Who I Love? (Chapter 5)


who-i-love

Title : Who I Love?

Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :
o SNSD’s Jessica as Jessica Jung
o EXO-K’s Sehun as Oh Sehun
o EXO-M’s LuHan as Xiao Lu Han
o EXO-K’s Chanyeol as Park Chanyeol

Support Cast :
o SNSD’s Seohyun as Oh Seohyun
o SNSD’s YoonA as Im Yoona
o EXO-K’s Baekhyun as Byun Baekhyun
o SNSD’s Taeyeon as Kim Taeyeon
o EXO-M’s Xiumin as Kim Minseok
o etc

Genre : Fluff, Romance, Friendship

Length : Series

    Poster by © pearlshafirablue

>>>

Jessica dan Sehun spontan mundur dan mereka berdua terjatuh dari atas ranjang ke lantai yang dingin.

“Aw!,” ringis keduanya.

Seohyun menghampiri Sehun dan membantunya berdiri, “Kau tidak apa-apa?,” tanyanya.

Sehun menggeleng seraya bangkit dengan bantuan Seohyun.

Sedangkan Jessica bangkit dengan sendirinya. Chanyeol, Baekhyun, dan Taeyeon pun menghampirinya.

“Apa yang terjadi, Jung-ya? Apa yang kalian lakukan?,” tanya Chanyeol panik.

“Aku tidak tahu. Aku lupa,” jawab Jessica.

Taeyeon mendesis, “Kau terlalu polos, Sica-ah,” cibirnya.

Seohyun menarik Sehun hingga menghampiri teman-temannya.

“Kalian berdua harus menjelaskannya sekarang!,” perintah Seohyun.

“Kami tidak melakukan apa-apa, Seohyun-ah. Tadi malam ia ketakutan karena listrik padam dan ia memintaku untuk menemaninya tidur,” jawab Sehun.

“APA?,” pekik Jessica, “Aku yang memintamu?,” tanyanya tak percaya.

“Ku rasa kepalamu terbentur saat kau jatuh tadi. Apa kau benar-benar lupa, Jessica Jung?,”

Jessica mengusap kepalanya, “Ingatanku belum bisa terkumpul jika baru bangun,” jawabnya, “Bagaimana jika kita bicarakan ini setelah mandi dan sarapan?,” usulnya.

“Ide bagus!,” setuju Chanyeol.

Taeyeon menggelengkan kepalanya, “Mengapa hal ini menjadi rumit?,” gumamnya prustasi.

***

Sesuai usul Jessica, mereka semua berkumpul di ruang tengah setelah mandi dan sarapan. Mereka tengah menanti penjelasan Jessica setelah Jessica berhasil memulihkan memorinya yang tadinya menghilang.

“Apa kau sudah mengingatnya?,” tanya Seohyun.

Jessica mengangguk, “Semua yang di katakan Sehun benar,” jawabnya.

Sehun tersenyum puas. Untunglah Jessica tidak membual dengan mempertinggi derajatnya. Ya, biasanya Jessica selalu seperti itu meskipun ia sedang terlibat dalam masalah besar.

“Tapi tetap saja Sehun yang duluan masuk ke kamarku,” tambah Jessica dengan ekspresi cemberutnya.

Baekhyun memukul kepala Sehun, “Untuk apa kau masuk ke kamarnya?,” tanyanya.

Sehun membalas memukul kepala Baekhyun, “Untuk tidur, tentu saja. Jika kalian tidak menguasai ranjangku, mungkin hal ini tidak akan terjadi,” jawabnya.

Baekhyun dan Chanyeol saling menatap. Lalu mereka menatap Sehun sambil menyengir seperti kuda.

“Sudah ku duga biang permasalahannya adalah mereka,” gumam Taeyeon.

“Jadi, semua ini berakhir sampai disini?,” tanya Chanyeol.

“TIDAK!,” jawab Seohyun.

Taeyeon, Chanyeol, dan Baekhyun menatap Seohyun bingung. Sedangkan Jessica dan Sehun menatap Seohyun horor. Mereka merasa mereka akan ketiban musibah setelah ini.

“Melanggar peraturan rumah dari haraboji yaitu tidur berdua dalam satu ranjang dan berbeda jenis akan di kenakan pasal—,”

“Seohyun-ah, kita ini bukan pemerintah, hakim, atau sejenisnya,” sahut Taeyeon datar.

Seohyun menyengir, “Maafkan aku. Aku terlalu berkeinginan menjadi seorang politikus,” jawabnya.

“Kami akan benar-benar di hukum?,” tanya Sehun.

Seohyun mengangguk, “Kita tidak bisa melupakan peraturan yang di buat dari haraboji, Sehun-ah. Beliau menginginkan rumah ini selalu menjadi suci,” jawabnya.

“Tapi, kami tidak melakukan apapun selain tidur, Seohyun-ah,” ucap Jessica.

“Maaf, Sica-ya. Aku tidak bisa. Ini adalah peraturan dari haraboji,” ucap Seohyun.

Sehun dan Jessica menghela napas berat kompak. Mereka sudah pasrah dengan hukuman apa yang akan di berikan oleh Seohyun.

“Tenang saja. Hukumannya ringan kok,” ucap Seohyun.

“Baiklah. Apa hukumannya?,” tanya Sehun.

Seohyun tersenyum, “Tangan kalian harus di borgol selama satu hari,” jawabnya.

“DI BORGOL??!!,” teriak Sehun dan Jessica tak percaya.

“Iya,” jawab Seohyun, “Kalian akan selalu bersama dalam satu hari,” lanjutnya.

“Aku tidak rela melihat Sehun bersama Jessica terus selama satu hari,” rengek Chanyeol.

“Seohyun-ah, apa ini tidak berlebihan?,” tanya Taeyeon.

Seohyun tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.

“Satu hari? Tidak masalah. Kapan hukumannya di mulai?,” tanya Sehun.

“Besok, saat sekolah,” jawab Seohyun.

“APA?????!!!!,” teriak Sehun dan Jessica lagi.

***

“Ayo kita berangkat sekarang!,” seru Seohyun.

Sehun dan Jessica keluar dari rumah dalam keadaan terborgol satu sama lain. Itu artinya, mereka takkan bisa terpisahkan selama borgol tersebut tidak bisa di buka karena kuncinya ada di tangan Seohyun.

“Apa yang akan di katakan para guru, Seohyun-ah?,” tanya Sehun lemas.

“Akan ku katakan pada mereka bahwa ini adalah ritual yang di buat oleh haraboji,” jawab Seohyun.

“Benar-benar alasan yang tidak masuk akal,” gumam Sehun.

“Bagaimana jika aku ingin ke toilet?,” tanya Jessica.

“Kalian pasti bisa mengatasinya sendiri,” jawab Seohyun.

Sehun dan Jessica menghela napas kasar. Mereka berdua berjalan masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang. Sementara Seohyun mengambil alih mengemudi yang biasanya di pegang oleh Sehun.

***

Jessica merasakan aura kegelapan dimana-mana. Semua murid perempuan di kelasnya menatapnya tajam. Ya, tentu saja karena mereka tidak rela idola mereka terus menempel bersama si murid baru berdarah campuran itu.

“Meskipun itu ritual dari haraboji-nya, tetap saja aku tidak rela,” seru seorang murid perempuan.

“Kenapa bukan aku saja yang di borgol bersama Sehun?,”

“Ah, aku benar-benar iri pada Jessica itu,”

Jessica mengusap kupingnya yang memanas. Andai saja laki-laki yang di borgol bersamanya adalah Luhan, Jessica pasti sudah merasa berada di surga meskipun ia belum tiada.

“Aku ingin ke toilet,” ucap Sehun, dengan wajah yang memucat.

“K-Ke toilet?,”

Sehun beranjak berlari keluar dari kelas. Tentu saja Jessica ikut berlari karena tangannya akan terus mengikuti kemana Sehun pergi. Dan yang benar saja. Mereka pergi menuju toilet laki-laki.

“Sehun-ah, aku tidak mau!,” protes Jessica.

“Aku sudah tidak tahan, Jessica-ya. Ayo cepat masuk,” seru Sehun.

Dengan paksaan, akhirnya Sehun dan Jessica masuk ke dalam toilet. Minseok yang baru keluar dari toilet mengerjap kaget.

“Oh Sehun dan Jessica Jung—berdua di dalam toilet?,”

***

“Benarkah?,”

Minseok mengangguk cepat. Ia masih syok melihat dua murid yang masuk ke dalam toilet itu. Ia tampak berpikir keras, apa saja yang mereka lakukan disana?

Luhan menyeruput tehnya, “Itu artinya, aku sudah benar 100%, hyung,” ucapnya.

Minseok mengernyit heran, “Benar apanya?,” tanyanya.

“Soal Sehun dan Jessica. Itu artinya Sehun pasti menyukai Jessica,” jawab Luhan.

“Aku tidak bisa menyalahkan perkataanmu. Dua murid berbeda jenis masuk ke dalam toilet. Sangat wajar jika di katakan mereka memiliki ikatan,” ucap Minseok.

Luhan mengangguk mantap.

“Apa aku mengganggu?,” tanya seorang murid perempuan yang menghampiri meja Luhan dan Minseok di kantin, “Apa aku boleh bergabung?,” tanyanya.

“Tentu, Yoona-ah,” jawab Luhan, di sertai senyuman khasnya.

Yoona duduk di samping Luhan, “Aku benar-benar masih mengingat tempat ini, Luhan. Maksudku—meja ini. Kita selalu makan disini berdua, bukan?,”

Luhan mengangguk, “Meja kita,” ucapnya.

Wajah Yoona bersemu merah. Ia selalu seperti ini di setiap Luhan mengeluarkan kata demi kata yang mampu membuat jantungnya berdetak tidak normal. Yoona akui, ia masih mencintai lelaki oriental di sampingnya itu.

“Lihat! Yoona sunbae dan Luhan sunbae sepertinya akan memulai hubungan mereka lagi,”

“Aku iri pada mereka,”

“Mereka adalah pasangan yang sangat cocok,”

“Setidaknya Luhan sunbae lebih pantas di sandingkan dengan Yoona sunbae daripada si murid berdarah campuran itu,”

Telinga Jessica benar-benar panas mendengarnya. Ia segera bangkit dan ingin pergi. Namun, kekuatannya tidak cukup besar untuk menarik Sehun mengikutinya. Sehun masih melahap makanannya sambil menarik Jessica untuk duduk kembali.

“Kau cemburu, eoh?,” tanya Sehun.

“Tidak,” jawab Jessica.

“Bagus kalau begitu,” ucap Sehun.

Jessica menatap Sehun bingung, “Bagus apanya?,” tanyanya.

Sehun mendekatkan wajahnya pada wajah Jessica, “Bukankah sudah ku bilang, jangan mendekati Luhan lagi. Dia bukan orang yang baik,” jawabnya.

Wajah Jessica memerah seperti tomat. Sehun menjauhkan wajahnya saat melihat mereka menjadi pusat perhatian semua murid di kantin. Sehun kembali melahap makanannya dan bertindak seolah ia tidak melakukan hal apapun.

Sedangkan jantung Jessica berdetak kencang. Untuk yang pertama kalinya, ia bisa melihat Sehun dengan jarak sedekat itu. Sebenarnya dua kali. Bukankah Sehun dan Jessica pernah berciuman sebelumnya? Tentu saja wajah mereka berjarak dekat. Hanya saja, saat itu Jessica tidak begitu menyadarinya karena Jessica terlalu syok dengan apa yang di lakukan Sehun kepadanya. Jadi, ia menganggap ini yang pertama kalinya. Dan Jessica akui, Jessica sempat terhipnotis dari mata indah milih musuh bebuyutannya itu.

Jessica menarik napas, “M-Mengapa kau selalu berkata dia bukan orang yang baik?,” tanyanya, mencoba mengalihkan pikiran anehnya tadi.

“Kau akan tahu nanti,” jawab Sehun.

Jessica mengerucutkan bibirnya, “Jangan membuatku penasaran,” rengeknya.

“Aku akan memberitahumu jika kau mau menjadi kekasihku,” ucap Sehun.

“Itu mudah. Aku mau—,” Jessica tersadar, “APA??!!,” teriaknya, membuat mereka kembali menjadi pusat perhatian.

Sehun menjitak kepala Jessica, “Teriakanmu itu lebih parah daripada teriakan lumba-lumba,” cibirnya.

Jessica mengusap kepalanya, “Aku kaget,” ucapnya, “Jangan meminta yang aneh-aneh, bodoh,”

Sehun terkekeh, “Kau benar-benar tidak bisa di ajak bercanda, ya?,”

“Kau sendiri sangat payah untuk mengajak orang bercanda,” ucap Jessica kesal.

“Bukankah sudah ku bilang jangan lagi memanggilku payah? Aku sudah mengalahkanmu bertanding dua kali,” seru Sehun.

“Tapi, gelar payahmu tetap tidak bisa di hilangkan, payah,” jawab Jessica.

“Dasar darah campuran!,” ejek Sehun.

“Dasar payah!,” balas Jessica.

Perdebatan antara Sehun dan Jessica kembali menjadi pusat perhatian semua orang.

“Kau yakin mereka memiliki ikatan?,” tanya Minseok, yang melihat perdebatan di antara Sehun dan Jessica.

Luhan menggigit bibirnya, “Aku menjadi kurang yakin sekarang,” jawabnya.

“Mengapa tangan mereka di borgol?,” tanya Yoona.

Luhan dan Minseok menatap tangan mereka yang di borgol. Mereka baru menyadarinya sekarang.

“Pasti mereka melakukan hal bodoh lagi,” gumam Minseok.

Luhan menyeringai, “Pasti ini trik Sehun agar Jessica tidak bisa mendekatiku,” gumamnya pelan.

“Kau bicara apa, Luhan-ah?,” tanya Yoona.

Luhan menggeleng, “Bukan apa-apa,” jawabnya.

***

Seohyun sedari tadi senyum-senyum sendiri melihat Jessica dan Sehun duduk berdua meskipun keduanya masih berdebat. Taeyeon merasa ada yang tidak beres. Ia pun menghampiri Seohyun.

“Apa yang kau sembunyikan?,” selidik Taeyeon.

Seohyun mendadak grogi, “Ngg—a-aku tidak—,”

“Jangan bohong!,” potong Taeyeon, “Kau tidak bisa membohongiku, Seohyun-ah. Mungkin kau bisa membohongi Jessica yang polos itu,”

“Baiklah, akan ku katakan padamu,” ucap Seohyun akhirnya.

Taeyeon tersenyum puas. Ia pun memasang panca inderanya untuk mendengarkan perkataan Seohyun.

“Hukuman yang ku buat, ku tujukan untuk mereka, karena aku ingin mereka bersatu,”

“Sudah ku duga,” jawab Taeyeon.

Seohyun mengerjap, “K-Kau tahu?,” tanyanya tak percaya.

“Terlihat sangat jelas, Seohyun-ah. Bahkan Baekhyun juga mengira seperti itu. Sangat aneh kau membuat hukuman konyol itu jika alasannya bukan seperti itu,” jawab Taeyeon, “Tapi, yang menjadi pertanyaan adalah—mengapa kau menginginkan mereka bersatu? Apa kau tidak cemburu?,” tanyanya.

Seohyun tersenyum, “Aku tidak cemburu. Dan—entah mungkin karena aku dan Sehun memiliki ikatan seperti saudara, aku bisa merasakan bahwa Sehun menyukai Jessica. Meskipun secara tidak langsung Sehun tak memberitahuku,” jawabnya.

“Kalian memang bersaudara, Seohyun-ah,” ucap Taeyeon, “Meskipun awalnya kalian hanya bersahabat,” lanjutnya.

Seohyun mengangguk. Ia kembali menatap Sehun dan Jessica yang sedang bertatapan. Ia kembali tersenyum melihatnya.

“Benar-benar pasangan yang cocok,” gumam Seohyun.

“Cocok darimana? Mereka selalu bertengkar setiap saat,” gumam Taeyeon pelan.

***

Waktu untuk pulang sekolah pun telah tiba. Seohyun berjalan di samping Sehun dan Jessica yang masih di borgol. Jessica senang karena sebentar lagi borgol mereka akan di lepas. Tetapi berbeda dengan Sehun. Sehun merasa dengan di borgol, Jessica takkan bisa bertemu dengan Luhan. Ya, Sehun selalu ingin melindungi Jessica dari Luhan.

“Astaga!,” pekik Seohyun tiba-tiba.

“Ada apa, Seohyun-ah?,” tanya Sehun.

“Buku matematika milikku tertinggal di kelas, Sehun-ah,” jawab Seohyun.

“Aku akan mengambilnya,” ucap Sehun.

“Tidak!,” seru Seohyun.

Sehun mengernyit, “Kenapa?,” tanyanya.

“Kau dan Jessica pergi ke mobil terlebih dahulu. Aku akan mengambilnya sendiri. Mana mungkin aku membiarkan kalian berdua kembali ke kelas dalam keadaan di borgol seperti itu. Kalian pasti akan kelelahan,” jawab Seohyun.

“Benar juga,” gumam Jessica.

“Aku segera kembali,” pamit Seohyun, lalu berlari menuju kelasnya.

Sehun dan Jessica kembali berjalan menelusuri koridor sekolah yang mulai menyepi. Tiba-tiba, mata mereka menangkap dua murid yang berada di ujung koridor sedang berpelukan.

“Luhan sunbae dan Yoona sunbae,” lirih Jessica.

Ya, mereka adalah Luhan dan Yoona. Terlihat jelas bahwa Yoona sedang menangis di dalam pelukan Luhan. Jessica yang merupakan penggemar berat Luhan merasa miris melihatnya. Tak tahan, Jessica pun berlari dan spontan Sehun juga ikut berlari karena tangannya di borgol.

Dan entah setan apa yang merasuki diri Jessica, Jessica memiliki kekuatan yang sangat besar. Bahkan untuk menarik Sehun yang lebih besar darinya saja ia bisa melakukannya dengan mudah. Sehun terus mengerjap tak percaya. Bahkan ia merasa lelah karena Jessica terus berlari dan membuatnya mau tidak mau harus berlari juga.

Sehun kaget saat Jessica berlari ke balkon sekolah. Ia pikir Jessica akan membawanya ke lantai dasar. Tapi, Sehun mengerti, Jessica sedang sedih karena sakit hati. Sehun membenci fakta tersebut.

Jessica duduk di kursi panjang bersama Sehun. Angin menyapu wajah keduanya dengan lembut. Air mata terus merembes membasahi pipi halus milik Jessica. Jessica terus menunduk seolah tidak peduli Sehun berada di sampingnya.

“Hentikan, payah. Kau tidak cantik saat menangis,” seru Sehun.

“Diam, bodoh. Memangnya aku peduli?,” balas Jessica setengah berteriak.

Sehun menelan salivanya kasar. Sepertinya Jessica benar-benar kelewatan batas. Hanya karena lelaki bajingan itu kau seperti ini, Jessica-ya? Konyol sekali, batin Sehun kesal.

“Oh, hentikan!,” ucap Sehun, seraya menarik Jessica ke dalam pelukannya. Kini Jessica terisak di dalam pelukan seorang Oh Sehun. Sehun memeluknya erat dengan penuh kebencian di dalam hatinya karena seorang Xiao Luhan berhasil melukai gadis yang menyinggahi hatinya. Ya, Sehun menyukai Jessica.

“Apakah aku kurang cantik, Sehun-ah? Atau aku sama sekali tidak cantik?,” tanya Jessica, yang masih berada di dalam pelukan Sehun.

“Kau ini bicara apa? Tentu saja kau cantik,” jawab Sehun.

“Tadi kau bilang aku tidak cantik?,” tanya Jessica.

“Hei, kau hanya tidak cantik saat menangis, payah,” jawab Sehun.

Jessica memukul dada Sehun kesal. Ia melepaskan diri dari pelukan Sehun sambil mengusap air matanya. Sehun benar-benar tidak bisa membuat perasaanku membaik, tidak seperti Luhan sunbae, gumamnya dalam hati.

Sehun tersenyum tulus, “Tapi—,” ia menahan kalimatnya sejenak hingga Jessica menoleh ke arahnya. “Di saat kau tersenyum, tertawa, kesal, marah, bahkan tidak tersenyum pun, kau selalu terlihat sangat cantik,” lanjut Sehun.

“S-Sehun-ah,” lirih Jessica.

“Sebenarnya cantik atau tidak, itu tidak terlalu penting,” Sehun menoleh ke arah Jessica, “Tetapi, yang paling penting adalah—apakah lelaki bisa menerima perempuan itu apa adanya dan mencintainya setulus hatinya?,”

Mata Jessica berkaca-kaca mendengarnya. Kata-kata terindah yang pernah Jessica dengar. Dan kata-kata itu berasal dari seorang lelaki yang selalu bersikap dingin dan tidak ada romantisnya sama sekali. Lelaki itu adalah Oh Sehun.

“Sehun-ah, kau—,”

“Apakah kau yakin Luhan bisa menerimamu apa adanya?,” tanya Sehun, memotong perkataan Jessica.

Jessica menunduk, “A-Aku tidak tahu,” jawabnya.

Sehun tersenyum, “Jangan terlalu berharap kepadanya, Jessica-ya. Lihat dan tataplah lelaki yang selalu berada di sampingmu, bukan lelaki yang membuatmu bahagia dalam waktu sekejap,” ucapnya.

Jessica mengangkat kepalanya. Speechless? Tentu saja. Jessica bahkan merasa lelaki yang berada di sampingnya saat ini bukanlah Oh Sehun.

“Oh, ternyata kalian disini!,”

Jessica dan Sehun menoleh ke belakang. Seohyun berhasil menemukan mereka dan menghampiri mereka.

“Kita harus pulang sekarang. Aku lapar,” rengek Seohyun.

“Hngg—bukumu sudah di temukan, Seohyun-ya?,” tanya Jessica.

Seohyun mengangguk, “Hm,” jawabnya, “Sebenarnya bukan aku yang menemukannya, tapi Chanyeol,” lanjutnya.

Sehun mengusap kepala Seohyun, “Oh, ada apa denganmu dan Chanyeol, uh? Kau tidak memberitahu kakakmu ini?,” godanya.

Wajah Seohyun memerah, “Kau ini bicara apa, Sehun-ah? Aku dan Chanyeol hanya teman kok,” bantahnya malu-malu.

Jessica dan Sehun terkekeh melihat Seohyun salah tingkah. Untuk yang pertama kalinya, Jessica melihat Seohyun seperti sedang jatuh ke dalam jurang cinta. Jessica yakin, Seohyun jatuh cinta pada Chanyeol. Pertanyaannya adalah, apakah Chanyeol juga menyukai Seohyun?, pikir Jessica.

***

Luhan dan Minseok berjalan menelusuri koridor sekolah. Tiba-tiba, seorang perempuan menghampiri mereka.

“Oh, Yoona-ah?,”

“Hm—Minseok-ya, bisa aku pinjam Luhan sebentar?,” pinta Yoona.

“Oh, tentu saja,” jawab Minseok, lalu pergi mendahului mereka.

“Ada apa, Yoona-ah?,” tanya Luhan.

Yoona menggigit bibirnya, “Aku berpikir bahwa—kita dapat memulai kembali hubungan kita,” ucapnya.

Luhan mengerjap, “Ngg—k-kau—,”

“Aku masih mencintaimu, Luhan-ah,” ungkap Yoona, “Selama di United States, aku tidak bisa melupakanmu. Aku selalu memikirkan kenangan kita bersama dan—aku berharap kita bisa kembali bersama lagi,”

Luhan mengusap tengkuknya, “A-Aku tak pernah memikirkan hal ini,” ucapnya.

Tubuh Yoona menegang, “M-Maksudmu—kau t-tidak lagi men-mencintaiku?,” tanyanya takut.

Luhan mengangguk pelan. Saat itu pula, air mata Yoona berlinang membasahi pipinya.

“Jadi, perhatianmu selama beberapa hari ini—hanya sebagai apa?,” tanya Yoona.

“Ku pikir kita hanya bisa berteman, Yoona-ah,” jawab Luhan.

Yoona mulai terisak. Berat baginya untuk menerima kenyataan ini. Namun, sesuatu melintasi pikirannya.

“Semua ini karena Jessica Jung, bukan?,” tebak Yoona.

“A-Apa?,”

“Sooyoung memberitahuku bahwa kau dekat dengan Jessica selama aku tidak ada. Kau mencintainya, bukan? Hingga kau melupakanku,”

“Y-Yoona-ah, b-bukan seperti itu,”

“Lalu apa, Luhan-ah? Lalu mengapa kau tidak mencintaiku lagi?,” tanya Yoona.

Luhan segera menarik Yoona ke dalam pelukannya. Yoona menangis hebat di dalam pelukan Luhan. Sedangkan Luhan hanya memeluk Yoona erat sambil memikirkan sesuatu.

Setelah tangisan Yoona mulai reda, Luhan melepaskan pelukannya. Ia mengusap air mata Yoona.

“Aku hanya ingin kita menjadi teman, Yoona-ah. Hanya teman,” ucap Luhan, lalu pergi meninggalkan Yoona sendirian. Di dalam hatinya, ia sibuk merutuki dirinya. Sebenarnya Luhan juga masih mencintai Yoona. Tetapi, demi membalas dendamnya kepada Oh Sehun, ia terpaksa melakukan ini semua.

“Aku tidak akan membiarkanmu hidup, Jessica Jung. Kau telah mengambil separuh jiwaku yaitu Luhan. Akan ku pastikan kau mati!,” gumam Yoona murka.

    TBC

Wuaahhh! Konflik mulai bertebaran. Hehe! Habis gue kurang srek kalo bikin FF yang jalan ceritanya mulus gitu aja. Jadi, gue tambahin deh konfliknya. Kayaknya Chanyeol udah tereleminasi nih? Benarkah? Jangan salah! Kita kan belum tau Chanyeol suka atau gak sama Seohyun. Meskipun Chanyeol pernah deg-degan ngeliat Seohyun, tapi kita tau kalo Chanyeol itu sukanya sama Jessica. Duh, kok jadi cerita gue? Ya udah lah, komen aja mah!

By the way, terima kasih buat kalian semua karena udah berhasil membuat gue ngelanjutin FF ini dengan komentar yang banyak. Komentar terbanyak yang pernah aku punya dari semua FF ku.

Iklan

61 respons untuk ‘Who I Love? (Chapter 5)

  1. Hahahah
    seohyun kau memang pintar ,, uwaa kasian sehun gak rela klau borgolnya di lepas , rada nyesek gimana gitu sama luhan , kenapa coba harus jahat,, uwaaa pasti chap selanjutnya bertabur konflik nih .. Oke deh di tunggu ya

  2. PiaChu berkata:

    Kyaaa~~ Akhirnyaaaa…
    Chingu!! sebelum Hiatus dilanjut donk!!
    Pleaseee~ Bbuing** #jiaahhh #gkmempan
    Lanjutnya nanti jangan lama2 ya… 😀

  3. Nampaknya seohyun berhasil mengerjai hunsica.
    Sehun suka pada jessica ni.
    Semakin menarik ceritanya.
    Apa yang akan dilakukan yoona pada jessica?
    Lanjutkan ya…

  4. Sehun sama Jessica itu makin romantis 😀 aaaa aku suka disaat saat seperti ini kk~

    Yoona datang, kenapa harus balik lagi. Dan lagi Luhan itu punya dendam apa sih sama Sehun? Nextnya aku tunggu yaaaaa ~

    • Seohyun kemaren konsul sama aku soal hukuman apa yang pantes buat mereka. Eh, gak ketemu. Terus, Seohyun konsul sama security dan akhirnya ketemu dan bener-bener dipake oleh Seohyun. Tuh borgol juga minjem dari security 😀 #bercanda

  5. G.O.R.J.E.S.S berkata:

    Waahhh daebak ff nya thor… ditunggu next chap nee jangan lama2 kkk~ udah penasaran tingkat dewa nih hehehe.. XD
    Hwaiting ne thor..

  6. .yoong eon mau mnghancurkan sica eon?? tidaakkk !!
    .sehun oppa so sweet kata2nya !!
    .sica eon jgn terjebak dgn luhan oppa,pandanglah sehun oppa !!
    .bnran hlo thor stlah lbran bnjir crta ? & ktunggu klnjutan ff ini !! KEEP WRITING thor ..!!

  7. Roswiwin Jung berkata:

    ayo, chingu dilanjut epepnya 🙂 kyaaa~~~ kenapa lulu jadi jahat kaya gini =-.-=
    jessica sabar yah, meskipun luhan kaya gitu tetap kok ada thehun disampingmu :)hehe
    lanjut
    lanjut
    lanjut
    kutunggu loh chingu next chapternya ^^/
    hwatting.
    dan satu lagi hiatusnya jangan lama” chingu 🙂 okeyyy..#
    Hunsica, Lusica Jjang (o.^)

  8. Ih gila .penasaran ..
    G,mn kelanjutannya .
    . Waduh yoona murka .
    Aduh sica kasian bgt sih kok jadi tempat untuk kebencian luhan dan yoona .
    Di lanjutt dong jangan lama”

  9. Edla Fredlina D Rangkuty berkata:

    chingu kelanjutannya lama bgt ?? aku nunggu nya lama loh . hampir 1 bulan -_-
    setiap aku buka blog ini , aku cma mau liat chap selanjutnya tpi kok gk ada ampe skarang … ._.
    tolong lanjut ya chingu . jgn lama2 post chap 6 . ntar keburu lebaran :/ 😀

  10. Kereen!!#heboh
    Sehun sama jessica cocok banget 😀
    Yah tapi luhan kok jadi jahat? .___. Yah thor kenapa Yoona??? kenapa gk yg lain aja(?)?
    Keren banget,cepet dilanjut ya 😀

    • Aku juga gak tau. Kenapa harus Yoona. Padahal Yoona itu bias ketiga aku! Kenapa harus Yoona? Tuhan, why Yoona? Kutuk saja reader yang satu ini, Tuhan #eh? Sorry, bercanda ^^v

  11. Sica GorJESS berkata:

    AAAAAA !!!
    AUTHOR !!! Aku senyum2 sendiri masa pas baca ._. Haduhh Sehun co cwit ihh XD Luhan dendam sama Oh family ? Wahh Chanyeol tereliminasi ? Ckck sabar yaa park ._. Next chap really soon yaa thor XDD

  12. ryta esha berkata:

    Uwaaaa keren…
    Boleh aku tebak chapter selanjutnya? Kayaknya luhan akan jatuh cinta kepada jessica…

    Lanjutkan ….
    Ku tunggu chapter ke 6

  13. .thor ffnya kog gk dlnjut-lnjut??aku pnsran lnjtannya,aku pngen dlnjut thor!!
    ,sehun oppa udh trz trang.yoong eon mau nyelakai sica eon.lu ge suka sm siapa??
    .dlnjut thor aku suka ffnya #nangisguling2!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s