Who I Love? (Chapter 3)


Title : Who I Love

Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :
• SNSD’s Jessica as Jessica Jung
• EXO-K’s Sehun as Oh Sehun
• EXO-K’s Chanyeol as Park Chanyeol
• EXO-M’s Luhan as Xiao Luhan

Support Cast :
• SNSD’s Seohyun as Oh Seohyun
• SNSD’s YoonA as Im Yoona
• EXO-K’s Baekhyun as Byun Baekhyun
• SNSD’s Taeyeon as Kim Taeyeon
• EXO-M’s Xiumin as Kim Minseok
• etc

Genre : Romance, Fluff, Friendship

Length : Series

>>>

Jessica dan Seohyun sedang duduk di sofa sambil menonton TV di malam hari. Mereka hanya berdua, tanpa Sehun. Dan hal itu membuat Jessica sedikit bingung.

“Dimana Sehun?,” tanya Jessica, “Tidak biasanya dia tak hadir di sekitar kita,” tambahnya.

“Dia sudah tidur,” jawab Seohyun, “Hanya sekedar ku nyanyikan lagu tidur, dia sudah tertidur seperti anak kecil,” tambahnya.

Jessica tertawa renyah di buatnya. Ia tak menyangka Sehun bisa sepolos itu.

“Apa kau tahu—dulu Sehun adalah anak kecil yang cengeng dan penakut pada semua spesies serangga!,” ucap Seohyun.

Jessica mengerjap, “Benarkah? Sehun yang dingin dan pemarah itu ternyata cengeng dan penakut pada serangga?,” tanyanya—tak percaya.

Seohyun mengangguk, “Dan aku lah yang selalu menjadi harapannya untuk melindunginya,” jawabnya.

Jessica bertepuk tangan, “Kau hebat, Seohyun-ya. Kau yang melindunginya? Ku pikir selama ini Sehun yang melindungimu,” ucapnya.

“Sehun memang sekarang yang melindungiku. Dia berjanji akan membalas semua jasa-jasaku saat remaja hingga tua nanti,” ucap Seohyun.

Jessica tersenyum mendengarnya. Ia semakin tertarik dengan cerita masa lalu Seohyun dan Sehun.

“Kau pernah bilang bahwa kau dan Sehun awalnya hanya bersahabat. Dan pada akhirnya kalian tinggal berdua dan membentuk keluarga. Lantas, bagaimana ceritanya?,” tanya Jessica—penasaran.

Seohyun tersenyum simpul, “Setelah orangtua ku dan orangtua Sehun meninggal dunia, aku dan Sehun memutuskan untuk tinggal berdua. Kami menjadi pengamen dan mencari uang banyak. Kami tinggal di sebuah rumah haraboji yang baik hati. Setelah kami tinggal disana, Sehun yang manja berubah menjadi Sehun yang kuat. Dia mencari pekerjaan sedangkan aku membantu haraboji di rumah. Hingga kami tumbuh remaja dan Sehun menjadi sukses karena gaji pekerjaannya yang berlimpah,” ucapnya.

“Benarkah?,” tanya Jessica.

Seohyun mengangguk, “Sehun membeli rumah ini, dan mendaftarkan dirinya dan aku ke sekolah yang sekarang menjadi sekolahmu juga. Haraboji juga ikut tinggal bersama kami. Namun, beberapa hari kemudian, haraboji telah tiada. Kami pun hanya tinggal berdua,” jawabnya.

Jessica berdecak kagum, “Perjuangan kalian sungguh luar biasa, ya? Aku tidak menyangka,” ucapnya.

“Kau juga, Sica-ya,” ucap Seohyun.

Jessica menggeleng, “Kau lupa awal tahun aku mencoba melakukan bunuh diri di jembatan? Jika kalian tak menghentikan aksi ku, mungkin aku sudah tidak ada lagi di dunia ini,” ucapnya.

Seohyun tersenyum, “Setidaknya saat ini kau menjadi gadis yang tegar dan kuat. Aku kagum padamu, Sica-ya,” ucapnya.

Jessica ikut tersenyum. Ia memang selalu tersenyum jika Seohyun tersenyum. Ia merasa ia melihat sosok Ibunya di balik seorang Seohyun.

>>>

Jessica menguap beberapa kali selama istirahat. Ia memang tak memutuskan untuk ke kantin atau kemana pun. Ia sangat lelah karena tadi malam ia bercerita dengan Seohyun hingga larut. Namun, tampaknya Seohyun dalam keadaan baik-baik saja.

“Sica-ah,”

Jessica terlonjak kaget saat seseorang yang muncul di sampingnya mengeluarkan suara. Ia mengusap dadanya perlahan.

“Taeyeon-ah! Kau mengagetkan ku saja,” ucap Jessica—syok.

Taeyeon terkekeh pelan, “Maafkan aku,” ucapnya, “Aku hanya ingin meminta pendapatmu,” tambahnya.

Jessica mengernyit bingung, “Pendapat apa?,” tanyanya.

Taeyeon tersenyum malu, “Menurutmu Baekhyun itu bagaimana? Apa yang kau ketahui dari Baekhyun?,” tanyanya.

Jessica masih bingung. Namun, ia mencoba menjawab setahunya.

“Yang ku tahu—Baekhyun itu pandai bermain musik, pintar matematika dan cukup tampan,” jawab Jessica.

Taeyeon tersenyum manis—dan itu membuat Jessica semakin bingung.

“Kau hanya tahu sisi luarnya saja. Itu artinya kau tidak menyukai Baekhyun!,” seru Taeyeon.

“A-Apa? Apa maksudmu?,” tanya Jessica—semakin tak mengerti.

“Baekhyun itu bijaksana, penyayang, suka memberikan solusi, dewasa, rendah hati, suka menyumbang apa yang ia miliki pada orang yang tidak mampu, pandai memainkan piano dan harmonika, pintar matematika dan fisika, sangat tampan, dan sangat menyayangi anjing peliharaannya sampai-sampai ia rela jatuh sakit demi melindungi anjingnya,” jawab Taeyeon.

Jessica menganga di buatnya. Ia tampak seperti orang bodoh. Taeyeon sangat mengetahui tentang Baekhyun! Hebat!, batinnya.

“Menurutmu apa inti dari maksud ku tadi?,” tanya Taeyeon.

“Rupanya selama ini kau sering memata-matai Baekhyun. Pantas saja kau tahu semuanya,” jawab Jessica—yang berhasil membuat Taeyeon tersungkur ke lantai.

“Dasar tidak peka!,” omel Taeyeon.

Jessica menggaruk kepalanya, “Habisnya aku tidak mengerti, Taeyeon-ah,” ucapnya.

“Itu artinya—aku menyukai Baekhyun,” ucap Taeyeon.

Jessica membelalakan matanya, “Kau—menyukai—Baekhyun?,” tanyanya—tak percaya.

Taeyeon mendesis, “Terpaksa aku memberitahumu karena kau tak pandai menebak,” ucapnya—kesal.

“Ah, sekarang aku mengerti. Jadi, jika seseorang sedang menyukai orang lain, maka orang itu mengetahui apa yang ada di dalam diri orang yang di sukainya?,” tanya Jessica.

“Tepat sekali,” jawab Taeyeon, “Apakah kau mempunyai orang yang kau sukai?,” tanyanya.

Jessica mendadak grogi, “A-Aku—tentu saja tidak ada,” jawabnya.

Taeyeon menatapnya curiga, “Kau bohong, kan? Ceritakan saja padaku,” serunya.

“Ngg—I-ITU BAEKHYUN!!,” teriak Jessica.

Taeyeon segera berbalik. Namun, ternyata tidak ada Baekhyun. Ia mendesis kesal. Ia segera beralih menatap Jessica, namun Jessica sudah tidak ada lagi di tempatnya.

“Kemana gadis blasteran itu pergi?,” geram Taeyeon.

>>>

Jessica berlari hingga ke halaman sekolah. Ia berjalan menuju pohon kesayangannya dan duduk di bawahnya.

Jessica masih memikirkan kejadian tadi bersama Taeyeon. Ia memikirkan sosok yang ia sukai yaitu Luhan.

“Apa yang ku ketahui tentang Luhan sunbae, ya?,” gumam Jessica.

Jessica berpikir sejenak.

“Aha!,” serunya, “Aku tahu! Luhan sunbae itu orangnya keren, senior yang baik tidak seperti Minseok sunbae yang terkesan mengerikan, dan—apa, ya?,”

Jessica menggaruk kepalanya. Ia masih memikirkan apa yang ia ketahui tentang Luhan.

“Luhan sunbae itu tampan, sepertinya suka makan es krim, dan—apa lagi?,”

Jessica mendadak prustasi. Ia mengacak-acak rambutnya.

“Aku hanya tahu itu. Dan itu semua hanya dari sisi luarnya saja,” ucap Jessica.

“Jung-ya~”

“KYAAAAA!!!!!!,” teriak Jessica—kaget.

“M-Maafkan aku, Jung-ya. Tidak bermaksud untuk mengagetkanmu,” ucap seorang siswa—yang tak lain adalah Chanyeol.

Jessica mendengus kesal. Tiba-tiba, ia memikirkan sesuatu.

“Ngg—Chanyeol-ah, apa yang kau ketahui tentang orang yang kau sukai?,” tanya Jessica.

Chanyeol tersenyum, “Dia orang yang cantik, sangat cantik. Dia juga cerewet, pemarah, suka makan es krim, bodoh soal matematika, dan payah memasak. Bisanya hanya memasak belut dan itu pun belut gosong!,” jawabnya.

Jessica meraih buku yang di pegang Chanyeol—lalu memukuli Chanyeol dengan buku tersebut.

“Kau itu menceritakan orang yang kau sukai atau mengejekku, Park Chanyeol?,” tanya Jessica—murka.

“Ah, ampun, Jung-ya. Ini sakit!,” ringis Chanyeol—yang terus menerima pukulan dari Jessica.

Jessica melempar buku itu ke sembarang tempat. Ia segera berjalan pergi meninggalkan Chanyeol seorang diri.

Chanyeol tersenyum, “Aku hanya menjawab pertanyaanmu, Jung-ya. Itu saja,” gumamnya.

>>>

Sehun dan Jessica sedang berada di kamar Jessica. Kini Sehun telah menjadi guru private untuk mengajari Jessica pelajaran matematika. Awalnya Jessica menolak, namun Sehun tetap memaksa untuk menerima ajaran dari Sehun.

“Kenapa kau menghilang saat jam istirahat tadi siang?,” tanya Sehun.

“Oh, itu. Aku hanya keluar sebentar,” jawab Jessica.

“Kau tidak sedang menemui Luhan, kan?,” tanya Sehun.

Jessica merengut, “Kenapa kau terus melarangku untuk menemuinya?,” tanyanya—kesal.

“Bukankah sebelumnya aku sudah mengatakan bahwa Luhan itu—”

“Kau tidak punya bukti apa-apa, Sehun-ah,” potongnya, “Aku tidak akan percaya pada hal yang tidak memiliki bukti,” tambahnya.

Sehun mendesis. Jessica memang keras kepala, batinnya.

“Sehun-ah~”

Sehun dan Jessica menoleh ke sumber suara. Mereka mendapati Seohyun yang muncul dengan gaun berwarna putih nan indah.

“Whoa! Kau sangat cantik, Seohyun-ya,” puji Jessica.

Seohyun tersenyum, “Bagaimana menurutmu, Sehun-ah?,” tanyanya.

Sehun mengangguk, “Bagus. Kau terlihat cantik seperti bidadari,” jawabnya.

Pipi Seohyun memerah karenanya. Jessica yang melihat hal tersebut menjadi curiga.

“Baiklah. Pelajaran kita selesai. Aku lelah. Aku kembali ke kamar, ya?,” seru Sehun—seraya bangkit dari ranjang Jessica lalu keluar dari kamar Jessica.

Seohyun segera duduk menggantikan posisi Sehun dengan wajah yang masih memerah.

“Ada apa denganmu, Seohyun-ya? What’s happen with your face?,” tanya Jessica.

Seohyun menyentuh pipinya, “Apakah bedakku terlalu tebal?,” tanyanya.

Jessica menggeleng, “Wajahmu memerah saat Sehun memujimu,” jawabnya.

Seohyun mendadak malu. Ia menundukkan kepalanya. Tiba-tiba, suatu ide muncul di otak Jessica.

“Apa yang kau ketahui tentang Sehun?,” tanya Jessica.

Seohyun mengangkat kepalanya. Ia menatap Jessica bingung.

“Apa maksudmu?,” tanya Seohyun.

“Sudah, jawab saja,” ucap Jessica.

Seohyun memejamkan kedua matanya, “Sehun itu sangat penyayang, meskipun dari luar ia sangat dingin, namun ia sangat penyayang. Sehun selalu melindungiku, Sehun selalu membelaku, dia sangat rendah hati, dia juga sering menangis saat ia teringat haraboji. Sehun sangat gemar membaca, Sehun juga suka mengoleksi foto-foto orangtuanya di belakang pintu kamarnya. Sebenarnya masih banyak yang ku ketahui tentangnya,” jelasnya.

“Dan—kau menyukainya, kan?,” tebak Jessica.

Seohyun membuka matanya, “Ya, aku menyukainya,” jawabnya.

Jessica tersenyum sumringah. Tebakanku tidak meleset.

“Tetapi bukan sebagai pria,” ucap Seohyun.

Jessica terdiam. Ia sedikit bingung maksud perkataan Seohyun.

“Aku menyukainya, sangat menyukainya. Sehun adalah orang yang ku sukai, ku kagumi, ku idolakan. Dia sudah ku anggap sebagai oppa, sebagai appa, dan sebagai haraboji. Tapi tidak sebagai pria yang akan ku nikahi nanti. Aku memang sering salah tingkah jika ia memujiku. Tapi, aku seperti itu karena aku sangat senang. Aku senang Sehun peduli padaku. Aku senang Sehun masih menyayangiku seperti appa ku sendiri,” ucap Seohyun.

Kini Jessica mengerti apa maksud perkataan Seohyun. Ia sempat terlena mendengarkan kata demi kata yang di lontarkan oleh Seohyun dengan tulus.

“Tapi, kenapa aku tidak bisa mengetahui tentang Luhan sunbae?,” gumam Jessica—sambil menangis.

“Sica-ya, apa cerita ku sangat menyentuh?,” tanya Seohyun.

>>>

Jessica bertekad untuk menemui Luhan hari ini. Ia sangat penasaran akan apa saja yang ada di dalam diri seorang Luhan. Maka dari itu, Jessica akan menginterogasi Luhan habis-habisan.

“Luhan sunbae? Kau dimana?,” gumam Jessica—sambil mencari-cari sosok idolanya itu.

Namun, matanya menangkap sebuah pemandangan yang tak pernah Jessica harapkan. Ia melihat Luhan bersama seorang siswi yang tampaknya merupakan senior Jessica juga. Jessica pun memutuskan untuk mengintipnya dari balik pohon kesayangannya.

“Sudah hampir satu bulan kau tidak masuk, Yoona-ah,” ucap Luhan.

Siswi—bernama Yoona—itu tertawa renyah, “Aku harus menjalani operasi pada perutku, Luhan-ah. Tumor itu menyiksaku,” jawabnya.

“Tapi, syukurlah sekarang kau sudah sembuh,” ucap Luhan.

Yoona tersenyum, “Aku merindukanmu, Luhan-ah,” ucapnya.

“Aku juga,” jawab Luhan, tangannya menyentuh kepala Yoona, “Aku merindukan kebaikanmu, kepolosanmu, kecerdasanmu, masakanmu, dan segala yang ada di dalam dirimu,” ucapnya.

Jessica meneteskan air matanya. Ia tak menyangka, Luhan mengetahui segala yang ada di dalam diri Yoona.

“Jangan-jangan, Luhan sunbae dan Yoona sunbae adalah sepasang kekasih?,” gumam Jessica.

Jessica pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Ia berlari hingga menabrak seseorang.

“Jessica-ya? Jangan menabrak orang sembarangan,” omel orang itu—yang tak lain adalah Sehun.

Jessica menatap Sehun dengan tajam dengan air mata yang terus berlinang.

“K-Kau menangis? A-Ada apa?,” tanya Sehun—takut.

Jessica langsung memukuli dada Sehun dengan kuat, “Kenapa aku tak mengetahui apa yang ada di dirinya? Padahal aku menyukainya. Di bandingkan Oh Sehun yang keras kepala, kasar, suka emosi, payah, tidak terlalu tampan, menyebalkan, dingin, tidak pandai di bidang olahraga, dan tidak tahu sopan santun!!!,”

Sehun membeku mendengar apa yang di katakan Jessica. Sedangkan Jessica menyentuh bibirnya.

“Mengapa aku tahu apa yang ada di diri Sehun? Mengapa aku tahu terlalu banyak?,” gumam Jessica.

Jessica segera berlari meninggalkan Sehun yang masih mematung di tempat.

“Aku—payah?,” gumam Sehun.

To Be Contiuned

Iklan

32 respons untuk ‘Who I Love? (Chapter 3)

  1. honeyy bunnyy shityy berkata:

    eh sica’a polos bget tp sweet , oh ea tryata seo ama sehun itu bkn saudara kndung…
    thor ditggu part slnjut’a dehc…. gomawo!!

  2. iya kau payah karena ngga nyatain cintamu ke jess, oh sehun.
    aga sedikit bingung sih kenapa jess megang bibirnya? apakah salah ucap atau sebenernya kesliru mau ngelap ingus di idung jadi megang bibir. 😆

    abang chanyeol bener bener naksir jess ya? 😳
    hey yo author, lanjutkan! apa? lanjutkan ff mu yang “who i love”! oh ya? (nyanyi part rep awal sooyoung ama yuri)

  3. baekback berkata:

    Sehun chanyeol luhan. Gila keceeeee *—–* lanjut terus thor!

    Kok kayaknya yang chapter ini agak pendek ya ‘-‘ panjang dong thor buat chapter brikutnya~~
    Fighting!!

  4. AliyaGorjesspazer berkata:

    whoahhhh akhirnya di post jugaaa..
    Ku tunggu2 FF mu yg ini thorrr..
    Luhan J.A.H.A.T !! Sehunn,,jng masukin ke hati omongan sica yaaa,,
    #Next chap ditunggu Bangett!!
    Update Son Neee ^^ Hwaiting 😉

  5. devilsica berkata:

    pas pipinya seo merah, aku kirain dia naksir sehun, eh ternyata cuma salting gara-gara dipuji… -_-
    chanyeol ngegemesin banget deh… Tapi kenapa karakter kayak chanyeol di cerita-cerita biasanya kalah sama karakter kayak sehun ya? Biasanya tokoh utama milih cowok yang cool, dingin, dan misterius… Dan yang baik, perhatian dsb. cuma dianggep sahabat… :((
    dan buat jessi… No comment deh… Polosnya gak ketulungan… Tapi dengan tingkat kepolosan yang segitu kok bisa-bisanya dia dulu mikir buat bunuh diri -__-

  6. Emilchairiah berkata:

    Sica penasaran banget sama luhan?
    Aku masih bingung jangan bilang luhan deketin sica cuma karna mirip sama yoona ahh geregetan
    Ahh sica cute, serius polos banget, nahlo sehun bingung
    Lanjut thor aku yang usernamenya minsicataemwookiehyun

  7. Polosnya biasku ini *cubit sica*
    kalau kaya gitu sifatnya rasanya pengen banget aku kantongin! Pasti lucu :3
    Ahahaha
    Itu artinya kau menyukai Hunnie sica-yaa~
    ekh sehun shock cuma karna denger kata ‘payah'(?) ahahahahaha kalau begitu aku akan sering” bilang sehun payah deh biar dia diam kaya patung /plakk *dirajam

  8. sicca berkata:

    aaduhh… jessicanya polos banget..
    engga tau kenapa jadi sebel sama luhan… udah jessica unnie sama sehun atau engga chanyeol ajh…
    ckckckc

  9. xingenie berkata:

    Kekeke
    Lucu baca part ini, tapi juga sedih T.T
    Aku adalah lusic shipper, tapi kayaknya di ff ini sica ga akan sama luhan#nangisdipojokan
    Oh baru muncul tuh yoona dan dia jadi pacarnya luhan ya?-.-‘
    Ok, part ini bikin aku campur aduk T.T
    Suka momen saat sica sama Chanyeol, lucu *.*

  10. Yes! Seohyun ternyata ga suka sama sehun, nanti kalo suka malah jadi cinta segitiga -_- dan aku benci cinta segitiga. Menyakitkan salah satu pihak saja -,-
    Dan akhirnya Jessica tidak sengaja mengakui kalau dia suka sama Sehun lewat kata-kata spontannya. Semoga aja Hunsica bisa bersatu~
    sebenernya sih mengharap Hansica (?) tapi ga jadi setelah ada scene YoonHan berdua dan menyakiti Jessie eonni! huwaaa~ /apa-apaan ini -_-

Tinggalkan Balasan ke Emilchairiah Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s