(Request FF) – What Is Love


Title : What Is Love

 

Author : Xiao Li/ @dhynakim10

 

Main Cast :

  • SNSD’s Jessica as Jessica Jung
  • EXO-K’s Kai as Kim Jongin (Kai)
  • SNSD’s Tiffany as Tiffany Hwang

Support Cast :

  • Sistar’s Hyorin as Kim Hyorin
  • EXO-K’s Sehun as Oh Sehun
  • T-Ara’s Jiyeon as Park Jiyeon
  • Ailee as Amy Lee
  • SNSD’s Hyoyeon as Kim Hyoyeon
  • etc

 

Genre : School-life, Romance, Friendship

 

Length : Oneshot

 

Note : Ini adalah ‘Request FF’ dari rani. Hopeful you can enjoy this story. And I hopeful ma readers can be enjoy, too! Happy reading!

 

***

 

Jessica dan Tiffany telah tiba di sekolah baru mereka. SM Art Academy, nama sekolah baru mereka yang terletak di kota Seoul, Korea Selatan. Suasana yang cukup ramai menyambut mereka. Semua mata tertuju kepada mereka karena tidak ada sebelumnya yang pernah melihat mereka.

 

“Murid baru, eh?,”

 

“Woah! Cantik sekali,”

 

“Mereka pindah dari sekolah mana, ya?,”

 

“Kira-kira mereka satu kelas denganku, tidak, ya?,”

 

Dan sebagainya desas-desus dari murid-murid itu.

 

“Tidak menyenangkan sekali,” gumam Jessica.

 

Tiffany mengernyit bingung, “Kenapa?,” tanyanya.

 

“Kita berada di kelas yang berbeda. Nanti aku duduk dengan siapa?,”

 

Tiffany tersenyum, “Kau maupun aku akan mendapatkan teman baru. Itu sudah pasti,” jawabnya.

 

Jessica menghela napas berat, “Aku tidak yakin murid-murid disini ramah-ramah,” ucapnya.

 

“Setidaknya penduduk Korea dikenal dengan kesopanannya. Aku rasa sekolah ini tidak akan lebih buruk daripada sekolah di United States,” ucap Tiffany.

 

Jessica memaksakan dirinya untuk tersenyum. Ia kurang menyukai Korea. Entahlah karena apa.

 

***

 

2-1’s Class

 

“Annyeonghaseyo. Nama saya Tiffany Hwang. Saya biasanya dipanggil Tiffany. Saya berasal dari United States dan pindah kemari bersama orangtua saya. Saya harap, kalian bisa menerima saya sebagai teman kalian,”

 

“Ah, tentu saja. Siapa yang tidak mau berteman dengan gadis secantik dirimu?,” sahut seorang murid laki-laki.

 

“Huuuuuu!!!!!!!!,” sorakan dari para murid perempuan menyambut murid laki-laki itu.

 

“Kau dari United States tapi bahasa Korea-mu fasih sekali. Meskipun nada bicaramu masih seperti penduduk Amerika pada umumnya,” sahut seorang murid perempuan.

 

“Terima kasih. Ayahku berasal dari Korea. Jadi, aku juga mempelajari bahasa Korea,” jawab Tiffany.

 

“Tiffany-ssi, silakan duduk dengan Amy Lee,” ucap seorang pengajar sambil menunjuk murid perempuan yang tadi berbicara dengan Tiffany, “Dia juga berasal dari Amerika. Ku pikir, kau akan merasa lebih mudah mengenal tempat ini jika berteman dengannya,” tambahnya.

 

“Terima kasih,”

 

Tiffany pun berjalan dan duduk disamping Amy. Amy tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya, “Namaku Amy Lee. Kau boleh memanggilku Amy,” ucapnya.

 

Tiffany menjabat tangan Amy, “Salam kenal, Amy-ssi,” ucapnya.

 

***

 

2-2’s Class

 

“Boleh aku tahu siapa namamu?,”

 

“Hyoyeon,” jawab seorang murid perempuan berambut pirang.

 

Jessica mendengus kesal. Teman sebangkunya benar-benar tidak ramah. Jessica merasa sangat tidak nyaman di kelas ini. Apalagi seorang murid laki-laki yang terus memandanginya.

 

“Hyoyeon-ssi, siapa sih murid laki-laki itu? Aku tidak suka dipandangi seolah-olah dia ingin memakanku,” bisik Jessica.

 

Hyoyeon memutar bola matanya, “Namanya Kai. Dia adalah the most killer boy in this academy,” jawabnya.

 

“K-Killer?,” pekik Jessica kaget.

 

“Jangan berani dekat-dekat dengannya. Dia adalah playboy cap kapak. Dia suka mempermainkan perempuan. Tapi, saat ini dia hanya berpacaran dengan murid perempuan terkaya di sekolah ini, Kim Hyorin!,” jawab Hyoyeon.

 

“Namanya hampir mirip denganmu,” ucap Jessica.

 

“Dia adalah sepupuku. Tapi, aku tidak suka dengannya karena dia suka memamerkan tubuhnya kepada orang-orang,” ucap Hyoyeon.

 

Jessica menatap murid perempuan yang duduk disamping Kai, “Apakah dia yang bernama Hyorin?,” tanyanya kepada Hyoyeon.

 

Hyoyeon mengangguk, “Hm,” jawabnya.

 

Jessica mengangguk mengerti. Sampai saat ini, Kai masih terus memandanginya. Jessica pun memutuskan untuk memperhatikan pelajaran daripada mempedulikan Kai.

 

***

 

Jessica dan Tiffany sedang makan siang di kantin. Semua murid masih memperhatikan dua murid baru itu. Tampaknya, mereka akan mudah terkenal.

 

“Yang berambut hitam itu—murid baru juga?,” tanya Hyorin.

 

Amy mengangguk, “Dia adalah teman sebangkuku,” jawabnya.

 

“Dia satu kelas denganmu?,” tanya Jiyeon kaget.

 

“Benar sekali,” jawab Amy.

 

“Ku akui, mereka lumayan cantik,” ucap Jiyeon.

 

“Kai juga sedari tadi memperhatikan si rambut cokelat itu!,” ucap Hyorin kesal.

 

“Si Jessica itu?,” tanya Jiyeon.

 

Hyorin mengangguk, “Sepertinya Kai tertarik padanya,” ucapnya.

 

“Tenang saja, Hyorin-ah. Kai tidak pernah benar-benar serius menyukai perempuan. Dia hanya menyukaimu,” ucap Amy.

 

“Tapi, aku tetap tidak suka pada Jessica itu. Popularitasnya dan temannya itu akan menurunkan popularitas kita,” ucap Hyorin.

 

“Kau benar juga,” ucap Jiyeon setuju.

 

“Pokoknya, kita harus menemukan cara untuk mempertahankan popularitas kita. Kita tidak boleh kalah dari mereka,” ucap Hyorin.

 

“Aku setuju!,” seru Jiyeon.

 

Amy mengusap tengkuknya, “Selama kita tidak melakukan kekerasan, aku juga setuju,” ucapnya.

 

***

 

Hari kedua Jessica dan Tiffany di sekolah baru mereka.

 

Jessica sedang membawa beberapa buku ditangannya. Karena hal itu, Jessica tidak bisa melihat apa yang ada didepannya. Dan…

 

BRAKKK!!!

 

Jessica menabrak seseorang. Buku-bukunya juga berserakan di lantai.

 

“Maafkan aku. Aku sangat menyesal,” ucap Jessica.

 

“Tidak apa-apa,” jawab murid yang Jessica tabrak. Jessica mengulurkan tangannya dan disambut oleh murid lelaki itu. Dan saat murid itu mendongak,

 

“K-Kai?,”

 

“Oh, kau tahu namaku?,” tanya murid lelaki itu yang tak lain adalah Kai.

 

“Hyoyeon memberitahuku,” jawab Jessica.

 

Kai tersenyum, “Jadi, kau mencari tahu namaku?,”

 

Jessica spontan syok, “Apa? Tidak. Jangan salah paham. Kau yang memperhatikanku saat itu. Jadi, aku menanyakannya kepada Hyoyeon,” jawabnya.

 

Kai menaikkan sebelah alisnya, “Aku? Memperhatikanmu?,”

 

“K-Kau tidak sadar?,” tanya Jessica tak percaya.

 

“Aku tidak pernah memperhatikanmu,” jawab Kai.

 

Wajah Jessica memerah karena malu. Jadi, selama ini aku salah paham? Aku terlalu percaya diri?, batinnya.

 

Jessica segera memunguti buku-bukunya, “Aku harus pergi!,” pamitnya lalu pergi dari sana.

 

Kai melihat tingkah Jessica pun tertawa menyeringai, “Manisnya gadis itu. Aku semakin tertarik,” gumamnya.

 

***

 

Kai dan Sehun sedang bermain catur di rumah Kai. Di sela-sela bermain, mereka membicarakan hal-hal ringan. Seperti..

 

“Bagaimana hubunganmu dengan Hyorin?,” tanya Sehun.

 

“Biasa saja. Aku sudah bosan dengan tubuhnya. Andai saja dia tidak memerasku dengan uang-uang milyaran darinya, hubungan ini pasti sudah berakhir sejak lama,” jawab Kai.

 

Sehun terkekeh pelan, “Padahal menurutku kalian cocok sekali, Kai. Kalian berdua adalah dua murid pembunuh di sekolah kita,” ucapnya.

 

“Aku sedang tertarik kepada gadis lain saat ini, Sehun-ah,” ucap Kai.

 

“Oh, ya? Siapa?,” tanya Sehun.

 

“Jessica Jung,” jawab Kai.

 

Sehun mengangguk, “Dia memang cantik. Tubuhnya mungil dan putih. Tidak salah kau tertarik dengannya,” ucapnya.

 

“Well—aku tidak ingin mencicipi tubuhnya seperti gadis-gadis lain. Dia terlalu manis untuk ku perlakukan seperti itu,” ucap Kai.

 

“J-Jangan bilang kau jatuh cinta padanya?,”

 

Kai terdiam sejenak. Keringat mulai keluar dari tubuhnya. Jatuh cinta? Apakah aku sedang jatuh cinta pada Jessica? Tapi, aku tidak tahu soal cinta. Jadi, bagaimana aku bisa jatuh cinta?, pikirnya.

 

“Ingin bertaruh denganku?,” tawar Sehun.

 

Kai mengernyit bingung, “Bertaruh soal apa?,” tanyanya.

 

“Berpacaran dengan Jessica selama satu minggu. Lalu, kau putusi dia dan katakan bahwa kau berpacaran dengannya hanya karena bertaruh,” jawab Sehun.

 

Kai terdiam kembali. Ia sibuk menimbang-nimbang tawaran Sehun.

 

“Setiap aku ingin menyakiti perempuan, aku tidak pernah ragu. Tapi, mengapa kali ini berbeda?,” gumam Kai pelan, sangat pelan.

 

“KAI!,” tegur Sehun.

 

“Ah— ngg—a-apa yang akan kau berikan jika aku berhasil melakukannya?,” tanya Kai.

 

Sehun tersenyum tipis, “Akan ku berikan mobilku,” jawabnya.

 

***

 

Jessica dan Tiffany sedang mengerjakan tugas di perpustakaan. Perpustakaan itu kosong, hanya ada Jessica, Tiffany, dan seorang pustakawati.

 

“Sica-ah, ku dengar Kai sering mendekatimu,” ucap Tiffany.

 

Wajah Jessica memerah. Ia spontan menundukkan kepalanya, “D-Darimana kau mendapatkan berita tak bermutu itu?,” tanyanya.

 

“Amy,” jawab Tiffany.

 

“Oh. Teman Hyorin dan Jiyeon itu?,”

 

“Sepertinya kau tidak menyukai mereka bertiga,” ucap Tiffany.

 

“Tentu saja. Mereka sombong dan suka memamerkan tubuh mereka,” jawab Jessica.

 

“Amy tidak seperti itu,” ucap Tiffany.

 

“Aku tidak tahu soal dia. Aku hanya tahu soal Hyorin dan Jiyeon,” ucap Jessica lalu kembali menulis.

 

Tiffany mengangkat bahunya. Ia pun juga kembali menulis.

 

***

 

Jessica berjalan menelusuri koridor dari toilet perempuan. Ia berjalan kembali menuju kelasnya. Namun, langkahnya terhenti saat melihat Kai dan Sehun berada di ujung koridor.

 

“Apa yang mereka lakukan pada jam pelajaran seperti ini?,” gumam Jessica.

 

 Jessica pun memutuskan untuk mengintip dan mendengarkan pembicaraan mereka.

 

“Aku akan menyatakan cinta pada Jessica hari ini,”

 

DEG!

 

Jessica benar-benar syok mendengarnya. Kai mencintaiku?, tanyanya dalam hati dengan perasaan tak percaya. Yang benar saja. Mana mungkin lelaki sebejat Kai mencintai perempuan.

 

“Kau benar-benar akan melakukannya?,” tanya Sehun.

 

“Kai bukanlah lelaki yang tidak mau menerima taruhan dari siapapun,” ucap Kai.

 

Tubuh Jessica menegang, “T-Taruhan?,”

 

“Bersiap-siaplah mobilmu akan menjadi milikku,” ucap Kai.

 

“Aku tidak peduli. Yang ku inginkan adalah pertunjukan sempurna yang akan kau tampilkan minggu depan,” jawab Sehun.

 

Kai menyeringai paksa, “Tenang saja, Sehun-ah. Akan ku pastikan air mata Jessica habis pada minggu depan,” ucapnya.

 

Jessica mengepalkan tangannya. Ia segera pergi dari tempat itu tanpa ketahuan oleh Kai maupun Sehun.

 

***

 

“APA??!!!!,”

 

“Aku harus bagaimana, Fany-ah?,” tanya Jessica.

 

“Tolak saja cintanya,” jawab Tiffany.

 

“Betul juga!,” seru Jessica.

 

“Dengan begitu, kau akan menjadi perempuan pertama yang menolak cintanya,” ucap Tiffany.

 

“Kau benar,” ucap Jessica setuju.

 

“Jessica-ssi!,”

 

Jessica dan Tiffany menoleh ke sumber suara. Dan mereka kaget, orang yang mereka bicarakan sudah ada di dekat mereka.

 

“Kai?,” pekik Jessica.

 

“Bisa kita bicara sebentar?,” tanya Kai.

 

***

 

Kai terlihat seperti bukan Kai yang biasanya. Ia sedang tengkurap di atas ranjangnya. Sprei ranjangnya basah. Mata Kai memerah.

 

Kai sedang menangis.

 

Pasalnya, ini pertama kalinya cinta Kai ditolak. Dan entah kenapa, Kai merasa sangat sakit hati.

 

“Kenapa aku sakit hati begini? Apa aku mencintai Jessica?,” tanya Kai pada dirinya sendiri.

 

Kai mengacak-acak rambutnya prustasi. Tanpa ia sadari, Sehun mengintipnya dari balik pintu kamarnya yang terbuka sedikit.

 

Sehun tersenyum kecil, “Akhirnya Jessica datang juga ke kehidupanmu, Kai. Dengan begitu, hatimu akan kembali dihiasi oleh sesuatu yang bernama cinta,” gumamnya.

 

***

 

Jessica sedang membaca buku di perpustakaan sendirian. Namun, ia menghentikan aktivitasnya saat ia melihat seseorang duduk di seberangnya.

 

“Sehun-ssi?,”

 

“Boleh aku bicara denganmu sebentar?,” pinta Sehun.

 

Jessica menutup bukunya, “Jika kau ingin memintaku untuk menerima cinta Kai, lebih baik kau pergi,” ucapnya.

 

“Aku tahu kau tidak menyukai Kai. Tapi, Kai sangat mencintaimu,” ucap Sehun.

 

Jessica tertawa hambar, “Kau pikir aku tidak tahu soal taruhan kalian?,”

 

Sehun tersentak, “K-Kau tahu?,”

 

Jessica tersenyum paksa, “Pembicaraan kita selesai. Kau boleh pergi,” ucapnya.

 

“Tidak. Biarkan aku menjelaskan semuanya!,” pinta Sehun.

 

Jessica terdiam sejenak. Tanpa persetujuan dari Jessica, Sehun mulai berbicara.

 

“Kai adalah seorang broken home,” ucap Sehun.

 

“Aku tidak membutuhkan informasi itu,” ucap Jessica.

 

“Dia kehilangan ibunya saat dia lahir. Setelah itu, ayahnya selalu memukulnya karena ayahnya menganggap Kai adalah anak pembawa sial karena telah lahir hingga membunuh nyawa ibunya. Kai seumur hidup tak pernah merasakan cinta. Bahkan ayahnya membuangnya ke jalanan. Suatu hari, ayahku menemukan Kai di kolong jembatan. Dia sedang menangis. Ayahku pun membawa Kai pulang ke rumah. Kai tinggal bersama kami hingga dewasa. Meskipun Kai telah mendapatkan cinta dari keluargaku, tetapi Kai tidak pernah bisa merasakan cinta yang sebenarnya. Kai selalu mempermainkan perempuan dan menganggap perempuan adalah sampah, seperti yang dilakukan ayah Kai kepada Kai. Tapi, setelah kau hadir, aku sangat terkejut,”

 

“U-Untuk apa kau terkejut?,”

 

“Kau membuat Kai berubah. Bahkan, Kai mengakhiri hubungannya dengan semua kekasihnya termasuk Hyorin. Aku tahu, sebenarnya Kai mencintaimu. Kau berhasil membuat Kai jatuh cinta. Tapi, Kai tidak berani mengatakan yang sebenarnya kepadaku. Aku mengajaknya untuk bertaruh, semata-mata untuk mengujinya. Dan kau tahu, saat kau menolaknya, apa yang terjadi?,”

 

Jessica menggigit bibirnya, “A-Apa yang terjadi?,”

 

“Kai menangis dikamarnya dalam waktu yang lama. Dia juga membanting barang-barang miliknya. Dia sangat prustasi, Jessica-ssi. Dia sangat mencintaimu,” jawab Sehun.

 

“A-Aku masih tidak bisa percaya,” ucap Jessica.

 

“Aku berbicara jujur, Jessica-ssi. Aku tidak sedang berbohong. Aku meminta satu hal kepadamu. Tolong buat Kai berubah. Hanya kau yang bisa melakukannya. Ajari dia tentang cinta. Dan setelah itu, sifat buruknya akan menghilang. Hanya kau yang bisa melakukannya,”

 

Jessica menunduk. Ia masih bingung dan juga takut. Tapi, disisi lain, ia sangat ingin membantu. Lagipula, Kai juga berhasil menyinggahi hatinya.

 

***

 

Tok! Tok! Tok!

 

“Kai, bisakah hari ini kau memasukkan makanan atau air ke dalam perutmu?,” tanya Sehun dari luar kamar Kai.

 

“Aku tidak lapar,” jawab Kai dengan nada yang lemah.

 

Sehun menghela napas berat, “Aku membawakan seseorang untukmu. Jadi, tolong buka pintunya!,”

 

“Kau membawakan abeoji?,”

 

“Tolong buka pintunya, Kai-ssi,”

 

Kai terdiam. Kai mengenal suara ini. Suara yang sangat Kai sukai. Perlahan, Kai bangun dari tidurnya dan berjalan menuju pintu kamarnya dan membuka pintunya.

 

“KAI???!!!!,” pekik Jessica dan Sehun kaget. Mereka melihat penampilan Kai yang acak-acakan. Wajah Kai pucat dan matanya bengkak. Jessica semakin cemas melihatnya.

 

“Apa yang kau lakukan? Penampilanmu seperti zombie!,” ucap Jessica cemas.

 

“Aku baik-baik saja,” jawab Kai.

 

“Aku tinggalkan kalian berdua,” ucap Sehun lalu pergi meninggalkan mereka.

 

“Apa yang membawamu kemari? Sehun memaksamu, bukan?,” tanya Kai.

 

Jessica menggeleng, “Ini adalah keinginanku sendiri. Kau tidak masuk selama tiga hari. Tentu saja aku sangat cemas,”

 

Kai tersentak, “Kau mencemaskanku?,”

 

“Kau harus makan. Kau juga harus membersihkan diri. Kau bisa sakit,” ucap Jessica.

 

“K-Kenapa kau mencemaskanku?,” tanya Kai.

 

Jessica terdiam sejenak. Beberapa detik kemudian, senyuman manis terukir dibibirnya.

 

“Aku mencemaskanmu karena aku peduli padamu. Aku peduli padamu karena aku menyayangimu. Aku menyayangimu karena aku mencintaimu,” jawab Jessica tulus.

 

Kai menggeleng cepat, “Tidak mungkin. Kalau kau mencintaiku, mengapa kau menolakku?,” tanyanya.

 

“Karena aku tahu soal taruhanmu dengan Sehun. Ku pikir kau ingin mempermainkanku saja,” jawab Jessica.

 

Kai lagi-lagi syok, “Bagaimana kau ta—,” kalimatnya terputus saat Jessica mencium bibir Kai singkat. Wajah Kai memerah padam, hingga Jessica tertawa melihatnya.

 

“Kau terlalu banyak bertanya, Kai. Seperti haraboji saja,” ucap Jessica.

 

Kai menjadi salah tingkah. Ia menggaruk-garuk kepalanya seperti orang bodoh.

 

Sehun dan Tiffany yang mengintip mereka pun cekikikan gemas.

 

“Aku seperti sedang menonton cinta monyet,” ucap Tiffany.

 

“Mereka berdua sangat menggemaskan,” ucap Sehun.

 

END

YEAH~! Selesai juga deh. Sorry buat rani kalau ceritanya kurang pas buat kamu. Aku bikin sebisaku. Dan inilah hasilnya. Semoga kamu suka, ya?

 

Don’t forget to review!

Iklan

Secret Admirer (Chapter 5) – END


Gambar

Title : Secret Admirer

Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :

  • SNSD’s Jessica as Jessica Jung
  • Super Junior’s Kyuhyun as Cho Kyuhyun
  • 2PM’s Nickhun as Nickhun Horvejkul

Support Cast :

  • T-Ara’s Eunjung as Ham Eunjung
  • SNSD’s Tiffany as Tiffany Hwang
  • SNSD’s Taeyeon as Kim Taeyeon
  • T-Ara’s Jiyeon as Park Jiyeon
  • 2PM’s Wooyoung as Jang Wooyoung
  • etc

Genre : Fluff, Romance, Angst, Friendship

Length : Series

>>> 

Jessica, Taeyeon dan Tiffany mengantarkan Kyuhyun ke bandara. Kyuhyun akan segera pergi ke U.S dan bersekolah serta tinggal disana. Namun, diantara ketiga sahabatnya, hanya Tiffany yang mengetahui ini.

“Sudahlah, Fany-ah. Kenapa kau menangis terus?,” tanya Taeyeon, heran.

Tiffany menggeleng, “Aku hanya akan merindukan Kyuhyun saja,” jawabnya.

“Kami juga, Fany-ah. Kami juga sedih harus berpisah dengan Kyuhyun selama satu minggu. Tapi, kau tidak harus menangis seperti ini. Kau pikir Kyuhyun takkan kembali?,” tanya Jessica.

Tiffany menunduk. Kau benar, Jessie. Kyuhyun takkan kembali, batinnya sedih.

“Hei, idiot~” panggil Kyuhyun pada Jessica.

Jessica memicingkan matanya, “Siapa yang kau panggil idiot?,” geramnya.

“Tentu saja kau,” jawab Kyuhyun.

Jessica menggerutu kesal. Tapi, ia mencoba bersabar. Waktunya tidak tepat untuk marah-marah.

“Harusnya kau menangis juga seperti Fany,” ucap Kyuhyun.

Jessica menunjuk dirinya, “Aku? Menangis? Sangat konyol, Kyuhyun-ah. Mana mungkin aku menangisimu,” ucapnya.

“Baiklah. Tapi, jangan salahkan aku jika suatu hari nanti kau menangisiku,” ucap Kyuhyun, sambil tersenyum misterius.

“Jangan bicara yang aneh-aneh, Kyuhyun-ah,” ucap Taeyeon.

“Aku hanya bercanda kok,” gurau Kyuhyun, sambil tertawa.

“Sudah sana pergi. Pesawat akan berangkat sebentar lagi,” usir Jessica.

“Iya, iya,” jawab Kyuhyun, “Jaga diri kalian baik-baik, ya?,”

“Pasti,” jawab Taeyeon.

Kyuhyun pun berjalan pergi meninggalkan ketiga sahabatnya. Tangisan Tiffany semakin menjadi-jadi. Hal itu membuat Jessica dan Taeyeon kebingungan.

>>> 

Sudah dua hari Jessica, Tiffany dan Taeyeon kehilangan sosok Kyuhyun. Bahkan Tiffany masih saja menangisinya. Taeyeon menjadi curiga. Saat ini, Taeyeon dan Tiffany berada di kantin.

“Kau harus jujur padaku,” ucap Taeyeon.

Tiffany menoleh ke arah Taeyeon dengan mata yang sayu, “J-Jujur apa?,”

“Pasti kau tahu sesuatu tentang Kyuhyun, kan?,” tebak Taeyeon, “Kita adalah sahabat. Kau harus memberitahuku apa yang terjadi,” tambahnya.

“Tapi, kau jangan memberitahu Jessica, ya?,” pinta Tiffany.

Taeyeon mengangguk, “Baiklah,” jawabnya.

Tiffany menunduk, “Sebenarnya, Kyuhyun ke U.S bukan untuk mengikuti olimpiade,” ucapnya.

Taeyeon mengerjap kaget, “L-Lalu?,”

Tiffany mengeluarkan isakannya kembali. Ia sulit mengatakan kebenarannya. Taeyeon pun mengusap-usap punggung Tiffany.

“Ceritakan padaku,” ucap Taeyeon.

“Kyuhyun—takkan kembali, Taeyeon-ah,” ucap Tiffany, dengan isak tangisnya.

“M-Maksudmu?,”

“Dia pindah sekolah dan dia memutuskan untuk tinggal disana. Dia takkan kembali. Dia sudah tinggal disana,” jawab Tiffany.

“APA??!,”

Tiffany dan Taeyeon menoleh ke sumber suara. Ternyata pemilik suara itu adalah Jessica. Mereka bisa melihat Jessica mengeluarkan air matanya.

Jessica pun berlari dari tempat itu. Tiffany dan Taeyeon meneriakkan dan memanggil namanya. Namun, Jessica tak menghiraukannya.

>>> 

Nickhun sedang berjalan menelusuri koridor sekolahnya. Tiba-tiba, ia mendengar isakan tangis yang begitu ia kenal. Nickhun pun berjalan ke arah suara itu. Dan akhirnya, ia menemukan pemilik suara itu sedang duduk di lorong buntu di sekolah. Nickhun segera menghampirinya.

“Ada apa, Jessica-ya?,”

Pemilik suara itu—Jessica—mengangkat kepalanya. Matanya terlihat sayu dan merah.

“Untuk apa kau kemari?,” tanya Jessica, dingin.

Nickhun duduk di samping Jessica, “Aku mendengar suara tangisan. Jadi, aku kemari,” jawabnya.

“Apa terlalu keras?,” tanya Jessica.

Nickhun terkekeh, “Ya, bisa jadi. Tangisanmu melengking sekali,” guraunya.

Jessica tersenyum kecut, “Oh, ya, maaf ya sudah mengabaikan permintamaafanmu seminggu yang lalu,” ucapnya.

“Tidak apa. Eunjung sudah ku marahi habis-habisan,” ucap Nickhun.

“Tapi, ku rasa lebih baik kita berteman saja, Nickhun-ssi,” ucap Jessica.

Nickhun mengerjap, “B-Berteman?,” tanyanya, “A-Aku dan Eunjung tidak ada hubungan, jadi—”

“Aku tau,” potong Jessica, “Tapi, aku rasa aku mencintai orang lain,” ucapnya, lalu pergi meninggalkan Nickhun.

“Dia sudah tak mencintaiku lagi?,” gumam Nickhun, syok.

>>> 

“Sica-ah, kau baik-baik saja?,” tanya Taeyeon.

Jessica mengangguk, “Meskipun awalnya sulit menerima ini, tapi aku harus berusaha untuk tetap baik-baik saja,” jawabnya.

“Maafkan aku karena tidak memberitahu kalian,” ucap Tiffany, menyesal.

“Tidak apa, Fany-ah. Kami mengerti,” jawab Jessica.

“Haruskah kita tanyakan pada Kyuhyun yang sebenarnya?,” tanya Taeyeon.

Jessica menggeleng, “Biarkan Kyuhyun sendiri yang memberitahu kita,” jawabnya, “Kalian mau membantuku?,” tanyanya.

Tiffany dan Taeyeon menatap Jessica bingung, “Membantu apa?,” tanyanya.

Jessica tersenyum misterius. Taeyeon dan Tiffany menjadi semakin bingung.

>>> 

Kyuhyun membuka kotak pos di depan rumahnya. Sebuah amplop berwarna merah jambu terdapat di dalam kotak pos tersebut.

Kyuhyun mengambil dan membuka amplop merah jambu tersebut. Secarik kertas yang ada di dalam amplop tersebut. Ia kembali teringat masa-masa dirinya menjadi penggemar rahasia Jessica.

Hello, Kyuhyun.

I know your name from my friend. When you come to U.S, I saw you, and I think I’m falling in love with you at our first meet.

You don’t know me? Of course. You don’t saw me, too. But I saw and look you. You’re make my heart be melting. Haha!

Nice to meet you, Kyuhyun.

Your secret admirer

“Woah! Aku punya penggemar rahasia disini,” gumam Kyuhyun, takjub.

“Tapi—siapa, ya?,”

>>> 

“Ternyata dugaanku benar, ya?,”

“Jadi, kau sudah tahu bahwa Kyuhyun adalah penggemar rahasiamu?,” tanya Tiffany.

“Awalnya aku masih ragu. Tapi, dia selalu membuatku curiga,” jawab Jessica.

“Jadi, kau lebih memilih Kyuhyun di bandingkan Nickhun?,” tanya Taeyeon.

Jessica mengangguk, “Seandainya saja dia mengatakan yang sebenarnya padaku, mungkin dari awal aku akan memilihnya,” jawabnya.

“Kyuhyun memang payah, pengecut,” cibir Tiffany.

“Menurutku, Kyuhyun hanya ingin membuat teka-teki saja untuk Jessica,” ucap Taeyeon.

“Maksudmu?,”

“Kyuhyun ingin tahu seberapa besar kepekaan Jessica,” jawab Taeyeon.

Jessica mendengus sebal, “Kau pikir aku tidak peka?,” omelnya.

“Hei, Kyuhyun menghubungi kita lewat 3G email,” seru Tiffany.

Jessica dan Taeyeon segera menghampiri Tiffany. Mereka duduk di hadapan komputer milik Tiffany. Tiba-tiba, munculah wajah Kyuhyun yang sangat di rindukan oleh ketiganya.

“Hai, teman-teman,” sapa Kyuhyun.

“Hai, Kyuhyun-ah~” sapa Jessica, Taeyeon dan Tiffany, bersemangat.

“Bagaimana kabar kalian?,” tanya Kyuhyun.

“Kami baik-baik saja,” jawab Tiffany.

“Kau sendiri bagaimana? Bagaimana dengan olimpiadenya?,” tanya Jessica.

Kyuhyun tersenyum kecut, “Sedang berjalan dengan baik,” jawabnya.

“Woah! Kami tidak sabar menunggumu kembali,” seru Taeyeon.

“Benarkah?,” tanya Kyuhyun.

Jessica, Taeyeon dan Tiffany mengangguk ria. Kyuhyun sedikit curiga pada Tiffany, biasanya Tiffany tidak akan seria ini jika menghubunginya.

“Oh, ya, disini aku punya penggemar rahasia,” ucap Kyuhyun.

“Oh, ya?,” seru Tiffany.

“Siapa dia?,” tanya Jessica.

“Namanya juga penggemar rahasia. Tentu saja aku tidak tahu,” jawab Kyuhyun, “Kau sendiri bagaimana dengan Nickhun?,”

“Jessica dan Nickhun kembali bersama,” seru Taeyeon.

“B-Benarkah?,” tanya Kyuhyun dengan senyuman hambarnya, “Selamat, ya?,”

Jessica tersenyum, “Terima kasih,” ucapnya.

“Aku rasa—aku harus pergi. Sampai jumpa,” pamit Kyuhyun.

“Sampai jumpa~”

Kyuhyun menutup laptopnya. Ia menghela napas berat. Rupanya kepergiannya memang membuahkan keburukan. Jessica dan Nickhun kembali bersama.

“Apa aku harus merelakan Jessica?,” gumamnya.

>>> 

Sudah hampir satu bulan Kyuhyun tinggal di Washington DC, U.S. Kyuhyun masih belum memberitahu teman-temannya. Ia beralasan bahwa olimpiade di perpanjang.

Dan selama disini, Kyuhyun sudah menerima 11 surat dari penggemar rahasianya. Akhirnya keinginan Kyuhyun terpenuhi. Penggemar rahasianya mengajaknya bertemu di sebuah kafe di New York.

Kyuhyun pun bersiap-siap untuk keberangkatannya menuju kafe di New York. Ia menaiki mobilnya menuju ke New York.

Setelah hampir satu jam setengah, akhirnya ia sampai di New York. Perjalanan yang macet membuatnya terlambat datang. Ia pun masuk ke sebuah kafe yang cukup cocok untuk pasangan karena latarnya begitu romantis.

Kyuhyun mengecek surat dari penggemar rahasianya. Disitu tertulis bahwa penggemar rahasianya berada di meja nomor 4. Dan dengan sekejap, ia berhasil menemukan meja nomor 4. Disana sudah ada gadis yang memakai pakaian tertutup dan topinya menutupi wajahnya.

Kyuhyun duduk di hadapan gadis itu, “H-Hi~” sapanya.

“I’m sorry. I am shy girl,” ucap gadis itu.

Kyuhyun mengangguk mengerti. Pantas saja gadis itu menutup wajahnya. Rupanya ia pemalu, batinnya.

“Ngg—pleasure, my name is Jessica,” ucap gadis itu.

Kyuhyun mengerjap. Jessica? Nama itu kan…, pikirnya.

Gadis itu membuka topinya. Dan yang benar saja. Rupanya benar itu Jessica. Kyuhyun hampir berteriak kaget.

“Sica-ah, bagaimana bisa kau ada disini?,” tanya Kyuhyun, tak percaya.

“Surprise!,” seru Jessica.

Kyuhyun ikut tertawa, “Jadi, selama ini kau mengerjaiku, ya?,” tanyanya.

Jessica mengangguk, “Itu semua salahmu karena tak mengaku bahwa kau adalah penggemar rahasiaku,” ucapnya.

“K-Kau tahu?,”

“Tentu saja,” jawab Jessica, “Kau itu mencurigakan,” ucapnya, “Dan aku tahu kau kesini karena pindah,” tambahnya.

“Pantas saja Tiffany mencurigakan,” gumam Kyuhyun.

“Ngg—Kyuhyun-ah,” panggil Jessica.

“Ya?,”

“Akhirnya aku mengerti maksud dari perkataanmu di atap sekolah. Jangan pernah kau siakan benda terindah di dalam hidupmu atau kau akan kehilangan benda itu untuk selama-lamanya,” ucap Jessica.

Kyuhyun tersenyum, “Oh, ya? Lantas, apa maksudnya?,”

“Kau lah benda terindah yang sudah ku sia-siakan selama ini. Kau yang selalu menghiburku, menjagaku, melindungiku, menyayangiku, tapi aku tak pernah menyadarinya,”

“Itu artinya kau bodoh,” ucap Kyuhyun.

Jessica mengerucutkan bibirnya, membuat Kyuhyun mengacak-acak rambutnya gemas. Betapa ia merindukan gadis di hadapannya ini.

“Jadi, aku tidak mau kehilanganmu lagi, Kyuhyun-ah,” ucap Jessica, “Jangan tinggalkan aku, ya?,”

“T-Tapi, aku berada disini dan kau di—”

“Tetot!,” seru Jessica, “You’re wrong!,” ucapnya, “Aku sudah pindah kemari, bersama kedua sahabat kita, Taeyeon dan Tiffany,”

Kyuhyun mengerjap tak percaya, “B-Benarkah?,” tanyanya.

“Hai~” sapa Tiffany dan Taeyeon, yang tiba-tiba muncul.

“Kalian—”

“Kami sudah mengurus kepindahan kami,” ucap Taeyeon.

“Lagipula, aku dan Jessica punya keluarga disini,” ucap Tiffany.

“Kalian benar-benar sahabat terbaikku,” seru Kyuhyun, seraya memeluk Tiffany dan Taeyeon.

“Bagaimana denganku?,” tanya Jessica.

Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Taeyeon dan Tiffany. Ia menghampiri Jessica dan mensejajarkan posisinya pada Jessica yang sedang duduk di kursi.

“Kau adalah sahabat sekaligus kekasih terbaik yang pernah ku miliki,” ucap Kyuhyun, lalu mencium bibir Jessica.

“Woah!,” seru Tiffany, takjub.

Sedangkan Taeyeon memotret insiden itu dengan kamera miliknya.

END

Kurang memuaskan, kah? Soalnya saya kehilangan feel pada Kyusica. Tapi, gak hilang sepenuhnya kok. Yang ini juga agak pendekan, kan? Sorry, ya~

Yang pengen bantu ngembaliin feel kyusica ke saya, komen aja atau share link FF kyusica yang menarik. Pasti feel saya pada kapel itu kembali.

Review, please~

Secret Admirer (Chapter 4)


Gambar

Title : Secret Admirer

Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :

  • SNSD’s Jessica as Jessica Jung
  • Super Junior’s Kyuhyun as Cho Kyuhyun
  • 2PM’s Nickhun as Nickhun Horvejkul

Support Cast :

  • T-Ara’s Eunjung as Ham Eunjung
  • SNSD’s Tiffany as Tiffany Hwang
  • SNSD’s Taeyeon as Kim Taeyeon
  • T-Ara’s Jiyeon as Park Jiyeon
  • 2PM’s Wooyoung as Jang Wooyoung
  • etc

Genre : Fluff, Romance, Angst, Friendship

Length : Series

>>> 

Kyuhyun berjalan masuk ke dalam kelasnya dan duduk di kursinya. Bahkan ia tak mempedulikan seorang guru yang sedari tadi ada di depan kelas.

“Darimana saja, Cho Kyuhyun?,”

“Dari toilet, songsaenim,” balas Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, dimana Jessica?,” bisik Tiffany—yang duduknya berada di belakang Kyuhyun.

Kyuhyun tersentak. Ia teringat akan Jessica. Kyuhyun pun beranjak berdiri.

“Ada apa, Cho Kyuhyun? Ingin ke toilet lagi?,” tanya Guru Ahn.

“Saya hanya menyampaikan, bahwa Jessica sedang sakit dan ia berada di UKS,” jawab Kyuhyun—lalu duduk kembali.

“Apa? Jessica sakit?,” tanya Tiffany, kaget.

“Apa sakitnya parah?,” tanya Taeyeon.

Kyuhyun menggeleng, “Tidak juga,” jawabnya.

>>> 

Jessica berjalan menuruni anak tangga dengan mata yang sayu. Namun, di lantai dasar—Jessica kembali bertemu dengan Nickhun.

“Ku dengar kau sakit,” ucap Nickhun.

Jessica menggeleng, “Aku tidak sakit,” jawabnya.

“Tapi, wajahmu sangat pucat,” ucap Nickhun.

“Sudah ku bilang, aku baik-baik saja,” tegas Jessica—lalu pergi meninggalkan Nickhun.

Nickhun menghela napas berat, “Dia masih marah padaku,” gumamnya.

>>> 

“Jessie, kau sakit apa?,” tanya Tiffany.

Jessica menggeleng, “Kyuhyun membohongi kalian. Aku tidak sakit kok,” jawabnya.

“Teganya kau, Kyuhyun-ah,” ucap Taeyeon.

Kyuhyun menggaruk kepalanya, “Aku kehabisan akal,” jelasnya.

“Memangnya tadi kau kemana?,” tanya Tiffany.

“Di atap sekolah,” jawab Jessica.

“Apa yang kau lakukan disana?,” tanya Taeyeon.

“Menangis, dan Kyuhyun menghiburku,” jawab Jessica.

“Apa ini berhubungan dengan Nickhun?,” tanya Taeyeon.

Jessica mengangguk, “Sudah cukup aku di permainkannya. Aku selalu termakan oleh rayuannya. Padahal sebenarnya niatnya jahat. Ia masih bersama Eunjung,” jawab Jessica.

“Keterlaluan pria itu,” geram Tiffany.

“Bukankah sudah ku katakan bahwa Nickhun itu bukan pria yang baik,” cibir Kyuhyun.

Tiffany dan Taeyeon tersenyum mendengarnya. Ini kali pertama mereka melihat Kyuhyun menunjukkan rasa cemburunya di depan Jessica.

Jessica mengangguk, “Maafkan aku, Kyuhyun-ah,” ucapnya.

Kyuhyun mengangguk—seraya mengusap kepala Jessica, “Ya, aku memaafkanmu kok,” jawabnya.

>>> 

“APA??,” teriak Kyuhyun, kaget.

“Ayahmu memintaku untuk memindahkanmu sekolah di U.S. Jadi, minggu ini adalah minggu terakhirmu berada disini,” ucap Kepala Sekolah.

“Tapi—bagaimana dengan olimpiade matematika?,” tanya Kyuhyun.

“Kim Kibum akan menggantikanmu,” jawab Kepala Sekolah.

“Katakan pada appa, aku tidak akan pindah,” perintah Kyuhyun.

“Aku tidak bisa, Kyuhyun-ssi. Ayahmu adalah pemilik yayasan sekolah ini. Aku tidak bisa berbuat apapun,” jawab Kepala Sekolah.

Kyuhyun berdecik kesal. Ia segera keluar dari ruang Kepala Sekolah.

>>> 

Jessica mengutak-atik ponselnya dengan wajah di tekuk. Jessica yang merasa suntuk dan kesepian itu—kini sedang berada di tepi kolam renangnya.

Tiba-tiba, tertera nama seseorang di layar ponselnya. Jessica segera menekan tombol reject. Rupanya seseorang itu adalah Nickhun.

“Aku tidak akan percaya lagi padamu, Nickhun-ssi. You’re freak!,” geram Jessica, murka.

Terdengar suara nada dering kembali dari ponsel Jessica. Kini berupa pesan teks, dan itu bukan dari Nickhun, melainkan Kyuhyun.

Jessica pun segera membuka dan membacanya.

Temui aku sekarang di kedai es krim biasa. Tidak perlu berdandan banyak. Dan jangan menanyakan alasan mengapa aku memintamu untuk menemuiku. Lebih baik kau manfaatkan waktumu untuk berganti pakaian karena aku tahu kau pasti mengenakan pakaian dalam.

Jessica terkekeh membacanya. Tebakan Kyuhyun meleset. Sebenarnya saat ini Jessica hanya mengenakan t-shirt dengan hotpants.

Jessica pun mengetik pesan sebagai balasan pesan dari Kyuhyun.

Aku akan segera kesana, Cho Kyuhyun.

>>> 

Kyuhyun menunggu Jessica sambil memainkan PSP miliknya. Matanya terus fokus pada permainan yang ia mainkan sehingga ia tak sadar bahwa Jessica telah tiba di hadapannya.

“Kau lebih mencintai permainan di bandingkan aku,”

Kyuhyun mengangkat kepalanya. Kaget, tentu saja. Kyuhyun langsung mematikan PSP miliknya.

Jessica pun duduk di hadapan Kyuhyun, “Apa aku terlalu lama?,” tanyanya.

Kyuhyun menggeleng sambil terkekeh, “Tidak kok. Kau datang lebih cepat dari biasanya,” jawabnya.

Jessica mengangguk mengerti, “Sekarang katakan apa yang membuatmu untuk memintaku kemari?,” tanyanya.

Kyuhyun menjilat bibirnya, “Ngg—bagaimana kalau kita memesan es krim terlebih dahulu?,” usulnya.

Jessica terkekeh, “Kau memang paling pintar mengalihkan pembicaraan orang lain,” ucapnya.

Kyuhyun ikut terkekeh. Ia pun memanggil pelayan dan segera memesan.

“Berikan aku rasa mocca,” pinta Kyuhyun. “Bagaimana denganmu, Sica-ah?,” tanyanya.

“Aku mau vanilla,” jawab Jessica.

“Baiklah. Harap menunggu,” ucap seorang pelayan—lalu pergi.

“Jadi?,” tanya Jessica.

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, “Apa?,” tanyanya.

Jessica menghela napas berat, “Jangan berpura-pura lupa, Kyuhyun-ah. Kau memiliki IQ tertinggi di sekolah,” ucapnya.

“Aku harus ke toilet dulu,” ucap Kyuhyun.

“Jangan!,” seru Jessica, “Katakan dulu,” pintanya.

Kyuhyun tersenyum jahil, “Akan ku katakan jika kau ingin ikut denganku ke toilet,” ucapnya.

Jessica mencubit lengan Kyuhyun hingga Kyuhyun harus meringis kesakitan.

“Sakit, Sica-ah,” ringis Kyuhyun.

“Itu akibatnya karena kau berani padaku,” ucap Jessica, kesal.

>>> 

Nickhun membanting ponselnya ke sembarang tempat. Ia sudah menghubungi Jessica sebanyak hampir seratus kali. Tapi, Jessica tak kunjung menjawab. Dan sekarang nomor ponsel Jessica tidak aktif.

“Oppa, jangan risau seperti itu,” ucap Jiyeon.

“Bagaimana aku tidak risau, Jiyeon-ah? Jessica pasti sangat membenciku sekarang,” ucap Nickhun, prustasi.

“Lupakan saja dia, oppa. Kan masih ada Eunjung,” ucap Jiyeon.

Nickhun mengacak-acak rambutnya, “Wanita itu—dia yang ada di balik semua ini, Jiyeon-ah. Kalian bekerja sama, kan?,”

Jiyeon menggeleng, “Tidak,” jawabnya.

Nickhun mengusap wajahnya kasar, “Aku takkan memaafkan wanita itu. She’s damn girl,” gerutunya.

Jiyeon mengangkat bahunya. Meskipun dirinya adalah sahabat Eunjung, tapi ia tak terlalu suka mencampuri urusan Eunjung dan Nickhun, kakak tirinya sendiri.

>>> 

Tiffany dan Taeyeon sedang menonton film di bioskop bersama teman kencan mereka. Mereka melangsungkan kencan ganda. Saat ini, mereka tengah menyaksikan film romantis dan dramatis berjudul The Perks of Being a Wallflower yang di perankan oleh aktris mendunia, Emma Watson.

Disisi lain, ada dua sahabat yang turut menyaksikan film tersebut. Mereka adalah Kyuhyun dan Jessica. Mereka duduk terpisah dengan Taeyeon dan Tiffany. Mereka juga saling tidak mengetahui keberadaan masing-masing.

“Bagaimana menurutmu filmnya?,” tanya Kyuhyun.

“Membosankan,” jawab Jessica, “Kau tahu sendiri bahwa aku menyukai film action,” tambahnya.

Kyuhyun terkekeh pelan, “Sesekali kita menonton film romantis kan tidak apa,” guraunya.

Jessica menghela napas berat. Meskipun pemerannya adalah aktris favoritnya, tetapi ia tetap saja tidak nyaman dengan film tersebut.

“Lebih baik kita menonton film Harry Potter and the Deathly Hallows part 2 saja,” usul Jessica.

Kyuhyun menggeleng, “Kita sudah menontonnya sebanyak 15 kali, Sica-ah,” jawabnya, “Apa kau tidak bosan?,” tanyanya.

Jessica menggeleng, “Tidak. Film dari novel karangan J.K. Rowling itu memiliki unsur animasi yang terlihat nyata dan keren. Film itu jauh lebih menantang,” jawabnya.

Kyuhyun memutar bola matanya, “Terserah apa katamu saja,” ucapnya.

Kyuhyun akui, hari ini Jessica cukup menyebalkan. Tapi, inilah yang akan selalu ia kenang. Dan Kyuhyun tidak mau kehilangan kenangan tersebut.

>>> 

Eunjung sedang memandangi danau di belakang sekolahnya dengan pandangan sedikit kosong. Entah apa yang ia pikirkan sekarang.

“Ku rasa kau harus membiarkan Nickhun bersama Jessica,”

Eunjung menoleh ke sumber suara, “Wooyoung-ssi?,”

Wooyoung tersenyum, “Nickhun sudah tidak mencintaimu lagi,” ucapnya.

Eunjung memicingkan matanya, “Jangan sok tahu, Wooyoung-ssi,” ucapnya, sarkatis.

Wooyoung tertawa renyah—seolah ada hal yang lucu yang baru ia lihat, “Jangan mengataiku seperti itu. Aku adalah sahabat Nickhun. Dia sendiri yang mengatakan hal itu padaku,” ucapnya.

Eunjung kembali meluruskan pandangannya menuju danau yang tenang, “Aku lebih mengetahui Nickhun. Meskipun sekarang dia berjalan bersama Jessica, tapi aku tahu dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia masih mencintaiku,” ucapnya.

“Ucapanmu terdengar seperti harapan palsu, Eunjung-ssi,” ucap Wooyoung.

Eunjung menatap Wooyoung geram, “Pergi kau dari sini, sialan. Kau pikir wajahmu itu cukup tampan untuk bicara selancang itu? Bahkan sampai saat ini kau tidak punya pacar,” hinanya.

Wooyoun menatap Eunjung intens, “Aku tidak punya pacar, bukan berarti aku jelek,” ucapnya—lalu pergi meninggalkan Eunjung sendirian.

Butiran kristal pun jatuh dari pelupuk mata indah milik Eunjung. Namun, ia segera mengusapnya.

“KENAPA TIDAK ADA YANG SATU PIKIRAN DENGANKU??!!!,” teriak Eunjung.

>>> 

Nickhun menahan lengan Jessica, “Aku ingin bicara,” pintanya.

Jessica menepis tangan Nickhun dari lengannya, “Sayangnya aku sedang tidak ingin bicara,” jawabnya—lalu pergi.

Namun, Nickhun tetap mengejar Jessica.

“Tolong dengarkan penjelasanku,” pinta Nickhun.

“Semuanya sudah jelas, Nickhun-ssi,” ucap Jessica.

“Eunjung memelukku, bukan atas kehendakku,” ucap Nickhun.

“Tapi kau senang, bukan?,” tebak Jessica.

“Aku membencinya, Jessica-ya,” ucap Nickhun.

“Tidak semua orang berubah dengan cepat, Nickhun-ssi. Untuk mempercayaimu membutuhkan waktu yang lama,” ucap Jessica—lalu kembali pergi.

Kali ini Nickhun tak mengejar. Ia mengusap wajahnya kasar. Ia tahu ia salah. Dan ia prustasi dan bingung apa yang harus ia lakukan agar Jessica kembali mempercayainya.

>>> 

Hari sabtu telah tiba. Hari terakhirnya di Seoul. Besok, Kyuhyun akan terbang menuju U.S. Kyuhyun akan meninggalkan sahabat-sahabatnya yang mengiranya hanya pergi dalam kurun waktu satu minggu atas terlaksananya olimpiade matematika. Namun, sayangnya, itu semua salah.

“Kyuhyun-ah, apa tidak bisa di tunda lagi?,” tanya Taeyeon.

Kyuhyun menggeleng lemah, “Besok aku harus pergi,” jawabnya.

“Tenang saja, Taeyeon-ah. Kyuhyun hanya pergi selama satu minggu saja,” ucap Jessica.

Kyuhyun tersenyum kecut mendengarnya.

“Oh, ya, ngomong-ngomong, dimana Tiffany?,” tanya Taeyeon.

Jessica mengangkat bahunya, “Biasanya dia bersamamu,” ucapnya.

“Mungkin sedang piket,” ucap Kyuhyun.

>>> 

Tiffany membasuh wajahnya di wastafel di toilet perempuan. Ia melihat dirinya di sebuah cermin di hadapannya. Penampilannya terlihat hancur dan berantakkan. Matanya memerah dan bengkak.

“Apa yang harus ku lakukan? Bagaimana aku memberitahu Taeyeon dan Jessica?,” gumam Tiffany, bingung.

“Ada apa, Tiffany-ssi? Kau seperti habis menangis,” seru Jiyeon.

Tiffany menggeleng, “Aku tidak apa-apa,” jawabnya.

Tiffany pun segera keluar dari toilet. Ia terus berjalan tanpa melihat ke depan melainkan menunduk ke bawah. Akibatnya, Tiffany menabrak seseorang.

BRUKK!!

“Fany-ah, perhatikan jalanmu,” tegur seseorang yang Tiffany tabrak.

Mengenali suara tersebut, Tiffany segera mengangkat kepalanya. Setelah merasa dugaannya benar, Tiffany spontan memeluk orang itu dengan isakan tangis yang keluar dari mulutnya.

“F-Fany-ah, ada apa?,” tanya orang itu, cemas.

“Dasar Cho Kyuhyun. Apa yang harus ku lakukan sekarang, bodoh?,” tanya Tiffany.

“A-Apa maksudmu?,” tanya Kyuhyun, bingung.

“Kau akan pindah. Dan kau akan meninggalkan kami, sahabat-sahabat terbaikmu. Kau sangat jahat!,” ucap Tiffany—seraya memukuli dada Kyuhyun.

“M-Maafkan aku. Ini bukan kehendakku,” ucap Kyuhyun.

“Kalau begitu, batalkan saja. Kau penguasa disini,” usul Tiffany.

Kyuhyun menggeleng, “Tidak semudah itu, Fany-ah,” ucapnya.

“Lalu, apa yang harus ku katakan pada Jessica dan Taeyeon?,” tanya Tiffany.

“Rahasiakan ini sampai aku sendiri yang memberitahu mereka, terutama Jessica,” pinta Kyuhyun.

“T-Tapi—kapan?,” tanya Tiffany.

“Sampai aku siap untuk memberitahunya,” jawab Kyuhyun.

Tiffany kembali memeluk Kyuhyun. Kyuhyun merupakan sahabatnya yang paling dekat dengannya. Jadi, wajar saja jika dirinya takut kehilangan Kyuhyun.

>>> 

Jessica dan Taeyeon menemukan Tiffany dan Kyuhyun yang sudah menunggu di area parkir. Mereka pun langsung menghampiri dua sahabat itu.

“Fany-ah, kau darimana saja?,” tanya Taeyeon, cemas.

Tiffany terkekeh, “Aku ada tugas piket di perpustakaan,” jawabnya.

Jessica mengerucutkan bibirnya, “Ku pikir kau di culik alien,” ucapnya.

Taeyeon menengadahkan tangannya pada Jessica, “Aku menang. Berikan aku 10 galleons,” tagihnya.

“Galleons?,” tanya Tiffany, “Bukankah itu mata uang di dunia sihir?,” tanyanya.

Taeyeon dan Jessica tertawa, “Kami bertaruh jika Jessica kalah, ia akan memberikanku 10 galleons seperti di film Harry Potter. Sedangkan kita sendiri tak menggunakannya. Jadi, Jessica akan menggantinya dengan bayaran mentraktir kita semua makan sepuasnya,” jelas Taeyeon.

“Benarkah?,” tanya Tiffany.

Jessica mengangguk, “Aku mengakui kekalahanku. Kalian mau makan dimana?,”

“Bagaimana kalau di restoran Perancis?,” usul Kyuhyun.

“Ah, itu restoran mahal,” ucap Jessica.

Tiffany menggeleng cepat, “Aku akan patungan denganmu,” ucapnya.

“Benarkah?,” tanya Jessica.

“Ngg—Fany-ah,” tegur Kyuhyun, tidak enak.

Tiffany tersenyum pada Kyuhyun. Setidaknya aku ingin makan di restoran impian kita berempat di hari terakhir kita bersama, batinnya.

“Asyik! Makan di restoran Perancis,” seru Taeyeon dan Jessica, bahagia.

Kyuhyun tersenyum melihat ketiga sahabatnya tampak ceria. Aku berjanji meski kita berpisah, aku akan selalu mengunjungi kalian, batinnya.

To Be Contiuned

Secret Admirer (Chapter 3)


Gambar

Title : Secret Admirer

Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main Cast :

  • SNSD’s Jessica as Jessica Jung
  • Super Junior’s Kyuhyun as Cho Kyuhyun
  • 2PM’s Nickhun as Nickhun Horvejkul

Support Cast :

  • T-Ara’s Eunjung as Ham Eunjung
  • SNSD’s Tiffany as Tiffany Hwang
  • SNSD’s Taeyeon as Kim Taeyeon
  • T-Ara’s Jiyeon as Park Jiyeon
  • 2PM’s Wooyoung as Jang Wooyoung
  • etc

Genre : Fluff, Romance, Angst, Friendship

Length : Series

>>> 

“I like you..,” ucap Nickhun.

Tubuh Jessica menegang mendengarnya. Apa benar Nickhun mengatakan ini? Ini seperti mimpi saja, batinnya.

“Nickhun-ssi~” gumam Jessica.

“A-Aku baru sadar sekarang,” Nickhun menarik napas dalam sejenak, “Setelah belakangan ini aku selalu bersamamu, saat itu perasaanku padamu mulai tumbuh,” ucapnya.

Jessica diam tanpa kata. Ini terlalu mengagetkan baginya. Awalnya ia pikir Nickhun hanya bermain-main padanya, tapi ternyata seorang Nickhun menyatakan cinta kepadanya dengan sangat tulus hingga ia dapat merasakannya.

“T-Tapi, ini masih perasaan suka, Jessica-ssi. Aku belum merasakan cinta sepenuhnya,” ucap Nickhun.

Jessica menggigit bibirnya. Rupanya hanya perasaan suka, batinnya.

Namun, Nickhun spontan menggenggam tangan Jessica. Jessica tentu kaget di buatnya. Jantungnya berdetak kencang saat Nickhun mulai menyentuh tangannya.

“Maka dari itu, bantu aku, Jessica-ssi!,” pinta Nickhun.

Jessica mengernyit heran, “B-Bantu apa?,” tanyanya.

“Bantu aku untuk belajar mencintaimu,” jawab Nickhun—yang sekali lagi membuat jantung Jessica berdetak sangat cepat.

“Seperti Jessica juga mencintaimu saja,”

Jessica dan Nickhun menoleh ke sumber suara. Ia dapat melihat Kyuhyun turun dari atap sekolah.

“K-Kyuhyun-ah?,” gumam Jessica—kaget.

“Apa yang kau lakukan di atas sana?,” tanya Nickhun.

Kyuhyun mendadak grogi. Bagaimana aku bisa sebodoh ini? Seharusnya aku tidak turun, batinnya.

Jessica menutup mulutnya—dengan ekspresi yang sulit di gambarkan. Namun, Kyuhyun yang memiliki IQ tertinggi di sekolah mampu menerjemahkan ekspresi Jessica.

“B-Bukan, Sica-ah!,” seru Kyuhyun, “Aku baru saja naik ke atas!,” tambahnya.

Jessica memicingkan matanya—menatap Kyuhyun curiga.

“Darimana kau tahu apa maksudku? Darimana kau tahu apa tujuanku ke atap sekolah?,” tanya Jessica.

Kyuhyun menjilat bibirnya, “A-Aku menemukan surat itu. Aku membacanya,” jawabnya, “Sudahlah, jangan bertanya lagi!,” pintanya.

Jessica mengerucutkan bibirnya, “Baiklah~” jawabnya.

“Surat apa yang kau maksud, Kyuhyun-ssi?,” tanya Nickhun.

“Oh, itu surat dari penggem—hmmpp!,”

Jessica dengan cepat membungkam mulut Kyuhyun sebelum Kyuhyun mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.

“Penggem?,” tanya Nickhun—bingung.

“Penggembala sapi!,” jawab Jessica—asal.

Kyuhyun menyingkirkan tangan Jessica dari mulutnya, “Apa-apaan itu penggembala sapi?,” protesnya.

“Sudahlah, Kyuhyun-ah. Hal itu jangan di ungkit lagi,” bisik Jessica.

Kyuhyun menatap Jessica tak percaya. Ia pikir Jessica sudah berubah. Ternyata hal apapun jika di depan Nickhun pasti berubah menjadi yang aneh-aneh.

“Untuk apa penggembala sapi mengirimimu surat?,” tanya Nickhun.

Jessica menggigit bibirnya. Nickhun tampaknya sangat ingin tahu, tapi aku tidak boleh mengatakan ini atau Nickhun akan membatalkan pernyataan cintanya padaku!, pikirnya.

Jessica segera merangkul lengan Nickhun. Tentu saja Nickhun maupun Kyuhyun kaget melihatnya.

“Aku akan membantumu untuk belajar mencintaiku, Nickhun-ssi,” ucap Jessica.

“A-APA?,” teriak Kyuhyun—tak percaya. Bukankah Jessica membenci Nickhun? Mengapa rasa bencinya menghilang secepat ini?, batinnya.

Nickhun tersenyum mendengarnya. Ia mengusap kepala Jessica dengan lembut.

“Mulai hari ini, kau adalah kekasihku. Mengerti?,” seru Nickhun.

Senyuman Jessica merekah saat itu juga. Dengan cepat, ia menganggukkan kepalanya. Nickhun pun membawanya pergi dari tempat itu.

Sedangkan Kyuhyun masih mematung di anak tangga.

“Mereka berpacaran?,” gumam Kyuhyun—syok.

>>> 

“APA?!!,” teriak Taeyeon dan Tiffany—syok.

Kyuhyun mengangguk lemas.

Tiffany melempar boneka beruangnya ke arah Kyuhyun.

“Hei! Sakit, Fany-ah,” ringis Kyuhyun.

“Kau adalah lelaki terbodoh yang pernah ku temui, Kyuhyun-ah!,” omel Tiffany.

“Fany-ah, Kyuhyun itu siswa terpintar di sekolah. Kenapa kau sebut bodoh?,” protes Taeyeon.

“Tentu saja. Sudah jelas dia mencintai Jessica. Tapi, dia hanya diam saja tanpa mencegah terbentuknya hubungan KhunSica. Bukankah itu bodoh namanya?,” seru Tiffany—emosi.

“Kau pikir mencegah hal itu mudah, Fany-ah? Kau tidak berada di posisiku. Ini semua sangat sulit!,” ucap Kyuhyun.

“Seharusnya kau katakan saja yang sebenarnya kalau kau adalah penggemar rahasianya. Lagipula untuk apa menjadi penggemar rahasia? Kenapa tidak langsung nyatakan saja? Dasar pengecut!,” seru Tiffany.

Kyuhyun membeku mendengar kalimat terakhir dari Tiffany. Hal itu membuat Tiffany merasa tidak enak.

“Kyuhyun-ah, apa kau baik-baik saja?,” tanya Taeyeon.

“Kyuhyun-ah, maafkan aku. Aku—”

“Tidak apa, Fany-ah,” potong Kyuhyun cepat, “Kau benar. Aku seorang pengecut. Aku tak berani menyatakan perasaanku pada Jessica. Harusnya aku menyatakannya,” ucapnya.

“Menyatakan apa?,”

Kyuhyun, Tiffany dan Taeyeon menoleh ke sumber suara. Ternyata itu Jessica—yang berdiri tepat di depan pintu kamar Tiffany yang terbuka.

“Jessie, sejak kapan?,” tanya Tiffany—kaget.

“Baru saja. Ibumu menyuruhku langsung ke kamarmu,” jawab Jessica.

“Ngg—mari masuk, Sica-ah,” seru Taeyeon.

Jessica mengangguk seraya berjalan masuk ke dalam kamar Tiffany. Ia pun duduk di atas ranjang tepat di antara Kyuhyun dan Taeyeon.

“Kau ingin menyatakan apa, Kyuhyun-ah? Kepada siapa?,” tanya Jessica.

Kyuhyun menelan salivanya kasar. Ia memandang Tiffany yang menatap tajam ke arahnya. Apa harus aku mengungkapkannya sekarang?, batinnya.

“Aku ingin menyatakan bahwa—aku akan mengikuti olimpiade matematika di U.S!,” jawab Kyuhyun—yang reflek membuat ketiga sahabatnya kaget.

“Ke U.S? Kapan?,” tanya Taeyeon.

“Kenapa kau tak memberitahuku sebelumnya? Bukankah kau paling akrab denganku?,” tanya Tiffany—kesal.

“Aku ingin mengumpulkan kalian semua dulu,” jawab Kyuhyun.

“Congratulations, Kyuhyun-ah. Semoga kau bisa menjadi juara pertama,” seru Jessica.

Kyuhyun mengangguk—sambil memamerkan senyuman khasnya. Untung saja aku memang ikut olimpiade. Dan untunglah ini bisa menjadi alasanku, batinnya—lega.

“Kapan kau pergi?,” tanya Taeyeon.

“Minggu depan,” jawab Kyuhyun.

“Berapa lama?,” tanya Jessica.

“Hanya satu minggu,” jawab Kyuhyun.

“Kami akan sangat merindukanmu, Kyuhyun-ah,” ucap Tiffany—di ikuti anggukan Jessica dan Taeyeon.

“Tenang saja. Kita akan saling mengirim email,” ucap Kyuhyun.

Tiba-tiba, ponsel Jessica berdering. Jessica segera meraih ponsel di tasnya. Ia segera mengecek pesan masuk.

Ketiga sahabatnya menatap Jessica sedikit bingung. Jessica menjadi senyam-senyum sendiri.

“Ada apa, Jessie?,” tanya Tiffany.

“Nickhun mengajakku berkencan,” jawab Jessica.

“Kau dan Nickhun—berpacaran?,” tanya Taeyeon—berpura-pura tidak tahu.

Jessica mengangguk, “Nanti akan ku ceritakan,” ucapnya, “Aku pergi dulu, ya? Sampai jumpa!,” pamitnya.

“Sampai jumpa,” balas Taeyeon.

“Take care, Jessie. Have a nice date!,” seru Tiffany.

“Thanks,” ucap Jessica—lalu segera pergi.

Kyuhyun menundukkan kepalanya. Lagi, Jessica berhasil mengiris luka di hati Kyuhyun.

“Salahmu karena tak mengungkapkannya,” ucap Tiffany.

“A-Aku hanya belum siap, Fany-ah,” jawab Kyuhyun.

Taeyeon tersenyum, “Kami mengerti, Kyuhyun-ah. Tapi, kau jangan diam saja. Jika perlu, kirimlah lagi surat seperti biasa,” ucapnya.

Kyuhyun menggeleng, “Percuma saja, Taeyeon-ah. Jessica sudah tak peduli lagi pada sang penggemar rahasia,” jawabnya.

>>> 

Jessica dan Nickhun berada di sebuah kedai es krim yang terletak di kawasan Gangnam. Mereka menikmati es krim perpaduan strawberry bercampur chocolatte crispy dan vanilla.

“Cuaca yang cerah sangat pas sebagai latar kencan hari ini,” ucap Nickhun.

Jessica tersenyum manis, “Es krim dengan perpaduan tiga rasa membuat kencan hari ini menjadi campur aduk seperti apa yang ku rasakan saat ini,” ucapnya.

Nickhun tertawa renyah, “Sejak kapan kau pintar berkata-kata?,” tanyanya.

Jessica mengerucutkan bibirnya, “Aku hanya tidak ingin kalah darimu,” jawabnya.

Di sisi lain, ada dua wanita yang berpakaian seperti seorang artis dengan penyamaran lengkap—memperhatikan pasangan yang di sebut KhunSica dengan diam-diam.

“Mereka tampak bahagia,”

“Jiyeon-ah, jangan membuat hatiku semakin hancur,” pinta Eunjung—sakit hati.

“Aku hanya berkata jujur,” jawab Jiyeon—polos.

Eunjung menatap Jessica murka, “Aku takkan melepaskanmu, Jessica-ssi. Kau takkan bisa bersama Nickhun lagi. Akan ku pastikan itu!,” geramnya.

“Astaga! Mereka bersuap-suapan!,” seru Jiyeon, “Manis sekali~” tambahnya.

“Jiyeon-ah!!,” geram Eunjung—kesal.

>>> 

Nickhun memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah Jessica. Jessica segera melepas sabuk pengamannya.

“Terima kasih sudah mengantarku pulang, Nickhun-ah,” ucap Jessica.

“Itu sudah menjadi tugasku,” jawab Nickhun.

Jessica terkekeh pelan, “Aku masuk, ya?,” pamitnya.

Nickhun mengangguk, “Good night, dear!,” ucapnya—seraya mengusap kepala Jessica.

Pipi Jessica bersemu merah. Ia hanya mengangguk dan segera keluar dari mobil Nickhun.

Jessica melambaikan tangannya hingga mobil Nickhun pergi. Ia segera melangkah masuk ke dalam gerbang rumahnya. Saat sudah berada di depan pintu rumah, matanya menangkap sebuah amplop berwarna merah jambu.

“From your secret admirer?,” gumam Jessica—sambil tersenyum.

KREKKK!!!

Jessica kaget saat pintu tiba-tiba terbuka. Sangking kagetnya, amplop yang ada di tangannya terjatuh.

“Eonni, kenapa baru pulang?,” tanya Krystal.

“Ngg—maafkan aku, Kryssie,” ucap Jessica.

“Ayo cepat masuk. Masakan ku nanti dingin,” ucap Krystal.

“Baiklah~” jawab Jessica—lalu masuk bersama adik kesayangannya itu.

30 detik kemudian, seorang pria meraih amplop merah jambu yang tergeletak di teras rumah Jessica. Ia meremas amplop tersebut.

“Dugaanku benar. Jessica sudah tidak peduli lagi pada penggemar rahasianya,” gumam pria itu—lalu segera pergi.

Setelah kepergian pria itu, pintu rumah Jessica terbuka. Dan orang yang membukanya tak lain adalah Jessica.

“Rasanya tadi amplop itu terjatuh di teras,” gumam Jessica, “Tapi, kenapa sekarang sudah tidak ada, ya?,”

“EONNI, MAKANANMU BELUM KAU HABISKAN!,” teriak Krystal—dari dalam.

“Iya, Kryssie!,” jawab Jessica—setengah berteriak. Ia mengangkat bahunya lalu masuk kembali ke rumahnya.

>>> 

“Jadi, kau dan Jessica berpacaran?,” tanya Wooyoung.

Nickhun mengangguk, “Ya, begitulah,” jawabnya.

“Ku pikir kau masih mencintai Eunjung,” ucap Wooyoung.

“Jangan membahas wanita itu. Aku muak melihat maupun mendengar namanya,” seru Nickhun—kesal.

Wooyoung mengangguk, “Rupanya prince of Thailand sudah move on, ya?,” godanya.

Nickhun terkekeh pelan, “Aku sudah move on. Sudah lama, Wooyoung-ah,” jawabnya.

“Baguslah!,” ucap Wooyoung, “Itu artinya aku bisa mendekati Eunjung,” ucapnya.

“Dekati saja dia. Aku sudah tidak peduli lagi padanya,” ucap Nickhun.

Tiba-tiba, Eunjung datang dan memeluk Nickhun dari belakang.

“Good morning, my handsome prince!,” seru Eunjung.

“Hei! Lepaskan aku!,” gerutu Nickhun.

“Tidak mau!,” tolak Eunjung—seraya mempererat pelukannya pada Nickhun.

“Nickhun-ah~”

Nickhun, Wooyoung dan Eunjung menoleh ke sumber suara. Mereka menangkap Jessica yang berdiri di sudut kantin.

“J-Jessica—”

Jessica segera berlari keluar dari kantin. Sedangkan Eunjung tersenyum penuh kemenangan.

“LEPASKAN AKU!!,” teriak Nickhun—murka.

Eunjung pun melepaskan pelukannya pada Nickhun. Nickhun segera berlari mengejar Jessica.

>>> 

Jessica duduk di atap sekolah. Ia menangis sangat keras dan kencang. Seragamnya sudah basah pada bagian atas karena di banjiri oleh air matanya.

“Hei, idiot!,”

Jessica menoleh ke sumber suara. Ternyata itu Kyuhyun. Ia sempat kaget saat Kyuhyun menyebutnya idiot. Tapi, untuk saat ini ia tidak bisa marah pada Kyuhyun.

Kyuhyun segera menghampiri Jessica dan duduk di sampingnya.

“Bukankah kau bilang kau menyesal percaya pada Nickhun?,” tanya Kyuhyun.

Jessica menoleh ke arah Kyuhyun.

“Sifat seseorang tidak akan bisa berubah. Memang bisa berubah, tapi membutuhkan waktu yang lama. Apa kau mengerti maksudku?,” tanya Kyuhyun—seraya menatap lurus ke depan.

Jessica ikut menatap lurus ke depan, “Mengapa kau selalu hadir di sampingku setiap Nickhun menyakitiku?,” tanyanya.

Kyuhyun tersenyum, “Bukankah aku sangat berguna untukmu? Makanya, jangan pernah kau siakan benda terindah di dalam hidupmu atau kau akan kehilangan benda itu untuk selama-lamanya,” ucapnya—lalu berdiri.

Jessica membeku mendengarnya.

“Ku rasa bel masuk telah berbunyi. Jika kau masih ingin disini, aku akan mengijinkanmu pada Ahn songsaenim,” ucap Kyuhyun—lalu pergi.

Jessica terus memikirkan perkataan Kyuhyun. Ia merasakan ada pesan yang ingin di sampaikan Kyuhyun kepadanya. Tapi, seorang Jessica yang tak terlalu pandai kurang bisa menangkap makna tersebut.

“Jangan pernah kau siakan benda terindah di dalam hidupmu atau kau akan kehilangan benda itu untuk selama-lamanya?,” gumam Jessica pelan.

To Be Contiuned

 

Holaa! I’m back! Pasti banyak yang nungguin kelanjutan FF ini, kan? Nih, aku lanjutin. Dan sorry model tulisannya aku ganti. Mungkin kalo modelnya kayak gini, feelnya lebih dapet. Karena jujur, setelah baca chapter 1 dan 2, rasanya pengen ngedelete tuh FF. Gaje banget tulisannya. Maklum lah tuh tulisan udah berapa tahun yang lalu. Waktu itu saya masih gaje bikin FF.

 

Review, please ^^

Secret Admirer Chapter 1


Author : Xiao Li/ @dhynakim10

Main cast :
SNSD Jessica
Super Junior Kyuhyun
2PM Nickhun

Support cast :
SNSD Tiffany
SNSD Taeyeon
T-ARA Eunjung
T-ARA Jiyeon
T-ARA Hyomin
other..

Genre : AU, Romance, Angst, Friendship, Series

Length : Series

Credit poster by Shinstarkey

DON’T BE SIDER! Let’s chek this out~

Jessica POV

Look at this stuff, Isn’t the neat
Wouldn’t you think my collection’s complete
Wouldn’t you think I’m the girl
The girl who has everything

Look at this trove, Treasures untold
How many wonders can one cavern hold
Looking around here you think
Sure, she’s got everything

I’ve got gadgets and gizmos a-plenty
I’ve got whozits and wharzits galore
You want thingamabobs, I’ve got twenty
But who cares.. No big deal.. I want more..

Flippin’ you fins, you don’t get to far
Legs are required for jumping, dancing
Strolling along down a- what’s that word again
Street..

Up where they walk, up where they run
Up where they stay all day in the sun
Wanderin’ free, wish I could be
Part of that world…

PROK! PROK! PROK!

“Sica, kemampuan menyanyimu semakin meningkat!” seru Tiffany.

“Gomawo!” ucapku senang.

“Tidak sia-sia kau terpilih sebagai pemeran utama dalam drama musical nanti!” ucap Taeyeon.

“Aku akan berusaha agar tidak mengecewakan pelatih. Akan ku pastikan mereka tidak menyesal telah memilihku!” ucapku.

“BAGUS!!!” teriak Tiffany dan Taeyeon serempak.

“Siapa yang lapar?” ucap seseorang yang baru muncul dari balik pintu. Ternyata Kyuhyun, sahabatku. Tangannya penuh dengan snack yang banyak.

“KYU! KAU DATANG DI SAAT YANG TEPAT!” teriak Taeyeon yang langsung menyerbu snack-snack tersebut.

“Taeng, jangan di ambil semuanya!” protes Tiffany.

Kyuhyun mengambil 3 snack dan menyerahkannya padaku. Tetapi aku hanya mengambil satu saja snack pemberiannya.

“Cukup satu saja, Kyu! Gomawo~” ucapku.

“Cheonmayo!” jawabnya sambil tersenyum manis.

“Hmmm!”

“Sica, aku haus!” ucap Taeyeon.

“Ambil saja minuman di dapur!” ucapku.

“Ambilkan!” rengeknya seperti anak kecil.

“Kau tahu saja aku tak tega pada seseorang yang merengek seperti anak kecil. Akan ku ambilkan!” ucapku pasrah lalu pergi.

Aku berjalan menuju dapur. Aku membuka kulkas dan mengeluarkan satu botol sirup. Tak lupa ku bawa beberapa gelas dan sedikit cemilan. Setelah semuanya sudah siap, aku segera naik ke atas dan masuk ke kamar.

“Kau harus mengungkapkannya, Kyu!” ucap Tiffany. Apa yang mereka bicarakan? Mimik wajah mereka terlihat serius sekali.

“Mengungkapkan apa?” tanyaku memotong pembicaraan mereka.

“Eh? Sica? Engg.. Kyuhyun ingin bicara padamu.” Ucap Tiffany lalu pergi bersama Taeyeon.

“Kalian mau kemana?” tanyaku.

“Ke.. ke toilet! Ne, ke toilet!” jawab Taeyeon.

“Ke toilet kok berdua?” gumamku.

Aku berbalik dan sekarang posisiku berhadapan dengan Kyuhyun. Wajahnya tampak tegang. Tangannya gemetaran. Sebenarnya ada apa dengannya?

“Apa yang ingin kau bicarakan padaku, Kyu?” tanyaku.

“Err.. sebenarnya.. sebenarnya aku..”

“Ne?”

“Aku..”

“Waeyo?” tanyaku.

“Aku membelikanmu novel Harry potter seri terbaru.” Jawabnya seraya menyerahkan novel tersebut padaku.

“Kyaakkk! Aku sudah lama menantikannya!” ucapku senang lalu mengambil novel tersebut.

“Tadi aku ke took buku dan menemukan novel ini. Aku tahu kau sangat menantikan perilisan novelnya. Dan hari ini adalah hari perilisannya. Makanya aku belikan!” ucapnya.

Aku langsung memeluknya,
“Jeongmal gomawo, Kyu!” ucapku senang.

“Hmm.. ne!” jawabnya.

End Jessica POV

Kyuhyun POV

“Hmmmm!!” tiba-tiba dua makhluk aneh muncul dari balik pintu. Sica pun melepaskan pelukannya. Dasar pengganggu!

“Jangan pacaran disini.” goda Tiffany.

“Siapa yang pacaran?” tanyaku.

“Hmm.. Kyuhyun sudah mulai salah tingkah tuh!” goda Taeyeon. Sial!

“Jangan menggodanya begitu. Kami tidak pacaran kok. Aku dan Kyuhyun akan menjadi sahabat untuk selamanya. Maja, Kyu?” ucap Sica.

“Huh? Ma-maja..” jawabku pasrah.

“Sepertinya aku harus pulang, Jessi! Mommy pasti sudah mencariku.” ucap Tiffany.

“Aku juga, Sica! Sepertinya aku harus pulang sekarang.” ucap Taeyeon.

“Mwo? Bagaimana dengan minumannya?” tanya Sica.

“Kau habiskan saja bersama Kyuhyun.” jawab Taeyeon.

“MWO? Tapi..”

“Tidak apa-apa. Lagipula sirupnya belum ku tuangkan di gelas. Kalian boleh pulang!” ucap Sica lembut.

“Ok, bye Jessi..” seru Tiffany.

“Annyeong Sica..” seru Taeyeon.

“Annyeong~” balas Sica.

“Sica, aku bantu bereskan ya?” ucapku.

“Tidak usah repot-repot, Kyu!” tolaknya.

“Anni~ aku ikhlas membantumu.” ucapku.

“Baiklah jika kau mau!” ucapnya lalu tersenyum sangat manis.

End Kyuhyun POV

Next day

Nickhun POV

“Kau menyebalkan sekali!” bentakku pada kekasihku, Eunjung.

“Kau yang menyebalkan. Sudah selesai latihan basket tapi malah mengobrol dengan teman-temanmu. Seharusnya kau langsung menemuiku dan makan siang berdua.” balasnya.

“Kami sedang membicarakan soal strategi untuk pertandingan nanti!” ucapku.

“Tapi kau sudah janji setelah latihan basket, kita langsung makan siang berdua!” ucapnya.

“Kau kekanak-kanakan sekali. Kalau begini caranya, aku bisa di berhentikan menjadi kapten basket!” ucapku kesal.

“Masa bodoh!”

“MWO??!!” ucapku shock.

“Aku tak peduli..” ucapnya angkuh.

“KAU! Kau adalah wanita yang tidak tau di untung. Mulai hari ini kita putus!” teriakku marah lalu pergi meninggalkannya.

“What? Putus? No way, Khun. Kita tidak akan pernah putus!” teriaknya namun tak ku hiraukan.

Aku berjalan menghampiri tim ku. Disana sudah ada pelatih yang berkacak pinggang dan menatapku intens.

“Jangan pikirkan soal pacaran, Nickhun-ssi! Pikirkan pertandingan.” ucap beliau.

“Ne~ lagipula aku dan Eunjung sudah putus!” ucapku.

“Mwo? Jinjcha? Kenapa bisa?” tanya teman-teman satu tim ku.

“Mianhamnida, Nickhun-ssi. Tetapi saya tidak pernah menyuruhmu putus.” ucap pelatih.

“Ini atas kehendakku sendiri, pelatih!” jawabku.

“Baiklah. Semua terserah padamu. Yang penting kau tetap harus fokus kepertandingan.” ucap beliau sambil menepuk-nepuk bahuku.

“Semuanya kembali ke kelas. Latihan kita akhiri. Sekian dan kamsahamnida! Annyeonghaseo~” ucap pelatih.

“Annyeonghaseo~” balas kami.

#*#*#*#*#

Aku berjalan menuju kantin. Namun tiba-tiba aku tertabrak seorang wanita.

“Jessica?”

“Ah~ Nickhun? Jeongmal mianheyo!” ucapnya sambil membungkuk beberapa kali.

“Tidak usah berlebihan seperti itu!” ucapku sambil tertawa.

“Berlebihan ya?” tanyanya polos, membuatnya semakin terlihat aegyo.

“Oh ya Jessica, ku dengar kau terpilih sebagai pemeran utama dalam drama musical?” tanyaku.

“Ne~ aku terpilih!” jawabnya.

“Chukaeyo Jessica! Aku senang kau yang terpilih, bukan Eunjung.” ucapku.

“Mwo? Kenapa kau tidak suka Eunjung yang terpilih?” tanyanya.

“Tidak apa-apa. Kalau dia yang menjadi pemeran utamanya, aku tidak akan menonton!” jawabku.

“Mianhe~ tapi apakah kalian sudah-“

“Ne~ kami sudah putus!” potongku cepat.

“Mianheyo~” ucapnya.

“Gwenchana~” jawabku.

“Kau mau kemana?” tanyanya.

“Ke kantin. Mau ikut?” tawarku.

“Kebetulan aku lapar.” ucapnya tersenyum malu.

“Kajja!” seruku.

End Nickhun POV

Author POV

@Canteen

Nickhun dan Jessica makan siang berdua. Semua murid menatap mereka. Bukankah Nickhun berpacaran dengan Eunjung? Mengapa dia makan siang bersama Jessica? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari murid-murid itu.

“Eunjung, lihat itu!” seru Jiyeon sambil menunjuk kea rah Nickhun dan Jessica.

“MWO? Mereka makan siang bersama? Keterlaluan!” ucap Eunjung kesal.

“Bukankah kalian sudah putus?” tanya Hyomin.

“Enak saja. Kami belum putus!” ucap Eunjung kesal.

Eunjung pun memutuskan pergi dari kantin, di susul 2 sahabatnya, Jiyeon dan Hyomin.

“Nickhun, aku merasa tidak enak!” ucap Jessica risih.

“Waeyo?” tanya Nickhun.

“Semua murid menatap kita. Aku hanya takut mereka berpikir yang bukan-bukan tentang kita!” jawab Jessica.

“Tidak apa-apa kalau mereka berpikiran seperti itu!” ucap Nickhun santai.

“Mwo?” Jessica tampak shock.

“Kau tidak usah urusi mereka. Urusi saja makananmu. Sebentar lagi bel berbunyi!” seru Nickhun.

“Ah! Ne ne ne~” jawab Jessica lalu melahap makanannya.

#*#*#*#*#

Sepulang sekolah..

Jessica, Tiffany, dan Taeyeon berjalan menuju parkiran. Tiba-tiba Nickhun datang menghampiri mereka.

“Jessica, kau mau pulang bersamaku?” tawarnya.

“Mwo? Err…” Jessica menatap kedua temannya yang menganggukkan kepala mereka, seolah-olah mengijinkan Jessica pulang bersama Nickhun.

“Taeyeon dan Tiffany juga boleh ikut!” ucap Nickhun.

“Sorry, Nick! Tapi kami bawa mobil sendiri.” jawab Tiffany.

“Ottokhe, Jessica?” tanya Nickhun.

“Lain kali saja ya, Nickhun. Sepulang sekolah aku harus latihan vocal bersama mereka!” jawab Jessica.

“Ohh~ aku tau kau sangat sibuk untuk persiapan drama musikal nanti!” ucap Nickhun.

“Begitulah..” jawab Jessica.

“Ok! Kalau begitu aku duluan. Annyeong~” ucap Nickhun lalu pergi menghampiri tempat dimana mobil mewahnya di parkirkan.

“Sayang sekali, kenapa kau tolak?” tanya Taeyeon.

“Aku tidak enak! Dia kan baru putus dengan Eunjung!” jawab Jessica.

End Author POV

Kyuhyun POV

Sekarang aku sedang bersama ketiga sahabatku, Jessica, Taeyeon, dan Tiffany. Mereka sedang latihan vocal untuk drama musikal mereka sedangkan aku mengiringi dengan permainan gitarku.

I dream high

I dream, when it’s hard
I close my eyes
While I imagine that moment
I get up

I shake at the end of fear
Afraid of falling
Like a baby bird who can’t fly up

Can do it
Will my dream come true
One by one my walking goes
When I get afraid

I dream high, I dream
When I’m tired I close my eyes
I keep imagining that dream
While I get up

I can fly high, I believe that
I can go up in that sky
Open my wings and fly high
Freely then anyone else..

“YEY!!!!!!” teriak kami berempat sambil bertepuk tangan.

“Suara kalian luar biasa! Daebbak!” ucapku.

“Gomawo!” ucap mereka serempak.

“Sica, sekarang ceritakan kenapa kau bisa dekat dengan Nickhun?” tanya Taeyeon.

Nickhun? Sica dekat dengan Nickhun? Kok aku tidak tahu?

“Semua itu berawal dari ketidaksengajaan kami saat bertabrakan. Lalu kami berbicara satu sama lain dan begitulah..” jawab Sica.

“Kau pasti sangat senang kan? Akhirnya bisa dekat dengan pria yang kau sukai?” goda Tiffany.

“Tentu saja aku senang! Senang sekali! Rasanya seperti bermimpi!” jawab Sica tampak kegirangan.

Sica sangat senang rupanya bisa dekat dengan Nickhun. Bagus! Sekarang hilanglah harapanku untuk mendapatkan Sica.

“Kyu, kenapa diam?” ucap Taeyeon menyadarkanku.

“Anniyo!” jawabku.

“Kyu, aku ingin bicara denganmu!” ucap Tiffany tampak serius.

“Bicara saja!” jawabku.

“Sica, ayo kita ambil makanan dan minuman!” ajak Taeyeon pada Sica.

“Ok!” jawab Sica. Mereka berdua pun pergi dari kamar, meninggalkan ku bersama Tiffany.

“Mwoeyo?” tanyaku pada Tiffany.

“Aku tahu kau cemburu!” ucapnya.

“Mwo? Kenapa harus cemburu?” tanyaku.

“Tentu saja kau cemburu. Kau kan suka pada Jessi.” jawabnya.

“Anni~ biasa saja!” ucapku berbohong.

“Liar!” cibirnya.

“Jinjcha!” jawabku.

“Come on, Kyu! Jangan menyakiti perasaanmu. Aku hanya meminta satu hal padamu. Jangan menyerah! Mereka belum pacaran dan kau masih bisa mendapatkan Jessi.” ucapnya.

“Err..”

“Stok makanannya habis! Ada yang mau menemaniku berbelanja?” tanya Sica yang tiba-tiba muncul.

“Taeng eoddiseo?” tanya Tiffany.

“Pacarmu sedang membuang emas! Ku rasa kau mengerti maksudku.” jawab Sica.

“Euww~” gumamku jijik.

“Kyuhyun akan menemanimu ke supermarket. Maja Kyu?” ucap Tiffany dengan eye-smile yang membuatku ingin muntah itu.

“Ne~ maja!” jawabku pasrah.

“Come on, Kyu!” seru Sica seraya menarik tangan ku.

#*#*#*#*#

@Supermarket

“Kyu, menurutmu apakah aku harus membeli pasta atau nuggets?” tanya Sica.

“Dua-duanya enak. Beli saja dua-duanya.” usulku.

“Ok! Aku ambil dua-duanya.” ucap Sica seraya mengambil sebungkus pasta dan nuggets lalu memasukkannya ke keranjang dorong yang ku pegang.

“Sekarang kita cari minuman!” ucapnya.

“Asyik! Minum Soju!” seruku.

“Siapa bilang aku akan membeli Soju?” tanyanya.

“Kalau begitu, aku saja yang membelinya.” jawabku.

“Andwee! Kau tidak boleh minum Soju!” protesnya.

“Baiklah..” ucapku mengalah.

“Jessica! Kyuhyun!” tiba tiba ada suara yang memanggil kami. Ternyata yang memanggil kami adalah Nickhun. Aish~ kenapa dia ada disini?

“Annyeong Nickhun!” sapa Sica.

“Kalian sedang berbelanja apa?” tanyanya.

“Kami berbelanja makanan dan minuman.” jawab Sica.

“Kalian berdua pacaran ya?” tanya Nickhun.

“Anni~ kami hanya bersahabat!” bantah Sica yang langsung membuatku cemberut.

“Pasti kalian sangat akrab!” ucapnya.

“Geurom!” jawabku.

“Jessica, besok malam akan ada acara di apartement ku!” ucap Nickhun.

“Acara apa?” tanya Sica.

“Perayaan untuk tim kami. Ternyata tim kami masuk ke babak final!” jawabnya.

“Chukaeyo!” seru Sica.

“Jangan lupa datang ya? Kau juga, Kyuhyun!” ucapnya.

“Aku tidak tahu! Aku tidak dapat memberi kepastian!” jawabku dingin.

“Kau pasti sibuk belajar untuk cerdas cermat kan? By the way, chukae karena sudah masuk ke babak final juga. Kau memang sangat pintar!” ucapnya.

“Biasa saja!” jawabku membuang muka.

“Kyu! Kau tidak boleh bersikap seperti itu!” ucap Sica.

“Fyuhh~~ Gomasheumnida!” ucapku pada Nickhun dengan malas.

“Ne~ cheonmayo!” jawabnya.

End Kyuhyun POV

Next day

Jessica POV

Hari ini ada ulangan matematika. Mana aku belum belajar. Aku segera pergi menuju lokerku untuk mengambil buku rumus matematika.

Saat aku membuka lokerku, tiba-tiba jatuh sepucuk surat dengan amplop berwarna pink. Aku segera membukanya.

Dear Jessica,

Aku adalah pria pengecut, bodoh, dan payah.
Aku tak punya banyak keberanian untuk mengungkapkannya padamu.
Kau adalah wanita special, kau berbeda dengan yang lain.
Aku sudah berpacaran dengan wanita lain, tetapi mereka sama sekali tidak menyenangkan.
Mereka tidak bisa membuatku merasakan cinta.
Tapi saat bertemu denganmu.. kau berbeda.
Kau mampu membuatku jatuh cinta.
Mungkin sekarang aku belum bisa mengutarakan identitasku.
Kalau kau ingin mengetahui siapa aku, datanglah ke perpustakaan pada jam istirahat pertama.
Saranghamnida uri Jung Jessica!

Your secret admirer

“KYAKKKKK!!!! AKU PUNYA PENGGEMAR RAHASIA!!!!” teriakku senang.

“Tapi siapa ya?” gumamku.

TENG! TENG!

Bel sudah berbunyi. Aku harus segera masuk ke kelas.

#*#*#*#*#

“Kajja! Kita harus pergi ke perpustakaan!” seruku seraya menyeret Tiffany dan Taeyeon.

“Aish! Pelan-pelan..” ucap Tiffany.

@Library

Aku, Tiffany, dan Taeyeon masuk ke dalam perpustakaan dan mencari siapa penggemar rahasiaku.

“Tidak ada pria disini, Sica!” ucap Taeyeon.

“Ayo kita berkeliling!” seruku.

“SICA! TIFFANY! TAEYEON!” teriak Kyuhyun sambil melambai-lambaikan tangannya.

“Jangan berisik, anak muda! Jangan mengganggu murid-murid yang sedang membaca!” omel pengawas perpustakaan.

“Poor Kyuvil!” ucap Tiffany.

“Kita tanyakan saja pada Kyuhyun. Apakah dia melihat penggemar rahasiaku!” usulku.

“Baiklah..” ucap mereka setuju.

Kami pun berjalan menghampiri Kyuhyun.

“Kyu, kau melihat pria misterius?” tanyaku.

“MWO? What do you mean?” tanyanya tampak bingung.

“Kau salah menggunakan kata-kata, Jess!” ucap Tiffany.

“Kau melihat penggemar rahasia Sica?” tanya Taeyeon.

“Annyeong Jessica!” tiba-tiba terdengar suara yang menyebut namaku. Refleks aku dan Taeyeon Tiffany berbalik.

“NICKHUN???!!!”

OMO! Diakah penggemar rahasiaku?

TBC!

Annyeong~

Dhyna datang membawa ff yang dhyna janjikan. Ini ff Kyusica! Mian ya kalo gaje, soalnya tanpa feel bikinnya. Saia juga lagi fokus sama sekolah. Hehe~

RCL yha ^^

Buat Kyusica shipper, semoga ff ini tidak mengecewakan untuk kalian! Kalau mau lanjut, koment yang banyak yha.. Jangan jadi Silent reader, ok?!