Who I Love? (Chapter 1)


Title : Who I Love?

Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :
– SNSD’s Jessica as Jessica Jung
– EXO-K’s Sehun as Oh Sehun
– EXO-M’s Luhan as Xiao Luhan
– EXO-K’s Chanyeol as Park Chanyeol

Support Cast :
– SNSD’s Seohyun as Oh Seohyun
– SNSD’s YoonA as Im Yoona
– EXO-K’s Baekhyun as Byun Baekhyun
– SNSD’s Taeyeon as Kim Taeyeon
– EXO-M’s Xiumin as Kim Minseok

Genre : Fluff, Romance, School Life, Comedy

Length : Series

Note : Terinspirasi dari anime favorit saya, Kamichama Karin. Enjoy!

>>>

Disinilah aku tinggal, bersama dengan dua orang yang seumuran denganku. Mereka adalah orang asing yang kini menjadi akrab denganku. Aku tinggal bersama mereka sudah lima bulan lamanya setelah kematian kedua Orangtuaku.

Namaku Jessica Jung. Biasa di panggil Jessica atau Sica. Aku lahir di U.S dan tumbuh besar di Seoul, Korea Selatan. Di hari ulang tahunku beberapa bulan yang lalu, aku dan kedua Orangtuaku merayakannya di sebuah Fila yang terletak di pulau Jeju. Namun, setelah kami pulang menuju Seoul, kecelakaan menimpa kami. Kedua Orangtuaku tewas dan aku terluka kecil.

Setelah kejadian itu, aku menjadi prustasi. Rumahku di sita karena hutang Ayahku yang belum terlunasi. Aku tak tahu lagi harus tinggal dimana. Bahkan aku di usir dari sekolah karena tak punya biaya untuk pembayaran di sekolah.

Hampir saja aku mati karena bunuh diri jika tidak ada dua orang asing yang mencegatku.

“BERHENTI!!”

Aku menoleh ke sumber suara. Disana ada dua orang asing, yang satu lelaki dan yang satunya lagi perempuan.

“APA YANG KAU LAKUKAN, BODOH?” teriak lelaki asing itu.

Seenaknya saja memanggilku bodoh. Memangnya dia siapa?

“NAMAKU BUKAN BODOH!!” balasku berteriak.

“Apa yang kau lakukan itu bukan tindakan bodoh? Kau pikir apa yang kau lakukan itu benar?” omelnya.

Kenapa dia mengomeliku? Dia pikir dia itu Ibuku?

“Hentikan, Sehun-ah. Jangan bertindak kasar padanya.” seru perempuan itu—kepada lelaki itu.

Rasakan itu!

“Lebih baik kalian pergi. Jika kalian disini, polisi akan mengira kalian sebagai tersangka.” ucapku—menakuti mereka.

“Dan membiarkanmu melompat ke sungai sana? Tidak akan.” ucap perempuan itu.

Aku tertegun mendengar pernyataannya. Dia berbicara dengan mimik wajah yang serius. Memangnya aku ini temannya? Tidak seharusnya bukan dia peduli padaku?

“Kau tak tahu apa yang ku alami.” ucapku.

“Maka dari itu, kau harus memberitahu kami.” ucap lelaki itu.

Aku mendesah. Memangnya mereka bisa di percaya? Memangnya dengan memberitahu mereka, aku bisa keluar dari permasalahan ini?

“Percayalah pada kami. Kami akan membantumu.” ucap perempuan itu—terkesan hangat.

Kini, mereka berdua lah yang merawatku, menjagaku, dan melindungiku. Mereka adalah dua saudara sepupu yang baik. Yang lelaki bernama Sehun, dan yang perempuan bernama Seohyun. Seohyun yang memiliki paras cantik, berhati seperti malaikat dan pintar—sedangkan Sehun yang sedikit tampan namun sering bertindak kasar dan menyebalkan, tetapi terkadang dia baik, tapi besoknya pasti dia jahat lagi. Huft!

Aku tinggal bertiga bersama mereka. Hanya bertiga, di sebuah rumah yang lumayan besar. Bahkan sekarang aku sekolah di sekolah bergengsi di Korea Selatan, yaitu Performing Art School. Aku tidak mengerti. Mengapa Sehun dan Seohyun dapat hidup dengan kemewahan tetapi mereka tak bersama Orangtua mereka? Sedangkan aku, di tinggal Orangtuaku menjadi terpuruk.

“Sica-ya?”

Aku tersentak saat Seohyun memanggil namaku. Aku tersenyum kecut karenanya. Ternyata sedari tadi aku melamun. Bahkan sarapanku belum ku habiskan.

“Apa yang sedang kau pikirkan, Sica-ya?”

Aku menggeleng pelan di selingi senyuman tipis,
“Tidak ada yang ku pikirkan, Seohyun-ya.” jawabku.

“Cepat habiskan sarapanmu. Aku tidak mau terlambat karenamu.” sahut Sehun—dengan nada yang ketus.

Menyebalkan!

“Sehun-ah~” rujuk Seohyun.

Sehun tampak mendesah,
“Aku tak bisa bersikap baik pada orang yang tak mau mengikuti perintahku, Seohyun-ah.”

Aku mengutuki Sehun di dalam hatiku. Ah, dia sangat menyebalkan.

>>>

“SELAMAT PAGI, OH FAMILY!” teriak Baekhyun dan Taeyeon—dua teman baikku, juga Seohyun dan Sehun.

“Selamat pagi~” balas kami kompak.

“SELAMAT PAGI, JUNG-YA!” teriak Chanyeol—teman teraneh yang pernah ku temui.

“Sudah ku katakan berkali-kali, jangan memanggilku seperti itu.” protesku.

Chanyeol tak menjawab, melainkan memelukku erat. Aku tak merasa gugup atau apalah, karena Chanyeol memang sering memelukku seperti ini. Pelukannya sama dengan Ayahku.

“Aku sangat merindukanmu, Jung-ya. Liburan semester sangat menyiksaku.” ucapnya—yang membuatku memutar bola mataku.

“Rupanya Chanyeol sangat merindukan Jessica, ya?” seru Taeyeon.

“Tentu saja. Jessica adalah kekasihku.” ucap Chanyeol.

BUKK!!

Chanyeol mendadak kesakitan akibat pukulanku yang mendarat di perutnya. Rasakan itu! Seenaknya saja menganggapku kekasihnya. Memangnya aku ini boneka?

“Jung-ya, kau jahat sekali.” ucap Chanyeol.

“Jangan sembarangan menyebutku sebagai kekasihmu.” ucapku kesal.

Chanyeol terkekeh pelan,
“Maaf. Aku kan hanya bercanda.”

Aku memutar bola mataku. Chanyeol dan Sehun sama menyebalkannya.

>>>

Aku sedang duduk di sebuah kursi panjang di taman sekolah. Aku sedang sendirian sambil membaca buku pelajaran. Nilai matematikaku merah, sehingga aku harus remedial. Sungguh enaknya menjadi Seohyun maupun Sehun. Mereka di berkahi otak yang cerdas. Sedangkan aku, seringkali di bodohi. Miris sekali nasibku ini.

“Jessica-ssi?”

Aku mengangkat kepalaku— mencari sumber suara.

“Luhan sunbaenim?”

Ternyata orang yang memanggilku adalah Luhan sunbae. Dia adalah sunbae terbaik yang pernah ku temui. Dia itu tampan, manis, cantik juga, ramah, dan suka menolong. Aku sangat mengidolakannya!

“Boleh aku duduk di sampingmu?” pintanya.

“Oh, tentu saja, sunbae!” jawabku.

Luhan sunbae tersenyum manis, sangat manis! Kemudian, dia duduk di sampingku. Aku harap dia tak mendengar suara jantungku yang berdegup kencang.

“Membaca buku, ya?” tanyanya.

“I-Iya.” jawabku—gugup.

Payah!

“Kau harus semangat, Jessica-ssi.” seru Luhan sunbae—menyemangatiku.

Aku tak dapat menutupi senyuman ku. Ia juga membalas senyuman ku. Aku yakin, senyumanku kalah manis dengan senyumannya.

“Jessica-ssi, di kepalamu ada daun!”

Ah, benarkah?

Aku pun berusaha mencari daun tersebut di kepala ku. Nihil! Usaha ku tak berhasil. Hingga Luhan sunbae lah yang mengambil daun itu di kepala ku.

DEG!

Jantung ku berdetak sangat cepat. Ada apa ini? Jangan sampai Luhan sunbae mendengarnya.

“Sekarang kau sudah terlihat cantik.”

Pipi ku memanas. Pasti sekarang wajah ku memerah.

“Apa yang terjadi, Jessica-ssi? Kau sakit?” tanya Luhan sunbae.

Aku menggeleng cepat,
“Aku baik-baik saja, sunbae.”

Aku bangkit dan membungkuk 90˚ kepada Luhan sunbae. Setelah itu, aku segera berlari dari tempat tersebut. Yang benar saja, mana mungkin aku bisa bertahan berada di dekat Luhan sunbae. Bisa-bisa aku menjadi kepiting rebus nantinya.

>>>

Aku duduk di meja makan dengan anggota tubuh yang melemah. Bagaimana tidak, aku baru saja melakukan kegagalan kembali dalam memasak. Belut gosong? Makanan macam apa itu?

“Aku tidak mau makan! Sudah ku katakan berkali-kali, biar Seohyun saja yang memasak.” omel Sehun—padaku.

“Aku minta maaf. Aku hanya merasa tidak enak jika aku tinggal disini tapi aku tidak bekerja.” ucapku.

“Tidak, Sica-ya. Kau adalah keluarga kami. Jadi, jangan sungkan.” ucap Seohyun.

Huft! Seohyun sangat ramah dan berhati seperti malaikat. Sedangkan Sehun? Like devil.

“Jangan sering memanjakan dia, Seohyun-ah.”

Apa-apaan Sehun itu? Dia tidak suka Seohyun baik padaku? Keterlaluan!

“Aku akan buatkan sarapan baru. Untung saja hari ini hari minggu. Jadi, kita tidak perlu takut terlambat.” ucap Seohyun.

“Baiklah.” jawabku dan Sehun bersamaan.

Apa-apaan dia itu?

“Kalian kompak sekali. Kata Nenek, jika laki-laki dan perempuan kompak, berarti jodoh.” seru Seohyun.

APA??!!

“TIDAK MAU!!!!” teriakku dan Sehun bersamaan—lagi.

“Berhenti mengikuti kata-kataku!” omelku.

“Siapa yang mengikutimu? Kau yang mengikutiku!” balasnya.

“KAU!” teriakku.

“KAU!” balasnya.

“HENTIKAN!!”

Aku dan Sehun berhenti saat Seohyun berteriak. Aku tidak menyangka Seohyun bisa berteriak seperti ini.

“JUNG-YA!!!”

Aku menoleh ke sumber suara. Panggilan itu—pasti Chanyeol.

“Bagaimana kau bisa masuk, Chanyeol-ssi?” tanya Sehun.

“Pintu kalian terbuka lebar. Jadi, aku masuk saja.” jawab Chanyeol.

“Pasti kau yang membukanya, Jessica-ssi!” omel Sehun.

“Apa? Bukankah kau yang meminta ku untuk membuka pintu?” tanyaku.

“Tapi tidak usah lebar.”

“Salahmu tidak jelas dalam memintaku!” balasku.

“Jangan bertengkar lagi~” pinta Seohyun.

“Sepertinya mood mu sedang tidak baik, Jung-ya. Padahal aku ingin mengajakmu jalan-jalan.” ucap Chanyeol.

Chanyeol ingin mengajakku jalan-jalan? Kesempatan yang bagus untuk menjauhi iblis itu.

“Chanyeol-ah, aku mau kok!” jawabku.

“Apa benar?” tanya Chanyeol.

Aku mengangguk bersemangat.

“Apa boleh aku dan Sehun juga ikut?” tanya Seohyun.

A-APA? Mereka ingin ikut?

“Boleh saja.” jawab Chanyeol.

Tamatlah riwayatku!

“Aku malas, Seohyun-ah. Lebih baik tidur.” ucap Sehun.

Bagus, Sehun-ssi! Alasan yang sangat bagus.

“Kalau begitu, aku tidak mau membuatkan sarapan.” seru Seohyun.

“T-Tidak! Baiklah aku ikut.”

Huft! Gagal rencana ku untuk menjauhi Sehun.

>>>

Sekarang aku, Chanyeol, Seohyun dan iblis itu sedang duduk di sebuah kedai es krim. Kami menikmati es krim setelah menaiki wahana di Lotte World. Ternyata menyenangkan juga bersama Chanyeol. Terkadang Chanyeol terlihat seperti teman, dan terkadang seperti musuh. Entahlah~

“Bagaimana perasaanmu, Jung-ya? Apakah mood mu sudah membaik?” tanya Chanyeol.

“Sangat baik, Chanyeol-ah. Terima kasih. Aku belum pernah sebelumnya ke Lotte World bersama teman-teman. Biasanya aku kemari bersama Orangtuaku.” jawabku.

“Sica-ya~” lirih Seohyun.

Aku tahu, Seohyun pasti selalu merasa prihatin jika aku membicarakan tentang Orangtuaku. Dia selalu saja berinisiatif untuk melindungiku. Ya, itulah Seohyun!

“Tidak apa, Seohyun-ya.” ucapku.

“Es krim milikmu sepertinya enak.” ucap Chanyeol.

“Tentu saja.” jawabku.

Tanpa ku sangka, Chanyeol menjilat es krim milikku. Setelah itu dia tersenyum tulus. Tulus sekali. Tak pernah ku lihat Chanyeol seperti ini sebelumnya.

“Jangan memandangiku seperti itu, Jung-ya. Nanti kau jatuh cinta padaku.” ucapnya.

PLETAKK!!

Chanyeol mengusap kepalanya sambil meringis. Inilah yang sering ku lakukan pada Chanyeol jika dia berbicara yang aneh-aneh.

“Jung-ya, kau tega sekali.”

“Biar saja.” balasku—kesal.

“Kalian seperti Ibu dan anak, ya?” seru Seohyun.

Aku mengernyitkan keningku,
“A-Apa?”

“Sica selalu memukul dan menjitak Chanyeol jika Chanyeol melakukan kesalahan. Tepat seperti Ibu yang menghukum anaknya. Lucu sekali~”

Aku melihat Seohyun tertawa. Melihatnya, aku menjadi senang. Entahlah, rasanya nyaman sekali jika melihat Seohyun bahagia.

“Bukan seperti Ibu dan anak, tetapi seperti majikan dan pembantunya.”

Aku melirik Sehun dengan tatapan sinisku. Huft, dia selalu saja merusak suasana. Pikirannya selalu saja tidak bermutu.

“Jessica-ssi~”

Aku dan ketiga temanku—menoleh ke sumber suara. Dan yang benar saja, itu kan Luhan sunbaenim bersama saudara sepupunya yang juga senior kami, Minseok sunbaenim.

“Annyeonghaseyo, sunbaenim!” sapaku—riang.

“Annyeonghaseo, sunbaenim!” sapa Seohyun dan Chanyeol pada Luhan dan Minseok sunbaenim. Sedangkan Sehun tampak asyik dengan PSP miliknya. Tidak sopan!

“Kalian sedang makan es krim, ya?” tanya Luhan sunbae.

“Seperti yang kau lihat, sunbae.” jawabku.

“Boleh kami bergabung disini?” pintanya.

“Kita bisa duduk di tempat lain, Luhan-ah.” seru Minseok sunbae.

“Aku yakin jika bersama mereka lebih menyenangkan, hyung.” ucap Luhan sunbae, “Jadi, bagaimana?”

Aku menggaruk kepalaku. Boleh saja, tapi aku tidak tahu dengan yang lain.

“Boleh kok.” jawab Seohyun.

“Lebih banyak lebih menyenangkan.” tambah Chanyeol.

Aku tersenyum senang. Ternyata mereka satu pikiran denganku.

“Maaf!”

Aku dan yang lainnya menoleh ke sumber suara. Suara itu berasal dari Sehun. Mau apa lagi dia?

“Aku memiliki kesibukan. Aku harus pergi.” katanya.

“Mendadak sekali, Sehun-ah.” ucap Chanyeol.

“Ini penting, Chanyeol-ssi.” jawab Sehun.

“Ya sudah, pergi saja.” ucapku.

Aku baru sadar kini aku menjadi objek perhatian teman-teman, termasuk Sehun sedang menatapku tajam. Apa aku salah bicara?

“Aku ikut, ya?” ucap Seohyun—pada Sehun.

“Terserahmu saja, Seohyun-ah.” jawab Sehun.

“Seohyun-ya~” lirihku.

Seohyun tersenyum padaku,
“Kami pergi dulu, ya?” pamitnya.

“Hati-hati, ya.” seru Chanyeol.

“Aku titip Sica, Chanyeol-ssi.” ucap Seohyun.

“Tenang saja. Sica tidak akan terluka jika bersamaku.” ucap Chanyeol.

Aku melirik Chanyeol sinis.

Sehun dan Seohyun pun pergi. Sementara itu, Luhan dan Minseok sunbaenim duduk menggantikan posisi Sehun dan Seohyun.

“Apa kalian tadi sedang kencan ganda?”

Aku tersentak mendengar pertanyaan dari Luhan sunbae. Kencan ganda? Siapa yang kencan ganda?

“Tentu saja. Sehun bersama Seohyun, dan aku bersama Jessica.” jawab Chanyeol.

Untung saja ada Luhan sunbae. Jika tidak, aku akan membunuhmu hidup-hidup, Chanyeol-ah!

>>>

“Aku pulang!” seruku.

Tiba-tiba, aku melihat Sehun keluar dari kamarnya.

“Kau pulang larut sekali.” katanya.

Aku menggembungkan pipiku,
“Kenapa? Bukankah kau senang jika aku tidak ada di rumah?”

“Selamat, ya? Kau pasti sangat puas bisa berkencan dengan Luhan.” ucap Sehun—lalu masuk kembali ke kamarnya.

Aku membeku di tempat. Mengapa kali ini nada bicara Sehun terdengar aneh? Seperti sangat marah namun berusaha untuk di sembunyikan. Atau ini hanya perasaanku saja? Ah, mungkin hanya perasaanku saja. Mana mungkin Sehun marah hanya karena aku berkencan dengan Luhan sunbae. Lagipula, siapa yang berkencan? Yang ada, aku selalu bersama Chanyeol.

To Be Contiuned

Ayo! Di koment yang banyak! Kalo dikit, saya gak lanjutin loh!

34 respons untuk ‘Who I Love? (Chapter 1)

  1. AliyaGorjesspazer berkata:

    sehun suka sica kah???
    Teruss kok sehun wktu ada luhan jdi dingin gtuu??apakah diantara mrka sblumnya ada masalah??
    Makin penasaran sma kelanjutaannya..
    Ditunggu bgt thorrr,,Hwaiting 😉

  2. huaa hunsica childish banget, berantem mulu cute >,<
    haha canyeol narsis yah, luhan luhan jadi sunbaenim huaa
    sunbaenim yang paling tampan dan manly, seneng kalo disekolah punya sunbaenim kaya luhan
    lanjut min 🙂

  3. dzikrilla berkata:

    cie cie chanyeol yang cintanya bertepuk sebelah tangan 😀 *lirik sica* *lirik chanyeol* *lirik sica lagi*
    demi apapun aku suka banget karakter sica ama akang chanyeol. yah walau seperti majikan dan pembantu *ups! dilirik sica pak death glare* 🙂

    hunhansica lagi hunhansica lagi walaupun baca berulang ngga bakalan bosen bacanya apa lagi ada jessica……

    hayo ngaku sehun, kalo kamu suka ama sica ya? ngaku lah gitu aja kok gengsi..
    oh ya eonni, bukannya chanyeol itu member EXO-K ya? kok dimain cast ditulis EXO-M? mian kalo lancang. lanjutin dong masa udah seru ngga dilanjutin.

  4. VQ berkata:

    Elaaahhhh, Sehunnie.. Ngaku aja klo emang suka sama Sicca Eonni. Behahahahhahaha….. ChanYeol suka nyolot yee.. PD’nya akut bnget.. Lanjut donk Eon.. (:

  5. rani berkata:

    Annyeong author…aku baru baca ini ff..yang pasti comment pertama dari ku adalah: SERU… 🙂 lanjutin ke dua yaahhh (walaupun udah ada)

  6. sicca berkata:

    yeeee…. stelah baca chapt 1 nya akhirnya kebingungan pun menghilang #plakk
    chanyeolnya ngegemesin banget…
    ceritanya keren thor 🙂

  7. xingenie berkata:

    Kyaaaaaa
    Ffnya seru, menarik, lucu, unyu” gimana gt,,
    Sumpah deh pas bacanya senyum” terus, gemessssss bangetttt u.u
    Suka banget sama cara penulisanmu thor, bagus banget #envy
    Bacanya enak banget..
    Ceritanya juga ga bertele-tele, langsung ke intinya tapi ga kecepetan juga, pokoknya daebak deh,,
    Cepet lanjut ya thor ff ini..
    Author hwaiting^^

  8. uwiiii pertama baca aku suka sama alur cerita yang satu ini. Secara Jessica disukai banyak namja dan namja yang suka sama dia ganteng-ganteng woy! *Q* /satu dong sica~
    Lanjut baca~

  9. G.O.R.J.E.S.S berkata:

    Wahhh chanyeolnya lucu banget thorr x3x
    Aku suka lusic momentnya kkk~
    Ffnya lucu banget..
    Daebak thor..
    Hwaiting ne

  10. Haiii thoor. Aku baru liat ff ini end jadi aku cari2 deh chap 1 nya hihi. Aku sbenernya gasuka baca chap 1, males nunggu. Berhubung ini sdh end jd aku sempetin baca. Ini baguuuus><
    Aku langsung baca next chap ya 🙂

Tinggalkan Balasan ke dhyna_gorjessica Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s