Secret Admirer (Chapter 4)


Gambar

Title : Secret Admirer

Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :

  • SNSD’s Jessica as Jessica Jung
  • Super Junior’s Kyuhyun as Cho Kyuhyun
  • 2PM’s Nickhun as Nickhun Horvejkul

Support Cast :

  • T-Ara’s Eunjung as Ham Eunjung
  • SNSD’s Tiffany as Tiffany Hwang
  • SNSD’s Taeyeon as Kim Taeyeon
  • T-Ara’s Jiyeon as Park Jiyeon
  • 2PM’s Wooyoung as Jang Wooyoung
  • etc

Genre : Fluff, Romance, Angst, Friendship

Length : Series

>>> 

Kyuhyun berjalan masuk ke dalam kelasnya dan duduk di kursinya. Bahkan ia tak mempedulikan seorang guru yang sedari tadi ada di depan kelas.

“Darimana saja, Cho Kyuhyun?,”

“Dari toilet, songsaenim,” balas Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, dimana Jessica?,” bisik Tiffany—yang duduknya berada di belakang Kyuhyun.

Kyuhyun tersentak. Ia teringat akan Jessica. Kyuhyun pun beranjak berdiri.

“Ada apa, Cho Kyuhyun? Ingin ke toilet lagi?,” tanya Guru Ahn.

“Saya hanya menyampaikan, bahwa Jessica sedang sakit dan ia berada di UKS,” jawab Kyuhyun—lalu duduk kembali.

“Apa? Jessica sakit?,” tanya Tiffany, kaget.

“Apa sakitnya parah?,” tanya Taeyeon.

Kyuhyun menggeleng, “Tidak juga,” jawabnya.

>>> 

Jessica berjalan menuruni anak tangga dengan mata yang sayu. Namun, di lantai dasar—Jessica kembali bertemu dengan Nickhun.

“Ku dengar kau sakit,” ucap Nickhun.

Jessica menggeleng, “Aku tidak sakit,” jawabnya.

“Tapi, wajahmu sangat pucat,” ucap Nickhun.

“Sudah ku bilang, aku baik-baik saja,” tegas Jessica—lalu pergi meninggalkan Nickhun.

Nickhun menghela napas berat, “Dia masih marah padaku,” gumamnya.

>>> 

“Jessie, kau sakit apa?,” tanya Tiffany.

Jessica menggeleng, “Kyuhyun membohongi kalian. Aku tidak sakit kok,” jawabnya.

“Teganya kau, Kyuhyun-ah,” ucap Taeyeon.

Kyuhyun menggaruk kepalanya, “Aku kehabisan akal,” jelasnya.

“Memangnya tadi kau kemana?,” tanya Tiffany.

“Di atap sekolah,” jawab Jessica.

“Apa yang kau lakukan disana?,” tanya Taeyeon.

“Menangis, dan Kyuhyun menghiburku,” jawab Jessica.

“Apa ini berhubungan dengan Nickhun?,” tanya Taeyeon.

Jessica mengangguk, “Sudah cukup aku di permainkannya. Aku selalu termakan oleh rayuannya. Padahal sebenarnya niatnya jahat. Ia masih bersama Eunjung,” jawab Jessica.

“Keterlaluan pria itu,” geram Tiffany.

“Bukankah sudah ku katakan bahwa Nickhun itu bukan pria yang baik,” cibir Kyuhyun.

Tiffany dan Taeyeon tersenyum mendengarnya. Ini kali pertama mereka melihat Kyuhyun menunjukkan rasa cemburunya di depan Jessica.

Jessica mengangguk, “Maafkan aku, Kyuhyun-ah,” ucapnya.

Kyuhyun mengangguk—seraya mengusap kepala Jessica, “Ya, aku memaafkanmu kok,” jawabnya.

>>> 

“APA??,” teriak Kyuhyun, kaget.

“Ayahmu memintaku untuk memindahkanmu sekolah di U.S. Jadi, minggu ini adalah minggu terakhirmu berada disini,” ucap Kepala Sekolah.

“Tapi—bagaimana dengan olimpiade matematika?,” tanya Kyuhyun.

“Kim Kibum akan menggantikanmu,” jawab Kepala Sekolah.

“Katakan pada appa, aku tidak akan pindah,” perintah Kyuhyun.

“Aku tidak bisa, Kyuhyun-ssi. Ayahmu adalah pemilik yayasan sekolah ini. Aku tidak bisa berbuat apapun,” jawab Kepala Sekolah.

Kyuhyun berdecik kesal. Ia segera keluar dari ruang Kepala Sekolah.

>>> 

Jessica mengutak-atik ponselnya dengan wajah di tekuk. Jessica yang merasa suntuk dan kesepian itu—kini sedang berada di tepi kolam renangnya.

Tiba-tiba, tertera nama seseorang di layar ponselnya. Jessica segera menekan tombol reject. Rupanya seseorang itu adalah Nickhun.

“Aku tidak akan percaya lagi padamu, Nickhun-ssi. You’re freak!,” geram Jessica, murka.

Terdengar suara nada dering kembali dari ponsel Jessica. Kini berupa pesan teks, dan itu bukan dari Nickhun, melainkan Kyuhyun.

Jessica pun segera membuka dan membacanya.

Temui aku sekarang di kedai es krim biasa. Tidak perlu berdandan banyak. Dan jangan menanyakan alasan mengapa aku memintamu untuk menemuiku. Lebih baik kau manfaatkan waktumu untuk berganti pakaian karena aku tahu kau pasti mengenakan pakaian dalam.

Jessica terkekeh membacanya. Tebakan Kyuhyun meleset. Sebenarnya saat ini Jessica hanya mengenakan t-shirt dengan hotpants.

Jessica pun mengetik pesan sebagai balasan pesan dari Kyuhyun.

Aku akan segera kesana, Cho Kyuhyun.

>>> 

Kyuhyun menunggu Jessica sambil memainkan PSP miliknya. Matanya terus fokus pada permainan yang ia mainkan sehingga ia tak sadar bahwa Jessica telah tiba di hadapannya.

“Kau lebih mencintai permainan di bandingkan aku,”

Kyuhyun mengangkat kepalanya. Kaget, tentu saja. Kyuhyun langsung mematikan PSP miliknya.

Jessica pun duduk di hadapan Kyuhyun, “Apa aku terlalu lama?,” tanyanya.

Kyuhyun menggeleng sambil terkekeh, “Tidak kok. Kau datang lebih cepat dari biasanya,” jawabnya.

Jessica mengangguk mengerti, “Sekarang katakan apa yang membuatmu untuk memintaku kemari?,” tanyanya.

Kyuhyun menjilat bibirnya, “Ngg—bagaimana kalau kita memesan es krim terlebih dahulu?,” usulnya.

Jessica terkekeh, “Kau memang paling pintar mengalihkan pembicaraan orang lain,” ucapnya.

Kyuhyun ikut terkekeh. Ia pun memanggil pelayan dan segera memesan.

“Berikan aku rasa mocca,” pinta Kyuhyun. “Bagaimana denganmu, Sica-ah?,” tanyanya.

“Aku mau vanilla,” jawab Jessica.

“Baiklah. Harap menunggu,” ucap seorang pelayan—lalu pergi.

“Jadi?,” tanya Jessica.

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, “Apa?,” tanyanya.

Jessica menghela napas berat, “Jangan berpura-pura lupa, Kyuhyun-ah. Kau memiliki IQ tertinggi di sekolah,” ucapnya.

“Aku harus ke toilet dulu,” ucap Kyuhyun.

“Jangan!,” seru Jessica, “Katakan dulu,” pintanya.

Kyuhyun tersenyum jahil, “Akan ku katakan jika kau ingin ikut denganku ke toilet,” ucapnya.

Jessica mencubit lengan Kyuhyun hingga Kyuhyun harus meringis kesakitan.

“Sakit, Sica-ah,” ringis Kyuhyun.

“Itu akibatnya karena kau berani padaku,” ucap Jessica, kesal.

>>> 

Nickhun membanting ponselnya ke sembarang tempat. Ia sudah menghubungi Jessica sebanyak hampir seratus kali. Tapi, Jessica tak kunjung menjawab. Dan sekarang nomor ponsel Jessica tidak aktif.

“Oppa, jangan risau seperti itu,” ucap Jiyeon.

“Bagaimana aku tidak risau, Jiyeon-ah? Jessica pasti sangat membenciku sekarang,” ucap Nickhun, prustasi.

“Lupakan saja dia, oppa. Kan masih ada Eunjung,” ucap Jiyeon.

Nickhun mengacak-acak rambutnya, “Wanita itu—dia yang ada di balik semua ini, Jiyeon-ah. Kalian bekerja sama, kan?,”

Jiyeon menggeleng, “Tidak,” jawabnya.

Nickhun mengusap wajahnya kasar, “Aku takkan memaafkan wanita itu. She’s damn girl,” gerutunya.

Jiyeon mengangkat bahunya. Meskipun dirinya adalah sahabat Eunjung, tapi ia tak terlalu suka mencampuri urusan Eunjung dan Nickhun, kakak tirinya sendiri.

>>> 

Tiffany dan Taeyeon sedang menonton film di bioskop bersama teman kencan mereka. Mereka melangsungkan kencan ganda. Saat ini, mereka tengah menyaksikan film romantis dan dramatis berjudul The Perks of Being a Wallflower yang di perankan oleh aktris mendunia, Emma Watson.

Disisi lain, ada dua sahabat yang turut menyaksikan film tersebut. Mereka adalah Kyuhyun dan Jessica. Mereka duduk terpisah dengan Taeyeon dan Tiffany. Mereka juga saling tidak mengetahui keberadaan masing-masing.

“Bagaimana menurutmu filmnya?,” tanya Kyuhyun.

“Membosankan,” jawab Jessica, “Kau tahu sendiri bahwa aku menyukai film action,” tambahnya.

Kyuhyun terkekeh pelan, “Sesekali kita menonton film romantis kan tidak apa,” guraunya.

Jessica menghela napas berat. Meskipun pemerannya adalah aktris favoritnya, tetapi ia tetap saja tidak nyaman dengan film tersebut.

“Lebih baik kita menonton film Harry Potter and the Deathly Hallows part 2 saja,” usul Jessica.

Kyuhyun menggeleng, “Kita sudah menontonnya sebanyak 15 kali, Sica-ah,” jawabnya, “Apa kau tidak bosan?,” tanyanya.

Jessica menggeleng, “Tidak. Film dari novel karangan J.K. Rowling itu memiliki unsur animasi yang terlihat nyata dan keren. Film itu jauh lebih menantang,” jawabnya.

Kyuhyun memutar bola matanya, “Terserah apa katamu saja,” ucapnya.

Kyuhyun akui, hari ini Jessica cukup menyebalkan. Tapi, inilah yang akan selalu ia kenang. Dan Kyuhyun tidak mau kehilangan kenangan tersebut.

>>> 

Eunjung sedang memandangi danau di belakang sekolahnya dengan pandangan sedikit kosong. Entah apa yang ia pikirkan sekarang.

“Ku rasa kau harus membiarkan Nickhun bersama Jessica,”

Eunjung menoleh ke sumber suara, “Wooyoung-ssi?,”

Wooyoung tersenyum, “Nickhun sudah tidak mencintaimu lagi,” ucapnya.

Eunjung memicingkan matanya, “Jangan sok tahu, Wooyoung-ssi,” ucapnya, sarkatis.

Wooyoung tertawa renyah—seolah ada hal yang lucu yang baru ia lihat, “Jangan mengataiku seperti itu. Aku adalah sahabat Nickhun. Dia sendiri yang mengatakan hal itu padaku,” ucapnya.

Eunjung kembali meluruskan pandangannya menuju danau yang tenang, “Aku lebih mengetahui Nickhun. Meskipun sekarang dia berjalan bersama Jessica, tapi aku tahu dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia masih mencintaiku,” ucapnya.

“Ucapanmu terdengar seperti harapan palsu, Eunjung-ssi,” ucap Wooyoung.

Eunjung menatap Wooyoung geram, “Pergi kau dari sini, sialan. Kau pikir wajahmu itu cukup tampan untuk bicara selancang itu? Bahkan sampai saat ini kau tidak punya pacar,” hinanya.

Wooyoun menatap Eunjung intens, “Aku tidak punya pacar, bukan berarti aku jelek,” ucapnya—lalu pergi meninggalkan Eunjung sendirian.

Butiran kristal pun jatuh dari pelupuk mata indah milik Eunjung. Namun, ia segera mengusapnya.

“KENAPA TIDAK ADA YANG SATU PIKIRAN DENGANKU??!!!,” teriak Eunjung.

>>> 

Nickhun menahan lengan Jessica, “Aku ingin bicara,” pintanya.

Jessica menepis tangan Nickhun dari lengannya, “Sayangnya aku sedang tidak ingin bicara,” jawabnya—lalu pergi.

Namun, Nickhun tetap mengejar Jessica.

“Tolong dengarkan penjelasanku,” pinta Nickhun.

“Semuanya sudah jelas, Nickhun-ssi,” ucap Jessica.

“Eunjung memelukku, bukan atas kehendakku,” ucap Nickhun.

“Tapi kau senang, bukan?,” tebak Jessica.

“Aku membencinya, Jessica-ya,” ucap Nickhun.

“Tidak semua orang berubah dengan cepat, Nickhun-ssi. Untuk mempercayaimu membutuhkan waktu yang lama,” ucap Jessica—lalu kembali pergi.

Kali ini Nickhun tak mengejar. Ia mengusap wajahnya kasar. Ia tahu ia salah. Dan ia prustasi dan bingung apa yang harus ia lakukan agar Jessica kembali mempercayainya.

>>> 

Hari sabtu telah tiba. Hari terakhirnya di Seoul. Besok, Kyuhyun akan terbang menuju U.S. Kyuhyun akan meninggalkan sahabat-sahabatnya yang mengiranya hanya pergi dalam kurun waktu satu minggu atas terlaksananya olimpiade matematika. Namun, sayangnya, itu semua salah.

“Kyuhyun-ah, apa tidak bisa di tunda lagi?,” tanya Taeyeon.

Kyuhyun menggeleng lemah, “Besok aku harus pergi,” jawabnya.

“Tenang saja, Taeyeon-ah. Kyuhyun hanya pergi selama satu minggu saja,” ucap Jessica.

Kyuhyun tersenyum kecut mendengarnya.

“Oh, ya, ngomong-ngomong, dimana Tiffany?,” tanya Taeyeon.

Jessica mengangkat bahunya, “Biasanya dia bersamamu,” ucapnya.

“Mungkin sedang piket,” ucap Kyuhyun.

>>> 

Tiffany membasuh wajahnya di wastafel di toilet perempuan. Ia melihat dirinya di sebuah cermin di hadapannya. Penampilannya terlihat hancur dan berantakkan. Matanya memerah dan bengkak.

“Apa yang harus ku lakukan? Bagaimana aku memberitahu Taeyeon dan Jessica?,” gumam Tiffany, bingung.

“Ada apa, Tiffany-ssi? Kau seperti habis menangis,” seru Jiyeon.

Tiffany menggeleng, “Aku tidak apa-apa,” jawabnya.

Tiffany pun segera keluar dari toilet. Ia terus berjalan tanpa melihat ke depan melainkan menunduk ke bawah. Akibatnya, Tiffany menabrak seseorang.

BRUKK!!

“Fany-ah, perhatikan jalanmu,” tegur seseorang yang Tiffany tabrak.

Mengenali suara tersebut, Tiffany segera mengangkat kepalanya. Setelah merasa dugaannya benar, Tiffany spontan memeluk orang itu dengan isakan tangis yang keluar dari mulutnya.

“F-Fany-ah, ada apa?,” tanya orang itu, cemas.

“Dasar Cho Kyuhyun. Apa yang harus ku lakukan sekarang, bodoh?,” tanya Tiffany.

“A-Apa maksudmu?,” tanya Kyuhyun, bingung.

“Kau akan pindah. Dan kau akan meninggalkan kami, sahabat-sahabat terbaikmu. Kau sangat jahat!,” ucap Tiffany—seraya memukuli dada Kyuhyun.

“M-Maafkan aku. Ini bukan kehendakku,” ucap Kyuhyun.

“Kalau begitu, batalkan saja. Kau penguasa disini,” usul Tiffany.

Kyuhyun menggeleng, “Tidak semudah itu, Fany-ah,” ucapnya.

“Lalu, apa yang harus ku katakan pada Jessica dan Taeyeon?,” tanya Tiffany.

“Rahasiakan ini sampai aku sendiri yang memberitahu mereka, terutama Jessica,” pinta Kyuhyun.

“T-Tapi—kapan?,” tanya Tiffany.

“Sampai aku siap untuk memberitahunya,” jawab Kyuhyun.

Tiffany kembali memeluk Kyuhyun. Kyuhyun merupakan sahabatnya yang paling dekat dengannya. Jadi, wajar saja jika dirinya takut kehilangan Kyuhyun.

>>> 

Jessica dan Taeyeon menemukan Tiffany dan Kyuhyun yang sudah menunggu di area parkir. Mereka pun langsung menghampiri dua sahabat itu.

“Fany-ah, kau darimana saja?,” tanya Taeyeon, cemas.

Tiffany terkekeh, “Aku ada tugas piket di perpustakaan,” jawabnya.

Jessica mengerucutkan bibirnya, “Ku pikir kau di culik alien,” ucapnya.

Taeyeon menengadahkan tangannya pada Jessica, “Aku menang. Berikan aku 10 galleons,” tagihnya.

“Galleons?,” tanya Tiffany, “Bukankah itu mata uang di dunia sihir?,” tanyanya.

Taeyeon dan Jessica tertawa, “Kami bertaruh jika Jessica kalah, ia akan memberikanku 10 galleons seperti di film Harry Potter. Sedangkan kita sendiri tak menggunakannya. Jadi, Jessica akan menggantinya dengan bayaran mentraktir kita semua makan sepuasnya,” jelas Taeyeon.

“Benarkah?,” tanya Tiffany.

Jessica mengangguk, “Aku mengakui kekalahanku. Kalian mau makan dimana?,”

“Bagaimana kalau di restoran Perancis?,” usul Kyuhyun.

“Ah, itu restoran mahal,” ucap Jessica.

Tiffany menggeleng cepat, “Aku akan patungan denganmu,” ucapnya.

“Benarkah?,” tanya Jessica.

“Ngg—Fany-ah,” tegur Kyuhyun, tidak enak.

Tiffany tersenyum pada Kyuhyun. Setidaknya aku ingin makan di restoran impian kita berempat di hari terakhir kita bersama, batinnya.

“Asyik! Makan di restoran Perancis,” seru Taeyeon dan Jessica, bahagia.

Kyuhyun tersenyum melihat ketiga sahabatnya tampak ceria. Aku berjanji meski kita berpisah, aku akan selalu mengunjungi kalian, batinnya.

To Be Contiuned

Iklan

14 respons untuk ‘Secret Admirer (Chapter 4)

  1. ahh itu kyu mau pindah
    terus sica gimana? kyu jangan pindah eoh
    kenapa aku masih belum liat ketertarikan sica disini yah
    terus kapan sica sadarnya kalo kyu itu berarti banget /hiperbola/
    next chap buat sica nyadar yah eonn sama perasaan dia ke kyuhyun^^

  2. devilsica berkata:

    huweee kyu kok pindah?? Dia kan harus jagain jessica… 😥
    aku merasa sepertinya bakal ada sesuatu antara wooyoung dan eunjung kekeke…

  3. aein berkata:

    Cuman fany yg baik bgt sm kyu. Tp ttp berharap sica bakal suka kyu suatu saat nanti. Huaaa kyu nya musti pindah deh. Smoga bakal cepet balik.

  4. Top Markotop! #apaan lagi, tuh?
    Please, ya, Saeng … Endingnya KhunSica, ya? Soalnya aku shipper badai kopel itu .. But, aku jga shippernya KyuSica, maunya gimana, ya, Saeng?
    Klo gitu semuanya kuserahkan buat kamu, deh … Soalnya instingku mengatakan #weleh weleh ….# klo endingnya KyuSica, huhuhu … KhunSica-ku~
    For Eunjung, mendingan sma Wooyoung aja, yach? Cocok, deh ….
    Next chapter slalu kunantikan, Saeng …

  5. xingenie berkata:

    Huftt~
    Seneng sama persahabatan taesickyufan, aku kira tiffany kenapa sampe segitunya, eh ternyata dia nangis karena tahu kyuhyun pindah u.u
    Gimana reaksinya sica ya kalau tahu kyuhyun pindah bukan ikut olimpiade?

Tinggalkan Balasan ke aein Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s