Who I Love? (Chapter 2)


Title : Who I Love?

Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :

  • SNSD’s Jessica as Jessica Jung
  • EXO-K’s Sehun as Oh Sehun
  • EXO-K’s Chanyeol as Park Chanyeol
  • EXO-M’s Luhan as Xiao Lu Han

Support Cast :

  • SNSD’s Seohyun as Oh Seohyun
  • SNSD’s YoonA as Im Yoona
  • EXO-K’s Baekhyun as Byun Baekhyun
  • SNSD’s Taeyeon as Kim Taeyeon
  • EXO-M’s Xiumin as Kim Minseok
  • etc

Genre : Fluff, Romance, School Life, Friendship

Length : Series

Note : Posternya nyusul, ya? Gak papa kan sementara gak pake poster. Lagi males bikin soalnya. Soalnya karakternya banyak. Jadi aku pengen request poster ke orang pinter aja XD

>>> 

Aku menatapi langit-langit kamarku. Aku masih memikirkan kalimat yang di keluarkan dari mulut Sehun.

“Selamat, ya? Kau pasti sangat puas bisa berkencan dengan Luhan,”

 

Aku mengusap wajahku pelan. Aneh, untuk apa aku memikirkannya? Apa dia cemburu? Ah, itu sangat mustahil. Mana mungkin seorang Oh Sehun yang dingin dan selalu membuatku kesal menjadi cemburu. Masa dia menyukai Luhan sunbae? Atau dia menyukaiku?

Ah, sangat mustahil!

“Sica-ya~”

Aku menoleh ke sumber suara. Oh ternyata itu Seohyun. Ia muncul dari balik pintu kamarku.

Aku segera bangkit dan duduk, “Masuklah, Seohyun-ya,” ucapku.

Seohyun mengangguk dan masuk ke kamarku. Ia duduk di hadapanku.

“Kau dan Sehun—bertengkar lagi?,” tanyanya.

Bertengkar? Kapan? Bukankah Sehun hanya mengucapkan selamat padaku?

“M-Memangnya kenapa, Seohyun-ya? Dia menceritakan sesuatu padamu?,” tanyaku.

Seohyun menggeleng, “Hanya saja—tadi aku melihat Sehun membanting playstationnya di kamarnya. Ku pikir kalian sehabis bertengkar,” jawabnya.

Astaga! Apakah Sehun semarah itu? Tapi, untuk apa dia marah?

“Apa kau menanyakan apa yang terjadi padanya?,” tanyaku.

“Tadi aku sempat bertanya. Tapi, dia malah membentakku dan menyuruhku untuk keluar dari kamarnya,” jawab Seohyun.

Tidak! Sehun tidak pernah sebelumnya membentak Seohyun. Aku harus memberi Sehun pelajaran.

“Kau tunggu disini, Seohyun-ya. Don’t go anywhere,” pintaku.

“U-Untuk apa?,” tanyanya.

“Tunggu saja disini. Tetap disini hingga aku kembali,” jawabku.

Setelah Seohyun menganggukan kepalanya, aku segera keluar dari kamarku dan berlari menuju kamar Sehun. Awas saja kau, Oh Sehun. Akan ku beri kau pelajaran karena sudah membentak Seohyun.

“OH SEHUN, BUKA PINTUNYA!!,” teriakku—seraya menggendah pintu kamarnya.

“HEI! OH SEHUN!!,” teriakku lagi. Apa dia tuli? Kenapa pintunya belum di buka juga?

“Baik, aku akan mendobrak pintu kamarmu,” ucapku.

Aku segera mundur. Aku menarik napas dalam dan mengeluarkannya. Setelah itu, aku bersiap untuk berlari dan mendobrak pintu kamar raja iblis itu.

“AAAAAA!!!!!!!,” teriakku—seraya mulai berlari menuju pintu kamar Sehun.

Namun,

“ARGH!!,”

Aku membuka mataku. Bukannya mendobrak pintu, tapi aku malah mendobrak perut Oh Sehun. Dia pasti kesakitan.

“Kau ini!,” geramnya.

“Makanya, jangan membuka pintu di saat aku ingin mendobraknya,” ucapku.

Sehun masih memegangi perutnya. Wajahnya terkesan pahit. Terdengar ringisan yang cukup keras dan tertahan. Apakah sesakit itu rasanya?

“M-Maafkan aku, Sehun-ah,” ucapku—takut.

BRUKKK!!!

“OH SEHUN!!!!,” teriakku—kaget. Sehun tiba-tiba terjatuh ke lantai seperti orang yang sedang pingsan. Hanya saja Sehun masih sadar.

“A-Aku akan membawamu ke Rumah Sakit,” ucapku.

Baru saja aku ingin beranjak, tapi Sehun memegang lenganku. Aku menatapnya bingung.

“T-Tidak perlu ke Rumah Sakit. Cukup di kompres dengan handuk hangat, pasti sembuh!,” ucapnya—di ikuti ringisannya.

Aku menatap Sehun kagum. Ternyata dia cukup kuat.

“Baiklah,” ucapku—lalu membantunya berdiri.

>>> 

“Bagaimana kau bisa seperti ini?,” tanya Seohyun—seraya mengompresi perut Sehun.

“Maafkan aku, Seohyun-ya,” ucapku—menyesal.

“Tidak—ini bukan salahmu, Jessica-ya,” ucap Sehun—dan tersenyum.

Aku terpaku melihat senyumannya. Ini yang pertama kalinya. Aku baru pertama kali bisa melihat seorang Oh Sehun tersenyum. Dan senyuman itu di tujukan untukku.

“Sehun-ah, apa kau baik-baik saja?,”

Aku menoleh ke belakang. Ternyata Chanyeol, Baekhyun dan Taeyeon sudah datang. Tadi aku yang menghubungi mereka.

“Aku baik-baik saja. Hanya sedikit nyeri di bagian perutku,” jawab Sehun.

“Bagaimana hal ini bisa terjadi?,” tanya Taeyeon.

Aku menunduk, “Aku meninju perutnya,” jawabku.

“A-Apa?,”

“Jung-ya, kau luar biasa!,” seru Chanyeol—seraya memegang bahuku. Dasar Chanyeol. Di saat seperti ini sangat tidak tepat untuk memuji keahlianku.

“Sehun-ah, besok kau tidak usah masuk sekolah,” ucap Baekhyun.

“Tidak mau. Aku akan tetap masuk,” protes Sehun.

“Dasar keras kepala!,” seruku—yang sukses membuat semuanya memandang ke arahku.

“Apa katamu?,” tanya Sehun.

“Kau—keras kepala, Oh Sehun!,” jawabku, “Kau sedang sakit. Jangan memaksakan dirimu. Kau hanya akan membuat orang-orang di sekitarmu menjadi repot!,” seruku.

Semua yang ada di sekitarku masih diam. Begitu juga dengan Sehun.

“Aku tidak bermaksud untuk menghinamu. Tapi, aku hanya ingin kau mandiri, Sehun-ah. Mandiri dalam artian kau harus bisa menjaga kondisimu. Jangan masuk sekolah besok. Minimal satu hari saja. Beristirahatlah dulu. Jangan membuat orang lain mencemaskanmu,” ucapku.

“Jessica-ya~”

“Kau selalu menjadi nomor satu di mata semua orang. Di mata Seohyun, dan di mata teman-teman. Sedangkan aku?,” aku menarik napas sejenak, “Aku iri padamu, Oh Sehun. Semua orang selalu mencemaskanmu, peduli padamu. Dan sekarang aku ingin teman-teman tidak perlu mencemaskanmu. Maka dari itu, beristirahatlah!,”

“Sica-ya!,”

Seohyun menghampiriku dan memelukku erat. Aku membalas pelukannya. Beberapa detik kemudian, aku merasakan banyak yang memelukku.

“Kami semua peduli padamu, Sica-ya,” ucap Seohyun.

“Seohyun benar, Jung-ya. Kami peduli padamu,” ucap Chanyeol.

“Bukankah kita berteman?,” tanya Baekhyun.

“Teman harus saling peduli,” ucap Taeyeon.

Aku tersenyum dan terharu. Ku usap air mataku yang mulai jatuh. Aku melirik Sehun. Ia juga tersenyum padaku.

>>> 

Aku sedang duduk bawah pohon rindang di halaman sekolah. Dengan lantunan musik yang keluar dari earphone yang menempel di sepasang telingaku, aku menggambar seseorang yang ada di hadapanku.

“Apakah sudah selesai, Jung-ya?,”

Aku menghela napas berat, “Kau sangat payah, Chanyeol-ah. Begitu saja sudah lelah,” cibirku.

“Tentu saja lelah, Jung-ya. Aku bukan patung yang bisa berdiam diri dalam waktu yang lama,” ucap Chanyeol.

Aku mendesis, “Ini baru sedikit, Park Chanyeol. Aku baru melukis bagian wajahmu,” ucapku.

Chanyeol menghela napas berat, “Masih lama, ya?,” tanyanya.

“Salahmu sendiri karena bersedia sebagai model lukisku,” ucapku.

“Aku bersedia menjadi model lukismu,”

Aku menoleh ke sumber suara. Dan yang benar saja, pemilik suara tersebut adalah Luhan sunbae.

“L-Luhan sunbae?,”

Luhan segera duduk di sampingku, “Mungkin Chanyeol sudah lelah. Aku siap menjadi patung untuk di lukis,” ucapnya.

Aku mengerjapkan mataku. Apa bisa ya aku melukis Luhan sunbae? Aku takut hasilnya jelek. Seorang Luhan sunbae yang sangat sempurna tidak mungkin bisa di lukiskan apalagi yang melukisnya adalah pelukis amatir seperti aku.

“Bagaimana?,” tanya Luhan sunbae.

“Ngg—baiklah,” jawabku.

Luhan sunbae pun beranjak berdiri dan menggantikan posisi Chanyeol. Chanyeol dengan wajah kusutnya segera menyingkir dan duduk di sampingku.

“Kau tega sekali menggantikanku dengannya, Jung-ya,” bisik Chanyeol.

“Bukankah kau kelelahan?,” tanyaku.

Chanyeol mengerucutkan bibirnya—membuat dirinya tampak konyol dan err…menggemaskan.

Aku mulai menggambar bagian wajah Luhan sunbae. Aku melakukannya dengan hati-hati. Aku takut aku salah menggambarnya.

>>> 

“Kami pulang!!,” seruku dan Seohyun.

Kami menemukan Sehun yang sedang menonton TV sambil duduk di sofa. Aku pun duduk di samping Sehun, sementara Seohyun duduk di sofa lainnya.

“Bagaimana keadaanmu?,” tanyaku.

“Seperti yang kau lihat,” jawabnya—datar.

Hei, ada apa lagi dengannya? Kenapa the real of Oh Sehun telah kembali? Padahal aku lebih suka sikapnya yang tadi malam.

“Sehun-ah, kau ingin ku buatkan sup?,” tawar Seohyun.

Sehun mengangguk, “Kebetulan aku sedang lapar,” jawabnya.

Seohyun segera bangkit dan pergi menuju dapur. Baru saja aku ingin menyusulnya, tapi Sehun menahanku dengan menggenggam lenganku.

“Tetap disini, temani aku,” ucapnya.

Aku menghela napas berat. Berhubung dia sedang sakit, dan penyebabnya adalah aku, maka mau tidak mau aku harus menurutinya.

“Apa hari ini kau bersama dengan Luhan lagi?,”

Aku menelan salivaku kasar. Bagaimana dia bisa tahu? Apakah Sehun keturunan seorang peramal?

“Hei, jawab aku!,”

“Ngg—iya, bersama Chanyeol juga,” jawabku.

Aku mendengar Sehun menghela napas kasar. Aku menjadi sedikit takut. Bagaimana jika ia marah seperti tadi malam?

“Sudah ku duga,” gumamnya.

“K-Kenapa kau tampaknya tak suka jika aku bersama Luhan sunbae?,” tanyaku.

Sepertinya aku salah bertanya. Kini, Sehun menatapku tajam. Seohyun, cepatlah datang. Cairkan suasana yang menegangkan ini.

Sehun mengalihkan pandangannya ke TV, “Luhan bukan orang yang baik,” jawabnya.

Aku menoleh ke arahnya dan sedikit kaget akan pernyataan Sehun.

“Apa maksudmu Luhan sunbae bukan orang yang baik?,” tanyaku—tak terima.

Sehun beranjak berdiri, “Kau akan tahu nanti. Jadi, ku sarankan untuk menjauhinya mulai hari ini,”

Aku terdiam. Apa benar Luhan sunbae bukan orang yang baik? Melihat karakter wajahnya, sulit untuk mempercayai perkataan Sehun.

>>> 

“Apa kau masih mendekati gadis blasteran itu?,” tanya Minseok.

“Namanya Jessica, hyung,” ucap Luhan.

Minseok memutar bola matanya, “Terserah apa katamu, Luhan.” ucapnya, “Lebih baik kau berhenti mendekatinya. Kau tahu dia tinggal bersama siapa,”

Luhan menyeringai, “Aku tahu apa yang ku lakukan, hyung. Percayalah padaku!,” ucapnya.

Minseok menatapnya sedikit bingung. Rencana apa lagi yang di susun olehnya?, batinnya.

To Be Contiuned

 

Review, please ^^

Komentar minimal 20. Kalo gak lebih, gak aku lanjutin FF ini.

Iklan

36 respons untuk ‘Who I Love? (Chapter 2)

  1. dzikrilla berkata:

    nah loh, mau ngapain tuh luhan? jangan-jangan mau pacarin sooyeon ya? 😕
    sehun ko kayanya ngga suka sooyeon deket ama abang luhan? bilang aja kalo suka ama sooyeon. atau sebenernya mereka (luhan-sehun) punya dendam terpendam?

    akh chanyeol si manusia abstrak+sableng, aku suka pas chanyeol ngomong “Jung-ya, kau luar biasa!,” serasa ngomongnya tuh tanpa dosa banget. 😆
    tuh dengerin sooyeon, jangan iri ama sehun. temen-temen seprul kamu peduli kok kamu. 🙂
    lanjutin dong. aku suka ama jalan ceritanya, castnya juga apalagi sooyeon+chanyeol.

  2. honeyy bunnyy shityy berkata:

    aahhh akhir’a dipublish jg….. sweet crita’a….. udh mulai krasa tu aura cmburu’a sehun…

    trus apa yg kjahatn luhan sbenar’a??
    next….

  3. AliyaGorjesspazer berkata:

    sebenernyaaa Luhan sma Sehun ada masalah apa sebelumnyaa???
    Kasian kan sica klo cuma dipermainkan sma Luhann U.U
    #Next chappp ditungguuuuu bangettt,,Comming Son neee,,Hwaiting 😉

  4. aveuryuko99 berkata:

    Hunnie kesian bgt -.-
    Jessica kuat jg yah =))みɑみɑみɑみɑ=))
    Lnjutiin yaaa
    *b’doa commentnya 20+*

  5. maksdunya luhan bukan orang yang baik? misterius
    aish sehun cemburunya lucu >,<
    ayo sehun nyatakan perasaanmu sama sica sebelum luhan mengambil sica
    haha chanyeol lucu banget, rela jadi model lukisannya cuma demi sica keke~

  6. rani berkata:

    AUTHOR!!!!!!! keren keren kerennn 🙂 yah Thor…lanjutin dong.. 😉 biar bisa ngeliat lagi ‘aksi’ Luhan Sunbaenim pdkt ama sica…mwo? Thehun suka sama Sica???!

  7. Aduh! Jadi luhan itu jahara gitu ceritanya??
    Ett kalau kaya gitu aku tarik deh kata”ku yang bilang endingnya boleh siapa aja 😀
    Aku jadi kepengen endingnya kalau engga HunSica ya ChanSica atauBaekSica juga boleh :p
    Abis luhan sepertinya jahara sih 😦

  8. sicca berkata:

    anyeongg.. qu readers baru disini ^^ salam kenal..
    ceritanya keren jessica dikelilingin cowok” tapi aku sedikit bingung, karena belum baca chapt 1 nya kali yah… 😛

  9. xingenie berkata:

    Singkat part ini u.u
    Persahabatan yang so sweet, aku juga mau di peluk u.u
    Loh? Loh? Kok jadi gini? Kenapa Sehun bilang gt? Apa bener Luhan bukan orang baik? Ah penasaran thor u.u
    Ok, aku permisi mau baca part 3..

  10. woooo Luhan Luhan Luhan slow down~ apa yang kamu rencana kan huh? pasti yang tidak-tidak..

    Kenapa ya di setiap FF Chanyeol itu cucok banget kalo berkarakter konyol. Rasanya pingin ketawa baca pas part Chanyeol kagum sama Jessica karena meninju Sehun xD

    Untuk Sehun, sifatmu terlalu misterius.. sedikit terbuka lah biar Jessica tau perasaanmu~ -_-

    • aku kan terinspirasi dari anime ‘kamichama karin’, jadi disini jessica jadi karin, sehun jadi ‘kazune’ yang misterius, luhan jadi ‘kirika senpai’, dan chanyeol jadi ‘michiru’ yang gila. pernah nonton, gak? seru tuh animenya. cuman di anime, kirika itu cewek yg nyamar jadi cowok tapi baik.

  11. jessie-sica berkata:

    Apa yg kau rencanakan luu, awas saja kalau kau melakukan sesuatu hal yg sangat menyakitkan jessie ku gampar kauu(?)

  12. love JJ forever berkata:

    Makin penasaran sama kelanjutannya !
    Mangnya Sehun & Luhan ada hubungan apa ya ?? Kok kayak gak saling suka gitu ya -_-“

Tinggalkan Balasan ke honeyy bunnyy shityy Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s