Secret Admirer (Chapter 3)


Gambar

Title : Secret Admirer

Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :

  • SNSD’s Jessica as Jessica Jung
  • Super Junior’s Kyuhyun as Cho Kyuhyun
  • 2PM’s Nickhun as Nickhun Horvejkul

Support Cast :

  • T-Ara’s Eunjung as Ham Eunjung
  • SNSD’s Tiffany as Tiffany Hwang
  • SNSD’s Taeyeon as Kim Taeyeon
  • T-Ara’s Jiyeon as Park Jiyeon
  • 2PM’s Wooyoung as Jang Wooyoung
  • etc

Genre : Fluff, Romance, Angst, Friendship

Length : Series

>>> 

“I like you..,” ucap Nickhun.

Tubuh Jessica menegang mendengarnya. Apa benar Nickhun mengatakan ini? Ini seperti mimpi saja, batinnya.

“Nickhun-ssi~” gumam Jessica.

“A-Aku baru sadar sekarang,” Nickhun menarik napas dalam sejenak, “Setelah belakangan ini aku selalu bersamamu, saat itu perasaanku padamu mulai tumbuh,” ucapnya.

Jessica diam tanpa kata. Ini terlalu mengagetkan baginya. Awalnya ia pikir Nickhun hanya bermain-main padanya, tapi ternyata seorang Nickhun menyatakan cinta kepadanya dengan sangat tulus hingga ia dapat merasakannya.

“T-Tapi, ini masih perasaan suka, Jessica-ssi. Aku belum merasakan cinta sepenuhnya,” ucap Nickhun.

Jessica menggigit bibirnya. Rupanya hanya perasaan suka, batinnya.

Namun, Nickhun spontan menggenggam tangan Jessica. Jessica tentu kaget di buatnya. Jantungnya berdetak kencang saat Nickhun mulai menyentuh tangannya.

“Maka dari itu, bantu aku, Jessica-ssi!,” pinta Nickhun.

Jessica mengernyit heran, “B-Bantu apa?,” tanyanya.

“Bantu aku untuk belajar mencintaimu,” jawab Nickhun—yang sekali lagi membuat jantung Jessica berdetak sangat cepat.

“Seperti Jessica juga mencintaimu saja,”

Jessica dan Nickhun menoleh ke sumber suara. Ia dapat melihat Kyuhyun turun dari atap sekolah.

“K-Kyuhyun-ah?,” gumam Jessica—kaget.

“Apa yang kau lakukan di atas sana?,” tanya Nickhun.

Kyuhyun mendadak grogi. Bagaimana aku bisa sebodoh ini? Seharusnya aku tidak turun, batinnya.

Jessica menutup mulutnya—dengan ekspresi yang sulit di gambarkan. Namun, Kyuhyun yang memiliki IQ tertinggi di sekolah mampu menerjemahkan ekspresi Jessica.

“B-Bukan, Sica-ah!,” seru Kyuhyun, “Aku baru saja naik ke atas!,” tambahnya.

Jessica memicingkan matanya—menatap Kyuhyun curiga.

“Darimana kau tahu apa maksudku? Darimana kau tahu apa tujuanku ke atap sekolah?,” tanya Jessica.

Kyuhyun menjilat bibirnya, “A-Aku menemukan surat itu. Aku membacanya,” jawabnya, “Sudahlah, jangan bertanya lagi!,” pintanya.

Jessica mengerucutkan bibirnya, “Baiklah~” jawabnya.

“Surat apa yang kau maksud, Kyuhyun-ssi?,” tanya Nickhun.

“Oh, itu surat dari penggem—hmmpp!,”

Jessica dengan cepat membungkam mulut Kyuhyun sebelum Kyuhyun mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.

“Penggem?,” tanya Nickhun—bingung.

“Penggembala sapi!,” jawab Jessica—asal.

Kyuhyun menyingkirkan tangan Jessica dari mulutnya, “Apa-apaan itu penggembala sapi?,” protesnya.

“Sudahlah, Kyuhyun-ah. Hal itu jangan di ungkit lagi,” bisik Jessica.

Kyuhyun menatap Jessica tak percaya. Ia pikir Jessica sudah berubah. Ternyata hal apapun jika di depan Nickhun pasti berubah menjadi yang aneh-aneh.

“Untuk apa penggembala sapi mengirimimu surat?,” tanya Nickhun.

Jessica menggigit bibirnya. Nickhun tampaknya sangat ingin tahu, tapi aku tidak boleh mengatakan ini atau Nickhun akan membatalkan pernyataan cintanya padaku!, pikirnya.

Jessica segera merangkul lengan Nickhun. Tentu saja Nickhun maupun Kyuhyun kaget melihatnya.

“Aku akan membantumu untuk belajar mencintaiku, Nickhun-ssi,” ucap Jessica.

“A-APA?,” teriak Kyuhyun—tak percaya. Bukankah Jessica membenci Nickhun? Mengapa rasa bencinya menghilang secepat ini?, batinnya.

Nickhun tersenyum mendengarnya. Ia mengusap kepala Jessica dengan lembut.

“Mulai hari ini, kau adalah kekasihku. Mengerti?,” seru Nickhun.

Senyuman Jessica merekah saat itu juga. Dengan cepat, ia menganggukkan kepalanya. Nickhun pun membawanya pergi dari tempat itu.

Sedangkan Kyuhyun masih mematung di anak tangga.

“Mereka berpacaran?,” gumam Kyuhyun—syok.

>>> 

“APA?!!,” teriak Taeyeon dan Tiffany—syok.

Kyuhyun mengangguk lemas.

Tiffany melempar boneka beruangnya ke arah Kyuhyun.

“Hei! Sakit, Fany-ah,” ringis Kyuhyun.

“Kau adalah lelaki terbodoh yang pernah ku temui, Kyuhyun-ah!,” omel Tiffany.

“Fany-ah, Kyuhyun itu siswa terpintar di sekolah. Kenapa kau sebut bodoh?,” protes Taeyeon.

“Tentu saja. Sudah jelas dia mencintai Jessica. Tapi, dia hanya diam saja tanpa mencegah terbentuknya hubungan KhunSica. Bukankah itu bodoh namanya?,” seru Tiffany—emosi.

“Kau pikir mencegah hal itu mudah, Fany-ah? Kau tidak berada di posisiku. Ini semua sangat sulit!,” ucap Kyuhyun.

“Seharusnya kau katakan saja yang sebenarnya kalau kau adalah penggemar rahasianya. Lagipula untuk apa menjadi penggemar rahasia? Kenapa tidak langsung nyatakan saja? Dasar pengecut!,” seru Tiffany.

Kyuhyun membeku mendengar kalimat terakhir dari Tiffany. Hal itu membuat Tiffany merasa tidak enak.

“Kyuhyun-ah, apa kau baik-baik saja?,” tanya Taeyeon.

“Kyuhyun-ah, maafkan aku. Aku—”

“Tidak apa, Fany-ah,” potong Kyuhyun cepat, “Kau benar. Aku seorang pengecut. Aku tak berani menyatakan perasaanku pada Jessica. Harusnya aku menyatakannya,” ucapnya.

“Menyatakan apa?,”

Kyuhyun, Tiffany dan Taeyeon menoleh ke sumber suara. Ternyata itu Jessica—yang berdiri tepat di depan pintu kamar Tiffany yang terbuka.

“Jessie, sejak kapan?,” tanya Tiffany—kaget.

“Baru saja. Ibumu menyuruhku langsung ke kamarmu,” jawab Jessica.

“Ngg—mari masuk, Sica-ah,” seru Taeyeon.

Jessica mengangguk seraya berjalan masuk ke dalam kamar Tiffany. Ia pun duduk di atas ranjang tepat di antara Kyuhyun dan Taeyeon.

“Kau ingin menyatakan apa, Kyuhyun-ah? Kepada siapa?,” tanya Jessica.

Kyuhyun menelan salivanya kasar. Ia memandang Tiffany yang menatap tajam ke arahnya. Apa harus aku mengungkapkannya sekarang?, batinnya.

“Aku ingin menyatakan bahwa—aku akan mengikuti olimpiade matematika di U.S!,” jawab Kyuhyun—yang reflek membuat ketiga sahabatnya kaget.

“Ke U.S? Kapan?,” tanya Taeyeon.

“Kenapa kau tak memberitahuku sebelumnya? Bukankah kau paling akrab denganku?,” tanya Tiffany—kesal.

“Aku ingin mengumpulkan kalian semua dulu,” jawab Kyuhyun.

“Congratulations, Kyuhyun-ah. Semoga kau bisa menjadi juara pertama,” seru Jessica.

Kyuhyun mengangguk—sambil memamerkan senyuman khasnya. Untung saja aku memang ikut olimpiade. Dan untunglah ini bisa menjadi alasanku, batinnya—lega.

“Kapan kau pergi?,” tanya Taeyeon.

“Minggu depan,” jawab Kyuhyun.

“Berapa lama?,” tanya Jessica.

“Hanya satu minggu,” jawab Kyuhyun.

“Kami akan sangat merindukanmu, Kyuhyun-ah,” ucap Tiffany—di ikuti anggukan Jessica dan Taeyeon.

“Tenang saja. Kita akan saling mengirim email,” ucap Kyuhyun.

Tiba-tiba, ponsel Jessica berdering. Jessica segera meraih ponsel di tasnya. Ia segera mengecek pesan masuk.

Ketiga sahabatnya menatap Jessica sedikit bingung. Jessica menjadi senyam-senyum sendiri.

“Ada apa, Jessie?,” tanya Tiffany.

“Nickhun mengajakku berkencan,” jawab Jessica.

“Kau dan Nickhun—berpacaran?,” tanya Taeyeon—berpura-pura tidak tahu.

Jessica mengangguk, “Nanti akan ku ceritakan,” ucapnya, “Aku pergi dulu, ya? Sampai jumpa!,” pamitnya.

“Sampai jumpa,” balas Taeyeon.

“Take care, Jessie. Have a nice date!,” seru Tiffany.

“Thanks,” ucap Jessica—lalu segera pergi.

Kyuhyun menundukkan kepalanya. Lagi, Jessica berhasil mengiris luka di hati Kyuhyun.

“Salahmu karena tak mengungkapkannya,” ucap Tiffany.

“A-Aku hanya belum siap, Fany-ah,” jawab Kyuhyun.

Taeyeon tersenyum, “Kami mengerti, Kyuhyun-ah. Tapi, kau jangan diam saja. Jika perlu, kirimlah lagi surat seperti biasa,” ucapnya.

Kyuhyun menggeleng, “Percuma saja, Taeyeon-ah. Jessica sudah tak peduli lagi pada sang penggemar rahasia,” jawabnya.

>>> 

Jessica dan Nickhun berada di sebuah kedai es krim yang terletak di kawasan Gangnam. Mereka menikmati es krim perpaduan strawberry bercampur chocolatte crispy dan vanilla.

“Cuaca yang cerah sangat pas sebagai latar kencan hari ini,” ucap Nickhun.

Jessica tersenyum manis, “Es krim dengan perpaduan tiga rasa membuat kencan hari ini menjadi campur aduk seperti apa yang ku rasakan saat ini,” ucapnya.

Nickhun tertawa renyah, “Sejak kapan kau pintar berkata-kata?,” tanyanya.

Jessica mengerucutkan bibirnya, “Aku hanya tidak ingin kalah darimu,” jawabnya.

Di sisi lain, ada dua wanita yang berpakaian seperti seorang artis dengan penyamaran lengkap—memperhatikan pasangan yang di sebut KhunSica dengan diam-diam.

“Mereka tampak bahagia,”

“Jiyeon-ah, jangan membuat hatiku semakin hancur,” pinta Eunjung—sakit hati.

“Aku hanya berkata jujur,” jawab Jiyeon—polos.

Eunjung menatap Jessica murka, “Aku takkan melepaskanmu, Jessica-ssi. Kau takkan bisa bersama Nickhun lagi. Akan ku pastikan itu!,” geramnya.

“Astaga! Mereka bersuap-suapan!,” seru Jiyeon, “Manis sekali~” tambahnya.

“Jiyeon-ah!!,” geram Eunjung—kesal.

>>> 

Nickhun memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah Jessica. Jessica segera melepas sabuk pengamannya.

“Terima kasih sudah mengantarku pulang, Nickhun-ah,” ucap Jessica.

“Itu sudah menjadi tugasku,” jawab Nickhun.

Jessica terkekeh pelan, “Aku masuk, ya?,” pamitnya.

Nickhun mengangguk, “Good night, dear!,” ucapnya—seraya mengusap kepala Jessica.

Pipi Jessica bersemu merah. Ia hanya mengangguk dan segera keluar dari mobil Nickhun.

Jessica melambaikan tangannya hingga mobil Nickhun pergi. Ia segera melangkah masuk ke dalam gerbang rumahnya. Saat sudah berada di depan pintu rumah, matanya menangkap sebuah amplop berwarna merah jambu.

“From your secret admirer?,” gumam Jessica—sambil tersenyum.

KREKKK!!!

Jessica kaget saat pintu tiba-tiba terbuka. Sangking kagetnya, amplop yang ada di tangannya terjatuh.

“Eonni, kenapa baru pulang?,” tanya Krystal.

“Ngg—maafkan aku, Kryssie,” ucap Jessica.

“Ayo cepat masuk. Masakan ku nanti dingin,” ucap Krystal.

“Baiklah~” jawab Jessica—lalu masuk bersama adik kesayangannya itu.

30 detik kemudian, seorang pria meraih amplop merah jambu yang tergeletak di teras rumah Jessica. Ia meremas amplop tersebut.

“Dugaanku benar. Jessica sudah tidak peduli lagi pada penggemar rahasianya,” gumam pria itu—lalu segera pergi.

Setelah kepergian pria itu, pintu rumah Jessica terbuka. Dan orang yang membukanya tak lain adalah Jessica.

“Rasanya tadi amplop itu terjatuh di teras,” gumam Jessica, “Tapi, kenapa sekarang sudah tidak ada, ya?,”

“EONNI, MAKANANMU BELUM KAU HABISKAN!,” teriak Krystal—dari dalam.

“Iya, Kryssie!,” jawab Jessica—setengah berteriak. Ia mengangkat bahunya lalu masuk kembali ke rumahnya.

>>> 

“Jadi, kau dan Jessica berpacaran?,” tanya Wooyoung.

Nickhun mengangguk, “Ya, begitulah,” jawabnya.

“Ku pikir kau masih mencintai Eunjung,” ucap Wooyoung.

“Jangan membahas wanita itu. Aku muak melihat maupun mendengar namanya,” seru Nickhun—kesal.

Wooyoung mengangguk, “Rupanya prince of Thailand sudah move on, ya?,” godanya.

Nickhun terkekeh pelan, “Aku sudah move on. Sudah lama, Wooyoung-ah,” jawabnya.

“Baguslah!,” ucap Wooyoung, “Itu artinya aku bisa mendekati Eunjung,” ucapnya.

“Dekati saja dia. Aku sudah tidak peduli lagi padanya,” ucap Nickhun.

Tiba-tiba, Eunjung datang dan memeluk Nickhun dari belakang.

“Good morning, my handsome prince!,” seru Eunjung.

“Hei! Lepaskan aku!,” gerutu Nickhun.

“Tidak mau!,” tolak Eunjung—seraya mempererat pelukannya pada Nickhun.

“Nickhun-ah~”

Nickhun, Wooyoung dan Eunjung menoleh ke sumber suara. Mereka menangkap Jessica yang berdiri di sudut kantin.

“J-Jessica—”

Jessica segera berlari keluar dari kantin. Sedangkan Eunjung tersenyum penuh kemenangan.

“LEPASKAN AKU!!,” teriak Nickhun—murka.

Eunjung pun melepaskan pelukannya pada Nickhun. Nickhun segera berlari mengejar Jessica.

>>> 

Jessica duduk di atap sekolah. Ia menangis sangat keras dan kencang. Seragamnya sudah basah pada bagian atas karena di banjiri oleh air matanya.

“Hei, idiot!,”

Jessica menoleh ke sumber suara. Ternyata itu Kyuhyun. Ia sempat kaget saat Kyuhyun menyebutnya idiot. Tapi, untuk saat ini ia tidak bisa marah pada Kyuhyun.

Kyuhyun segera menghampiri Jessica dan duduk di sampingnya.

“Bukankah kau bilang kau menyesal percaya pada Nickhun?,” tanya Kyuhyun.

Jessica menoleh ke arah Kyuhyun.

“Sifat seseorang tidak akan bisa berubah. Memang bisa berubah, tapi membutuhkan waktu yang lama. Apa kau mengerti maksudku?,” tanya Kyuhyun—seraya menatap lurus ke depan.

Jessica ikut menatap lurus ke depan, “Mengapa kau selalu hadir di sampingku setiap Nickhun menyakitiku?,” tanyanya.

Kyuhyun tersenyum, “Bukankah aku sangat berguna untukmu? Makanya, jangan pernah kau siakan benda terindah di dalam hidupmu atau kau akan kehilangan benda itu untuk selama-lamanya,” ucapnya—lalu berdiri.

Jessica membeku mendengarnya.

“Ku rasa bel masuk telah berbunyi. Jika kau masih ingin disini, aku akan mengijinkanmu pada Ahn songsaenim,” ucap Kyuhyun—lalu pergi.

Jessica terus memikirkan perkataan Kyuhyun. Ia merasakan ada pesan yang ingin di sampaikan Kyuhyun kepadanya. Tapi, seorang Jessica yang tak terlalu pandai kurang bisa menangkap makna tersebut.

“Jangan pernah kau siakan benda terindah di dalam hidupmu atau kau akan kehilangan benda itu untuk selama-lamanya?,” gumam Jessica pelan.

To Be Contiuned

 

Holaa! I’m back! Pasti banyak yang nungguin kelanjutan FF ini, kan? Nih, aku lanjutin. Dan sorry model tulisannya aku ganti. Mungkin kalo modelnya kayak gini, feelnya lebih dapet. Karena jujur, setelah baca chapter 1 dan 2, rasanya pengen ngedelete tuh FF. Gaje banget tulisannya. Maklum lah tuh tulisan udah berapa tahun yang lalu. Waktu itu saya masih gaje bikin FF.

 

Review, please ^^

Iklan

12 respons untuk ‘Secret Admirer (Chapter 3)

  1. dzikrilla berkata:

    “Jangan pernah kau siakan benda terindah di dalam hidupmu atau kau akan kehilangan benda itu untuk selama-lamanya?,” gila ngena banget dihati.

    kyuti kyuti, ternyata kau pandai berkata puitis
    ayo kejar cintamu, jangan mau kalah ama nickhun…

  2. AliyaGorjesspazer berkata:

    akhirnyaaa FF nieee,,dilanjut jugaaaa udh lama banget yaaa ga dilanjutt hehhee… Kyuuu ngungkapin perasa’an aja susah amat sih ‘.’sica qan jdi di embat sma orng lainn -.-
    #next chap ditunggu yaaa Hwaiting 😉

  3. jessie jadian sama khun aish padoya kyunie, nyesel banget bacanya
    itu kata kyu nyangkut banget “jangan pernah kau siakan benda terindah di dalam hidupmu atau kau akan kehilangan benda itu untuk selama-lamanya” serasa kyu mau pergi ke US dan gak balik huh nyesek
    sica neomu paboya, liat tuh sisebelahmu ada kyu yang setia nemenin kalo lagi galau(?)

  4. aein berkata:

    Huakksss pengen nangis liat nasibnya kyu :'(((
    Ga mw nyalahin khun, tp sebel sm sica yg babo gt trus clueless lagi. Kapan sadarnya ini sica, aigoo… Kyu :((

  5. Sumpah geregetan sama Kyuhyun disini, aduh kek kenapa kau begitu lambat, kau kan tahu sica lambat! Kalau kalian berdua sama” lambat, kapan jadiannya???#bakarmenyan*?*
    Gemes sama Jiyeon disini yang jadi agak lola, sukkaaa~~
    Semoga sica cepet sadar kalau penggemar rahasianya itu si kakek..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s