Who I Love? (Chapter 4)


Title : Who I Love?

Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :

  • SNSD’s Jessica as Jessica Jung
  • EXO-K’s Sehun as Oh Sehun
  • EXO-M’s LuHan as Xiao Lu Han
  • EXO-K’s Chanyeol as Park Chanyeol

Support Cast :

  • SNSD’s Seohyun as Oh Seohyun
  • SNSD’s YoonA as Im Yoona
  • EXO-K’s Baekhyun as Byun Baekhyun
  • SNSD’s Taeyeon as Kim Taeyeon
  • EXO-M’s Xiumin as Kim Minseok
  • etc

Genre : Romance, Fluff, Friendship

Length : Series

>>> 

Jessica berbaring di atas ranjang yang berada di kamarnya. Ia terus memikirkan kejadian tadi siang.

“Mengapa aku mengetahui Sehun begitu banyak?,” gumam Jessica.

Jessica menggigit bibirnya, “Jangan katakan aku menyukainya,”

Jessica beranjak bangun dan mengacak-acak rambutnya prustasi. Mungkin penampilannya saat ini seperti pengemis jalanan yang tinggal di kolong jembatan di Indonesia.

Namun, sebuah akal muncul di otaknya, “T-Tunggu dulu,” ucap Jessica.

“Aku dan Sehun kan tinggal satu rumah? Otomatis aku banyak mengetahui dirinya,” ucap Jessica—seraya mengangguk-anggukan kepalanya.

Jessica mengusap dadanya pelan sambil tertawa keras. Jika tadinya seperti pengemis, tampaknya kita harus mengubahnya menjadi orang gila yang ada di rumah sakit jiwa.

Jessica menghela napas lega, “Syukurlah!,” gumamnya, “Ku pikir aku menyukainya. Pasti aneh jika aku menyukai pria semenyebalkan Sehun,” ucapnya.

Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu Jessica. Jessica segera bangkit dari ranjangnya. Saat ia melintasi cermin, ia langsung mengoreksi dirinya di depan cermin. Betapa buruknya penampilannya sekarang.

“Ini semua karena omong kosong Taeyeon. Aku menjadi stres seperti ini,” gumam Jessica.

“Sica-ya~”

Jessica lupa. Tadi ada yang mengetuk pintu kamarnya. Jessica pun segera membuka pintu kamarnya.

“A-Astaga!,” seru Seohyun, kaget—akan penampilan Jessica.

Jessica terkekeh, “Aku tidak apa-apa kok,” ucapnya, “Saatnya makan malam, kan?,” tanyanya.

Seohyun hanya menganggukan kepalanya. Ia masih syok melihat penampilan Jessica.

“Aku akan segera turun. Kalian duluan saja,” ucap Jessica—lalu menutup pintunya kembali.

>>> 

“Sica-ya, sepertinya kau bahagia sekali,” seru Seohyun—melihat Jessica melahap porsi makannya dengan semangat dan penuh senyuman.

Jessica mengangguk cepat, “Iya. Aku bahagia sekali,” jawabnya.

Sedangkan Sehun terlihat tidak nafsu makan. Ia hanya mengaduk-aduk porsi makanannya dengan tatapan menyedihkan.

“Sehun-ah, apa kau baik-baik saja?” tanya Seohyun, cemas.

Sehun mengangguk lemah, “Aku hanya tidak nafsu makan saja,” jawabnya.

Seohyun mengangguk mengerti. Tampaknya Sehun memiliki masalah, batinnya.

Jessica pun ikut cemas dengan keadaan Sehun. Biasanya, Sehun akan menjadi cerewet dan banyak bertanya jika Jessica sedang bahagia. Tapi, sepertinya saat ini Sehun sedang sibuk dengan dunianya sendiri.

“Aku—payah?,” gumam Sehun, dalam hati.

>>> 

Luhan dan Minseok sedang mengerjakan data-data sekolah. Well, mereka adalah ketua dan wakil ketua osis. Jadi, wajar saja jika mereka selalu di sibukkan dengan tugas sekolah.

“Luhan-ah~” panggil Minseok.

Luhan mendongak, “Ada apa, hyung?,” tanyanya.

“Ku dengar, Yoona sudah kembali,” jawab Minseok, “Apa itu benar?,”

Luhan mengangguk mengiyakan.

“Dan—itu artinya hubunganmu dengan Yoona akan kembali?,” tanya Minseok.

“Inginku seperti itu, hyung. Tapi, aku harus menyelesaikan tugasku terlebih dahulu,” jawab Luhan.

“Tugas apa?,” tanya Minseok.

“Mengejar Jessica, hyung,” jawab Luhan.

Minseok mengerjap, “J-Jadi, kau masih mengejar gadis berdarah campuran itu?,” tanyanya.

Luhan tersenyum sinis, “Jessica adalah mangsaku, hyung. Setelah aku menghabisinya, maka semua dendam kita pada keluarga Oh Sehun akan terbalaskan,” jawabnya.

“Tapi—kenapa harus Jessica? Kenapa bukan Seohyun saja? Sudah jelas Sehun sangat menyayangi Seohyun,”

Luhan terkekeh pelan, “Apa gunanya aku menjadi putera dari seorang psikolog ternama di Asia, hyung?,” guraunya.

Minseok mengernyit bingung. Ia masih kurang mengerti.

“Aku bisa membaca Oh Sehun, hyung. Dan aku tahu, Jessica lebih berharga untuknya di bandingkan Seohyun. Percayalah padaku,”

>>> 

Jessica berjalan menuju kelasnya bersama Sehun dan Seohyun. Namun, di depan pintu ruang kelas mereka, Taeyeon sudah menghadang mereka. Dengan tangan di rentangkan di kanan dan kiri seperti orang-orangan sawah. Hanya saja Taeyeon tidak cocok di katakan seperti itu karena tubuhnya tidak seramping dan setinggi orang-orangan sawah.

“Beri jalan untukku, Kim Taeyeon,” ucap Jessica.

“Tidak akan,” jawab Taeyeon, “Kecuali kau mau ikut denganku,” tambahnya.

“Memangnya ada apa, Taeyeon-ah?,” tanya Seohyun.

“Ini urusan penting, Seohyun-ah. Ini masalah hati! Percintaan!,” jawab Taeyeon—dan ia menekankan kata hati dan percintaan.

Mendengar itu, pikiran Sehun menjadi semakin kacau. Ia menjadi penasaran apa yang sebenarnya mereka bahas. Sampai-sampai Sehun harus tersangkut-paut sehingga Jessica mengatainya payah.

Jessica menghela napas kasar, “Kita masih membahas hal kemarin?,” tanyanya.

“Aku hanya ingin keadilan, Jessica Jung. Aku sudah menceritakan tentang orang yang ku sukai. Sekarang, giliran kau menceritakan tentang orang yang kau sukai,” seru Taeyeon.

“Hei, aku tidak pernah memintamu untuk melakukan itu,” ucap Jessica, kesal.

“You—must—follow—me!,” seru Taeyeon—lalu menyeret Jessica pergi ke luar kelas.

“Seohyun-ah, tolong aku!,” pinta Jessica.

Seohyun hanya tersenyum kaku sambil melambai-lambaikan tangannya. Ia menggeleng pelan. Ada-ada saja mereka, batinnya—lalu masuk ke dalam kelas.

Sementara Sehun masih mematung di tempat. Siapa orang yang di sukai Jessica?, batinnya.

>>> 

“Sehun-ah, apa kau melihat Taeyeon?,” tanya Baekhyun—pada Sehun yang sedang duduk dengan tatapan kosong.

Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Sehun. Sehun tidak seperti biasanya, batin Baekhyun.

“Sehun-ah, apa yang terjadi padamu?,” tanya Seohyun, cemas.

“Calm down, guys,” seru Chanyeol.

“Bagaimana bisa tenang? Sahabat kita sedang aneh seperti ini,” jawab Baekhyun, “Apa Sehun memiliki penyakit, Seohyun-ah?,” tanyanya.

Seohyun menggeleng cepat, “Sehun tidak punya penyakit kok,” jawabnya.

“Ku rasa Sehun sedang galau,” ucap Chanyeol.

Seohyun dan Baekhyun menatap Chanyeol dengan ekspresi bingung.

“Penyakit macam apa itu?,” tanya Baekhyun.

Chanyeol memainkan telunjuknya, “Itu bukan penyakit. Sebenarnya bisa di katakan penyakit. Tapi, cara menyembuhkannya bukan pada tim medis,” jawabnya.

“Lalu, bagaimana caranya?,” tanya Seohyun.

“Cukup dengan hibur dia hingga dia melupakan semua masalah yang membuatnya menjadi seperti ini,” jawab Chanyeol.

“Bagaimana cara menghiburnya? Di ajak bicara saja tidak bisa,” ucap Baekhyun.

Chanyeol tersenyum misterius, “Hanya ada satu cara,” ucapnya.

>>> 

“Kenapa bukan Seohyun saja?,” protes Jessica.

“Ayolah, Jung-ya. Sehun hanya akan mau bicara jika ia bersamamu,” ucap Chanyeol.

Jessica melipat tangannya di depan dadanya, “Sok tahu!,” ucapnya, “Sehun juga mau kok berbicara pada Seohyun,” ucapnya.

Chanyeol menggaruk kepalanya. Gadis ini tidak mengerti maksudku, batinnya.

“Kalian kan selalu bertengkar. Jadi kalian tampak akrab. Ah, kalian pokoknya harus berkencan,” seru Chanyeol.

“Masa aku harus berkencan dengan setan itu?,” gumam Jessica, malas.

“Ayolah, demi Sehun,” bujuk Chanyeol.

“Iya, iya. Aku mau,” jawab Jessica, akhirnya.

Chanyeol tersenyum. Aku melakukan ini karena aku tahu Sehun menyukaimu, Jung-ya. Aku melihatnya dari sorot matanya. Sangat terlihat jelas, batinnya.

>>> 

Jessica dan Sehun berada di sebuah kafe di Lotte World. Mereka baru selesai menaiki wahana bermain. Memang, tampaknya Sehun terkena virus galau. Meskipun bersama Jessica, meskipun menaiki wahana-wahana yang menyenangkan, wajah datarnya tetap tidak berubah. Sehun juga tidak banyak bicara sedari tadi.

“Sebenarnya ada apa denganmu?,” tanya Jessica, kesal.

Sehun menggeleng pelan. Hanya itu jawabannya.

Jessica mendesis, “Kau ini memang payah, ya?,”

DEG!

Sehun merasakan rasa sakit di dadanya saat Jessica kembali mengatainya payah. Jika kalian tak bisa membayangkan rasa sakitnya, bayangkan saja jika pacar atau orang yang kalian sukai mengatai kalian payah dalam artian yang buruk (bukan bercanda).

“S-Sehun-ah—”

Sehun memejamkan matanya. Ia mencoba menahan rasa sakitnya. Saat ia membuka matanya, ia memasang wajah marahnya. Dan itu membuat Jessica gelabakan kaget.

Sehun mencengkram kuat lengan Jessica, “Ikut aku!,” perintahnya.

“K-Kita mau kemana?,” tanya Jessica, takut.

Sehun tidak mempedulikan pertanyaan Jessica. Ia menarik tangan Jessica hingga keluar dari Kafe.

“Lepaskan aku, Sehun-ah,” berontak Jessica—seraya berusaha melepaskan cengkraman kuat Sehun dari lengannya.

Sehun terus menyeretnya hingga mendorong Jessica masuk ke dalam mobil milik Sehun. Sehun juga masuk dan mengunci pintu mobilnya. Sehun mengenakan sabuk pengaman, dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh.

“Sehun-ah, hentikan! Kau ingin kita mati?,” tanya Jessica, geram.

Sehun tak mempedulikan perkataan Jessica. Ia terus fokus pada setirannya.

Dan, sampailah mereka ke tempat yang ingin di tuju oleh Sehun.

“Untuk apa kita ke tempat pelatihan bowling?,” tanya Jessica, bingung.

Sehun tak menjawab. Ia segera keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Jessica. Jessica segera keluar. Ia masih bingung sebenarnya ada apa dengan Sehun.

“Ayo masuk!,” ajak Sehun—seraya menarik lengan Jessica lagi. Kali ini tidak sekuat yang tadi.

Mereka pun masuk ke dalam tempat tersebut. Sehun segera mengambil bola bowling.

“Sebenarnya apa yang kau inginkan, Oh Sehun? Aku tidak mengerti,” ucap Jessica.

Sehun mendekatkan wajahnya pada wajah Jessica, “Aku ingin membuktikan bahwa aku tidak payah.” jawabnya.

“Eh?,”

Sehun memfokuskan matanya ke kumpulan benda-benda berwarna putih yang harus ia robohkan dengan bola bowling yang ada di tangannya.

“Siapa bilang aku payah di bidang olahraga?,” tanya Sehun—seraya melempar bola bowling hingga sukses mencetak angka.

Jessica memandang mata Sehun. Sehun pun melakukan hal yang sama. Sedetik kemudian, mereka tertawa renyah.

“Maksudku kau payah pada olahraga sepak bola dan lari maraton,” ucap Jessica.

“Oh—kau meremehkanku, Jessica Jung?,” tanya Sehun.

Jessica tersenyum dan mengangguk, “Bagaimana jika kita bertanding sepak bola?,” usulnya, “Jika aku menang, kau harus menghabiskan belut gosongku tiga piring,” taruhnya.

“A-Apa? Tidak mau. Belutmu kan tidak ada enaknya sama sekali,” tolak Sehun.

“Kalau begitu, aku akan menyebutmu payah setiap hari,” ucap Jessica.

Sehun mendesis, “Baiklah. Aku mau,” jawabnya, “Tapi, jika aku yang menang—”

“Uh-hu?,”

“Kau harus mau menjadi kekasihku,”

Jessica terkekeh, “Hanya itu? Mudah seka—” ucapnya tertahan karena merasa ada suatu kejanggalan. Saat ia sudah mendapatkan kejanggalan itu, “APA? JADI KEKASIHMU?,” teriaknya, syok.

Sehun terkekeh pelan, “Aku hanya bercanda,” jawabnya, “Kau tidak boleh memanggilku payah lagi saja. Bagaimana?,”

“Baiklah,” jawab Jessica.

>>> 

Seohyun melirik ke arah jam dinding, “Sudah pukul 9 malam. Tapi, mereka belum pulang juga,” ucap Seohyun, cemas.

Chanyeol memegang bahu Seohyun, “Tenang saja. Menurutku, mereka sedang bersenang-senang kok,” ucapnya.

Seohyun mengangguk sambil tersenyum manis. Chanyeol sempat terpana melihatnya. Mengapa aku baru sadar bahwa Seohyun sangat manis?, batinnya.

“Kau yakin Jessica berhasil menyembuhkan penyakit Sehun?,” tanya Baekhyun, ragu.

Chanyeol tersenyum, “Percayalah padaku,” jawabnya.

“KAMI PULANG!!!,”

Seohyun, Chanyeol, Baekhyun dan Taeyeon reflek berdiri. Mereka kaget melihat wajah berbinar dari Sehun.

“Chanyeol-ah, kau benar,” seru Baekhyun.

Chanyeol hanya tersenyum bangga.

“Sehun-ah, kenapa sampai selarut ini?,” tanya Seohyun.

Sehun tersenyum, “Aku dan Jessica bertanding sepak bola, dan aku menang. Tapi, Jessica meminta untuk tanding kembali dalam lari maraton. Dan sekali lagi, aku yang menang,” jawabnya, bersemangat.

“Woah! Hebat!,” seru Baekhyun, “Setahuku kau lemah dalam dua olahraga itu,” ucapnya.

“Tentu saja karena lawannya itu Jessica. Jessica kan perempuan,” ucap Taeyeon.

“Sica-ya, ada apa dengan wajahmu?,” tanya Seohyun—yang melihat wajah Jessica yang menegang.

Jessica mengerjap dan menggelengkan kepalanya dengan cepat, “A-Aku tidak apa-apa,” jawabnya, “Aku istirahat dulu, ya,” ucapnya—lalu segera berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Sehun tersenyum melihat tingkah Jessica. Tiba-tiba, ia merasakan sakit di punggungnya, “Sepertinya sang juara juga butuh istirahat,” ucapnya.

Chanyeol menghela napas berat, “Padahal kami ingin mengajakmu bermain monopoli,” ucapnya, kecewa.

“Iya, iya, aku mau main. Tapi, aku mandi dulu, ya,”

“Tapi—apa ini tidak terlalu malam?,” tanya Taeyeon.

Baekhyun mengusap kepala Taeyeon, “Besok kan hari minggu. Jadi, tidak apa jika kau bangun kesiangan,” jawabnya.

Semburat merah merekah di wajah Taeyeon. Perlahan, ia menganggukan kepalanya.

“Bagaimana jika kalian menginap disini?,” usul Seohyun.

“Ide bagus, Seohyun-ah,” seru Taeyeon, Baekhyun, Chanyeol dan Sehun.

“Taeyeon tidur bersamaku saja,” ucap Seohyun.

Taeyeon mengangguk, “Baiklah,” jawabnya.

“Asyik! Aku tidur dengan Jung,” seru Chanyeol.

PLETAKKK!!!

“Kau tidur di kamarku bersama Baekhyun juga,” ucap Sehun.

>>> 

Jessica menyisir rambutnya yang habis di keringkan dengan hairdryer. Jessica baru selesai mandi. Sekujur tubuhnya tadi lengket karena keringat yang begitu banyak.

Namun, Jessica kembali teringat kejadian saat ia kalah tanding lari maraton tadi.

“Masa aku kalah lagi!,” gerutu Jessica, kesal.

 

Sehun terkekeh, “Ternyata yang payah itu kau, ya?,” ledeknya.

 

Jessica memicingkan matanya, “Apa-apaan itu payah? Aku tidak payah. Aku perempuan. Wajar jika kalah dengan laki-laki,” ucapnya.

 

Sehun hanya tertawa mendengarnya.

 

“Aku masih tidak terima. Masa aku kalah dengan Oh Sehun yang payah? Padahal saat tinggal di Amerika, aku selalu menjadi juara. Tapi, mengapa aku kalah? Apa lagi harus kalah dengan Oh Sehun yang pay—”

 

CHU~

 

Jessica terdiam saat Sehun mencium bibirnya. Sehun menempelkan bibirnya pada bibir Jessica sekitar 15 detik. Setelah itu, Sehun mulai memejamkan matanya dan melumat bibir Jessica. Jessica yang masih kaget dan syok hanya bisa diam selagi Sehun bermain dengan bibirnya. Namun, lama-kelamaan Jessica mulai menikmati ciuman Sehun. Jessica ikut memejamkan matanya dan membalas lumatan Sehun.

 

Jessica menepuk pipinya, “Ah, kenapa aku membalas ciumannya?,” tanyanya, prustasi.

“Apalagi ini adalah ciuman pertamaku. Kenapa harus Sehun yang merebutnya? Kenapa bukan Luhan sunbae saja yang jelas lebih tampan?,”

Lagi, Jessica harus melewati malamnya dengan pikiran yang membuatnya tak bisa tidur.

>>> 

Sehun keluar dari toilet di kamarnya. Sehun tersentak saat melihat Chanyeol dan Baekhyun sudah terlelap di ranjangnya. Bahkan, tidak ada tempat yang mereka sisakan untuk Sehun.

“Sebenarnya yang punya kamar itu siapa?,” gumam Sehun, kesal.

Sehun pun memutuskan untuk keluar dari kamarnya. Ia berjalan menuju kamar Jessica. Di bukanya pintu kamar Jessica. Ternyata Jessica belum tidur.

“A-Ada apa kau kemari?,” tanya Jessica, was-was.

Sehun menutup pintu kamar Jessica, “Boleh aku tidur disini?,” tanyanya.

Mata Jessica membulat sempurna, “Enak saja. Tidur di kamarmu,” serunya.

“Baekhyun dan Chanyeol tidur di ranjangku. Aku tak di sisakan tempat,” jawab Sehun.

“K-Kalau begitu, tidur saja di sofa,” ucap Jessica, gugup.

Sehun berjalan menuju sofa yang terletak di kamar Jessica, “Kau pikir aku mau tidur di ranjangmu? Aku bukan pria mesum,” ucapnya.

Jessica mengerucutkan bibirnya. Namun, tiba-tiba saja listrik padam. Jessica berteriak keras. Sehun pun segera menyalakan ponselnya dan menghampiri Jessica dan memeluknya.

“Kau takut?,” tanya Sehun.

“Aku takut gelap,” jawab Jessica.

Sehun baru ingin beranjak pergi untuk mencari lampu, tapi Jessica menahannya.

“Tetap disini,” mohon Jessica.

“T-Tapi—”

“Aku takut, Oh Sehun,” ucap Jessica, takut.

Sehun mengangguk mengerti. Ia mendorong Jessica agar Jessica berbaring. Sehun ikut berbaring di sebelahnya sambil memeluknya. Posisi mereka saat ini berhadapan.

“Aku takut,” ucap Jessica.

“Tenang. Ada aku disini,” ucap Sehun, “Sekarang tidurlah,”

“Janji ya jangan tinggalkan aku,” ucap Jessica.

Sehun mengangguk, “Aku berjanji,” jawabnya.

Jessica pun mulai memejamkan matanya. Sehun terus mengusap punggung Jessica dengan tangannya yang melingkari perut Jessica. Lama-kelamaan, Sehun juga mengantuk. Akhirnya, Sehun pun memejamkan matanya dan tertidur.

>>> 

“Sehun menghilang!!,” seru Chanyeol dan Baekhyun.

“Kalian bercanda,” ucap Taeyeon.

“Untuk apa kami bohong? Dia tidak ada di kamar,” ucap Baekhyun.

“Ayo kita cari dia,” ucap Seohyun.

Seohyun, Baekhyun, Taeyeon dan Chanyeol pun berpatroli di rumah Sehun dan Seohyun. Saat Chanyeol tiba di depan kamar Jessica, dengan isengnya ia membuka pintu tersebut dengan lebar.

“ASTAGA!!,” teriak Chanyeol, syok.

Mendengar teriakan Chanyeol, otomatis Taeyeon, Baekhyun dan Seohyun menghampiri Chanyeol. Mereka pun melihat apa yang Chanyeol lihat.

“ASTAGA!!,” pekik ketiganya.

Mendengar teriakan itu, Jessica dan Sehun terbangun dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya. Sehun dan Jessica bangkit dan saling memandang. Setelah merasa sadar dan merasa ada kejanggalan, mereka berdua pun sama-sama berteriak.

“AAAAAA!!!!!,”

To Be Contiuned

Review, please!

Jangan ngecewain saya ya dengan komentar yang sedikit. Saya juga butuh komentar berisi kritikan dan saran. Dan saya harap tidak ada siders disini. Kali ini saya gak boongan lagi. Chapter kemaren komentarnya kurang dari 20, tapi tetep saya lanjutin. Tapi, di chapter ini, jika komentarnya kurang dari 30, saya gak akan lanjutin FF ini. Suwer! Kalo saya ngelanggar, saya bakal bikin FF sebanyak 20 dalam waktu satu hari (FF Oneshot). Itu jika saya tetap memposting lanjutannya meskipun komentarnya kurang dari 30.

Iklan

89 respons untuk ‘Who I Love? (Chapter 4)

  1. baekback berkata:

    ayo lanjut thor~ lagi seru serunya nih! luhan disini watados berhati evil ya ‘-‘ sebenarnya apa hubungan luhan san keluarga Oh? penasaran.

  2. haha hunsica lucu, persaan tadi malem biasa aja, pas pagi baru teriak kekek
    itu eon sehun keren banget kisseu sicanya hua jadi pengen dicium sehun /plaak/
    haha aku suka karakter chanyeol disini dia itu sesuatu banget, suka sama sica tapi ngerelain sica kencan sama sehun /hug~yeolie~/
    haha baca part chanyeol y6ang pengen banget tidur sama sica itu lucu^^
    dilanjutnya jangan lama” eon

  3. AliyaGorjesspazer berkata:

    huahh,,rame bangett part inni..
    Luhann jahat kauu,,pergi sanaa hush..
    Omona HunSicaa???
    #Ditunggu next chap nya thorr,,pokoknya haru di lanjutt !!

  4. nah loh, hunsica kenapa kaget? dasar chanyeol berotak mesum….
    seneng rasanya jess-sehun akur, tapi kangen sih adegan pas mereka lagi berantem.
    hah? luhan-miseok jadi evil? ngga bisa ngebayangin deh, 2 mahkluk imut itu bisa evil.

    waw, bagian ngakaknya pas taeyeon ngerentangin tangan. emang sih ngga kaya orang-orangan sawah. tapi bener-bener kaya anak kecil yang mau ngambek sama emaknya deh.

    weleh weleh chanyeol ceritanya terkesima nih ye ama senyumnya seohyun, terus nona jung-ya mau dikemanain tuh? oh ya, tanggal 18 april kan ultah mba jess, ada ff khusus ngga buat ngerayain ultahnya dia.

  5. honeyy bunnyy shityy berkata:

    hahaha… sneg2 akhir’a ff’a dilnjutin ,ni part yg plig so sweet thor, hunsica… sperti’a q mulai menyukaimu….
    thor next part dehc…

  6. BunnyBear berkata:

    Haha ngakak waktu baca yg terakhir 😀
    Chingu kasih momment HunSica yg romantis dong
    Aku jadi gak suka karakter luhan dia jahat bnget sih T.T
    aku nungguin ff ini udh lama
    tiap hari pasti aku tengokin blog ini 😀

  7. Idha Like ExoSicaJaejoong berkata:

    Aku jadi gila mendadak gara2 senyum2 sendiri saat baca cerita ini…
    HunSica so sweet banget…

    Luhan menyebal ternyata dia cuman mau memanfaatkan Sica eonnie buat balas dendam kepada Sehun oppa..

    Penasaran sama kelanjutannya…
    Kelanjutannya ditunggu ya…

  8. Idha Like ExoSicaJaejoong berkata:

    Aku jadi gila mendadak gara2 senyum2 sendiri saat baca cerita ini…
    HunSica so sweet banget…

    Luhan oppa menyebal ternyata dia cuman mau memanfaatkan Sica eonnie buat balas dendam kepada Sehun oppa..

    Penasaran sama kelanjutannya…
    Kelanjutannya ditunggu ya…

  9. rani berkata:

    Lanjutin dong thoorr..pleaseee pleaaasssseeeeee………………. 😀
    Sehun-Jessica digabungin lucu yaahhh 🙂 jadi suka sama couple mereka deh
    wah wah wah…Luhan mau deketin Jessica cuma gara-gara mau balas dendam ke keluarga sehun? kejam kali…. 😦

  10. Waw .
    Q lama banget nunggu ini FF ampe jamuran #lebaii
    Thor seru bgt ceritanya makin menarik Dan omo sehun nyium sica aisttt daebak . Q benci luhan dia mau balas dendam kenapa harus ke sica

  11. devilsica berkata:

    astaga!!! Ada apa ya? Kok pada heboh…
    Omo sehunnie… Kamu nekat banget ya nyium sica ckckck…
    Kalo misal gak nyampe 30, anggap aja komenku setara sama 20 komen wkwkwk

  12. Jessica Lee berkata:

    Ahhhhh

    loh saya kok malah ikut tereak.. Xd

    lanjut ya thor.. Lucu dan menggemaskan, yeay 😀 *apabanget dah

  13. Jessicool berkata:

    Wah dlnjt donk thor…. Seru nieh…. Bnyakin hunsica moment yg sweet y .. Sica dah tau kl luhan dah ma yoona kn?

    • Tunggu sampai komentarnya 30 dongs. Chapter selanjutnya deh di kasih momen sweet-nya. Sica tau Luhan sama Yoona pacaran, meskipun kenyataannya gak pacaran saat ini. Maksudnya menduga aja.

  14. Hwaaaaa~
    Daebaakkkk!!!
    Ihhh~ HunSica so sweet, keke~
    But, Sehun bo’ong, ya, katanya dia bukan namja mesum, kok malah bobok bareng sma Sica, yach? Sehunnie, mendingan bobok sama aku aja, yach? #pletakk.
    Next chapternya mana, Chingu? Saya udah meraung2 kagak jelas, loch, gara2 mengharapkan chapter 5-nya, keke~

  15. Daebaakkkk!!!
    HunSica momentnya so sweet, saya suka, saya suka! #ala Mei-Mei di Upin Ipin itu, loh# Baca ini bikin aku berdebar-debar (ekhemm …), hehe. Habis, secara _____ #isi sendiri# ini ff te-o-pe be-ge-te, deh! Saya tunggu next chapternya, Saeng

  16. Wuiihhh … Daebakkkk~
    Hai, Chingu, aku reader baru disini. Reader yg paling baik, paling cantik, paling pinter #abaikan. Nice to meet u …
    Menurutku chapt. 4 ini paling so sweet, deh. Ihhh~ Sehun mesum, padahal katanya dia bukan namja mesum #duh, Sehunnie. Chingu, please, yaa … ff ini jgn dihapus. Soalnya aku suka bgt sma kopel HunSica, keke~

  17. Huahaha~
    HunSica momentnya co cwit~ ff-nya daebak bgt, loh, Chingu …
    Hwaaa~ Sehunnie pikirannya yadong, ah! Udah berani nyium plus bobok bareng ma Sica, lagi … u.u … You’re still a child, Maknae … C-H-I-L-D!
    Buat Sica, mendingan eonni sma Sehunnie aja, deh … biar Lulu Oppa sama saya, hehe~
    Chingu, chapt 5 nya kan slalu kutunggu. pasti lanjutannya lebih daebak lagi, nich.

  18. Annyeong, member baru hier/? ‘-‘
    FF nya keren apalagi cast-nya couple favorite aku >..<
    Suka sama sifat chanyeol disini, lawak tapi berpikir dewasa '-'b
    Lanjutkan thor!!!!

  19. sicca berkata:

    haha… jessica sehun makin lama makin akur.. tuh kan bener Luhan makin nyebelin disini..
    ngakak liat ke isengan chanyeol aduh… ><
    ditunggu part selanjutnya yah 🙂

  20. xingenie berkata:

    Aigooo kenapa luhan jadi jahara gt sama sica? sadar bang, ga perlu gue cium kan biar sadar dan jadi orang baik u.u
    Penasaran sama kehidupan luhan n sehun di masa lalu sampe buat luhan dendam gt sama Sehun..
    Aigoo Chanyeol”*geleng”kepala
    Omo, ternyata Sehun udah berani cium” sica u.u
    Yaudah lah, tak ada luhan sehun pun jadi 😀

  21. PiaChu berkata:

    Dilanjut donk! Sehun sama Sica lucu 😀
    gk bisa bayangin wajahnya Sica & Sehun waktu kaget! passti lucu ( ื▿ ื )
    Dilanjut neeee.. Ditunggu lhhhoooo…

  22. ilda berkata:

    annyeong aku readers baru disini
    aaaaa hunsica lucu,so sweet bngt luhan kok jahat sih :’) yaudah gpp yg pnting hunsica JJANG!!!!
    jadi tambah penasaran nih thorr
    lanjut yaa thor!!!

  23. Loh loh loh jangan diberhentiin dong, ini FF favorite ku T.T beneran deh sumpah~
    Apa aku perlu komen berulang kali biar sampe 30? kalo boleh aku lakuin deh (y) /aneh ya aku ini -_-

    Diantara chapt semua aku paling suka /tapi semua juga suka kok/ karena di chapt ini Hunsica momentnya banyaaak~ dan aku suka pas endingnya, mereka tidur bersama! /note : hanya tidur, jangan salah mengartikan xD
    Hal yang sama tetap bikin aku ketawa yaitu Chanyeol.. astaga yeolli aku ga tau kenapa instingmu tajam banget ya, menemukan sehun di kamar Jessica keke

    Ga sabar nunggu chapt 5nya, pasti aku komen dan like kok ._.b

  24. jessie-sica berkata:

    Lanjooottt!!!! Sehunnn dan sicaaaaa ??? Ahhhh *rolldepan bersama vict eonnie* sehun menyukai jessieee kannn ???? Sudah ketauannnn hihihihihihiiii~ dan luhan mempunyai masalah dengaan oh sehun masalah apakah ituu ? Authorrr post cepet juseyooo*aegyo* *dimuntahin* okesip apaini._.

  25. PiaChu berkata:

    Ayo dilanjuttt.. inikan hari minggu T^T plisss..
    Dilanjut.. Dilanjutt.. hwaaaaaaaa.. dilanjuttt….. *maksabanget
    Dilanjut nee..

  26. Nadya_Gabdika berkata:

    Skrng Ųϑãђ 30 blm komentar nya klo udah. Di lanjut secepat nya Ųϑãђ gx sabar sma selanjut nya

Tinggalkan Balasan ke Xiao Li Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s