

Jessica tak menggubrisnya. Ia tampak sibuk memasang benda-benda yang ia ambil ke anggota tubuhnya.

“Sica~ah, mobilmu takkan bisa berjalan di musim seperti ini. Banyak salju di daratan.” ucap Yuri.

Jessica melemparkan death-glare-nya pada Yuri. Yuri sempat bergedik ngeri.

“Kau marah?” tanya Yuri berhati-hati.

Setelah Jessica selesai memasang semua benda yang ia ambil ke anggota tubuhnya, ia segera mengambil tasnya lalu keluar.

BLAMMM!!!

Pintu di tutup dengan kasarnya.

“Aigoo! Apakah Sica onnie marah padaku?” tanya Yoona seraya memasang wajah sedih.

“Memangnya apa yang kau lakukan?” tanya Hyoyeon penasaran.

“Aku mengambil snack di laci lemarinya.” jawab Yoona polos.

“YA! ITU SNACK MILIKKU!!” protes Sooyoung.

“Hehehehe…” Yoona hanya menyengir tidak jelas.

“Pasti ada sesuatu yang terjadi pada Sica.” ucap Sunny.

“Ayo kita selidiki!” seru Seohyun bersemangat.

“Ya! Kenapa kau begitu bersemangat, magnae?” tanya Taeyeon.

“Daripada tidak ada kerjaan.” jawab Seohyun.

“Lebih baik kau duduk yang manis di depan TV, karena sebentar lagi Keroro-mu akan tayang.” saran Tiffany.

“Ah! Gomawo onnie. Aku hampir saja lupa.” ucap Seohyun lalu segera pergi dan duduk di depan TV.

“Sepertinya Sica marah padaku.” ucap Yuri.

“Mana mungkin dia marah padamu karena kau mengingatkan soal mobilnya!” kata Sooyoung.

“Bukan. Mungkin saja Sica marah bukan soal itu tetapi menyangkut diriku. Karena tadi- Sica melemparkan death-glare-nya padaku. Terakhir dia melakukan itu saat training.” jawab Yuri.

“Majayo. Sica onnie jarang sekali marah pada seobang-nya!” ucap Yoona setuju.

“Sudah ku bilang, ini harus segera di selidiki, onniedeul.” ucap Seohyun yang matanya fokus pada TV.

Sooyoung mengangguk,
“Joohyun benar! Ada baiknya jika kita menyelidiki.”

Taeyeon menghela nafas,
“Keunde.. ottokhe?” tanyanya.

“TIDAKKKK!!!!!!!”

Semuanya refleks menoleh ke sumber suara. Ternyata suara itu adalah teriakan dari Sunny yang berada di kamar Jessica dan Sooyoung.

Semua anggota- terkecuali Seohyun segera menghampiri Sunny.

“Waegeurae, Sunkyu~ah?” tanya Tiffany.

“Bwa!” Sunny menunjuk ke layar laptop Jessica, “Keunde- Yuri tidak boleh melihat!” tambahnya.

“Ye?” Yuri tersentak, “Wae?”

“Aniya. Kau diam saja disana.” jawab Sunny.

“Pantas saja!” ucap Taeyeon- yang asyik menatap layar laptop Jessica dengan seksama.

“Ternyata cemburu!” ucap Hyoyeon- seraya mengangguk-anggukan kepalanya.

“Ya! Waegeurae?” tanya Yuri penasaran.

“Aniya! Yuri onnie tidak boleh melihat!” seru Yoona- sembari menutupi layar laptop Jessica dengan bantal.

“Yoongie.. Jebalyo~” mohon Yuri.

“Seobang suka seobang. Bagaimana bisa?” tanya Sooyoung kebingungan.

“Maksudnya?” tanya Yuri tak mengerti.

“OK. Sebaiknya kita beritahu Yuri.” ucap Taeyeon.

“Nde. Ppaliwa!”

“Yuri~ah, Kris..”

“Kris? Wae?” tanya Yuri.

“He likes you.” jawab Tiffany.

“MWORAGU??? JINJCHAGIDERO???” teriak Yuri shock.

“Di artikel ini, anggota EXO-M memilih anggota tercantik di SNSD. Luhan dan Tao memilih Yoona..”

“Jinjcha? Gomawo~” ucap Yoona- tersenyum malu.

“Ya! Orangnya tidak ada disini. Kau ini berlebihan!” cibir Tiffany.

“Lay memilih Taeyeon..”

“Double WOW! Fanboy-ku bertambah.” seru Taeyeon dengan aegyeo-nya.

“Semakin berlebihan.” cibir Tiffany.

“Dan Kris memilihmu!” lanjut Sunny.

“Ige mwoya? Baboneun Kris. Dia itu namja chingu Sica. Tapi kenapa memilihku? Neomu baboya!” gerutu Yuri tak terima.

“Disini tertulis, alasannya memilihmu saat melihatmu di IY 1. Katanya kau sangat cantik.” ucap Sunny.

“Aku ingin berterima kasih. Tapi Sica..”

“Kita pasrah saja, Yuri~ah. Kita tunggu reaksi Sica saat pulang nanti.” ucap Sooyoung.

“Semoga saja hubungan mereka tak kandas di tengah jalan.” harap Yuri.

>>>

Jessica melewati badai salju yang lebat. Dengan amarah yang penuh, ia terus berjalan menuju asrama EXO-K. Kebetulan EXO-M juga ada disana.

Jessica menghela nafas lega karena pada akhirnya ia sampai di asrama EXO-K.

“Nuguseyo?” tanya Security.

Jessica membuka maskernya,
“Jessica!” jawabnya.

“Silakan masuk, sajangnim.” ucap Security itu.

Jessica pun masuk ke asrama EXO-K.

Jessica membersihkan salju yang menempel pada jaketnya. Dingin, tentu saja. Tapi itu semua bagaikan angin lalu bagi Jessica. Di saat marah seperti ini, hal yang dingin pun bisa menjadi panas.

Ting! Tong!

Jessica menekan bel beberapa kali. Tak lama kemudian, seorang pria berwajah manis membuka pintu.

“Annyeonghaseo, Sica noona!” sapanya.

“Annyeong, Luhan~ya.” balas Jessica.

“Kris?” tebak Luhan.

Jessica mengangguk membenarkan.

“Mari masuk. Kau sudah melewati badai salju yang dingin, noona.” ucap Luhan.

Jessica pun masuk, di iringi Luhan dari belakang.

“Noona?”

Semua anggota EXO yang tadinya sedang mengerjakan sesuatu, langsung mengakhirinya. Mereka berbaris lalu membungkuk sopan kepada senior mereka, Jessica.

“Annyeonghaseo, Sica noona.”

“Annyeong~” balas Jessica.

“Aigoo.. Noona, kau melewati badai salju?” tanya Suho tak percaya.

“Sudah biasa.” jawab Jessica santai.

“Hebat!” kagum yang lainnya.

“Kau pasti kedinginan. Ku buatkan cokelat panas dulu. Chankkamanyo, noona.” seru D.O lalu pergi ke dapur.

“Kyungsoo~ya, tak usah rep- repot.” ucap Jessica- namun D.O sudah pergi.

“Ku bantu melepaskan jaket ya?” tawar Luhan.

“Gomawo, Luhan~ya..”

Luhan membantu melepaskan jaket Jessica. Semua anggota memandangi mereka.

“Manis sekali.. seperti ibu dan anak.” ucap Chanyeol.

“Kalau begitu, siapa ayahnya?” tanya Chen.

“Tentu saja Kris gege.” jawab Tao.

“Ya! Biar bagaimanapun, aku lebih tua dari Kris.” protes Luhan.

“Hanya beberapa bulan, hyung.” jawab Kai.

Jessica melepaskan kaus kaki dan sepatunya. Ia juga melepaskan sarung tangan, shall, dan maskernya.

“Noona, kukumu cantik sekali.” kagum Baekhyun- yang melihat kuku tangan dan kaki Jessica.

“Gomawo. Kau mau? Akan aku bantu men-cat kukumu.” tawar Jessica.

“JANGAN!!!!!!!!” teriak yang lain.

“Hancur sudah image EXO jika ada anggota yang menggunakan nail di kukunya.” ucap Sehun.

“Aku hanya bercanda.” ucap Jessica- untuk sementara amarahnya sedikit menghilang.

“Ya! Kris eoddiga? Sica noona kemari untuk menemuinya.” ucap Luhan kesal.

“Kris gege sedang tidur.” jawab Tao.

“Jika kau mau, bangunkan dia, noona.” ucap Suho.

“Anni. Biarkan dia tidur.” jawab Jessica.

“Duduk dulu, noona. Akan ku ambilkan ember berisikan air panas.” ucap Xiumin.

“Gomawo..”

Xiumin segera ke dapur.

Jessica duduk di sofa, di temani anggota yang lain.

“Aku merasa tidak enak. Aku yeoja sendiri disini.” ucap Jessica.

“Baekhyun juga yeoja. Hobinya memakai eyeliner sepanjang hari.” ucap Chanyeol- membuka aib(?) Baekhyun.

“Ya! Jangan mempermalukan ku di depan Sica noona.” gerutu Baekhyun.

“Wah.. kita punya banyak kesamaan, ya? Aku juga suka memakai eyeliner.” ucap Jessica.

Baekhyun tersipu malu mendengarnya. Sedangkan anggota yang lain sibuk menahan tawa.

“Ini dia cokelat panas untuk Snow White yang cantik.” seru D.O- yang datang dengan cokelat panas di sebuah cangkir.

“Ya! Sica noona bukan Snow White. Sica noona adalah Ice Princess.” protes Sehun.

Jessica memandang pria yang sudah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri dengan gemas. Kemudian ia beralih kepada D.O dan mengambil secangkir cokelat panas buatannya.

“Gomawo, Kyungsoo~ya.”

Jessica menyeruput cokelat panas buatan D.O.

“Otte?” tanya D.O.

“Yumm.. Mashita!” jawab Jessica.

“Ah~ kamsahamnida.”

“Ini air panasnya!” seru Xiumin- yang membawa air panas di dalam ember.

“Tidak mendidih, kan?” tanya Jessica.

Xiumin terkekeh pelan, “Ini air hangat.” jawabnya.

Xiumin meletakkan embernya tepat di dekat kaki Jessica. Jessica pun mencelup(?)kan kakinya ke dalam ember tersebut.

“Hangat.. gomawo, Minseok~ya..”

“Nde. Cheonma.” jawab Xiumin.

“Hey! What are you guys doing with my wife?”

Semuanya menoleh ke sumber suara. Ternyata suara itu milik seorang pria bertubuh tinggi, berambut pirang, Kris.

“Seobang is coming!” seru Chen.

Semuanya terkekeh- tapi tidak dengan Jessica. Ia menatap Kris tajam.

“What’s up, babe? Are you miss me?” tanya Kris seraya berjalan menghampiri Jessica.

“Aku ingin bicara.” jawab Jessica- dengan nada yang dingin.

“Sepertinya serius sekali. Kita bicara di kamar?” tanya Kris.

“Whatever. Yang pasti, kita harus bicara empat mata.” jawab Jessica.

Semua anggota- tepatnya selain Kris saling memandang.

“Follow me!” Kris meraih pergelangan tangan Jessica- membawanya pergi ke surga milik Kris, yaitu kamarnya.

“What’s wrong, babe?” tanya Kris.

“Let’s to break up, Kris.”

“WHAT???!!!”

Mata Kris membulat sempurna. Ia tak menyangka akan hal ini. Mengapa Jessica meminta untuk mengakhiri hubungan mereka?

“Apa salah ku?” tanya Kris.

“Kau tidak salah apa-apa, Kris. Ini adalah keputusan yang terbaik. Aku harap kau bahagia dengan keputusan ini.” jawab Jessica sembari menunduk- tak berani menatap mata Kris.

Jessica berbalik dan berniat pergi. Namun Kris menarik tangannya dan membawanya kedalam pelukan Kris.

Kris membalikkan tubuh Jessica hingga posisi mereka berhadapan.

“Mana mungkin aku bahagia, Jess. Aku meminta alasan yang tepat. Tell me, Jess!” ucap Kris- dengan mimik wajah yang serius.

Jessica menghela nafas berat,
“You like Yuri, right?”

“What?”

“If you love her, you can leave me. I’m happy if you happy, Kris.”

“No, Jess. I never love her.” bantah Kris.

“Lalu- apa maksud artikel itu, Kris? Apa maksudnya?” tanya Jessica mulai terisak.

Tes!

Air mata Jessica jatuh perlahan. Kris mengusap air mata Jessica.

“Artikel? Aku tidak tahu tentang artikel. Aku tidak mencintai Yuri. OK, aku akui aku adalah fan-nya. Tapi hanya sekedar fan, Jess. Hanya sekedar fan!” Kris mencoba menjelaskan.

Jessica menatap Kris dengan isyarat, jelaskan-lebih-detail-lagi.

“Aha! I know! Pasti ini semua tentang pertanyaan siapa anggota tercantik di SNSD itu, kan? Right that?” tanya Kris menebak.

Jessica mengangguk.

Tawa Kris langsung meledak. Sementara Jessica mengembungkan pipinya lalu memukul dada Kris.

“Aww! Apheo!” ringis Kris.

“Payah~ pukulan seperti itu saja sudah sakit. Lagipula kenapa tertawa?” tanya Jessica kesal.

“Kau lupa kau itu jago tinju? Pukulanmu menyakitkan, tau! Dan soal aku tertawa, karena lucu saja.” jawab Kris.

“Lucu apanya?”

“Kau marah karena aku memilih Yuri sebagai yang tercantik? Hanya karena itu kau marah? Jadi menurutmu aku harus memilihmu sebagai yang anggota yang tercantik?” tanya Kris- dengan nada bercanda di iringi tawanya.

Jessica mengembungkan pipinya,
“Aku ingin pulang!”

Jessica segera melepaskan diri dari pelukan Kris.

Jessica berjalan ke pintu kamar Kris. Ia memutar knop pintu-nya.

“Terkunci?” gumam Jessica.

“Mencari ini, babe?”

Jessica menoleh dan mendapati Kris sedang memainkan kunci kamarnya di tangannya.

“Berikan!” pinta Jessica seraya menengadahkan telapak tangannya.

“Mau mendengarkan alasan mengapa aku memilih Yuri- atau mau pulang?” tanya Kris.

“PULANG!!” jawab Jessica.

“Yakin?” goda Kris- seraya mengedipkan sebelah matanya.

Jessica menghela nafas berat,
“Haruskah aku kibarkan bendera putih sekarang?” tanya Jessica pasrah.

Kris tersenyum. Ia kembali menarik Jessica ke dalam pelukannya. Di angkatnya dagu indah milik Jessica- meminta Jessica untuk menatap matanya.

“Aku memilih Yuri, karena aku tidak ingin yeoja ku di sakiti. Aku tahu kau sudah banyak menerima ejekan dan hinaan dari Antifans. Kau sudah cukup tegar, Jess. Aku tidak ingin kau di sakiti lagi. Sorry, aku memilih Yuri karena itu.” ucap Kris menjelaskan.

“Jeongmalo?”

Kris mengangguk,
“Katakan maaf pada Yuri noona. Aku jahat sekali sudah memilihnya tapi alasannya seperti ini. Tapi aku hanya tak ingin kau-”

Jessica meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir Kris,
“Ssshhh! Aku mengerti. Aku sudah mengerti. Kesalahpahaman kecil ini kita lupakan saja. Sorry too, Kris. Aku hampir saja membuat hubungan kita kandas.” ucapnya.

“It’s okay. Yang penting kita tetap bersama. Right that?”

“That’s right!”

Kris melepaskan pelukannya,
“Bagaimana jika sekarang kita tidur bersama?”

BUKKK!!!

Jessica meninju perut Kris hingga Kris merintih kesakitan.

“YADONG!!” cibir Jessica lalu mengambil kunci di tepi ranjang Kris.

Jessica segera memasukkan kunci di lubang kunci- dan memutar knopnya. Namun..

“Oow!”

“SEDANG APA KALIAN DISINI???” teriak Jessica mendapati teman-temannya berkumpul di depan pintu kamar Kris.

“OOPS! Ketahuan!” seru Yoona.

“Kalian juga disini?” tanya Jessica tak percaya.

Anggota SNSD lainnya hanya terkekeh tidak jelas.

Kris keluar menyusul Jessica,
“Apa kalian menguping?” tanyanya.

“ANIYA! ANIYA!” bantah anggota EXO ketakutan pada leader EXO-M itu.

“Ini semua ide Baekhyun!” seru Taeyeon.

“B-bukan!” bantah Baekhyun.

“Yuri~ah..” panggil Jessica.

“Sica~ah..”

Jessica memeluk Yuri erat,
“Mianhe- Jeongmal mianheyo. Soal tadi pagi-”

“Gwenchana, Sica~ah. Kau tidak salah.” jawab Yuri- seraya melepaskan pelukannya.

Yuri menunjuk Kris,
“Kris yang salah!”

“Kris harus di hukum!!” seru Tiffany.

“NDE!!!” setuju yang lainnya.

“Alright! Alright! Apa hukumannya?” tanya Kris.

“TIDUR DENGAN SICA NOONA!!!” jawab semua anggota EXO- kecuali Sehun yang tidak ada di TKP.

“Dengan senang hati..” jawab Kris.

“ANDWEE!!! DASAR YADONG!!!” teriak semua anggota SNSD- kecuali Seohyun yang juga tidak ada di TKP.

“By the way, kalian hanya bertujuh. Uri Joohyun eoddisseo?” tanya Jessica.

Ke-7 anggota SNSD saling memandang.

“Kalian lupa? Itu Seohyun noona!” ucap Kai seraya menunjuk Seohyun yang sedang duduk manis di depan TV- di temani Sehun di sampingnya.

“Ya! Sejak kapan Sehunnie menjadi penggemar Keroro?” tanya Jessica tak percaya.

“Sejak menyukai magnae kalian. Oops!!” jawab Baekhyun keceplosan.

“HYUNG!!!!!!!!!!!!!!” teriak Sehun malu.

Sedangkan Seohyun masih fokus menyaksikan Keroro-nya, tak tahu jika ia sedang di bicarakan.

Terkadang kesalahpahaman dapat terjadi dalam suatu hubungan. Sekecil apapun kesalahpahaman itu, harus segera di selesaikan dengan kepala dingin. Jika tidak, akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Epilog (SNSD & EXO vers)

“Gawat! Sepertinya terjadi sesuatu di antara mereka.” ucap Suho cemas.

“Taeyeon noona mengirimi ku pesan, katanya apakah Sica noona ada disini?” ucap Baekhyun.

“Katakan iya padanya. Pinta padanya untuk segera kemari.” perintah Chen.

Baekhyun segera mengetik pesan dan mengirimnya kepada Taeyeon.

“Ottokhe? Kita tidak mungkin diam saja, kan?” tanya Luhan panik.

“Aku punya ide!” ucap Baekhyun.

“MWORAGU???!!!” tanya anggota yang lain penuh inisiatif.

“Kita dengarkan saja percakapan mereka.”

“SETUJU!!!”

Mereka semua pun menjalankan ide Baekhyun.

“ANNYEONGHASEO!!”

Semua anggota menoleh ke sumber suara,
“SONYEOSHIDAE???”

“Bagaimana kalian bisa masuk?” tanya Kai.

“Pintunya terbuka.” jawab Sunny.

Luhan menepuk dahinya,
“Aku lupa menutup pintu!”

Hyoyeon memandangi anggota EXO dengan aneh,
“Kalian sedang apa?”

“Mendengarkan percakapan empat mata antara Kris dan Sica noona. Tampaknya serius sekali.” jawab Suho.

“Aku mau dengar!” seru Yuri lalu ikut bergabung.

“Na do!” seru anggota SNSD bergantian- kecuali Seohyun.

Mereka semua menempelkan telinga mereka di pintu kamar Kris.

“Sempit! Geser sedikit!” pinta Yoona.

“Jika aku bergeser, aku tidak dapat mendengar.” jawab Tao.

“Ya! Kamu Tao, kan? Yang memilihku sebagai anggota tercantik?” tanya Yoona dengan penuh percaya diri.

“Nde. Aku memilihmu, noona.” jawab Tao.

“Apa alasannya?” tanya Yoona.

“YA! BISAKAH KALIAN DIAM? KAMI TAK DAPAT MENDENGAR!!” omel Yuri.

Yoona dan Tao hanya bisa mengerucutkan bibir mereka- pertanda bahwa mereka kesal.

“Sebenarnya ini ide konyol milik siapa?” tanya Taeyeon kesal- karena harus berdempetan demi mendengarkan percakapan di dalam.

“Ide Baekhyun!” jawab Chanyeol.

“Sudah ku duga..” gumam Taeyeon.

“Menyusahkan sekali. Lebih baik aku menonton Keroro!” ucap Seohyun- lalu pergi dan duduk manis di depan TV.

“Aku mau ikut Seohyun noona saja.” ucap Sehun lalu minggat dari tempat sempit- alias pintu kamar Kris.

“Syukurlah.. Berkurang satu.” ucap Lay lega.

“Dasar magnae Sehun. Cari kesempatan dalam kesempitan.” cibir Luhan.

“Eh! Ada suara tangisan!” seru D.O.

“Majayo. Suara tangisan Sica noona.” sahut Xiumin.

“Apa yang Kris lakukan pada Sica? Aku harus menghajarnya!” seru Yuri penuh amarah.

“Sabar, noona..”

“Sabar, Yuri~ah..”

“Tapi dia menyakiti Sica.” ucap Yuri tak terima.

“Kau salah paham, onnie. Mungkin mereka sedang akting!” sahut Yoona.

PLETAKK!!!

Sooyoung menjitak kepala Yoona,
“Di saat seperti ini tidak tepat untuk bercanda!”

Yoona mengangguk seraya mengusap kepalanya,
“Apheo, onnie..”

“Sepertinya sudah tidak ada suara tangisan lagi.” ucap D.O.

“Cepat pergi! Knop pintunya bergerak.” seru Luhan.

Semuanya segera mundur. Namun nyatanya orang yang ada di dalam tak kunjung keluar.

“Aku rasa pintunya terkunci.” ucap Lay.

“Haruskah ku dobrak?” tanya Yuri.

“Aku rasa ini trik milik Kris hyung.” ucap Kai sembari mengeluarkan seringaiannya.

“Trik apa? Jangan bilang dia ingin melakukan ‘itu’? Andwee! Mereka masih muda. Mereka belum menikah! Mereka tidak boleh-”

“SHUT UP, YURI~AH!!!” teriak ke-6 anggota SNSD.

KREKKK!!

“Oow!”

“SEDANG APA KALIAN DISINI???”

~The End~

    Akhirnya selesai juga. Aku bikin ff ini setelah keingetan soal Kris milih Yuri sebagai anggota tercantik di SNSD.
    Kesel? Tentu saja. Kenapa gak milih Sica? fufufu ToT *aura shipper kumat*

    Minta koment-nya yha~ gomawo *wink

Because of Love


Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :
EXO-M Luhan
SNSD Jessica

Support Cast :
Xi Lian (OC)
T-Ara Soyeon
T-Ara Hyomin
EXO-M Kris
etc

Genre : AU, Angst, Romance, Family

Length : Oneshoot

>>>

    RIP
    Park Hyo Min
    May 30, 1989
    July 24, 2012

Luhan menatap nanar peti berkaca yang telah di masukkan ke dalam tanah. Di dalam peti tersebut terdapat seorang wanita cantik yang mengenakan gaun pengantin.

“Hiks- Mama, jangan tinggalkan Lian- Hiks-” tangis seorang anak berumur 5 tahun, Xi Lian.

Luhan tak kuasa menahan tangisnya. Di rengkuhnya sang buah hati ke dalam pelukannya. Beberapa kali Luhan mengecup kening Lian.

“Luhan..”

Luhan menoleh ke sumber suara,
“Jiejie?”

“Biarkan Lian bersamaku. Saatnya kau dan yang lain berdoa untuk istrimu.” ucap Soyeon, kakak ipar Luhan.

“Hao.” Luhan melepaskan anaknya dari pelukannya dan membiarkan Lian bersama Soyeon.

“Lian, ayo kita ke taman.” ajak Soyeon.

“Hao.” jawab Lian lalu pergi bersama Soyeon yang menuntunnya.

Luhan pun membacakan doa bersama keluarganya untuk kepergian istrinya.

>>>

“Kami turut berduka cita, Luhan.”

“Xie xie..” jawab Luhan pada keluarga yang melayat istrinya.

“Luhan…” panggil seorang pria paruh baya.

“Papa?”

“Bisakah kita bicara sebentar?” tanya sang ayah.

“Tentu.” jawab Luhan.

“Papa tunggu di mobil.” ucap ayah Luhan lalu segera pergi.

Luhan memegangi kepalanya. Ia merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya. Mungkin karena aku belum sarapan, batinnya.

BRUKK!!

Tiba-tiba saja Luhan menabrak seorang wanita. Karena tertabrak, refleks Luhan menangkap wanita itu ke dalam pelukannya. Hingga secara tak sengaja mata mereka bertemu.

“Hyomin..”

Wanita itu tersenyum lalu melepaskan diri dari pelukan Luhan.

“Hello, Luhan. Can you speak Korean? Sorry, but I can’t speak Chines.” ucap wanita itu.

Mata Luhan membulat sempurna. Jika wanita itu Hyomin, tidak mungkin ia tidak bisa berbahasa Mandarin. Meskipun pada awalnya Hyomin warga negara Korea, tetapi setelah menikah, Luhan banyak mengajarkan bahasa Mandarin hingga Hyomin fasih menggunakan bahasa tersebut.

Dan satu lagi yang membuat Luhan tak yakin jika wanita itu adalah Hyomin, Yang ia ketahui, Hyomin payah dalam berbahasa Inggris. Hyomin haya tahu kosakata seperti Hello, Hi, I, You, Yes, No, Love, dan Bye.

“Are you okay?” tanya wanita itu seraya mengibaskan telapak tangannya di depan wajah Luhan.

“Ah!” Luhan tersadar kembali, “I’m okay. And.. I can speak Korean!” jawab Luhan sembari tersenyum.

Wanita itu membalas senyuman Luhan. Bahkan senyuman Luhan kalah manis dengan senyuman wanita itu. Benar-benar mirip Hyomin, batin Luhan.

“Annyeonghaseo. Choneun, Jessica imnida. Bangapsheumnida.” ucap wanita itu memperkenalkan diri.

“Jessica?”

“Nde. Kau kenal aku?”

Luhan ingat. Luhan ingay saat Hyomin pernah bercerita tentang Jessica, sepupu Hyomin yang kuliah di U.S. dan Hyomin pernah mengatakan bahwa ia dan Jessica sangat mirip.

“Kau sepupunya Hyomin?” tanya Luhan.

“Majayo.” jawab Jessica membenarkan.

“Bangapsheumnida, Jessica~shi.” ucap Luhan.

“Aniya. Jangan panggil aku seformal itu. Panggil aku Sica.” seru Jessica.

“Arasseo, Sica~ya.” jawab Luhan.

Menarik, itulah kesan pertama Luhan pada Jessica.

>>>

“Ayi, Lian ingin bertemu Papa.” pinta Lian.

“Tapi Papa mu sedang-”

“Mama..” gumam Lian.

Soyeon mengikuti arah pandang Lian. Ia tersenyum saat mendapati adik sepupunya berjalan menghampirinya.

“Mama..” panggil Lian, wajahnya memperlihatkan rasa tidak percaya.

“I’m not your Mama.” jawab wanita itu seraya mengelus pipi Lian lembut.

“Who are you?” tanya Lian.

“Lian, dia adalah Ayi-mu. Dia saudara sepupu Mama-mu.” jawab Soyeon.

Lian mengangguk mengerti.

“Mirip sekali..” gumam Lian pelan.

“Sica~ah, long time no see.” seru Soyeon seraya memeluk adik sepupunya itu.

Jessica melepaskan pelukannya,
“Nde, onnie.” jawabnya, “Aku turut berduka cita. Aku tidak menyangka Hyomin pergi begitu cepat.” tambahnya.

“Aku juga tidak menyangka.” ucap Soyeon.

“Onnie, listen me. Aku sudah lulus kuliah!” seru Jessica.

“Jinjchayo? Whaa~ Chukaterimnida!”

Lian menatap kedua bibinya itu dengan bingung,
“Aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Apakah itu bahasa Alien?”

“No, It’s not!”

Lian menoleh ke sumber suara.

“PAPA!!!!”

Luhan segera menggendong Lian,
“Itu bahasa Korea. Kau juga harus banyak belajar bahasa tersebut.” ucapnya.

“Why? Apakah bahasa Mandarin dan Inggris tidak cukup?” tanya Lian.

“Tentu saja cukup. Tetapi, kau harus tetap mempelajarinya. Sebab, bahasa Korea adalah bahasa Mama-mu juga sebelum kami menikah.” jawab Luhan.

“Hao. Hao!” ucap Lian mengerti.

“Onnie, apa yang mereka bicarakan?” bisik Jessica pada Soyeon.

“Ssshh! Kau diam saja.” ucap Soyeon, yang sukses membuat Jessica menggembungkan pipinya.

“Jiejie, bisa kau bawa Lian pulang? Aku masih ada urusan.” pinta Luhan.

“Lian mau pulang dengan Papa!” protes Lian.

“Papa harus pergi ke suatu tempat, Lian. Tolong mengerti Papa.” ucap Luhan.

“Hao.” jawab Lian pasrah.

Soyeon menggendong Lian dan berpamitan pada Luhan.

“Sica~ah, kajja!” ajak Soyeon.

“Aku masih ingin disini. Aku belum sempat berpamitan dengan Hyomin.” ucap Jessica.

“Geureyo. Nanti ku kirim supir untuk menjemputmu!” ucap Soyeon.

“Aniya. Aku bawa mobil sendiri.” tolak Jessica.

“Kalau begitu, ini alamat rumah kami.” ucap Soyeon seraya menyerahkan kartu alamat rumah pada Jessica.

“Aku menginap di Hotel saja, onnie.” ucap Jessica.

“Andwee! Kau harus menginap di rumah kami. Majayo, Luhan?”

“Nde.” jawab Luhan menyetujui kakak iparnya.

“Arasseo.” Jessica mengambil kartu alamat rumah dari tangan Soyeon.

“Annyeong!” pamit Soyeon.

“Annyeong~” balas Jessica dan Luhan bersamaan.

Soyeon pun pergi bersama Lian. Yang tersisa di pemakaman hanya Jessica dan Luhan.

“Permisi!” ucap Jessica lalu meninggalkan Luhan.

Jessica berjalan ke makam Hyomin. Ia berjongkok dan meraba foto Hyomin yang ada di dalam figura.

“Mengapa kau pergi begitu cepat?” tanya Jessica.

Tes!

Air mata Jessica jatuh membasahi pipinya. Sebegitu berartikah Hyomin bagi Jessica?

“Hyomin~ah, kau ingat tidak saat kita bermain bersama? Belanja ke mall bersama? Bermain game zone bersama? Makan es krim bersama?” tanya Jessica.

“Kau tau apa keinginan terbesarku? Keinginan terbesarku adalah kau mengucapkan kara selamat untukku di hari kelulusan ku.” ucap Jessica.

“Aku berjuang dan terus belajar agar aku bisa segera lulus dan bisa pulang lalu bertemu denganmu. Tapi.. kau pergi!”

“Mianhe soal pernikahanmu dengan Luhan. Aku saat itu tidak bisa datang karena harus ujian. Aku menyesal tidak datang karena percuma saja. Saat itu aku tidak lulus.”

Tanpa Jessica sadari, Luhan mendengar semua perkataannya. Sekarang Luhan berada tepat di belakang Jessica, ia sedang berdiri tepat di belakang Jessica yang sedang berjongkok.

“Hyomin~ah, Hiks- jika aku tau kejadiannya akan seperti ini- hiks- lebih baik aku tidak ikut- hiks- tidak ikut ujian dan memilih untuk menemuimu. Jeongmal mianheyo- hiks-” ucap Jessica yang tangisnya semakin menjadi-jadi.

Luhan yang merasa tidak tega pun memilih untuk berjongkok di samping Jessica. Jessica segera menoleh saat sadar Luhan sudah ada di sampingnya.

Luhan menarik kepala Jessica lalu menyandarkan ke bahu Luhan. Jessica tidak menolak. Luhan membiarkan Jessica membasahi jas barunya.

“Uljima, noona.”

Jessica mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Luhan,
“Noona?”

“Aku tahu kalian seumuran. Hyomin lebih tua satu tahun dariku. Kau juga!” ucap Luhan.

Jessica tersenyum lalu mengusap air matanya,
“Gomawo..”

“For?”

“Sudah membahagiakan Hyomin.”

“Oh. Itu sudah menjadi tugas ku.”

Jessica mengalihkan pandangannya ke arah foto Hyomin,
“Hyomin~ah, kau beruntung memiliki dia. Sedangkan aku..” Jessica tertawa pelan, “Belum juga menikah, aku sudah di tinggalkan pria itu.”

Luhan merasa tertarik dengan perkataan Jessica.

“Dia meninggalkanmu karena apa?” tanya Luhan.

“Karena ada wanita lain yang jauh lebih baik daripada aku.” Jessica menghela nafas sejenak, “Kris.. dia pergi meninggalkan ku dan memilih bersama wanita lain.”

“Mianhe..” ucap Luhan merasa tidak enak.

“Gwenchana..” Jessica tersenyum, “Aku pikir semua pria itu sama busuknya. Ternyata tidak!”

Luhan memandang Jessica, seolah meminta alasannya.

Jessica membalas pandangan Luhan,
“Hari ini aku sudah menemukan bukti bahwa tidak semua pria itu busuk. Buktinya adalah dirimu.”

Luhan merasa terpukau dengan pernyataan Jessica. Bukan karena di puji, melainkan melihat Jessica mengatakan dengan setulus hati.

“Gomawo..”

>>>

Sudah 1 minggu Jessica tinggal di rumah Luhan di Beijing. Jessica juga mulai mengerti bahasa Mandarin berkat Lian. Jessica juga mengajarkan bahasa Korea pada Lian. Sekarang mereka sangat dekat. Mereka sering jalan-jalan bersama.

Luhan sedang memperhatikan Jessica dan Lian yang sedang bermain pistol air di halaman rumahnya. Luhan berada di balkon atas.

Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.

Luhan menoleh, “Jiejie?”

“Sedang melihat apa?” tanya Soyeon.

“Lihat saja sendiri.” jawab Luhan.

Soyeon tersenyum saat melihat apa yang Luhan lihat sedari tadi.

“Mereka sangat akrab ya?” kata Soyeon.

“Iya.”

“Aku rasa Lian menyukai Sica.” ucap Soyeon.

“Aku juga berpikir begitu.” jawab Luhan.

Soyeon tertawa jahil,
“Apakah ada lowongan untuk istri baru?” godanya.

“JIEJIE!!!!” teriak Luhan lalu mengejar Soyeon yang sudah berlari dari tadi.

>>>

Soyeon tersenyum melihat Jessica yang semakin akrab dengan Lian. Soyeon duduk di samping Luhan yang sedang asyik membaca koran.

“Ada berita menarik hari ini?” tanya Soyeon.

“…” Luhan tak menjawab. Soyeon mengikuti arah pandang Luhan. Ternyata bukan ke arah koran, melainkan ke arah Jessica yang sibuk mencari Lian yang bersembunyi.

“Hmm!!!”

Luhan tersentak saat mendengar dehaman Soyeon.

“Jiejie, sejak kapan disini?” tanya Luhan.

“Sejak kau lahir.” jawab Soyeon dengan nada ketus.

“Jiejie~ sorry!” ucap Luhan dengan gaya cute-nya.

“OK, I forgive you..” jawab Soyeon menyerah.

Luhan tersenyum penuh kemenangan. Tak lama kemudian, Lian datang dan duduk di pangkuan Luhan.

“Hey! Bukankah seharusnya kau bersembunyi?” tanya Luhan pada Lian.

“Don’t worry, Papa. Mama- eh maksud ku Sica Ayi tidak akan menemukan ku disini.” jawab Lian.

Soyeon tersenyum saat mendengar Lian memanggil Jessica dengan sebutan ‘Mama’.

“Lian, apa kamu ingin Sica Ayi menjadi Mama-mu?” tanya Soyeon.

“Jiejie!” seru Luhan terkejut. Ia tak menyangka Soyeon mempertanyakan hal itu pada Lian.

Lian mengangguk,
“Sica Ayi sangat baik, cantik, dan hangat seperti Mama.” jawabnya.

Luhan tertegun mendengar jawaban Lian. Jadi Lian menginginkan Jessica menjadi Mama-nya?, pikir Luhan.

>>>

“Onnie, aku ikut ke Seoul ya?” pinta Jessica.

“Kau ini. Jangan! Kau harus menjaga Lian, dan Luhan!” ucap Soyeon.

Luhan tersenyum.

“Soyeon Ayi, jangan lupa datang mengunjungi Lian.” ucap Lian seraya memeluk Soyeon erat.

“Yes, I promise!” jawab Soyeon lalu mengecup pipi Lian singkat.

“Aku pergi dulu. Bye~” pamit Soyeon.

“Bye, onnie~” balas Jessica.

“Take care, Jiejie!” ucap Luhan.

>>>

Sudah 2 minggu semenjak Soyeon pergi. Suasana menjadi canggung di rumah Luhan. Terkadang Jessica yang malu-malu terhadap Luhan, begitu pula sebaliknya.

Ting! Tong!

Jessica keluar dari kamar Lian lalu berlari menuju pintu utama dan membukanya.

“Nihao, Luhan..” sapa Jessica.

“Nihao..” balas Luhan.

Luhan pun masuk di iringi Jessica. Luhan baru saja pulang dari kerja lemburnya di kantor.

“Lian sudah tidur?” tanya Luhan.

“Nde.” jawab Jessica.

Jessica melihat Luhan yang sedang kesulitan melepas dasinya. Akhirnya Jessica berjalan menghampirinya dan berdiri di depannya.

“A-ada apa, noona?” tanya Luhan gugup.

Jessica tersenyum. Ia meraih dasi Luhan dan membantu melepaskannya. Luhan menatap Jessica tak percaya. Ia kembali teringat pada Hyomin yang selalu melepaskan dasinya saat pulang bekerja.

“Jangan menatapku seperti itu, Luhan~ya. Nanti kau jatuh cinta padaku.” ucap Jessica yang masih fokus pada dasi Luhan.

Luhan terkekeh pelan,
“Memangnya tidak boleh ya jika seorang duda jatuh cinta pada perawan?” tanyanya.

“Tentu saja boleh. Selama yang kau rasakan adalah cinta, bukan karena terobsesi pada masa lalumu.”

Luhan terdiam. Ia memikirkan perkataan Jessica. Benar, selama ini ia memang terobsesi pada Hyomin. Setiap melihat Jessica, ia teringat Hyomin.

“Sudah selesai!” ucap Jessica lalu segera berlalu dari hadapan Luhan.

Luhan masih membantu di tempat. Ia berpikir bahwa ia memang salah. Jika ia memang mencintai Jessica, perasaan itu haruslah karena cinta, bukan karena Hyomin.

>>>

Ting! Tong!

Luhan segera membuka pintu. Di dapatinya seorang pria bertubuh lebih tinggi darinya. Rambutnya pirang, wajahnya kebarat-baratan.

“Who are you?” tanya Luhan.

“I am Kris.”

DEG!

Luhan sempat kaget karena mengetahui pria itu adalah Kris. Luhan ingat, Jessica pernah bercerita tentang Kris.

“Siapa yang datang, Lu- Kris?”

“Hi, Jess!” sapa Kris pada Jessica yang baru muncul.

“What are you doing here?” tanya Jessica.

“I want to meet you.” jawab Kris.

“Whats wrong?”

“Please come back to me, Jess. I am hurts because you leave me.” pinta Kris.

“What? You leave me, not me!” protes Jessica.

“Sorry. I am so sorry. I won’t make you hurt again. I promise!”

Luhan tak sanggup melihat semua ini. Ia masuk ke dalam rumah.

Mengapa Kris datang di saat Luhan jatuh cinta yang sesungguhnya pada Jessica? Luhan yakin, Jessica pasti akan memilih Kris di bandingkan duda seperti dia.

“Luhan..” panggil Jessica.

“Ah! Jessica? Ada apa?” tanya Luhan.

“Kau menangis?”

Luhan mengusap air matanya,
“Hanya kelilipan.” jawabnya berbohong.

Jessica berdiri di hadapan Luhan,
“Sebegitunya kah kau mencintaiku?” tanyanya.

“D-darimana kau-”

“Aku tahu. Saat aku menangis di malam hari, kau datang dan memelukku. Kau menidurkan ku dan mengecup bibirku. Lalu kau tidur di sampingku sambil memelukku. Kau pikir aku tidak menyadarinya?” tanya Jessica.

Mata Luhan membulat sempurna,
“J-jadi saat itu kau belum tidur?” tanyanya.

Jessica mengangguk.

“Dan tadi malam, apa kau sadar saat kau pulang dalam keadaan mabuk berat, apa yang kau lakukan?” tanya Jessica.

“A-aku..”

“Kau sudah meniduriku, Luhan. Kau sudah menghilangkan keperawanan ku. Apakah kau sadar tadi pagi kau tak berpakaian saat bangun? Apa kau sadar, hah?!” kata Jessica lalu menangis.

Luhan segera memeluk Jessica erat,
“Aku sadar. Mianhe, jeongmal mianhe. Seandainya kau tidak kembali pada Kris, aku akan menikahimu.” ucapnya.

“Mana mungkin aku kembali padanya, babo! Aku sudah rela memberikan semuanya padamu. Jadi mana mungkin aku kembali padanya.” jawab Jessica sambil memukul dada Luhan.

“Jadi, kau juga mencintaiku?” tanya Luhan.

“Nde.” jawab Jessica.

Luhan tersenyum bahagia. Ia kembali memeluk Jessica erat. Beberapa kali di kecupnya kening Jessica dengan sayang.

“Tapi apa kau mau menikah dengan duda?” tanya Luhan.

“Jika cinta, mana mungkin memandang dari status.” jawab Jessica.

“Papa..”

Luhan melepaskan Jessica dari pelukannya. Ia menyambut kedatangan Lian yang baru pulang dari sekolahnya.

“Mengapa kalian berpelukan tadi?” tanya Lian.

“Lian, Papa punya kejutan untuk Lian.” ucap Luhan.

“Whats that?” tanya Lian penasaran.

“Sica Ayi akan menjadi Mama untuk Lian.”

Jessica terdiam. Ia berpikir mana mungkin Lian mau menerimanya. Ia tahu bahwa Lian sangat menyanyangi Hyomin, Mama-nya.

“Aku bahagia!” seru Lian.

Jessica membulatkan matanya. Aku pasti bermimpi, batinnya.

Lian meraih tangan Luhan dan menyatukannya ke tangan Jessica.

“Berjanjilah akan hidup bersama selamanya. Aku tidak ingin kehilangan siapa-siapa lagi.” ucap Lian.

Luhan tersenyum sembari membelai halus rambut Lian,
“Pasti. Papa akan menjaga Sica.” jawabnya.

Jessica tersenyum bahagia. Di peluknya kedua orang yang ia sayangi.

    ~The End~

Selesai juga! Seharusnya main cast-nya ini Krissica. Yah, tapi berhubung aku lagi mood sama Hansica, ya udah deh aku bikin. hehe XD

Oh ya, Cuma sekedar info, Kris & Jessica sekarang adalah my Daddy and Mommy. Dan Luhan adalah my Brother. Soalnya kata Faranisa Nadya dan Devi Kunying, Luhan itu anaknya Krissica. Jadi aku jadiin saudara ku deh. Daripada pacar? Ntar Kai mau dikemanain? *abaikan –”

Diminta kritik/komentarnya yah. Soalnya aku juga belum terlalu pinter bikin ff. Yah, semoga ini bisa memuaskan hati readers.

Next, ff Krissica “Little Misunderstanding” !!