I Choose To Love You (Chapter 2)


Gambar

Title : I Choose To Love You

Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :

  • EXO-K’s Baekhyun as Byun Baekhyun
  • SNSD’s Jessica as Jessica Jung
  • SNSD’s Taeyeon as Kim Taeyeon
  • EXO-K’s DO as Do Kyungsoo

Support Cast :

  • EXO-K’s Chanyeol as Park Chanyeol
  • EXO-M’s Tao as Huang Zi Tao
  • SNSD’s Tiffany as Tiffany Hwang
  • SNSD’s Sunny as Lee Sunkyu
  • SNSD’s Hyoyeon as Kim Hyoyeon
  • etc

Genre : Romance, Friendship, Angst

Length : Series

Poster by © bubbletea

>>> 

 

Taeyeon tersenyum ria. Akhirnya aku bisa bertemu dengan kalian juga, gumamnya dalam hati.

Baekhyun berdiri dari kursinya, “T-Taeyeon-ah?,” gumamnya, masih tak percaya.

Taeyeon mengangguk, “Ini aku, Baekhyun-ah,” jawabnya.

“Kau kenal dia, Baekhyun-ah?,” tanya Tao.

“Baekhyun-ah, comblangkan aku dengannya,” pinta Chanyeol.

Baekhyun berjalan menghampiri Taeyeon. Dan betapa kagetnya Chanyeol dan Tao, dan juga Jessica saat Baekhyun memeluk Taeyeon dengan erat. Sedangkan yang di peluk hanya bisa tersenyum puas.

“A-Aku sangat merindukanmu,” ucap Baekhyun.

“Aku juga. Makanya aku kembali,” jawab Taeyeon.

Baekhyun melepaskan pelukannya. Tangannya menangkup wajah Taeyeon yang bersinar dan cantik.

“Bahkan kau masih tetap terlihat cantik, peri cantik,” ucap Baekhyun.

Semburat merah menyebar di wajah Taeyeon. Ia menunduk malu. Namun, Baekhyun mengangkat dagunya hingga mata mereka bertemu.

“Kenapa kau pergi?,” tanya Baekhyun.

Taeyeon menggigit bibirnya, “A-Aku—”

“Kau tahu, aku menjadi stres karena kau menghilang tanpa kabar. Tanyakan saja pada Jessica,” ucap Baekhyun.

Taeyeon menatap sahabat perempuan lamanya yang sedang tersenyum paksa kepadanya. Ia membalas senyuman itu dengan tulus. Lalu ia beralih menatap Baekhyun.

“Aku minta maaf. Appa juga mengatur kepergian kami mendadak sekali, jadi—aku tak sempat untuk berpamitan denganmu dan Sica,” jawab Taeyeon.

Baekhyun menghela napas berat, “Tapi—kau masih mencintaiku, kan?,” tanyanya.

Jessica menatap Baekhyun tajam. Ternyata perasaan Baekhyun pada Taeyeon memang tidak berubah. Tebakan Jessica benar 100%.

Jessica beranjak berdiri, “Permisi. Aku harus ke toilet,” ucapnya, lalu pergi meninggalkan mereka berempat.

“Tumben dia ke toilet,” cibir Tao.

“Biasanya dia selalu berkata, toilet di kampus tidak bersih,” ucap Chanyeol.

“Maklumlah, anak orang kaya,” sindir Tao.

Baekhyun mendesis, “Mengapa kalian mengejek Jessica? Kalian masih ingat kan bahwa Jessica adalah sahabatku. Jadi, jika kalian berani macam-macam dengannya, aku tidak segan-segan membunuh kalian,” omelnya.

“Kami kan hanya bercanda,” ucap Tao.

“Sebenarnya yang kau cintai itu Taeyeon atau Jessica? Selalu saja kau bela Jessica-mu itu,” ucap Chanyeol.

Taeyeon menunduk. Perasaannya memburuk. Apa mungkin Baekhyun mencintai Jessica? Mungkin saja setelah ku tinggal pergi, mereka saling mencintai, batinnya.

“Sembarangan kalian ini. Aku dan Jessica hanya bersahabat, tidak lebih,” omel Baekhyun.

>>> 

Jessica duduk di sebuah kursi di halaman kampusnya. Matanya yang sayu menunjukkan bahwa ia sehabis menangis. Hanya saja, wanita tomboy seperti Jessica tidak menangis merengek seperti gadis-gadis manja. Ia lebih berdiam diri, namun air mata tetap merembes keluar.

“Hermione~”

Jessica menoleh ke sumber suara. Ugh, dia lagi, batinnya. Ternyata di samping Jessica sudah ada pria berkacamata bulat yang mengaku mirip dengan Harry Potter—Do Kyungsoo.

“Jangan menggangguku,” perintah Jessica, dingin.

“Jangan seperti itu, Hermione. Kata eomma, jika ada yang kesepian, harus segera di temani,” ucap Kyungsoo.

Jessica menatap Kyungsoo tajam, “Kau ini selalu menggangguku. Lagipula, kau ini hoobae. Harusnya kau bersikap sopan dan memanggilku sunbae,” ucapnya, kesal.

Kyungsoo menggeleng, “Itu terlalu formal,” jawabnya, “Bagaimana dengan noona?,” usulnya.

Jessica memutar bola matanya, “Terserah saja asal jangan Hermione,” jawabnya.

“Baiklah, Hermione noona,” seru Kyungsoo, sambil memeluk Jessica.

“KYA!,” teriak Jessica, seraya mendorong Kyungsoo hingga terjatuh ke tanah. “Sudah ku bilang jangan panggil aku Hermione. Dan jangan pernah berani menyentuhku apalagi memelukku,” serunya.

“Maafkan aku, Her—eh maksudku noona. Aku tadi terbawa suasana,” ucap Kyungsoo.

Jessica mendesis, “Alasan tipis,” ucapnya, lalu pergi meninggalkan Kyungsoo.

“Noona! Jangan tinggalkan aku, noona. Leave don’t!,” seru Kyungsoo, yang masih terduduk di tanah.

>>> 

Jessica sedang bermain basket di lapangan tempat biasa ia bermain basket bersama Baekhyun. Di tempat itu juga terdapat sebuah rumah pohon yang di  bangun oleh ayah Baekhyun.

Jessica memantul-mantulkan bola basket ke tanah sambil matanya mengitari sekitarnya. Ia tak melihat tanda-tanda kedatangan Baekhyun. Biasanya Baekhyun tidak pernah telat seperti ini, batinnya.

Tiba-tiba, Jessica merasa pandangannya gelap karena sepasang tangan yang menutup matanya. Ia pun memberontak. Setelah berhasil menyingkirkan telapak tangan Baekhyun, ia berbalik.

“Baekhyun-ah, kau sudah terlam—” ucapan Jessica terhenti saat melihat Baekhyun tidak datang sendiri, tetapi bersama Taeyeon. Pantas saja dia terlambat, batinnya.

“Hai, Sica-ya,” sapa Taeyeon.

Jessica tersenyum paksa, “Ngg—hai,” balasnya.

“Maaf aku terlambat. Tadi aku menjemput Taeyeon dulu. Katanya, dia merindukan danau di taman ini,” ucap Baekhyun.

“O-Oh,” ucap Jessica mengerti.

“Ayo, Taeyeon-ah,” ajak Baekhyun, seraya menggenggam tangan Taeyeon.

Mereka berdua pun pergi ke danau yang ada di seberang lapangan basket. Baekhyun dan Taeyeon menaiki perahu. Baekhyun mengayuh perahu tersebut dengan dua alat kayuh, sedangkan Taeyeon menikmati pemandangan yang sangat ia rindukan.

Jessica berusaha menahan tangis karena dirinya begitu sakit hati melihat orang yang ia cintai sedang berbahagia dengan orang lain.

“SICA-AH!,” teriak Baekhyun, seraya melambaikan tangannya ke arah Jessica.

Jessica tersenyum walaupun wajahnya sudah basah karena air matanya yang merembes cukup banyak. Ia juga membalas lambaian tangan Baekhyun.

“Andai aku adalah Taeyeon,” gumam Jessica pelan.

>>> 

Jessica pulang ke sebuah rumah kecil. Ia melihat ibunya yang sedang menjahit di ruang tengah. Inilah kehidupan Jessica yang sekarang. Jessica bukan anak seorang konglomerat lagi. Ayah dan ibunya sudah bercerai. Meskipun ia bisa dengan kapan saja kembali pada ayahnya, tetapi ia lebih menyayangi ibunya. Baginya, ibunya lah yang sudah melakukan berbagai hal berjasa untuknya dan keluarganya.

Soal kuliah di Oxford, Jessica hampir jadi kuliah disana. Tetapi, ia menggagalkannya karena dua hal, yakni karena ia memilih ikut dengan ibunya dan ia tak ingin berpisah dengan Baekhyun.

“Mom, beristirahatlah,” ucap Jessica.

Ibu Jessica menggeleng, “Tugas eomma belum selesai, sayang,” jawabnya.

“Tapi, mom—”

“Sebentar lagi eomma akan beristirahat kok,” ucap ibu Jessica.

Jessica memeluk ibunya dari belakang, “Pink promise?,” tanyanya.

“Iya, sayang. Eomma berjanji,” jawab ibu Jessica.

Jessica melepaskan pelukannya pada ibunya. Ia merasa tubuhnya cukup sakit. Jessica pun pergi ke kamarnya yang kecil untuk beristirahat.

>>> 

Taeyeon sedang menatap figura berisikan foto dirinya dan Baekhyun. Ia mengecup wajah Baekhyun di foto tersebut.

“Baekhyun-ah, apa kau masih mencintaiku?,” tanya Taeyeon.

Taeyeon menunduk, “A-Aku takut, aku takut kau mencintai Sica, Baekhyun-ah. Aku tidak mau kehilangan kamu. Kamu adalah satu-satunya alasanku untuk kembali,” ucapnya.

“Kok puteri appa belum tidur?,”

Taeyeon menoleh ke sumber suara, “Appa!,” serunya.

Joonmyun menghampiri Taeyeon dan mengusap kepala Taeyeon lembut, “Apa ada masalah di hari pertamamu di sekolah?,” tanyanya.

Taeyeon menggeleng, “Tidak. Hanya saja—”

“Uh-hu?,”

“Aku ragu pada pria yang ku cintai, appa,” jawab Taeyeon.

“Siapa pria beruntung itu?,” tanya Joonmyun.

Taeyeon terkekeh, “Itu—Baekhyun, appa. Appa masih ingat, kan?,”

Joonmyun mengangguk, “Tentu saja appa masih ingat. Dia sahabatnya si Jessica itu, kan? Wanita tomboy itu?,”

Taeyeon mengangguk pelan. Mendengar nama Jessica membuatnya sedikit miris.

“Kenapa kau ragu padanya?,” tanya Joonmyun.

“Perasaanku mengatakan kalau Baekhyun sudah berpaling dariku, appa,” jawab Taeyeon.

“Apa yang membuatmu berpikir seperti itu? Apakah dia tidak bersikap baik padamu?,”

Taeyeon menggeleng, “Dia sangat baik, appa. Dia menemaniku seharian ini. Bahkan dia memujiku karena aku tetap cantik,” jawabnya.

Joonmyun tersenyum, “Itu artinya dia masih mencintaimu,” simpulnya.

“Appa yakin?,” tanya Taeyeon.

“Sudahlah. Lebih baik kau tidur. Lupakan pikiran negatifmu. Besok kau harus masuk sekolah,” ucap Joonmyun.

Taeyeon mengangguk, “Baik, appa,” jawabnya.

>>> 

Tiffany, Sunkyu dan Hyoyeon sedang mengerjakan skripsi di kamar Tiffany. Sunkyu tampak menikmati latar kamar Tiffany yang berwarna pink.

“Fany-ah, kamar barumu sungguh enak di pandang,” ucap Sunkyu.

Tiffany tersenyum, “Of course. Sebelumnya kamar ini berwarna putih. Menurutku terlalu biasa, jadi ku pinta pada daddy untuk mengganti cat warna kamar ini,” jawabnya.

“Pemilik kamar ini selera pasti payah,” ucap Hyoyeon.

“Memangnya siapa pemilik kamar ini sebelumnya?,” tanya Sunkyu.

“Puteri kandung daddy. Aku lupa siapa namanya. Lagipula, aku tidak peduli. Siapapun dia, yang penting, dia sudah menyingkir dari kehidupan daddy dengan ibunya. Jadi, my mom bisa menikah dengan konglomerat kaya,” jawab Tiffany, gembira.

“Kalau begitu, sehabis ini kita belanja ke mall, yuk?,” ajak Hyoyeon.

“Buat apa?,” tanya Sunkyu, “Aku masih betah disini,” ucapnya.

“Ayolah. Tiffany sudah menjadi orang kaya raya. Lebih kaya dari sebelumnya. Jadi, pasti Tiffany punya uang banyak untuk mentraktir kita,” seru Hyoyeon.

“Don’t worry, Hyoyeonnie. Setelah skripsi ini selesai, kalian akan ku traktir sepuasnya,” jawab Tiffany.

“HORE!!!,” seru Sunkyu dan Hyoyeon.

>>> 

Jessica berjalan menelusuri koridor kampusnya. Tiba-tiba, ia merasakan sebuah tangan merangkul bahunya.

“Baekhyun-ah~”

“Kemarin kau kemana? Kenapa tiba-tiba menghilang?,” tanya

Jessica tersenyum kecut, “Aku langsung pulang. Aku lelah,” jawabnya.

Baekhyun mengangguk mengerti, “Ngg—apa ponselmu masih di perbaiki?,” tanyanya.

Jessica mendadak gugup, “I-Iya,” jawabnya.

“Biasanya kalau lama di perbaiki, kau akan membeli yang baru,” ucap Baekhyun.

“A-Aku hanya tidak ingin membuang-buang benda saja,” jawab Jessica.

“NOONA!!,” teriak Kyungsoo dari kejauhan.

“Bloody hell,” gumam Jessica, “Ku rasa, kita harus segera pergi, Baekhyun-ah. Aku muak dengan pria aneh itu,” ucapnya.

Baekhyun mengangguk. Ia menggenggam tangan Jessica dan berlari dari tempat itu bersama.

“HEI! JANGAN PERGI! NOONA!!,” teriak Kyungsoo.

>>> 

Taeyeon sedang menulis sesuatu di bukunya. Tiba-tiba, ia melihat kedatangan Baekhyun dan Jessica. Dan yang membuat Taeyeon sedih adalah saat matanya menangkap keduanya sedang bergenggaman tangan.

“Ahem. Seperti sepasang kekasih saja,” goda Chanyeol.

Baekhyun dan Jessica segera melepaskan genggaman tangan mereka. Jessica merasakan wajahnya memanas. Jessica segera ke kursinya sebelum teman-temannya bertanya mengapa wajahnya memerah.

“Tontonan gratis sudah berakhir,” ucap Tao.

“Kami bukan sepasang kekasih,” protes Baekhyun.

“Iya, kami tahu. Kalian adalah sepasang sahabat. Benar, kan?,” tanya Chanyeol.

“Tuh, kau tahu,”

“Baekhyun-ah~” panggil Taeyeon.

“Ya? Ada apa, peri cantik?,” balas Baekhyun.

“Sepulang kuliah, apa kau bisa menemaniku ke toko buku?,” tanya Taeyeon.

“Tidak bisa,” sahut Jessica.

“Kenapa tidak?,” tanya Baekhyun, sedikit kesal.

“Kau dan aku akan bermain basket hari ini. Sudah cukup kemarin kita tidak bermain basket,” jawab Jessica.

“Salahmu sendiri menghilang saat itu. Padahal aku ingin mengajakmu bermain basket,” ucap Baekhyun.

“Pokoknya hari ini kau harus bermain bersamaku,” tekan Jessica.

“Ayolah, Jessica-ya. Tidak bisakah kau buat Baekhyun bahagia sebentar? Dia akan pergi bersama peri cantiknya. Kau ini tidak pengertian, ya?,” seru Tao.

Jessica terdiam. Mengapa mereka berpihak pada Taeyeon?, batinnya kesal.

“Tao benar. Kalau kita tidak bermain, belum tentu juga kan kita akan mati?,” ucap Baekhyun, “Kita bisa bermain besok,” tambahnya.

“Terserah kau saja!,” bentak Jessica, lalu keluar dari kelas.

“Begitu saja marah,” cibir Baekhyun.

Taeyeon pun merasa tidak enak. Karena dia, Baekhyun dan Jessica menjadi bertengkar.

“M-Mungkin aku bisa sendiri saja, Baekhyun-ah,” ucap Taeyeon.

“Tidak!,” bantah Baekhyun, “Aku akan tetap menemanimu,” putusnya.

“Tapi—”

“Tidak usah pedulikan Jessica. Dia marah biasanya hanya sebentar. Setelah itu, dia tidak akan marah lagi kok,” ucap Baekhyun.

Taeyeon mengangguk mengerti.

>>> 

“Permisi~”

Seorang wanita setengah paruh keluar dari rumahnya saat ada yang datang.

“Kamu siapa, ya?,” tanya wanita itu pada pria berkacamata bulat.

“Nama saya Kyungsoo, ahjumma,” jawab pria—Kyungsoo—itu, “Apakah ini rumah Jessica?,” tanyanya.

Wanita itu mengangguk, “Kamu temannya, ya?,” tanyanya.

“Iya, ahjumma,” jawab Kyungsoo, bersemangat.

“Syukurlah kau datang. Jessica sedang mengurung dirinya di dalam kamar semenjak ia pulang kuliah. Ia juga mogok makan. Tolong suruh dia keluar, ya?,” seru wanita itu.

“Baik, ahjumma. Serahkan pada Do Kyungsoo,” jawab Kyungsoo, percaya diri.

Kyungsoo pun masuk ke dalam rumah Jessica. Ia berjalan dan berhenti tepat di depan pintu kamar Jessica. Kyungsoo pun segera mengetuk pintu tersebut.

“AKU TIDAK MAU KELUAR, MOM! DON’T BOTHER ME!!,”

“Noona, ini aku Kyungsoo!,” seru Kyungsoo.

Beberapa detik kemudian, pintu kamar Jessica pun terbuka.

“KYUNGSOO??!,” teriak Jessica, kaget dan tak percaya.

Kyungsoo mengangguk, “Ya, ini aku,” jawabnya.

“Bagaimana kau bisa tahu rumahku?,” tanya Jessica.

Kyungsoo terkekeh, “Aku selalu mengikuti noona saat pulang kuliah secara diam-diam,” jawabnya.

>>> 

Jessica dan Kyungsoo duduk di atas rumput dekat danau. Mereka memandangi danau sambil mengobrol.

“Jadi, orangtua noona bercerai?,” tanya Kyungsoo.

Jessica mengangguk, “Aku ikut dengan ibuku dan memilih hidup di tempat yang kecil karena mom tidak punya banyak uang. Dad begitu jahat dan tak memberi sedikitpun harta pada kami.,” jawabnya.

“Menurutku, noona sangat hebat,” ucap Kyungsoo.

“Apa maksudmu?,” tanya Jessica, kurang mengerti.

“Padahal jika noona memilih ikut dengan ayah noona, maka kehidupan noona akan kaya raya. Tetapi, noona lebih memilih ikut dengan ibu. Itu patut di acungi jempol,” jawab Kyungsoo.

Jessica terkekeh, “Aku hanya merasa mom adalah segala-galanya bagiku,” ucapnya.

Kyungsoo tersenyum, “Jadi, noona akan tetap merahasiakan ini?,” tanyanya.

Jessica mengangguk, “Untuk saat ini, aku ingin merahasiakannya dulu,” jawabnya. Jessica menoleh ke arah Kyungsoo dan mengacungkan jari kelingkingnya, “Janji ya akan menjaga rahasia ini dengan baik?,”

Kyungsoo melingkarkan kelingkingnya pada jari kelingking milik Jessica, “Aku berjanji, noona,” jawabnya.

Keduanya saling tertawa renyah. Dan tampaknya, hari ini persahabatan dari Jessica dan Kyungsoo sudah di mulai.

To Be Contiuned

Iklan

Secret Admirer (Chapter 5) – END


Gambar

Title : Secret Admirer

Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :

  • SNSD’s Jessica as Jessica Jung
  • Super Junior’s Kyuhyun as Cho Kyuhyun
  • 2PM’s Nickhun as Nickhun Horvejkul

Support Cast :

  • T-Ara’s Eunjung as Ham Eunjung
  • SNSD’s Tiffany as Tiffany Hwang
  • SNSD’s Taeyeon as Kim Taeyeon
  • T-Ara’s Jiyeon as Park Jiyeon
  • 2PM’s Wooyoung as Jang Wooyoung
  • etc

Genre : Fluff, Romance, Angst, Friendship

Length : Series

>>> 

Jessica, Taeyeon dan Tiffany mengantarkan Kyuhyun ke bandara. Kyuhyun akan segera pergi ke U.S dan bersekolah serta tinggal disana. Namun, diantara ketiga sahabatnya, hanya Tiffany yang mengetahui ini.

“Sudahlah, Fany-ah. Kenapa kau menangis terus?,” tanya Taeyeon, heran.

Tiffany menggeleng, “Aku hanya akan merindukan Kyuhyun saja,” jawabnya.

“Kami juga, Fany-ah. Kami juga sedih harus berpisah dengan Kyuhyun selama satu minggu. Tapi, kau tidak harus menangis seperti ini. Kau pikir Kyuhyun takkan kembali?,” tanya Jessica.

Tiffany menunduk. Kau benar, Jessie. Kyuhyun takkan kembali, batinnya sedih.

“Hei, idiot~” panggil Kyuhyun pada Jessica.

Jessica memicingkan matanya, “Siapa yang kau panggil idiot?,” geramnya.

“Tentu saja kau,” jawab Kyuhyun.

Jessica menggerutu kesal. Tapi, ia mencoba bersabar. Waktunya tidak tepat untuk marah-marah.

“Harusnya kau menangis juga seperti Fany,” ucap Kyuhyun.

Jessica menunjuk dirinya, “Aku? Menangis? Sangat konyol, Kyuhyun-ah. Mana mungkin aku menangisimu,” ucapnya.

“Baiklah. Tapi, jangan salahkan aku jika suatu hari nanti kau menangisiku,” ucap Kyuhyun, sambil tersenyum misterius.

“Jangan bicara yang aneh-aneh, Kyuhyun-ah,” ucap Taeyeon.

“Aku hanya bercanda kok,” gurau Kyuhyun, sambil tertawa.

“Sudah sana pergi. Pesawat akan berangkat sebentar lagi,” usir Jessica.

“Iya, iya,” jawab Kyuhyun, “Jaga diri kalian baik-baik, ya?,”

“Pasti,” jawab Taeyeon.

Kyuhyun pun berjalan pergi meninggalkan ketiga sahabatnya. Tangisan Tiffany semakin menjadi-jadi. Hal itu membuat Jessica dan Taeyeon kebingungan.

>>> 

Sudah dua hari Jessica, Tiffany dan Taeyeon kehilangan sosok Kyuhyun. Bahkan Tiffany masih saja menangisinya. Taeyeon menjadi curiga. Saat ini, Taeyeon dan Tiffany berada di kantin.

“Kau harus jujur padaku,” ucap Taeyeon.

Tiffany menoleh ke arah Taeyeon dengan mata yang sayu, “J-Jujur apa?,”

“Pasti kau tahu sesuatu tentang Kyuhyun, kan?,” tebak Taeyeon, “Kita adalah sahabat. Kau harus memberitahuku apa yang terjadi,” tambahnya.

“Tapi, kau jangan memberitahu Jessica, ya?,” pinta Tiffany.

Taeyeon mengangguk, “Baiklah,” jawabnya.

Tiffany menunduk, “Sebenarnya, Kyuhyun ke U.S bukan untuk mengikuti olimpiade,” ucapnya.

Taeyeon mengerjap kaget, “L-Lalu?,”

Tiffany mengeluarkan isakannya kembali. Ia sulit mengatakan kebenarannya. Taeyeon pun mengusap-usap punggung Tiffany.

“Ceritakan padaku,” ucap Taeyeon.

“Kyuhyun—takkan kembali, Taeyeon-ah,” ucap Tiffany, dengan isak tangisnya.

“M-Maksudmu?,”

“Dia pindah sekolah dan dia memutuskan untuk tinggal disana. Dia takkan kembali. Dia sudah tinggal disana,” jawab Tiffany.

“APA??!,”

Tiffany dan Taeyeon menoleh ke sumber suara. Ternyata pemilik suara itu adalah Jessica. Mereka bisa melihat Jessica mengeluarkan air matanya.

Jessica pun berlari dari tempat itu. Tiffany dan Taeyeon meneriakkan dan memanggil namanya. Namun, Jessica tak menghiraukannya.

>>> 

Nickhun sedang berjalan menelusuri koridor sekolahnya. Tiba-tiba, ia mendengar isakan tangis yang begitu ia kenal. Nickhun pun berjalan ke arah suara itu. Dan akhirnya, ia menemukan pemilik suara itu sedang duduk di lorong buntu di sekolah. Nickhun segera menghampirinya.

“Ada apa, Jessica-ya?,”

Pemilik suara itu—Jessica—mengangkat kepalanya. Matanya terlihat sayu dan merah.

“Untuk apa kau kemari?,” tanya Jessica, dingin.

Nickhun duduk di samping Jessica, “Aku mendengar suara tangisan. Jadi, aku kemari,” jawabnya.

“Apa terlalu keras?,” tanya Jessica.

Nickhun terkekeh, “Ya, bisa jadi. Tangisanmu melengking sekali,” guraunya.

Jessica tersenyum kecut, “Oh, ya, maaf ya sudah mengabaikan permintamaafanmu seminggu yang lalu,” ucapnya.

“Tidak apa. Eunjung sudah ku marahi habis-habisan,” ucap Nickhun.

“Tapi, ku rasa lebih baik kita berteman saja, Nickhun-ssi,” ucap Jessica.

Nickhun mengerjap, “B-Berteman?,” tanyanya, “A-Aku dan Eunjung tidak ada hubungan, jadi—”

“Aku tau,” potong Jessica, “Tapi, aku rasa aku mencintai orang lain,” ucapnya, lalu pergi meninggalkan Nickhun.

“Dia sudah tak mencintaiku lagi?,” gumam Nickhun, syok.

>>> 

“Sica-ah, kau baik-baik saja?,” tanya Taeyeon.

Jessica mengangguk, “Meskipun awalnya sulit menerima ini, tapi aku harus berusaha untuk tetap baik-baik saja,” jawabnya.

“Maafkan aku karena tidak memberitahu kalian,” ucap Tiffany, menyesal.

“Tidak apa, Fany-ah. Kami mengerti,” jawab Jessica.

“Haruskah kita tanyakan pada Kyuhyun yang sebenarnya?,” tanya Taeyeon.

Jessica menggeleng, “Biarkan Kyuhyun sendiri yang memberitahu kita,” jawabnya, “Kalian mau membantuku?,” tanyanya.

Tiffany dan Taeyeon menatap Jessica bingung, “Membantu apa?,” tanyanya.

Jessica tersenyum misterius. Taeyeon dan Tiffany menjadi semakin bingung.

>>> 

Kyuhyun membuka kotak pos di depan rumahnya. Sebuah amplop berwarna merah jambu terdapat di dalam kotak pos tersebut.

Kyuhyun mengambil dan membuka amplop merah jambu tersebut. Secarik kertas yang ada di dalam amplop tersebut. Ia kembali teringat masa-masa dirinya menjadi penggemar rahasia Jessica.

Hello, Kyuhyun.

I know your name from my friend. When you come to U.S, I saw you, and I think I’m falling in love with you at our first meet.

You don’t know me? Of course. You don’t saw me, too. But I saw and look you. You’re make my heart be melting. Haha!

Nice to meet you, Kyuhyun.

Your secret admirer

“Woah! Aku punya penggemar rahasia disini,” gumam Kyuhyun, takjub.

“Tapi—siapa, ya?,”

>>> 

“Ternyata dugaanku benar, ya?,”

“Jadi, kau sudah tahu bahwa Kyuhyun adalah penggemar rahasiamu?,” tanya Tiffany.

“Awalnya aku masih ragu. Tapi, dia selalu membuatku curiga,” jawab Jessica.

“Jadi, kau lebih memilih Kyuhyun di bandingkan Nickhun?,” tanya Taeyeon.

Jessica mengangguk, “Seandainya saja dia mengatakan yang sebenarnya padaku, mungkin dari awal aku akan memilihnya,” jawabnya.

“Kyuhyun memang payah, pengecut,” cibir Tiffany.

“Menurutku, Kyuhyun hanya ingin membuat teka-teki saja untuk Jessica,” ucap Taeyeon.

“Maksudmu?,”

“Kyuhyun ingin tahu seberapa besar kepekaan Jessica,” jawab Taeyeon.

Jessica mendengus sebal, “Kau pikir aku tidak peka?,” omelnya.

“Hei, Kyuhyun menghubungi kita lewat 3G email,” seru Tiffany.

Jessica dan Taeyeon segera menghampiri Tiffany. Mereka duduk di hadapan komputer milik Tiffany. Tiba-tiba, munculah wajah Kyuhyun yang sangat di rindukan oleh ketiganya.

“Hai, teman-teman,” sapa Kyuhyun.

“Hai, Kyuhyun-ah~” sapa Jessica, Taeyeon dan Tiffany, bersemangat.

“Bagaimana kabar kalian?,” tanya Kyuhyun.

“Kami baik-baik saja,” jawab Tiffany.

“Kau sendiri bagaimana? Bagaimana dengan olimpiadenya?,” tanya Jessica.

Kyuhyun tersenyum kecut, “Sedang berjalan dengan baik,” jawabnya.

“Woah! Kami tidak sabar menunggumu kembali,” seru Taeyeon.

“Benarkah?,” tanya Kyuhyun.

Jessica, Taeyeon dan Tiffany mengangguk ria. Kyuhyun sedikit curiga pada Tiffany, biasanya Tiffany tidak akan seria ini jika menghubunginya.

“Oh, ya, disini aku punya penggemar rahasia,” ucap Kyuhyun.

“Oh, ya?,” seru Tiffany.

“Siapa dia?,” tanya Jessica.

“Namanya juga penggemar rahasia. Tentu saja aku tidak tahu,” jawab Kyuhyun, “Kau sendiri bagaimana dengan Nickhun?,”

“Jessica dan Nickhun kembali bersama,” seru Taeyeon.

“B-Benarkah?,” tanya Kyuhyun dengan senyuman hambarnya, “Selamat, ya?,”

Jessica tersenyum, “Terima kasih,” ucapnya.

“Aku rasa—aku harus pergi. Sampai jumpa,” pamit Kyuhyun.

“Sampai jumpa~”

Kyuhyun menutup laptopnya. Ia menghela napas berat. Rupanya kepergiannya memang membuahkan keburukan. Jessica dan Nickhun kembali bersama.

“Apa aku harus merelakan Jessica?,” gumamnya.

>>> 

Sudah hampir satu bulan Kyuhyun tinggal di Washington DC, U.S. Kyuhyun masih belum memberitahu teman-temannya. Ia beralasan bahwa olimpiade di perpanjang.

Dan selama disini, Kyuhyun sudah menerima 11 surat dari penggemar rahasianya. Akhirnya keinginan Kyuhyun terpenuhi. Penggemar rahasianya mengajaknya bertemu di sebuah kafe di New York.

Kyuhyun pun bersiap-siap untuk keberangkatannya menuju kafe di New York. Ia menaiki mobilnya menuju ke New York.

Setelah hampir satu jam setengah, akhirnya ia sampai di New York. Perjalanan yang macet membuatnya terlambat datang. Ia pun masuk ke sebuah kafe yang cukup cocok untuk pasangan karena latarnya begitu romantis.

Kyuhyun mengecek surat dari penggemar rahasianya. Disitu tertulis bahwa penggemar rahasianya berada di meja nomor 4. Dan dengan sekejap, ia berhasil menemukan meja nomor 4. Disana sudah ada gadis yang memakai pakaian tertutup dan topinya menutupi wajahnya.

Kyuhyun duduk di hadapan gadis itu, “H-Hi~” sapanya.

“I’m sorry. I am shy girl,” ucap gadis itu.

Kyuhyun mengangguk mengerti. Pantas saja gadis itu menutup wajahnya. Rupanya ia pemalu, batinnya.

“Ngg—pleasure, my name is Jessica,” ucap gadis itu.

Kyuhyun mengerjap. Jessica? Nama itu kan…, pikirnya.

Gadis itu membuka topinya. Dan yang benar saja. Rupanya benar itu Jessica. Kyuhyun hampir berteriak kaget.

“Sica-ah, bagaimana bisa kau ada disini?,” tanya Kyuhyun, tak percaya.

“Surprise!,” seru Jessica.

Kyuhyun ikut tertawa, “Jadi, selama ini kau mengerjaiku, ya?,” tanyanya.

Jessica mengangguk, “Itu semua salahmu karena tak mengaku bahwa kau adalah penggemar rahasiaku,” ucapnya.

“K-Kau tahu?,”

“Tentu saja,” jawab Jessica, “Kau itu mencurigakan,” ucapnya, “Dan aku tahu kau kesini karena pindah,” tambahnya.

“Pantas saja Tiffany mencurigakan,” gumam Kyuhyun.

“Ngg—Kyuhyun-ah,” panggil Jessica.

“Ya?,”

“Akhirnya aku mengerti maksud dari perkataanmu di atap sekolah. Jangan pernah kau siakan benda terindah di dalam hidupmu atau kau akan kehilangan benda itu untuk selama-lamanya,” ucap Jessica.

Kyuhyun tersenyum, “Oh, ya? Lantas, apa maksudnya?,”

“Kau lah benda terindah yang sudah ku sia-siakan selama ini. Kau yang selalu menghiburku, menjagaku, melindungiku, menyayangiku, tapi aku tak pernah menyadarinya,”

“Itu artinya kau bodoh,” ucap Kyuhyun.

Jessica mengerucutkan bibirnya, membuat Kyuhyun mengacak-acak rambutnya gemas. Betapa ia merindukan gadis di hadapannya ini.

“Jadi, aku tidak mau kehilanganmu lagi, Kyuhyun-ah,” ucap Jessica, “Jangan tinggalkan aku, ya?,”

“T-Tapi, aku berada disini dan kau di—”

“Tetot!,” seru Jessica, “You’re wrong!,” ucapnya, “Aku sudah pindah kemari, bersama kedua sahabat kita, Taeyeon dan Tiffany,”

Kyuhyun mengerjap tak percaya, “B-Benarkah?,” tanyanya.

“Hai~” sapa Tiffany dan Taeyeon, yang tiba-tiba muncul.

“Kalian—”

“Kami sudah mengurus kepindahan kami,” ucap Taeyeon.

“Lagipula, aku dan Jessica punya keluarga disini,” ucap Tiffany.

“Kalian benar-benar sahabat terbaikku,” seru Kyuhyun, seraya memeluk Tiffany dan Taeyeon.

“Bagaimana denganku?,” tanya Jessica.

Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Taeyeon dan Tiffany. Ia menghampiri Jessica dan mensejajarkan posisinya pada Jessica yang sedang duduk di kursi.

“Kau adalah sahabat sekaligus kekasih terbaik yang pernah ku miliki,” ucap Kyuhyun, lalu mencium bibir Jessica.

“Woah!,” seru Tiffany, takjub.

Sedangkan Taeyeon memotret insiden itu dengan kamera miliknya.

END

Kurang memuaskan, kah? Soalnya saya kehilangan feel pada Kyusica. Tapi, gak hilang sepenuhnya kok. Yang ini juga agak pendekan, kan? Sorry, ya~

Yang pengen bantu ngembaliin feel kyusica ke saya, komen aja atau share link FF kyusica yang menarik. Pasti feel saya pada kapel itu kembali.

Review, please~