I Choose To Love You (Chapter 2)


Gambar

Title : I Choose To Love You

Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :

  • EXO-K’s Baekhyun as Byun Baekhyun
  • SNSD’s Jessica as Jessica Jung
  • SNSD’s Taeyeon as Kim Taeyeon
  • EXO-K’s DO as Do Kyungsoo

Support Cast :

  • EXO-K’s Chanyeol as Park Chanyeol
  • EXO-M’s Tao as Huang Zi Tao
  • SNSD’s Tiffany as Tiffany Hwang
  • SNSD’s Sunny as Lee Sunkyu
  • SNSD’s Hyoyeon as Kim Hyoyeon
  • etc

Genre : Romance, Friendship, Angst

Length : Series

Poster by © bubbletea

>>> 

 

Taeyeon tersenyum ria. Akhirnya aku bisa bertemu dengan kalian juga, gumamnya dalam hati.

Baekhyun berdiri dari kursinya, “T-Taeyeon-ah?,” gumamnya, masih tak percaya.

Taeyeon mengangguk, “Ini aku, Baekhyun-ah,” jawabnya.

“Kau kenal dia, Baekhyun-ah?,” tanya Tao.

“Baekhyun-ah, comblangkan aku dengannya,” pinta Chanyeol.

Baekhyun berjalan menghampiri Taeyeon. Dan betapa kagetnya Chanyeol dan Tao, dan juga Jessica saat Baekhyun memeluk Taeyeon dengan erat. Sedangkan yang di peluk hanya bisa tersenyum puas.

“A-Aku sangat merindukanmu,” ucap Baekhyun.

“Aku juga. Makanya aku kembali,” jawab Taeyeon.

Baekhyun melepaskan pelukannya. Tangannya menangkup wajah Taeyeon yang bersinar dan cantik.

“Bahkan kau masih tetap terlihat cantik, peri cantik,” ucap Baekhyun.

Semburat merah menyebar di wajah Taeyeon. Ia menunduk malu. Namun, Baekhyun mengangkat dagunya hingga mata mereka bertemu.

“Kenapa kau pergi?,” tanya Baekhyun.

Taeyeon menggigit bibirnya, “A-Aku—”

“Kau tahu, aku menjadi stres karena kau menghilang tanpa kabar. Tanyakan saja pada Jessica,” ucap Baekhyun.

Taeyeon menatap sahabat perempuan lamanya yang sedang tersenyum paksa kepadanya. Ia membalas senyuman itu dengan tulus. Lalu ia beralih menatap Baekhyun.

“Aku minta maaf. Appa juga mengatur kepergian kami mendadak sekali, jadi—aku tak sempat untuk berpamitan denganmu dan Sica,” jawab Taeyeon.

Baekhyun menghela napas berat, “Tapi—kau masih mencintaiku, kan?,” tanyanya.

Jessica menatap Baekhyun tajam. Ternyata perasaan Baekhyun pada Taeyeon memang tidak berubah. Tebakan Jessica benar 100%.

Jessica beranjak berdiri, “Permisi. Aku harus ke toilet,” ucapnya, lalu pergi meninggalkan mereka berempat.

“Tumben dia ke toilet,” cibir Tao.

“Biasanya dia selalu berkata, toilet di kampus tidak bersih,” ucap Chanyeol.

“Maklumlah, anak orang kaya,” sindir Tao.

Baekhyun mendesis, “Mengapa kalian mengejek Jessica? Kalian masih ingat kan bahwa Jessica adalah sahabatku. Jadi, jika kalian berani macam-macam dengannya, aku tidak segan-segan membunuh kalian,” omelnya.

“Kami kan hanya bercanda,” ucap Tao.

“Sebenarnya yang kau cintai itu Taeyeon atau Jessica? Selalu saja kau bela Jessica-mu itu,” ucap Chanyeol.

Taeyeon menunduk. Perasaannya memburuk. Apa mungkin Baekhyun mencintai Jessica? Mungkin saja setelah ku tinggal pergi, mereka saling mencintai, batinnya.

“Sembarangan kalian ini. Aku dan Jessica hanya bersahabat, tidak lebih,” omel Baekhyun.

>>> 

Jessica duduk di sebuah kursi di halaman kampusnya. Matanya yang sayu menunjukkan bahwa ia sehabis menangis. Hanya saja, wanita tomboy seperti Jessica tidak menangis merengek seperti gadis-gadis manja. Ia lebih berdiam diri, namun air mata tetap merembes keluar.

“Hermione~”

Jessica menoleh ke sumber suara. Ugh, dia lagi, batinnya. Ternyata di samping Jessica sudah ada pria berkacamata bulat yang mengaku mirip dengan Harry Potter—Do Kyungsoo.

“Jangan menggangguku,” perintah Jessica, dingin.

“Jangan seperti itu, Hermione. Kata eomma, jika ada yang kesepian, harus segera di temani,” ucap Kyungsoo.

Jessica menatap Kyungsoo tajam, “Kau ini selalu menggangguku. Lagipula, kau ini hoobae. Harusnya kau bersikap sopan dan memanggilku sunbae,” ucapnya, kesal.

Kyungsoo menggeleng, “Itu terlalu formal,” jawabnya, “Bagaimana dengan noona?,” usulnya.

Jessica memutar bola matanya, “Terserah saja asal jangan Hermione,” jawabnya.

“Baiklah, Hermione noona,” seru Kyungsoo, sambil memeluk Jessica.

“KYA!,” teriak Jessica, seraya mendorong Kyungsoo hingga terjatuh ke tanah. “Sudah ku bilang jangan panggil aku Hermione. Dan jangan pernah berani menyentuhku apalagi memelukku,” serunya.

“Maafkan aku, Her—eh maksudku noona. Aku tadi terbawa suasana,” ucap Kyungsoo.

Jessica mendesis, “Alasan tipis,” ucapnya, lalu pergi meninggalkan Kyungsoo.

“Noona! Jangan tinggalkan aku, noona. Leave don’t!,” seru Kyungsoo, yang masih terduduk di tanah.

>>> 

Jessica sedang bermain basket di lapangan tempat biasa ia bermain basket bersama Baekhyun. Di tempat itu juga terdapat sebuah rumah pohon yang di  bangun oleh ayah Baekhyun.

Jessica memantul-mantulkan bola basket ke tanah sambil matanya mengitari sekitarnya. Ia tak melihat tanda-tanda kedatangan Baekhyun. Biasanya Baekhyun tidak pernah telat seperti ini, batinnya.

Tiba-tiba, Jessica merasa pandangannya gelap karena sepasang tangan yang menutup matanya. Ia pun memberontak. Setelah berhasil menyingkirkan telapak tangan Baekhyun, ia berbalik.

“Baekhyun-ah, kau sudah terlam—” ucapan Jessica terhenti saat melihat Baekhyun tidak datang sendiri, tetapi bersama Taeyeon. Pantas saja dia terlambat, batinnya.

“Hai, Sica-ya,” sapa Taeyeon.

Jessica tersenyum paksa, “Ngg—hai,” balasnya.

“Maaf aku terlambat. Tadi aku menjemput Taeyeon dulu. Katanya, dia merindukan danau di taman ini,” ucap Baekhyun.

“O-Oh,” ucap Jessica mengerti.

“Ayo, Taeyeon-ah,” ajak Baekhyun, seraya menggenggam tangan Taeyeon.

Mereka berdua pun pergi ke danau yang ada di seberang lapangan basket. Baekhyun dan Taeyeon menaiki perahu. Baekhyun mengayuh perahu tersebut dengan dua alat kayuh, sedangkan Taeyeon menikmati pemandangan yang sangat ia rindukan.

Jessica berusaha menahan tangis karena dirinya begitu sakit hati melihat orang yang ia cintai sedang berbahagia dengan orang lain.

“SICA-AH!,” teriak Baekhyun, seraya melambaikan tangannya ke arah Jessica.

Jessica tersenyum walaupun wajahnya sudah basah karena air matanya yang merembes cukup banyak. Ia juga membalas lambaian tangan Baekhyun.

“Andai aku adalah Taeyeon,” gumam Jessica pelan.

>>> 

Jessica pulang ke sebuah rumah kecil. Ia melihat ibunya yang sedang menjahit di ruang tengah. Inilah kehidupan Jessica yang sekarang. Jessica bukan anak seorang konglomerat lagi. Ayah dan ibunya sudah bercerai. Meskipun ia bisa dengan kapan saja kembali pada ayahnya, tetapi ia lebih menyayangi ibunya. Baginya, ibunya lah yang sudah melakukan berbagai hal berjasa untuknya dan keluarganya.

Soal kuliah di Oxford, Jessica hampir jadi kuliah disana. Tetapi, ia menggagalkannya karena dua hal, yakni karena ia memilih ikut dengan ibunya dan ia tak ingin berpisah dengan Baekhyun.

“Mom, beristirahatlah,” ucap Jessica.

Ibu Jessica menggeleng, “Tugas eomma belum selesai, sayang,” jawabnya.

“Tapi, mom—”

“Sebentar lagi eomma akan beristirahat kok,” ucap ibu Jessica.

Jessica memeluk ibunya dari belakang, “Pink promise?,” tanyanya.

“Iya, sayang. Eomma berjanji,” jawab ibu Jessica.

Jessica melepaskan pelukannya pada ibunya. Ia merasa tubuhnya cukup sakit. Jessica pun pergi ke kamarnya yang kecil untuk beristirahat.

>>> 

Taeyeon sedang menatap figura berisikan foto dirinya dan Baekhyun. Ia mengecup wajah Baekhyun di foto tersebut.

“Baekhyun-ah, apa kau masih mencintaiku?,” tanya Taeyeon.

Taeyeon menunduk, “A-Aku takut, aku takut kau mencintai Sica, Baekhyun-ah. Aku tidak mau kehilangan kamu. Kamu adalah satu-satunya alasanku untuk kembali,” ucapnya.

“Kok puteri appa belum tidur?,”

Taeyeon menoleh ke sumber suara, “Appa!,” serunya.

Joonmyun menghampiri Taeyeon dan mengusap kepala Taeyeon lembut, “Apa ada masalah di hari pertamamu di sekolah?,” tanyanya.

Taeyeon menggeleng, “Tidak. Hanya saja—”

“Uh-hu?,”

“Aku ragu pada pria yang ku cintai, appa,” jawab Taeyeon.

“Siapa pria beruntung itu?,” tanya Joonmyun.

Taeyeon terkekeh, “Itu—Baekhyun, appa. Appa masih ingat, kan?,”

Joonmyun mengangguk, “Tentu saja appa masih ingat. Dia sahabatnya si Jessica itu, kan? Wanita tomboy itu?,”

Taeyeon mengangguk pelan. Mendengar nama Jessica membuatnya sedikit miris.

“Kenapa kau ragu padanya?,” tanya Joonmyun.

“Perasaanku mengatakan kalau Baekhyun sudah berpaling dariku, appa,” jawab Taeyeon.

“Apa yang membuatmu berpikir seperti itu? Apakah dia tidak bersikap baik padamu?,”

Taeyeon menggeleng, “Dia sangat baik, appa. Dia menemaniku seharian ini. Bahkan dia memujiku karena aku tetap cantik,” jawabnya.

Joonmyun tersenyum, “Itu artinya dia masih mencintaimu,” simpulnya.

“Appa yakin?,” tanya Taeyeon.

“Sudahlah. Lebih baik kau tidur. Lupakan pikiran negatifmu. Besok kau harus masuk sekolah,” ucap Joonmyun.

Taeyeon mengangguk, “Baik, appa,” jawabnya.

>>> 

Tiffany, Sunkyu dan Hyoyeon sedang mengerjakan skripsi di kamar Tiffany. Sunkyu tampak menikmati latar kamar Tiffany yang berwarna pink.

“Fany-ah, kamar barumu sungguh enak di pandang,” ucap Sunkyu.

Tiffany tersenyum, “Of course. Sebelumnya kamar ini berwarna putih. Menurutku terlalu biasa, jadi ku pinta pada daddy untuk mengganti cat warna kamar ini,” jawabnya.

“Pemilik kamar ini selera pasti payah,” ucap Hyoyeon.

“Memangnya siapa pemilik kamar ini sebelumnya?,” tanya Sunkyu.

“Puteri kandung daddy. Aku lupa siapa namanya. Lagipula, aku tidak peduli. Siapapun dia, yang penting, dia sudah menyingkir dari kehidupan daddy dengan ibunya. Jadi, my mom bisa menikah dengan konglomerat kaya,” jawab Tiffany, gembira.

“Kalau begitu, sehabis ini kita belanja ke mall, yuk?,” ajak Hyoyeon.

“Buat apa?,” tanya Sunkyu, “Aku masih betah disini,” ucapnya.

“Ayolah. Tiffany sudah menjadi orang kaya raya. Lebih kaya dari sebelumnya. Jadi, pasti Tiffany punya uang banyak untuk mentraktir kita,” seru Hyoyeon.

“Don’t worry, Hyoyeonnie. Setelah skripsi ini selesai, kalian akan ku traktir sepuasnya,” jawab Tiffany.

“HORE!!!,” seru Sunkyu dan Hyoyeon.

>>> 

Jessica berjalan menelusuri koridor kampusnya. Tiba-tiba, ia merasakan sebuah tangan merangkul bahunya.

“Baekhyun-ah~”

“Kemarin kau kemana? Kenapa tiba-tiba menghilang?,” tanya

Jessica tersenyum kecut, “Aku langsung pulang. Aku lelah,” jawabnya.

Baekhyun mengangguk mengerti, “Ngg—apa ponselmu masih di perbaiki?,” tanyanya.

Jessica mendadak gugup, “I-Iya,” jawabnya.

“Biasanya kalau lama di perbaiki, kau akan membeli yang baru,” ucap Baekhyun.

“A-Aku hanya tidak ingin membuang-buang benda saja,” jawab Jessica.

“NOONA!!,” teriak Kyungsoo dari kejauhan.

“Bloody hell,” gumam Jessica, “Ku rasa, kita harus segera pergi, Baekhyun-ah. Aku muak dengan pria aneh itu,” ucapnya.

Baekhyun mengangguk. Ia menggenggam tangan Jessica dan berlari dari tempat itu bersama.

“HEI! JANGAN PERGI! NOONA!!,” teriak Kyungsoo.

>>> 

Taeyeon sedang menulis sesuatu di bukunya. Tiba-tiba, ia melihat kedatangan Baekhyun dan Jessica. Dan yang membuat Taeyeon sedih adalah saat matanya menangkap keduanya sedang bergenggaman tangan.

“Ahem. Seperti sepasang kekasih saja,” goda Chanyeol.

Baekhyun dan Jessica segera melepaskan genggaman tangan mereka. Jessica merasakan wajahnya memanas. Jessica segera ke kursinya sebelum teman-temannya bertanya mengapa wajahnya memerah.

“Tontonan gratis sudah berakhir,” ucap Tao.

“Kami bukan sepasang kekasih,” protes Baekhyun.

“Iya, kami tahu. Kalian adalah sepasang sahabat. Benar, kan?,” tanya Chanyeol.

“Tuh, kau tahu,”

“Baekhyun-ah~” panggil Taeyeon.

“Ya? Ada apa, peri cantik?,” balas Baekhyun.

“Sepulang kuliah, apa kau bisa menemaniku ke toko buku?,” tanya Taeyeon.

“Tidak bisa,” sahut Jessica.

“Kenapa tidak?,” tanya Baekhyun, sedikit kesal.

“Kau dan aku akan bermain basket hari ini. Sudah cukup kemarin kita tidak bermain basket,” jawab Jessica.

“Salahmu sendiri menghilang saat itu. Padahal aku ingin mengajakmu bermain basket,” ucap Baekhyun.

“Pokoknya hari ini kau harus bermain bersamaku,” tekan Jessica.

“Ayolah, Jessica-ya. Tidak bisakah kau buat Baekhyun bahagia sebentar? Dia akan pergi bersama peri cantiknya. Kau ini tidak pengertian, ya?,” seru Tao.

Jessica terdiam. Mengapa mereka berpihak pada Taeyeon?, batinnya kesal.

“Tao benar. Kalau kita tidak bermain, belum tentu juga kan kita akan mati?,” ucap Baekhyun, “Kita bisa bermain besok,” tambahnya.

“Terserah kau saja!,” bentak Jessica, lalu keluar dari kelas.

“Begitu saja marah,” cibir Baekhyun.

Taeyeon pun merasa tidak enak. Karena dia, Baekhyun dan Jessica menjadi bertengkar.

“M-Mungkin aku bisa sendiri saja, Baekhyun-ah,” ucap Taeyeon.

“Tidak!,” bantah Baekhyun, “Aku akan tetap menemanimu,” putusnya.

“Tapi—”

“Tidak usah pedulikan Jessica. Dia marah biasanya hanya sebentar. Setelah itu, dia tidak akan marah lagi kok,” ucap Baekhyun.

Taeyeon mengangguk mengerti.

>>> 

“Permisi~”

Seorang wanita setengah paruh keluar dari rumahnya saat ada yang datang.

“Kamu siapa, ya?,” tanya wanita itu pada pria berkacamata bulat.

“Nama saya Kyungsoo, ahjumma,” jawab pria—Kyungsoo—itu, “Apakah ini rumah Jessica?,” tanyanya.

Wanita itu mengangguk, “Kamu temannya, ya?,” tanyanya.

“Iya, ahjumma,” jawab Kyungsoo, bersemangat.

“Syukurlah kau datang. Jessica sedang mengurung dirinya di dalam kamar semenjak ia pulang kuliah. Ia juga mogok makan. Tolong suruh dia keluar, ya?,” seru wanita itu.

“Baik, ahjumma. Serahkan pada Do Kyungsoo,” jawab Kyungsoo, percaya diri.

Kyungsoo pun masuk ke dalam rumah Jessica. Ia berjalan dan berhenti tepat di depan pintu kamar Jessica. Kyungsoo pun segera mengetuk pintu tersebut.

“AKU TIDAK MAU KELUAR, MOM! DON’T BOTHER ME!!,”

“Noona, ini aku Kyungsoo!,” seru Kyungsoo.

Beberapa detik kemudian, pintu kamar Jessica pun terbuka.

“KYUNGSOO??!,” teriak Jessica, kaget dan tak percaya.

Kyungsoo mengangguk, “Ya, ini aku,” jawabnya.

“Bagaimana kau bisa tahu rumahku?,” tanya Jessica.

Kyungsoo terkekeh, “Aku selalu mengikuti noona saat pulang kuliah secara diam-diam,” jawabnya.

>>> 

Jessica dan Kyungsoo duduk di atas rumput dekat danau. Mereka memandangi danau sambil mengobrol.

“Jadi, orangtua noona bercerai?,” tanya Kyungsoo.

Jessica mengangguk, “Aku ikut dengan ibuku dan memilih hidup di tempat yang kecil karena mom tidak punya banyak uang. Dad begitu jahat dan tak memberi sedikitpun harta pada kami.,” jawabnya.

“Menurutku, noona sangat hebat,” ucap Kyungsoo.

“Apa maksudmu?,” tanya Jessica, kurang mengerti.

“Padahal jika noona memilih ikut dengan ayah noona, maka kehidupan noona akan kaya raya. Tetapi, noona lebih memilih ikut dengan ibu. Itu patut di acungi jempol,” jawab Kyungsoo.

Jessica terkekeh, “Aku hanya merasa mom adalah segala-galanya bagiku,” ucapnya.

Kyungsoo tersenyum, “Jadi, noona akan tetap merahasiakan ini?,” tanyanya.

Jessica mengangguk, “Untuk saat ini, aku ingin merahasiakannya dulu,” jawabnya. Jessica menoleh ke arah Kyungsoo dan mengacungkan jari kelingkingnya, “Janji ya akan menjaga rahasia ini dengan baik?,”

Kyungsoo melingkarkan kelingkingnya pada jari kelingking milik Jessica, “Aku berjanji, noona,” jawabnya.

Keduanya saling tertawa renyah. Dan tampaknya, hari ini persahabatan dari Jessica dan Kyungsoo sudah di mulai.

To Be Contiuned

Iklan

26 thoughts on “I Choose To Love You (Chapter 2)

  1. devilsica berkata:

    kok gak ada yang peka sama perasaannya jessi sih… Chanyeol sama tao malah godain terus…
    Sampe sekarang aku masih ngakak kalo bayangin d.o berperan sebagai didit apa dudit ya namanya hahaha…

  2. dzikrillazahra berkata:

    ini ceritanya kaya my heart ya?
    oh aku tau, ibunya fany nikah ama bapanya jess ya?
    kocak juga tuh si D.O, endingnya jess ama si Harry Potter apa sama baekhyun ya? mending chanyeol aja deh. ckckck

  3. Idha Like ExoSicaJaejoong berkata:

    Ya ampun itu Baekhyun oppa nyebelin bgt Sih,,

    gak tega baca scane Sica eonni lagi nyesek…
    Berasa ikut nyesek jadinya…

    Suka sama Moment DOSica berasa polos banget sih mereka…

    Ditunggu kelanjutannya ya eonni… 🙂

  4. Sebener’a dari semua FF .
    Hanya FF yg q ga mau baca .
    Tapi setiap mampir
    pasti kebaca mulu . Q tuh ga suka kalo sica eon gtu soul’a udah tau jalan ceritanya yg ga enak buat sica #sedih

  5. gorjessie berkata:

    Thor boleh gak kalau endingnya DOsica?
    Couple itu jarang terus DO tuh kan polos banget, sama kaya sica nya hehe
    Gomawoo

  6. rani berkata:

    Yeay! akhirnya keluar juga Chap 2 nya~ ih sebel deh sama si BAEKHYUN..kenapa dia jahat banget ama Jessica?!
    Thor, ceritanya mirip ama HEART SERIES season 2 ya? hihihi ^^ bagus…itu si Kyungsoo..hahahahaha lucu lucu lucu..
    mau tau ga thor, apa bedanya kisah di heart series 2 sama i choose to love you chapter 2? bedanya tuh, kalau si orang culun, entah namanya siapa di heart 2 itu suka sama si Rachel, tapi Rachel nya ga suka, terus kayak dimusuhin atau di bully gitu.
    Tapi kalau yang I choose to love you chapter 2, Sica-nya jadi akrab ama si Kyungsoo..wkwkwkwk :3 eh? nanti akhirnya si Baekkie sama siapa ya? Sica or Taeyeon?

  7. D.O kamu cute deh 😀 jadi suka kamu, padahal aku gak terlalu ngelirik kamu (?)

    dan disini gak ada yang peka sama Jessica! Ugh.. Baekhyun! Nyebelin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s