Skool Luv Affair (Chapter 2)


Skool Luv Affair – (Chapter 2)

Title:
Skool Luv Affair

Author:
Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast:
Jessica – Jin – V – Jungkook
Suga – Jimin – J-Hope – Rap Monster

Support Cast:
YoonA – Hyoyeon
Taeyeon – Tiffany – Seohyun
etc

Genre:
School-life – Romance – Friendship

Length:
Series

Gambar

***

Sooyeon menarik lengan Yoona dengan paksa hingga mereka sampai ke dalam kelas mereka yang saat ini tak berpenghuni. Sooyeon melepaskan genggamannya dari lengan Yoona hingga warna merah sedikit membekas dilengannya.

“Ah, maafkan aku.” ucap Sooyeon menyesal.

Yoona tersenyum, “Tidak apa-apa. Saya tahu anda sangat marah.” ucapnya.

“Iya. Aku benar-benar marah atas perilaku mereka terhadapmu. Sungguh tidak bisa dimaafkan.” ucap Sooyeon yang masih emosi.

“Selain itu, terima kasih telah menolong saya dan melindungi saya. Lain kali, saya akan lebih berhati-hati terhadap mereka.” ucap Yoona.

“Aku yakin kau selalu berhati-hati. Tapi, mereka saja yang selalu mengejar dan mengerjaimu sesuka hati mereka. Bukankah kau mendengar apa kata-kataku tadi? Mulai detik ini, aku akan memusnahkan peraturan bodoh yang mereka buat. Aku akan melindungimu. Dan jika ada diantara mereka yang menyakitimu lagi, maka mereka akan berhadapan denganku.”

“Anda benar-benar ingin melindungi saya?” tanya Yoona tak percaya.

“Apakah wajahku terlihat sedang berbohong atau hanya sekedar menyombongkan diri?” tanya Sooyeon.

“Tidak.” jawab Yoona.

“Maka dari itu, mulai detik ini kau harus berada disampingku. Kau sudah ku catat di dalam buku persahabatanku. Jadi, kau jangan pernah sekalipun berkhianat padaku.” seru Sooyeon, “Seperti yang dilakukan gadis nakal itu.” gumamnya pelan.

“Ya?”

“Ah, tidak. Apa kau mengerti? Kau adalah sahabatku sekarang.” ucap Sooyeon.

“Anda benar-benar ingin bersahabat dengan saya?” tanya Yoona yang masih tak percaya.

Sooyeon menghela napas berat, “Apakah wajahku ini sangat meragukan untukmu?” tanyanya.

“T-Tidak. Saya hanya tidak menyangka anda mau berteman dengan saya.” jawab Yoona.

“Aku serius! Aku mau menjadi temanmu, bahkan sahabatmu. Maka, kau juga harus mau menjadi sahabatku. Mengerti?”

Yoona mengangguk kaku, “I-Iya. Saya mau berteman dengan anda.” jawabnya.

“Jangan begitu. Itu namanya bukan berteman. Sesama teman, kita tidak boleh bersikap formal. Santai dan nikmatilah persahabatan yang kita jalani.” ucap Sooyeon sambil tersenyum manis.

Aku tidak menyangka. Dibalik sikap Sooyeon-ssi yang liar, tersembunyi sikap ramah yang besar, batin Yoona. “Hm! Aku mau berteman denganmu, Sooyeon-ssi, eh maksudku Sooyeon-ah.” ucap Yoona.

“Nah! Itulah yang aku inginkan. Terima kasih sudah mau menjadi sahabatku, Yoona-ah.” ucap Sooyeon lalu menunjukkan jari kelingkingnya, “Sahabat?”

Yoona tersenyum sambil melingkarkan jari kelingkingnya di kelingking Sooyeon, “Sahabat!” ucapnya.

Tanpa mereka sadari, seorang murid laki-laki sedari tadi memperhatikan mereka dari jendela kaca kelas tersebut sambil tersenyum.

“Seokjin-ah!”

Laki-laki itu menoleh ke sumber suara, “T-Tiffany?” pekiknya pelan.

Tiffany menghampiri Seokjin yang sedang membenarkan dasinya, “Apa yang kau lakukan disin—” kalimatnya terputus saat melihat ada Sooyeon di dalam kelas, “K-Kau melihat d-dia?” tanyanya gugup.

“Aku baru saja ingin masuk. Tapi, aku membatalkannya karena tak ingin menghancurkan momen mereka.” jawab Seokjin.

“Kau tidak mengenalnya, kan?” tanya Tiffany.

“Siapa? Jung Sooyeon? Tentu saja aku mengenalnya.” jawab Seokjin.

“K-Kau mengingatnya?” tanya Tiffany takut.

Alis milik Seokjin naik sebelah, “Apa maksudmu?” tanyanya.

Tiffany menggeleng cepat, “T-Tidak. Bukan apa-apa. Apa kau lapar? Aku tidak melihatmu ke kantin.”

“Aku tidak lapar.” jawab Seokjin lalu berjalan pergi.

“Kau mau kemana?” tanya Tiffany.

“Ke tempat yang sepi.” jawab Seokjin tanpa berpaling maupun menghentikan langkahnya.

Tiffany menelan salivanya kasar, “Semoga Kim Seokjin tidak mengingatnya.” Tiffany menoleh dan menatap Sooyeon tajam melalui jendela kaca, “Ini semua karena kau muncul, gadis nakal!” gumamnya kesal.

Di dalam, Sooyeon juga menatap Tiffany tajam.

“Apa kalian saling mengenal?” tanya Yoona.

Sooyeon mengangguk, “Dulu kami bersahabat. Tapi, tidak setelah dia mengkhianatiku.” Sooyeon beralih menatap Yoona, “Berjanjilah padaku agar jangan bersikap seperti gadis nakal itu. Mengerti?”

Yoona mengangguk, “Iya. Aku berjanji.” jawabnya.

>>>

Seokjin masuk ke dalam studio pribadi milik Taehyung. Ia sedikit kaget karena teman-temannya juga berada disana. Apalagi disana juga ada Jungkook dan Hoseok yang seharusnya saat ini berada di kelas untuk belajar.

“Oh, Seokjin kami, bosan di kelas?” tanya Namjoon.

“Aku hanya ingin bergabung. Dan mengapa dua orang jenius ini masih berada disini? Sebentar lagi jam pelajaran dimulai. Kalian tidak ingin meninggalkan ulangan hari ini, kan?” balas Seokjin.

“Kami juga ingin pergi sejak tadi. Tapi, saat ini kondisi Yoongi tidak memungkinkan.” jawab Hoseok.

“Apa yang terjadi, Yoongi-ah?” tanya Seokjin.

Yoongi menghela napas berat, “Jungkook-ah, Hoseok-ah, kalian cepat kembali ke kelas. Jangan hanya karena aku, kalian meninggalkan kewajiban kalian.” ucapnya.

“Memang itu yang ku inginkan sejak tadi.” ucap Jungkook lalu pergi.

“Kami pergi dulu.” pamit Hoseok lalu pergi.

“Taehyung-ah, bisa kau jelaskan padaku apa yang terjadi?” tanya Seokjin.

“Murid baru itu, dia telah mengacaukan seorang Min Yoongi.” jawab Jimin.

“Tapi, bukankah memang kita yang salah? Seharusnya kita tidak menyiksa murid dari kelas amal, kan?” seru Taehyung.

“Ya! Kim Taehyung! Apakah Jung Sooyeon sudah meracuni otakmu sehingga kau berkata seperti itu?” tanya Namjoon.

“Aku setuju dengan Taehyung!” sahut Hyoyeon.

“Ya! Kim Hyoyeon!” tegur Jimin.

“Bukankah sudah dari awal ku katakan untuk berhenti menyiksa Im Yoona? Apa kalian tidak lelah? Berhentilah sebelum kalian mati karena bosan.” ucap Hyoyeon.

“Sampai kapanpun kami takkan berhen—”

“Ku pikir Hyoyeon benar.” ucap Yoongi.

“Ya! Min Yoongi! Kau sedang demam tinggi?” tanya Namjoon tak percaya.

“Yoongi-ah, kau serius?” tanya Taehyung senang.

“Iya. Menurutku, seharusnya saat ini aku mengganti target. Aku lelah bermain dengan gadis miskin itu.” jawab Yoongi.

“Mengganti target?”

“Bukankah lebih seru jika Bangtan Sonyeondan menyiksa murid kaya raya?” tanya Yoongi sambil tersenyum misterius.

“A-Apa?”

“Jangan-jangan—” gumam Seokjin tertahan.

“Kenapa, Seokjin-ah? Apakah pikiran kita sama?” tanya Yoongi.

“Ya! Siapa yang kalian bicarakan?” tanya Taehyung penasaran.

Seokjin menelan salivanya kasar. Saat ini, ia bingung harus berkata dan bertindak bagaimana.

>>>

Sooyeon dan Yoona berjalan menuju halaman sekolah. Bukan hanya mereka, semua murid pun melakukan hal yang sama karena saat ini adalah waktunya pulang sekolah. Beberapa murid sibuk membicarakan Sooyeon yang mulai hari ini benar-benar menjadi selebriti papan atas di Jeguk High School.

“Sepertinya semua orang membicarakanmu, Sooyeon-ah.” ucap Yoona.

“Biarkan saja. Aku sudah biasa menjadi selebriti bahkan di hari pertama ku sekolah seperti sekarang.” ucap Sooyeon santai.

Tiba-tiba langkah mereka terhenti saat Bangtan Sonyeondan menghampiri mereka. Kali ini Bangtan Sonyeondan lengkap. Bahkan Seokjin juga ada disana. Hal itu membuat Sooyeon sedikit kaget. Namun, ia berusaha untuk bersikap santai.

“Apa? Ingin mencari masalah denganku?” tanya Sooyeon.

Yoongi tersenyum, “Tidak. Aku ingin berdamai.” jawabnya.

Sooyeon maupun Yoona menatap Yoongi tak percaya, “Semudah itu kah kau menyerah? Ah, aku tidak mengerti dengan laki-laki jaman sekarang.” seru Sooyeon.

“Perkataanmu membuatku sadar kalau seharusnya aku tidak lagi menyakiti Im Yoona. Lagipula, aku sudah bosan dengannya.” ucap Yoongi.

“Baguslah kalau begitu.” ucap Sooyeon.

“Tapi—” Yoongi menahan kalimatnya.

“Tapi apa?” tanya Sooyeon bingung.

“Meskipun aku tidak mengganggu Im Yoona lagi, aku tidak akan berhenti mengganggu orang.” jawab Yoongi.

“Apa maksudmu, laki-laki aneh?” tanya Sooyeon.

“Aku mengganti target.” jawab Yoongi.

“Yoongi-ah, hentikan.” pinta Taehyung cemas.

“Ya! Kim Taehyung! Sebenarnya apa yang terjadi? Kalau kau temanku, cepat jelaskan secara detail. Jangan seperti laki-laki aneh ini, setengah-setengah!” seru Sooyeon kesal.

“S-Sebenarnya—”

“Tidak. Aku kemari hanya ingin mengatakan itu. Kau akan mendapatkan jawabannya nanti. Senang bertemu denganmu, Sooyeon-ssi. Terima kasih karena sudah membuat hidupku lebih berwarna.” ucap Yoongi lalu pergi diikuti teman-temannya.

“Maafkan aku, Sooyeon-ah.” ucap Taehyung lalu menyusul teman-temannya.

“Ya! Kau mau kema—” kalimat Sooyeon terputus saat Seokjin berada dihadapannya.

“Aku tidak tertarik untuk berteman denganmu. Tapi, kau cukup mengesankan juga. Namaku Kim Seokjin. Salam kenal.” ucap Seokjin lalu pergi, namun ditahan oleh Sooyeon.

“K-Kau—tidak mengenalku?” tanya Sooyeon tak percaya.

“Kau bicara apa? Kita baru saja berkenalan.” jawab Seokjin.

“B-Bukan itu maksudku. Apakah kau tidak mengenalku dari dulu?” tanya Sooyeon.

Seokjin tertawa pelan, “Kau berbicara seolah-olah kita dulu berteman. Bukankah kita baru saja berkenalan? Mungkin kau salah orang. Dikepalaku, tidak ada namamu sejak dulu.” jawabnya lalu pergi.

Sooyeon memandang punggung Seokjin yang semakin menjauh, “Seokjin-ah, kau sedang berakting, kan?” gumamnya syok.

“Sooyeon-ah, kau baik-baik saja?” tanya Yoona.

Sooyeon mengacak-acak rambutnya, “Argh! Kenapa hari pertamaku sekolah sangat menyebalkan?” gerutunya frustasi.

>>>

Tiffany sedang mengecat kukunya bersama Taeyeon di rumahnya. Seohyun tidak bisa datang karena sedang ada jadwal pemotretan untuk sebuah majalah.

“Fany-ah, kenapa kau tidak bersemangat seperti biasanya?” tanya Taeyeon bingung.

“Memangnya sejak kapan aku bersemangat?” tanya Tiffany.

“Oh, iya. Tiffany kami selalu bersikap dingin kecuali kepada mertuanya. Bahkan kepada Seokjin pun sering bersikap dingin.” jawab Taeyeon.

“Bisakah kita membahas yang lain? Mood ku sedang tidak bagus saat ini.” ucap Tiffany.

“Bagaimana kalau kau menceritakan padaku tentang hubunganmu dengan Jung Sooyeon?” usul Taeyeon.

Tiffany terdiam sejenak sebelum ia menggelengkan kepalanya, “Tidak mau!” tolaknya.

“Kenapa? Aku kan sahabatmu. Seharusnya kau berbagi denganku.” rengek Taeyeon.

“Aku akan menceritakannya di saat yang tepat. Bukan sekarang.” ucap Tiffany.

Taeyeon mendengus, “Baiklah. Silakan kau ceritakan nanti di saat aku sudah tidak tertarik lagi dengan cerita itu.” ucapnya.

“Ya! Kau marah?” tanya Tiffany.

“Tidak. Aku tidak marah.” jawab Taeyeon tanpa melihat Tiffany.

“Kalau kau marah, malam ini kita tidak jadi pergi ke bioskop.” ancam Tiffany.

“Tidak! Aku tidak marah! Sumpah!” seru Taeyeon.

Tiffany menahan tawanya, “Kau ini mudah sekali di ancam. Jangan sampai ada pria jahat yang bisa mengancammu dengan mudah seperti ini.”

“Tenang saja. Aku hanya lemah padamu saja.” ucap Taeyeon.

>>>

Sooyeon sedang pergi ke sebuah toko buku. Kakeknya memerintahnya untuk membeli buku-buku pelajaran untuk ia pelajari di rumah. Sooyeon benar-benar merasa di neraka. Bukannya mendapat kebahagiaan, ia malah mendapat siksaan di Korea Selatan.

“Buku apa yang harus ku beli?” gumam Sooyeon bingung.

Tiba-tiba, matanya tertuju pada sebuah buku biologi. Kebetulan ia masih menyukai biologi dan pelajaran sains lainnya. Sooyeon pun meraih buku tersebut, namun seseorang juga sedang meraih buku yang sama dengan Sooyeon.

“Maaf. Aku telah mengambil buku yang kau ambil.”

“Tidak apa-apa. Kau saja yang ambil. Aku bisa mengambil buku yang lain.” ucap Sooyeon.

“Tunggu sebentar. Bukankah kau Jung Sooyeon?”

Sooyeon menyipitkan matanya, “Oh! Kau itu temannya si laki-laki aneh dan Kim Taehyung, kan?”

“Iya. Namaku adalah Jeon Jungkook.”

“Ya! Aku tidak menanyakan namamu!” ucap Sooyeon.

“Aku hanya ingin memberitahumu agar kau tidak memanggilku teman laki-laki aneh lagi.” ucap Jungkook.

“Sedang apa kau disini? Apa kau disuruh laki-laki aneh itu? Untuk mengerjaiku?” tanya Sooyeon waspada.

“Ya! Kau pikir aku seperti mereka? Aku memang sering bersama mereka. Tapi, aku lebih memilih untuk diam dan menonton apa yang mereka lakukan. Atau kalau aku bosan, aku akan pergi untuk membaca buku.” jawab Jungkook.

“Kau—teman si laki-laki aneh itu—suka membaca buku? Daebbak!”

“Kenapa? Tidak percaya? Kau bisa tanyakan sahabat barumu itu berapa peringkatku di kelas.” ucap Jungkook lalu mengambil buku biologi tersebut, “Ini ku ambil sebagai tanda pertemanan kita. Dan karena aku sedang tidak beruntung karena bertemu denganmu, maka kau harus ganti rugi.”

“Apa? Ganti rugi apanya?” tanya Sooyeon tidak mengerti.

Jungkook melangkah pergi menuju kasir, “Permisi. Buku ini—gadis dengan tampang bodoh itu yang membayar.” ucapnya lalu keluar dari toko buku tersebut.

“YA! APA KAU GILA? KAU SEBUT AKU APA TADI?” teriak Sooyeon kesal.

“Sshhh!” semua orang di dalam toko buku itu menatap tajam ke arah Sooyeon. Sooyeon hanya bisa tersenyum malu sambil mengeluarkan cengiran tiga jarinya.

>>>

Hari kedua Sooyeon di Jeguk High School telah tiba. Seperti biasa, Sooyeon datang bersama supir dan mobil mewahnya. Namun, satu hal yang nampak berbeda adalah Sooyeon tidak sendiri yang keluar dari jok belakang mobilnya. Im Yoona—sahabat baru Jung Sooyeon—juga keluar dari jok belakang mobil milik Sooyeon. Hal itu membuat semua murid yang melihat mereka kaget.

“Ternyata mereka benar-benar menjadi sahabat.” ucap Namjoon.

“Sooyeon itu bukan tipe orang yang besar mulut saja.” seru Taehyung.

“Sudah puas membela gadis liar itu? Apa hebatnya sih dia jadi harus kau bela seperti itu? Dia itu musuh Yoongi. Itu artinya musuh kita juga.” ucap Hoseok.

“Tapi—”

“Atau jangan-jangan Kim Taehyung suka pada gadis liar itu?” goda Jimin.

Taehyung mengangkat bahunya, “Aku tidak tahu. Aku hanya merasa nyaman berteman dengannya.” jawabnya polos.

“Kau salah bertanya, Jimin-ah. Harusnya kau bertanya pada lelaki yang sering atau pernah jatuh cinta. Bukan seperti lelaki ini.” ucap Namjoon.

“Apa? Kau mau mati, ya?” seru Taehyung kesal.

“Sudah, hentikan! Kita harus menyambut kedatangan cucu mantan presiden kita itu.” seru Yoongi.

“Dan kita kekurangan satu orang.” ucap Jungkook.

“Kim Seokjin? Biarkan saja dia. Lagipula, dia takkan pernah tertarik dengan hal ini.” ucap Yoongi.

Sooyeon dan Yoona sudah berada dihadapan ‘Bangtan Sonyeondan’. Sooyeon memasang ekspresi dinginnya saat melihat Yoongi tersenyum kepadanya.

“Apa lagi kali ini, lelaki aneh?” tanya Sooyeon.

Yoongi menggeleng, “Tidak. Aku hanya ingin menyambut kedatanganmu.” jawabnya.

“Terima kasih, tapi menurutku kau tak perlu melakukannya.” ucap Sooyeon.

“Mengapa? Apakah salah sesama teman melakukan perbuatan baik?” tanya Yoongi.

Sooyeon menghela napas panjang, “Aku tidak peduli apa sebenarnya niat jahatmu, lelaki aneh. Tapi, satu saja pintaku, ijinkan aku dan Yoona lewat sekarang.” ucapnya.

“Apakah kau masih kesal padaku? Aku kan sudah minta maaf.” ucap Yoongi.

“Tidak juga. Aku hanya tidak ingin kau ganggu.” jawab Sooyeon.

“Ganggu? Apakah kau merasa perbuatanku selama ini mengganggumu?” tanya Yoongi.

“Menurutmu?” balas Sooyeon.

Bukannya kesal, Yoongi malah tersenyum. Dan sekali lagi, Sooyeon tidak mengerti dengan lelaki dihadapannya itu.

“Jika kau merasa terganggu, aku minta maaf. Aku hanya ingin dekat denganmu. Itu saja.” ucap Yoongi, “Guys, let’s go!” ajaknya kepada kelima temannya.

Yoongi dan teman-temannya pun pergi. Sebelum mereka pergi, Taehyung sempat tersenyum kepada Sooyeon.

“Aku bingung dengannya.” ucap Sooyeon.

“Kau harus lebih hati-hati, Sooyeon-ah.” ucap Yoona.

“Iya, Yoona-ah. Kau sudah memperingatiku beberapa kali. Aku tahu dan aku takkan terjebak oleh lelaki aneh itu.” ucap Sooyeon.

>>>

Istirahat telah tiba. Semua murid menjalankan aktivitas mereka seperti biasa di luar kelas. Tetapi sepertinya satu orang murid lebih menginginkan berdiam diri di dalam kelas sambil duduk dan menyandarkan kepalanya di atas meja. Dia tidak tertarik untuk keluar kelas. Ia hanya sendiri tanpa sahabat yang selalu berada disampingnya.

“Ah.. bosan sekali. Yoona jahat! Kenapa dia harus dilanda kesibukan sekolah di saat aku sedang malas berbuat apa-apa?” gumamnya.

Orang itu tak lain adalah Jung Sooyeon, murid yang sangat terkenal di Jeguk High School saat ini. Wajahnya tak menunjukkan ekspresi sedang senang. Gadis itu terlihat sangat bosan tetapi terlalu malas untuk berbuat apa-apa.

Tiba-tiba kepalanya mengingat pembicaraannya bersama sahabatnya, Yoona.

“Sooyeon-ah, kamarmu besar dan indah sekali!” kagum Yoona.

“Terima kasih. Kau boleh menginap disini kapanpun kau mau.” balas Sooyeon.

“Sungguh?” tanya Yoona dengan wajah berbinar-binar.

Sooyeon mengangguk, “Tentu saja. Aku bosan sendirian di kamar. Tak ada teman.” jawabnya.

Yoona tersenyum senang, “Senang rasanya aku bisa berteman denganmu. Tak pernah terbayangkan aku memiliki teman sepertimu. Ternyata Tuhan itu adil, ya?”

“Kau ini bicara apa? Lebih baik sekarang kau beri respon dengan ceritaku yang tadi.”

“Soal Jungkook?” tanya Yoona.

Sooyeon mengangguk mengiyakan.

“Memang benar. Jungkook adalah murid terpintar di Jeguk High School. Sulit sekali untuk berada di atasnya. Hanya saja, aku cukup sering seimbang dengannya. Dan mungkin itulah yang membuat dia membenciku.”

“Bukankah mereka memang tidak suka padamu?” tanya Sooyeon.

“Tapi Jungkook itu berbeda. Dia tak pernah ikut campur saat Bangtan Sonyeondan mengerjaiku. Jungkook menunjukkan kebenciannya dengan cara tak mau berbicara padaku, mendengusiku, dan sejenisnya.” jawab Yoona.

“Wait a minute. Kau bilang apa tadi? Bangtan apa?”

“Bangtan Sonyeondan.”

Sooyeon tertawa lucu, “Bangtan Sonyeondan? Itu kah nama gang mereka? Tidak pantas sama sekali untuk para lelaki aneh seperti mereka.”

“Tetapi semua penggemar mereka merasa itu nama yang pantas.” ucap Yoona.

“Whatever!” ucap Sooyeon sambil memutar kedua bola matanya, “Ngomong-ngomong, bisakah kau sebutkan siapa nama mereka dan tentang mereka?” tanyanya.

Yoona tersenyum, “Ternyata kau tertarik juga.”

Aku hanya ingin tahu soal Seokjin saja, batin Sooyeon. “Cepat beritahu!” serunya.

“Bangtan Sonyeondan terdiri dari tujuh murid laki-laki pewaris yang sangat terkenal. Orangtua mereka sangat kaya raya. Selain tampan, mereka juga kaya. Tentu saja para penggemar mereka banyak. Bangtan Sonyeondan beranggotakan Kim Seokjin, Min Yoongi, Kim Namjoon, Kim Taehyung, Jung Hoseok, Park Jimin, dan Jeon Jungkook. Sebenarnya Kim Seokjin adalah ketuanya. Tetapi karena Seokjin sering absen, Min Yoongi lah yang memegang kendali Bangtan Sonyeondan dan Jeguk High School sendiri. Jadi, Yoongi bebas ingin melakukan apa saja meskipun ia sering dipanggil oleh ketua yayasan di Jeguk High School.” jawab Yoona.

“Jadi, Seokjin tidak sering bergabung dengan mereka?” tanya Sooyeon senang.

Yoona mengangguk mengiyakan, “Tapi, sepertinya kau dan Seokjin sudah mengenal lama. Mengapa dia terlihat seperti tidak mengenalmu?”

Sooyeon mengangkat bahunya, “Aku juga tidak mengerti. Mungkin karena dia membenciku.” jawabnya.

“Membencimu?”

“Maafkan aku, Yoona-ah. Sepertinya malam ini kau tidak bisa menginap disini. Aku ingin sendiri.” ucap Sooyeon.

Yoona mengangguk mengerti, “Baiklah. Kita bertemu besok, ya?”

Sooyeon menghela napas berat, “Apa kau benar-benar membenciku?”

“Apa? Kau bicara apa?”

Sooyeon tersentak. Ia membangunkan kepalanya dan kaget saat melihat Seokjin duduk tepat di kursi di depannya. Seokjin duduk berbalik ke arahnya.

“K-Kau? Sejak kapan kau disini?” tanya Sooyeon syok.

“Sejak kapan, ya? Mungkin sejak tadi.” jawab Seokjin.

“Kenapa kau disini? Kenapa kau tidak makan di kantin atau membaca di perpustakaan saja?” tanya Sooyeon.

“Kau siapa berani mengaturku?” tanya Seokjin kesal, “Sekolah ini milikku. Apapun yang ku lakukan, semuanya terserahku.” tambahnya.

Sooyeon menunduk, “Maafkan aku.” ucapnya.

Seokjin tersenyum menahan tawa, “Ya! Kenapa kau tidak seliar biasanya?” tanyanya.

Sooyeon mengangkat kepalanya, “Apa?”

“Bukankah biasanya kau mengomel tidak jelas? Tapi, kenapa di hadapan ku seperti ini kau menjadi pemalu seperti itu?”

Sooyeon menggeleng cepat dengan wajah yang memerah, “T-Tidak kok! Aku bukan pemalu!” bantahnya.

“Atau jangan-jangan.. kau jatuh cinta padaku, ya?” tebak Seokjin.

“APA???!!” pekik Sooyeon syok.

Seokjin tertawa keras, “Sepertinya dugaanku benar.” ucapnya.

Sooyeon mengibaskan kedua tangannya, “Tidak! Kau salah! Aku tidak jatuh cinta padamu sama sekali!” bantahnya.

“Jangan berbohong. Aku tidak marah kalau kau jatuh cinta padaku.”

Sooyeon terdiam. Mulutnya terasa rekat dan tidak bisa bergerak.

“Tapi, maaf.”

“Eoh?”

Seokjin berdiri, “Aku sudah punya tunangan.” ucapnya lalu beranjak pergi.

Sooyeon bagaikan disambar petir yang sangat dahsyat dan kuat. Bahkan ia tak mampu berbicara dan bergerak. Hanya air mata yang mengalir dari mata indahnya.

“Seokjin-ah, Fany-ah, kalian benar-benar bertunangan?”

TBC

Maafin ya kalo lama! Dan juga maaf kalo chapter ini agak pendek. Soalnya aku lagi sibuk banget ngurusin masuk perkuliahan. Doain aku lulus di kampus yang aku idamin, ya?

Jangan lupa komentarnya ^^

Iklan

16 thoughts on “Skool Luv Affair (Chapter 2)

  1. Yaa!! Kok seokjin jahat bgt sih?!!
    Masa pura* gk kenal ama sooyeon.-.
    Semoga ada temen ny sica yg di amerika sklh disitu jg..hehe:D
    Next chapter jgn lama* ya & panjangin ya /puppy eyes /
    Ditunggu^^

  2. Wew..jhat bgs..blm tw ya unnie gw itu jago tinju..hehhee..wew thor..itu sbnr nya seokjin knp sih???
    Kya nya fany itu bwrkhianat sma sooyeon ya..mdh2n yoona gag..d tnggu nxt nya…

  3. Jessicool berkata:

    Msh abu2 msalalu mereka, jd mkn pnasaran ja? Sica smg ga ngeliatin kelemahanny dhadapan seokjin ma tiff,.. Dtnggu kelanjutannny

  4. PiaChu berkata:

    Yayy chap 2 nya sudah muncul~
    Jangan2 SeokJin amnesia lagi >< Waaaa Jessica sahabatan sama Yoona~
    Jangan2 targetnya Bangtan sekarang Jessica lagi.-.
    Ditunggu chap 3 nya thor~ ^^

  5. Jung Nadya Widi berkata:

    Aduhhh rasanya tangann guaa gatttteeellllll bgt pengen jambakkk rambutnya tiffany -o-
    Jin kok lu jahat bgt siiihhh ㅠ.ㅠ
    Pura2 Amnesia lagi…
    Gak sabar nunggu chapter selanjutnya
    Buat author nya hwaiting ne *^^* ^▽^

  6. han yerim berkata:

    Woaa itu kayanya suga dan followers/?nya nyebelin banget ya udah yoona sekarang jessica maunya apa-_-ntar suka baru aja:v seokjin itu dulu pacarnya jessica?terus diembat tiffany?*okengaco.chapter3nya cepet di publish yaa;)

  7. aaaaaaaaa!!!!
    keluar jugaaa akhirnya!! aduhhhh bahagianyaa#tumpengan
    ituu yoongi kok ngeselin sih -,- apa coba salah yoonsic, jangn sok berkuasa deh toh ketuanya kan jinn oppa(?)
    aku suka jungkook-jessica moment, yaaaa walaupun bisa dibilang singkat sihh..tapi yaaa pokoknya ku tetep dukung pasangan jungkook-jessica muehehehehehehe..klo jin-sica kan gk mungkin soalnya jin udah ama fanu#plak
    jadi jungkook-sica/lusica bolehh lahhh wkwkwkwk
    oh iya thor gmana supaya bkin jin cemburu dengan kedekatan jungkook sama jessi? yaaaa itung2 kado buat aku yaa#plak
    pokoknya aku tunggu chap ke-3nyaaaa ♥♥
    oh iya semangat daftar universitasnya yaa dan semoga bisa masuk ke universitas yang di inginkan..FIGHTING!!

  8. jungkook kok ngeselin hahahaha. baru jg kenalan udah minta bayarin aja wkwkwkwk>< itu jessica-fanny-jin ada apa sih? jin klo di depan jessica sok2 gasuka dan gakenal gitu, tp dibelakangnya suka liatin. dan yg lain awa loooo jatuh cinta sm jessica wkwkw. apalagi yoongi tuh. lanjutannya amat sangat ditunggu thor, fighting^^)9

  9. Ice Jung berkata:

    Gregetaaan, seokjin kenapa pura-pura ga kenal sih:(kan kasian jessicanya huwaa T.T tiffany takut kenapa? Seokjin emangnya harus lupa apa?:( apa seokjin pernah amnesia gitu? Penasarannn… Ommo, jungkook ketemu jessica di toko buku? Jgn2 bakal ada jungkook-jessica disini>.< Padahal aku lebih mihak jungkook-yoona biar ada benci dan cinta gitu hehehehehe, ciye seokjin nyamperin jessica dan blg gpp jatuh cinta sama dia, tapi harus ya knp seokjin hrs blg udah punya tunangaaan kan jessica jadi asdfghjkl deh pokoknya aku tunggu kelanjutannya thor, fighting!

  10. Stevani Xi berkata:

    Huaaaa bgus thor.. sumpahh
    Ff disini bnyk yg aku tunggu trutama ni ff :3
    Bgus bgt, kasian jessinya , jin nya sok gak kenal masa

    Ditunggu kelanjutannya thor ^^
    ff – ff lain jg dtunggu lohh 😀

    Fighting!!

  11. Jin itu kenapa sih kok bisa lupa sama Jessica ? Lebih tepatnya sih pura-pura lupa
    waa Jessica jadi target selanjutnya nih buat bahan bullyan BTS
    duh senyum sendiri pas Jessica sama Jungkook wk
    btw ffnya keren thor,ditunggu kelanjutannya^^

  12. shyela berkata:

    sumpah ampe chap 2 aku penasaran setengah mampus ama masa lalunya jetyjin
    yoongi jangan2 ntar jath cinta lg ama sica eon. seru tuh pasti
    jin dan jun~_~? ada apa dg jin ampe lupa gitu.

  13. Ceritanya keren thor !! 😉
    Suka bnget sama karakter sica disini, baik bnget gtu mau brteman and nerima apa adanya ke yoona ^^
    Thor aku pngen smua anak BTS suka sama sica 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s