Because of Love


Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :
EXO-M Luhan
SNSD Jessica

Support Cast :
Xi Lian (OC)
T-Ara Soyeon
T-Ara Hyomin
EXO-M Kris
etc

Genre : AU, Angst, Romance, Family

Length : Oneshoot

>>>

    RIP
    Park Hyo Min
    May 30, 1989
    July 24, 2012

Luhan menatap nanar peti berkaca yang telah di masukkan ke dalam tanah. Di dalam peti tersebut terdapat seorang wanita cantik yang mengenakan gaun pengantin.

“Hiks- Mama, jangan tinggalkan Lian- Hiks-” tangis seorang anak berumur 5 tahun, Xi Lian.

Luhan tak kuasa menahan tangisnya. Di rengkuhnya sang buah hati ke dalam pelukannya. Beberapa kali Luhan mengecup kening Lian.

“Luhan..”

Luhan menoleh ke sumber suara,
“Jiejie?”

“Biarkan Lian bersamaku. Saatnya kau dan yang lain berdoa untuk istrimu.” ucap Soyeon, kakak ipar Luhan.

“Hao.” Luhan melepaskan anaknya dari pelukannya dan membiarkan Lian bersama Soyeon.

“Lian, ayo kita ke taman.” ajak Soyeon.

“Hao.” jawab Lian lalu pergi bersama Soyeon yang menuntunnya.

Luhan pun membacakan doa bersama keluarganya untuk kepergian istrinya.

>>>

“Kami turut berduka cita, Luhan.”

“Xie xie..” jawab Luhan pada keluarga yang melayat istrinya.

“Luhan…” panggil seorang pria paruh baya.

“Papa?”

“Bisakah kita bicara sebentar?” tanya sang ayah.

“Tentu.” jawab Luhan.

“Papa tunggu di mobil.” ucap ayah Luhan lalu segera pergi.

Luhan memegangi kepalanya. Ia merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya. Mungkin karena aku belum sarapan, batinnya.

BRUKK!!

Tiba-tiba saja Luhan menabrak seorang wanita. Karena tertabrak, refleks Luhan menangkap wanita itu ke dalam pelukannya. Hingga secara tak sengaja mata mereka bertemu.

“Hyomin..”

Wanita itu tersenyum lalu melepaskan diri dari pelukan Luhan.

“Hello, Luhan. Can you speak Korean? Sorry, but I can’t speak Chines.” ucap wanita itu.

Mata Luhan membulat sempurna. Jika wanita itu Hyomin, tidak mungkin ia tidak bisa berbahasa Mandarin. Meskipun pada awalnya Hyomin warga negara Korea, tetapi setelah menikah, Luhan banyak mengajarkan bahasa Mandarin hingga Hyomin fasih menggunakan bahasa tersebut.

Dan satu lagi yang membuat Luhan tak yakin jika wanita itu adalah Hyomin, Yang ia ketahui, Hyomin payah dalam berbahasa Inggris. Hyomin haya tahu kosakata seperti Hello, Hi, I, You, Yes, No, Love, dan Bye.

“Are you okay?” tanya wanita itu seraya mengibaskan telapak tangannya di depan wajah Luhan.

“Ah!” Luhan tersadar kembali, “I’m okay. And.. I can speak Korean!” jawab Luhan sembari tersenyum.

Wanita itu membalas senyuman Luhan. Bahkan senyuman Luhan kalah manis dengan senyuman wanita itu. Benar-benar mirip Hyomin, batin Luhan.

“Annyeonghaseo. Choneun, Jessica imnida. Bangapsheumnida.” ucap wanita itu memperkenalkan diri.

“Jessica?”

“Nde. Kau kenal aku?”

Luhan ingat. Luhan ingay saat Hyomin pernah bercerita tentang Jessica, sepupu Hyomin yang kuliah di U.S. dan Hyomin pernah mengatakan bahwa ia dan Jessica sangat mirip.

“Kau sepupunya Hyomin?” tanya Luhan.

“Majayo.” jawab Jessica membenarkan.

“Bangapsheumnida, Jessica~shi.” ucap Luhan.

“Aniya. Jangan panggil aku seformal itu. Panggil aku Sica.” seru Jessica.

“Arasseo, Sica~ya.” jawab Luhan.

Menarik, itulah kesan pertama Luhan pada Jessica.

>>>

“Ayi, Lian ingin bertemu Papa.” pinta Lian.

“Tapi Papa mu sedang-”

“Mama..” gumam Lian.

Soyeon mengikuti arah pandang Lian. Ia tersenyum saat mendapati adik sepupunya berjalan menghampirinya.

“Mama..” panggil Lian, wajahnya memperlihatkan rasa tidak percaya.

“I’m not your Mama.” jawab wanita itu seraya mengelus pipi Lian lembut.

“Who are you?” tanya Lian.

“Lian, dia adalah Ayi-mu. Dia saudara sepupu Mama-mu.” jawab Soyeon.

Lian mengangguk mengerti.

“Mirip sekali..” gumam Lian pelan.

“Sica~ah, long time no see.” seru Soyeon seraya memeluk adik sepupunya itu.

Jessica melepaskan pelukannya,
“Nde, onnie.” jawabnya, “Aku turut berduka cita. Aku tidak menyangka Hyomin pergi begitu cepat.” tambahnya.

“Aku juga tidak menyangka.” ucap Soyeon.

“Onnie, listen me. Aku sudah lulus kuliah!” seru Jessica.

“Jinjchayo? Whaa~ Chukaterimnida!”

Lian menatap kedua bibinya itu dengan bingung,
“Aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Apakah itu bahasa Alien?”

“No, It’s not!”

Lian menoleh ke sumber suara.

“PAPA!!!!”

Luhan segera menggendong Lian,
“Itu bahasa Korea. Kau juga harus banyak belajar bahasa tersebut.” ucapnya.

“Why? Apakah bahasa Mandarin dan Inggris tidak cukup?” tanya Lian.

“Tentu saja cukup. Tetapi, kau harus tetap mempelajarinya. Sebab, bahasa Korea adalah bahasa Mama-mu juga sebelum kami menikah.” jawab Luhan.

“Hao. Hao!” ucap Lian mengerti.

“Onnie, apa yang mereka bicarakan?” bisik Jessica pada Soyeon.

“Ssshh! Kau diam saja.” ucap Soyeon, yang sukses membuat Jessica menggembungkan pipinya.

“Jiejie, bisa kau bawa Lian pulang? Aku masih ada urusan.” pinta Luhan.

“Lian mau pulang dengan Papa!” protes Lian.

“Papa harus pergi ke suatu tempat, Lian. Tolong mengerti Papa.” ucap Luhan.

“Hao.” jawab Lian pasrah.

Soyeon menggendong Lian dan berpamitan pada Luhan.

“Sica~ah, kajja!” ajak Soyeon.

“Aku masih ingin disini. Aku belum sempat berpamitan dengan Hyomin.” ucap Jessica.

“Geureyo. Nanti ku kirim supir untuk menjemputmu!” ucap Soyeon.

“Aniya. Aku bawa mobil sendiri.” tolak Jessica.

“Kalau begitu, ini alamat rumah kami.” ucap Soyeon seraya menyerahkan kartu alamat rumah pada Jessica.

“Aku menginap di Hotel saja, onnie.” ucap Jessica.

“Andwee! Kau harus menginap di rumah kami. Majayo, Luhan?”

“Nde.” jawab Luhan menyetujui kakak iparnya.

“Arasseo.” Jessica mengambil kartu alamat rumah dari tangan Soyeon.

“Annyeong!” pamit Soyeon.

“Annyeong~” balas Jessica dan Luhan bersamaan.

Soyeon pun pergi bersama Lian. Yang tersisa di pemakaman hanya Jessica dan Luhan.

“Permisi!” ucap Jessica lalu meninggalkan Luhan.

Jessica berjalan ke makam Hyomin. Ia berjongkok dan meraba foto Hyomin yang ada di dalam figura.

“Mengapa kau pergi begitu cepat?” tanya Jessica.

Tes!

Air mata Jessica jatuh membasahi pipinya. Sebegitu berartikah Hyomin bagi Jessica?

“Hyomin~ah, kau ingat tidak saat kita bermain bersama? Belanja ke mall bersama? Bermain game zone bersama? Makan es krim bersama?” tanya Jessica.

“Kau tau apa keinginan terbesarku? Keinginan terbesarku adalah kau mengucapkan kara selamat untukku di hari kelulusan ku.” ucap Jessica.

“Aku berjuang dan terus belajar agar aku bisa segera lulus dan bisa pulang lalu bertemu denganmu. Tapi.. kau pergi!”

“Mianhe soal pernikahanmu dengan Luhan. Aku saat itu tidak bisa datang karena harus ujian. Aku menyesal tidak datang karena percuma saja. Saat itu aku tidak lulus.”

Tanpa Jessica sadari, Luhan mendengar semua perkataannya. Sekarang Luhan berada tepat di belakang Jessica, ia sedang berdiri tepat di belakang Jessica yang sedang berjongkok.

“Hyomin~ah, Hiks- jika aku tau kejadiannya akan seperti ini- hiks- lebih baik aku tidak ikut- hiks- tidak ikut ujian dan memilih untuk menemuimu. Jeongmal mianheyo- hiks-” ucap Jessica yang tangisnya semakin menjadi-jadi.

Luhan yang merasa tidak tega pun memilih untuk berjongkok di samping Jessica. Jessica segera menoleh saat sadar Luhan sudah ada di sampingnya.

Luhan menarik kepala Jessica lalu menyandarkan ke bahu Luhan. Jessica tidak menolak. Luhan membiarkan Jessica membasahi jas barunya.

“Uljima, noona.”

Jessica mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Luhan,
“Noona?”

“Aku tahu kalian seumuran. Hyomin lebih tua satu tahun dariku. Kau juga!” ucap Luhan.

Jessica tersenyum lalu mengusap air matanya,
“Gomawo..”

“For?”

“Sudah membahagiakan Hyomin.”

“Oh. Itu sudah menjadi tugas ku.”

Jessica mengalihkan pandangannya ke arah foto Hyomin,
“Hyomin~ah, kau beruntung memiliki dia. Sedangkan aku..” Jessica tertawa pelan, “Belum juga menikah, aku sudah di tinggalkan pria itu.”

Luhan merasa tertarik dengan perkataan Jessica.

“Dia meninggalkanmu karena apa?” tanya Luhan.

“Karena ada wanita lain yang jauh lebih baik daripada aku.” Jessica menghela nafas sejenak, “Kris.. dia pergi meninggalkan ku dan memilih bersama wanita lain.”

“Mianhe..” ucap Luhan merasa tidak enak.

“Gwenchana..” Jessica tersenyum, “Aku pikir semua pria itu sama busuknya. Ternyata tidak!”

Luhan memandang Jessica, seolah meminta alasannya.

Jessica membalas pandangan Luhan,
“Hari ini aku sudah menemukan bukti bahwa tidak semua pria itu busuk. Buktinya adalah dirimu.”

Luhan merasa terpukau dengan pernyataan Jessica. Bukan karena di puji, melainkan melihat Jessica mengatakan dengan setulus hati.

“Gomawo..”

>>>

Sudah 1 minggu Jessica tinggal di rumah Luhan di Beijing. Jessica juga mulai mengerti bahasa Mandarin berkat Lian. Jessica juga mengajarkan bahasa Korea pada Lian. Sekarang mereka sangat dekat. Mereka sering jalan-jalan bersama.

Luhan sedang memperhatikan Jessica dan Lian yang sedang bermain pistol air di halaman rumahnya. Luhan berada di balkon atas.

Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.

Luhan menoleh, “Jiejie?”

“Sedang melihat apa?” tanya Soyeon.

“Lihat saja sendiri.” jawab Luhan.

Soyeon tersenyum saat melihat apa yang Luhan lihat sedari tadi.

“Mereka sangat akrab ya?” kata Soyeon.

“Iya.”

“Aku rasa Lian menyukai Sica.” ucap Soyeon.

“Aku juga berpikir begitu.” jawab Luhan.

Soyeon tertawa jahil,
“Apakah ada lowongan untuk istri baru?” godanya.

“JIEJIE!!!!” teriak Luhan lalu mengejar Soyeon yang sudah berlari dari tadi.

>>>

Soyeon tersenyum melihat Jessica yang semakin akrab dengan Lian. Soyeon duduk di samping Luhan yang sedang asyik membaca koran.

“Ada berita menarik hari ini?” tanya Soyeon.

“…” Luhan tak menjawab. Soyeon mengikuti arah pandang Luhan. Ternyata bukan ke arah koran, melainkan ke arah Jessica yang sibuk mencari Lian yang bersembunyi.

“Hmm!!!”

Luhan tersentak saat mendengar dehaman Soyeon.

“Jiejie, sejak kapan disini?” tanya Luhan.

“Sejak kau lahir.” jawab Soyeon dengan nada ketus.

“Jiejie~ sorry!” ucap Luhan dengan gaya cute-nya.

“OK, I forgive you..” jawab Soyeon menyerah.

Luhan tersenyum penuh kemenangan. Tak lama kemudian, Lian datang dan duduk di pangkuan Luhan.

“Hey! Bukankah seharusnya kau bersembunyi?” tanya Luhan pada Lian.

“Don’t worry, Papa. Mama- eh maksud ku Sica Ayi tidak akan menemukan ku disini.” jawab Lian.

Soyeon tersenyum saat mendengar Lian memanggil Jessica dengan sebutan ‘Mama’.

“Lian, apa kamu ingin Sica Ayi menjadi Mama-mu?” tanya Soyeon.

“Jiejie!” seru Luhan terkejut. Ia tak menyangka Soyeon mempertanyakan hal itu pada Lian.

Lian mengangguk,
“Sica Ayi sangat baik, cantik, dan hangat seperti Mama.” jawabnya.

Luhan tertegun mendengar jawaban Lian. Jadi Lian menginginkan Jessica menjadi Mama-nya?, pikir Luhan.

>>>

“Onnie, aku ikut ke Seoul ya?” pinta Jessica.

“Kau ini. Jangan! Kau harus menjaga Lian, dan Luhan!” ucap Soyeon.

Luhan tersenyum.

“Soyeon Ayi, jangan lupa datang mengunjungi Lian.” ucap Lian seraya memeluk Soyeon erat.

“Yes, I promise!” jawab Soyeon lalu mengecup pipi Lian singkat.

“Aku pergi dulu. Bye~” pamit Soyeon.

“Bye, onnie~” balas Jessica.

“Take care, Jiejie!” ucap Luhan.

>>>

Sudah 2 minggu semenjak Soyeon pergi. Suasana menjadi canggung di rumah Luhan. Terkadang Jessica yang malu-malu terhadap Luhan, begitu pula sebaliknya.

Ting! Tong!

Jessica keluar dari kamar Lian lalu berlari menuju pintu utama dan membukanya.

“Nihao, Luhan..” sapa Jessica.

“Nihao..” balas Luhan.

Luhan pun masuk di iringi Jessica. Luhan baru saja pulang dari kerja lemburnya di kantor.

“Lian sudah tidur?” tanya Luhan.

“Nde.” jawab Jessica.

Jessica melihat Luhan yang sedang kesulitan melepas dasinya. Akhirnya Jessica berjalan menghampirinya dan berdiri di depannya.

“A-ada apa, noona?” tanya Luhan gugup.

Jessica tersenyum. Ia meraih dasi Luhan dan membantu melepaskannya. Luhan menatap Jessica tak percaya. Ia kembali teringat pada Hyomin yang selalu melepaskan dasinya saat pulang bekerja.

“Jangan menatapku seperti itu, Luhan~ya. Nanti kau jatuh cinta padaku.” ucap Jessica yang masih fokus pada dasi Luhan.

Luhan terkekeh pelan,
“Memangnya tidak boleh ya jika seorang duda jatuh cinta pada perawan?” tanyanya.

“Tentu saja boleh. Selama yang kau rasakan adalah cinta, bukan karena terobsesi pada masa lalumu.”

Luhan terdiam. Ia memikirkan perkataan Jessica. Benar, selama ini ia memang terobsesi pada Hyomin. Setiap melihat Jessica, ia teringat Hyomin.

“Sudah selesai!” ucap Jessica lalu segera berlalu dari hadapan Luhan.

Luhan masih membantu di tempat. Ia berpikir bahwa ia memang salah. Jika ia memang mencintai Jessica, perasaan itu haruslah karena cinta, bukan karena Hyomin.

>>>

Ting! Tong!

Luhan segera membuka pintu. Di dapatinya seorang pria bertubuh lebih tinggi darinya. Rambutnya pirang, wajahnya kebarat-baratan.

“Who are you?” tanya Luhan.

“I am Kris.”

DEG!

Luhan sempat kaget karena mengetahui pria itu adalah Kris. Luhan ingat, Jessica pernah bercerita tentang Kris.

“Siapa yang datang, Lu- Kris?”

“Hi, Jess!” sapa Kris pada Jessica yang baru muncul.

“What are you doing here?” tanya Jessica.

“I want to meet you.” jawab Kris.

“Whats wrong?”

“Please come back to me, Jess. I am hurts because you leave me.” pinta Kris.

“What? You leave me, not me!” protes Jessica.

“Sorry. I am so sorry. I won’t make you hurt again. I promise!”

Luhan tak sanggup melihat semua ini. Ia masuk ke dalam rumah.

Mengapa Kris datang di saat Luhan jatuh cinta yang sesungguhnya pada Jessica? Luhan yakin, Jessica pasti akan memilih Kris di bandingkan duda seperti dia.

“Luhan..” panggil Jessica.

“Ah! Jessica? Ada apa?” tanya Luhan.

“Kau menangis?”

Luhan mengusap air matanya,
“Hanya kelilipan.” jawabnya berbohong.

Jessica berdiri di hadapan Luhan,
“Sebegitunya kah kau mencintaiku?” tanyanya.

“D-darimana kau-”

“Aku tahu. Saat aku menangis di malam hari, kau datang dan memelukku. Kau menidurkan ku dan mengecup bibirku. Lalu kau tidur di sampingku sambil memelukku. Kau pikir aku tidak menyadarinya?” tanya Jessica.

Mata Luhan membulat sempurna,
“J-jadi saat itu kau belum tidur?” tanyanya.

Jessica mengangguk.

“Dan tadi malam, apa kau sadar saat kau pulang dalam keadaan mabuk berat, apa yang kau lakukan?” tanya Jessica.

“A-aku..”

“Kau sudah meniduriku, Luhan. Kau sudah menghilangkan keperawanan ku. Apakah kau sadar tadi pagi kau tak berpakaian saat bangun? Apa kau sadar, hah?!” kata Jessica lalu menangis.

Luhan segera memeluk Jessica erat,
“Aku sadar. Mianhe, jeongmal mianhe. Seandainya kau tidak kembali pada Kris, aku akan menikahimu.” ucapnya.

“Mana mungkin aku kembali padanya, babo! Aku sudah rela memberikan semuanya padamu. Jadi mana mungkin aku kembali padanya.” jawab Jessica sambil memukul dada Luhan.

“Jadi, kau juga mencintaiku?” tanya Luhan.

“Nde.” jawab Jessica.

Luhan tersenyum bahagia. Ia kembali memeluk Jessica erat. Beberapa kali di kecupnya kening Jessica dengan sayang.

“Tapi apa kau mau menikah dengan duda?” tanya Luhan.

“Jika cinta, mana mungkin memandang dari status.” jawab Jessica.

“Papa..”

Luhan melepaskan Jessica dari pelukannya. Ia menyambut kedatangan Lian yang baru pulang dari sekolahnya.

“Mengapa kalian berpelukan tadi?” tanya Lian.

“Lian, Papa punya kejutan untuk Lian.” ucap Luhan.

“Whats that?” tanya Lian penasaran.

“Sica Ayi akan menjadi Mama untuk Lian.”

Jessica terdiam. Ia berpikir mana mungkin Lian mau menerimanya. Ia tahu bahwa Lian sangat menyanyangi Hyomin, Mama-nya.

“Aku bahagia!” seru Lian.

Jessica membulatkan matanya. Aku pasti bermimpi, batinnya.

Lian meraih tangan Luhan dan menyatukannya ke tangan Jessica.

“Berjanjilah akan hidup bersama selamanya. Aku tidak ingin kehilangan siapa-siapa lagi.” ucap Lian.

Luhan tersenyum sembari membelai halus rambut Lian,
“Pasti. Papa akan menjaga Sica.” jawabnya.

Jessica tersenyum bahagia. Di peluknya kedua orang yang ia sayangi.

    ~The End~

Selesai juga! Seharusnya main cast-nya ini Krissica. Yah, tapi berhubung aku lagi mood sama Hansica, ya udah deh aku bikin. hehe XD

Oh ya, Cuma sekedar info, Kris & Jessica sekarang adalah my Daddy and Mommy. Dan Luhan adalah my Brother. Soalnya kata Faranisa Nadya dan Devi Kunying, Luhan itu anaknya Krissica. Jadi aku jadiin saudara ku deh. Daripada pacar? Ntar Kai mau dikemanain? *abaikan –”

Diminta kritik/komentarnya yah. Soalnya aku juga belum terlalu pinter bikin ff. Yah, semoga ini bisa memuaskan hati readers.

Next, ff Krissica “Little Misunderstanding” !!

Iklan

54 respons untuk ‘Because of Love

  1. dancingyu berkata:

    jujur awal2nya rada2 gmn gt waktu ada nama hyomin sama soyeon. gara2 skandal bullying kmrn. yaaa gak perlu dibahaslah.
    aduuuh lian lucu bgt, sih! sini dicubit pipinya. oh ya, ngomong2 berapa umur lian di sini?
    gak nyangka luhan meng’itu’kan sica. tapi eonni suka XD
    kapan2 bikin lg ff yg kyk gini ya, saeng. setidaknya referensi buat eonni jg biar otaknya gak dipenuhin yaoi 😀

  2. deli dewi berkata:

    numpang baca!chingu ff mu benar-benar daebak.bikin aku jantungan,hahahhahaha.aku gak tau mau komen apa yang jelas ff chingu bagus banget!kris jahat ya!kekekekek.gomawo

  3. kau sukses mengingatkanku pada ve yang ga pernah muncul-muncul lagi setelah ngeshare link blog asdfghjkl itu -___-
    DAN! selama baca tuh saya sambil ngigitin laptop dan jari loh. ga tau kenapa. gemes aja . apalagi pas kris dateng. AAAAA~~~ ma krissica heart~~~~ T.T
    bagus kok. lucu. agak ngakak gitu. entah karna cerita tau castnya yg bikin saya ngakak. ga tau deh -_-a /plakplakplak/
    MY KASUR FAMILY~ kau menghancurkannya lagi(?) luhan itu anak krissica tapi jessica malah nikah sama luhan -_- /ditendang/
    huahaha iya benar luhan anak krissica. fufufu.. tapi itu yg hebohin itu tuh saya doang loh ._.v orang lain macam devi eonni itu hasil ‘pemaksaan’ saya. wk XD

  4. reader baru 🙂
    ahk… akhirnya ketemu ff HanSsica juga.
    ffnya bagussss suka jalan ceritanya..
    akh akhirnya bersatu juga, untung aja anaknya nyetujuin yah
    ah joaaaaahaeyooo

    • ya iyalah. kan authornya sendiri yang berperan sbg anak HanSica. XD

      tapi ingat ya, ini hanya peran. sebenarnya Luhan itu kakak saya. Sedangkan orangtua saya itu Jessica dan Kris! *abaikan*

      gomawo dah baca 🙂

  5. akhirnya nemu ff hansica :3.
    ya ampun luhan. apa yang telah kau lakukan pada jessica? inget puasa woy! *ditabok
    jessica, kenapa kau meninggalkan kris? *kris yang mulai duluan kali ya?z

  6. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    MIAPA? CIUS? CUMPELOH? *kebawa twitter* XD
    kami berhasil bikin aku teriak loh dhyna ^O^ aku kira jessica bakal berpikir balik ke kris gitu. abis background kamu si kris sih. jadi aku kira kamu bakal buat kris-sica T.T
    tapi ternyata enggak! kris cuma numpang lewat dan malah buat luhan dan sica bersatu! yey mami! emang cocoknya tuh sama luhan! *dijitak papi kyu*

  7. Kim_kyuna berkata:

    Numpang lewat*eh
    keren aku langsung gigit jari pas baca bagian terakhir, aku pikir bakalan krissica ending nya, ternyata eh ternyata malah hansica
    haha menghancurkan kasur family banget
    kebayang gak kalo kris anaknya hunsica, pasti bakalan jadi keluarga teraneh didunia per-ff-an

    Dan satu lagi aku cuma mau minta maaf baru bisa komen sekarang, sebenernya aku udah baca ff ini dari kemaren”, tapi baru bisa komen sekarang hehe XD

  8. Gorjessicajung_kim soyeon berkata:

    Numpang lewat!Keren lain kali coba bikin kris anaknya hunsica, pasti gak bisa bayangin deh/ditabok.author/abaikan
    keren chingu, kapan” bikin hunsica/krissica lagi yah
    oh iya yg secret admirer kapan dilanjutin chingu:p?

  9. Ah ternyata benar disini aa ff EXOSica juga… Hehehe
    Sempet bingung sih sama ceritanya pas diawal. Tapi pas udah kesini” dan mengikuti cerita akhirnya ngerti… Hehehe
    Awww Xi Lian aku yakin pasti imut deh! :3

  10. uwooooo~
    Lu kamu ga boleh mencintai orang yang mentang-mentang sama kaya istri kamu sebelumnya. Beruntunglah kamu tidak gitu huft~ syukur deh.
    Deuh Lu kamu meniduri eonni ku diluar nikah! /plak xD

    /Di FF ini aku suka sama Lian xD berkat dia hansica bersatu!

  11. Luhan nakal weh ._. Tapi aku suka sama peran Lian, kamu ngertiin daddy kamu deh 😀 jadi pengen peluk kamu Lian.

    Luhan.. Luhan.. Luhan /pllakk/

  12. Hansica berjaya yipiiiiiiiiiii
    walaupun satu couple ini gak pernah ada moment sama sekaali T.T
    tapi ak akan nunggu kok sampai hati luhan dan jessica di buka untuk melihat satu sama lain 😀 *hansicashipperakut
    ff mu itoloh aku gak pernah bosen baca nya di tunggu ff yg lainnya ya

  13. Aku seneng Eonni!!!! Jujur aku gak suka klo akhirnya KrisSica soalnya aku gak suka Kris Oppa…… Mianhae Eonni jangan marah ya hehehehhe…… 😀 soalnya aku ini penggemar LuSica (Luhan & Jessica) / KaiSica. Hehehehehehe………… Jeongmal Mianhae Eonni klo Eonni penggemar KrisSica……. hehehehehe and klo Eonni memang marah!!!!!

    • Gak kok. Aku gak marah. Aku ini labil soal kapel. Kadang2 pengennya Sica sama cowok ini, kadang2 pengen sama cowok itu. Ya, berubah2 lah. Tapi, tetep ceweknya Sica 😉

  14. Helee berkata:

    Dialog nya lian kalo dipikir2 agak nggak pantes buat anak kecil, dialognya terlalu dewasa, hehe
    *just suggesting
    tapi keren kok eon, apalagi hansica :*
    keep writing ne ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s